Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, menjenguk Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada Sabtu siang.

Anies mengaku tidak dapat bertemu langsung dengan Andrie Yunus karena korban masih harus menjalani isolasi untuk mencegah risiko infeksi.

Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, juga menyampaikan keprihatinannya atas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dan berharap aparat kepolisian segera melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut.

#anies #jk #andrieyunus #novel

Baca Juga Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas untuk Aktivis KontraS Andrie Yunus di UGM | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/656966/mahasiswa-gelar-aksi-solidaritas-untuk-aktivis-kontras-andrie-yunus-di-ugm-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656967/fakta-kasus-aktivis-kontras-andrie-yunus-jk-buka-suara-anies-dan-novel-baswedan-jenguk-di-rscm
Transkrip
00:00Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Yusuf Kala merasa prihatin terhadap kejadian penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri
00:08Yunus.
00:08Yusuf Kala berharap polisi segera melakukan investigasi terkait kejadian ini.
00:15Menurut JK Saudara, aksi penyiraman air keras tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan Andri Yunus.
00:22Namun demikian JK melihat motif pelaku belum bisa dipastikan dan ada kemungkinan pelaku bertindak secara spontan tanpa motif yang jelas.
00:31Berespons kejadian tersebut, JK berharap polisi segera mengusut hingga tuntas.
00:39Tentu kita pertama prihatin dan sayangkan itu terjadi dengan harapan polisi betul-betul.
00:46Karena ini setelah KPK dulu, siapa namanya si Mas Wedan itu keini lagi, kena lagi.
00:56Berarti ada kelompok, ada siapa itu kita tidak tahu supaya polisi tentu ada hubungannya dengan itu apa namanya kegiatan yang
01:08bersangkutan.
01:09Jadi perlu kita lihat seperti itu.
01:11Siapa yang dilugikan yang bertindak begitu.
01:15Ada juga, kita tahu ada NSMA yang hobinya hanya sekedar usiseng untuk mengikir begitu.
01:22Kita tidak tahu nih, jadi tinggal polisi yang harus aktif untuk melihat.
01:29Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan pengidik KPK Novel Baswedan
01:34menjenguk Wakil Koordinator Kontras Andri Yunus di RSJM Jakarta pada satu siang.
01:40Anies mengaku tidak bisa bertemu langsung dengan Andri karena ia masih harus diisolasi untuk mencegah infeksi.
01:46Anies yang sempat bertemu dengan keluarga Andri mendorong penyelesaian kasus, termasuk mengungkap aktor intelektual.
01:57Kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk bisa mencari pelakunya, menemukan pelakunya.
02:06Lalu sampai kepada pemberi perintahnya.
02:11Bukan hanya pada eksekutor di lapangan, tapi pemberi perintahnya.
02:20Siapa pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andri Yunus masih menyisakan tanya?
02:26Berbekal rekaman kamera pengawas, serta keterangan saksi, polisi masih terus melakukan penyelidikan.
02:33Kapolda Metro Jaya berjanji akan segera mengungkap kasus penyiraman air keras tersebut.
02:39Sini saya berbicara, masih dilakukan penjelidikan.
02:44Apatah saya masih bekerja.
02:45Di Jakarta Pusat, itu bisa terungkap.
02:50Insiden di Jalan Talang, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis malam itu mengusik keprihatinan banyak pihak.
02:56Ketua Komisi 3 DPR RI, Habibur Rahman, mendesak polisi bergerak cepat mengungkap tuntas kasus tersebut.
03:04Terus nama Komisi 3 DPR RI, kami mengacang keras aksi penyiraman air keras pada aktivis Kontras Andri Yunus.
03:11Kami sudah berkomunikasi dengan Kapolda Metro Jaya dan meminta agar kepolisian bergerak cepat mengusut katus ini dan menangkap para pelakunya.
03:20Terhadap saudara Andri Yunus juga harus dilakukan pengawalan maksimal agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan.
03:30Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia, Usman Hamid bilang, apa yang dialami Andri Yunus diduga berkaitan dengan apa yang
03:38tengah dikerjakannya beberapa waktu terakhir.
03:42Khusus untuk Andri Yunus misalnya, sepanjang satu tahun terakhir, ia memang banyak berkonsentrasi dan bersimbungan dengan permasalahan seputar reformasi militer.
03:52Meskipun kita masih harus menunggu bukti-bukti yang otentik, karena biasanya situasi-situasi yang penuh dengan ketegangan politik hari ini,
04:02termasuk konflik di antara para elit politik,
04:05bisa jadi ada pihak lain yang mendompleng, yang menggiri untuk seolah-olah pelakunya adalah militer. Padahal belum tentu.
04:14Di sisi lain, mantan kabar eskrim Polri, Komjen Purnawirawan Ito Sumar dibilang, dengan banyaknya rekaman CCTV yang diperoleh serta keterangan
04:22saksi-saksi,
04:23kasus ini bisa segera terungkap. Tidak hanya pelaku, tapi juga aktor intelektual serta motif penyerangan.
04:32Ketenangan dari saksi-saksi di sekitar TKP ini juga akan bisa melengkapi.
04:36Dan menurut saya, karena ini ya, meskipun ini ditanggung oleh sekitar pusat, ini mendapatkan atensi langsung daripada Pak Kapuri,
04:45yaitu dengan di-backup dari Polda Metro Jaya dan dari Barai Skrim.
04:49Sehingga untuk kasus ini ya, kami berharap dapat diungkap secepatnya baik pelaku, kemudian siapa yang menyuruh maupun motifnya.
04:59Wakil Koordinator Kontras, Andri Yunus, disiram air keras oleh orang tadi kenal pada Kamis malam.
05:04Dari rekaman CCTV, terlihat Andri disiram oleh pengendala motor yang berboncengan di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
05:11Akibat penyiraman air keras, Andri Yunus mengalami luka bakar 24 persen.
05:16Tim Liputan Kompas TV
Komentar

Dianjurkan