Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung rapat paripurna DPR RI tepat di Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan dirinya sengaja untuk meminta waktu menghadiri rapat paripurna untuk membeberkan kondisi perekonomian Indonesia di tengah tantangan global.

Dalam pidatonya, salah satu yang disinggung adalah soal turunnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Presiden Prabowo dalam pidatonya mematok target nilai tukar rupiah pada 2027 berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

Pidato Prabowo di DPR soal kondisi ekonomi di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi sorotan.

Analis komunikasi politik Universitas Padjajaran, Kunto Adi Wibowo meyakini pasar akan bereaksi secara rasional dengan adanya pidato presiden di sidang paripurna DPR.

Kunto menegaskan pasar akan cenderung melihat implementasi kebijakan ekonomi dari pidato Prabowo.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah sejak dibuka pada awal pekan ini.

Kemarin, nilai tukar rupiah ke dolar Amerika Serikat mencapai Rp17.719. Sementara hingga siang ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah, menembus Rp17.805 per dolar.

Apa makna dari kedatangan presiden ke DPR ini? Kita bahas bersama Anggota DPR Komisi XI Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad dan Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya.

Baca Juga Prabowo Paparkan Kondisi Ekonomi RI, Ini Strategi BI hingga Menkeu Purbaya | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/670074/prabowo-paparkan-kondisi-ekonomi-ri-ini-strategi-bi-hingga-menkeu-purbaya-kompas-malam

#prabowo #dpr #rupiah

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670087/full-komisi-xi-dan-pengamat-yunarto-ungkap-tujuan-dan-makna-pidato-prabowo-di-rapat-paripurna-dpr
Transkrip
00:16Terima kasih.
00:30Terima kasih, sudah menyediakan waktunya di Kompas Petang.
00:31Bang Kamrus, langsung saja ya, ini kenapa Pak Presiden menyediakan waktunya, menyampaikan pidatonya ke DPR hari ini?
00:40Apa sebenarnya tujuan dari Pak Presiden dan juga isi dari pidato Presiden?
00:45Pak Gladys, ini adalah satu tradisi baru yang dimulai dari pemerintahan ini.
00:54Ini artinya memang pemerintah sungguh-sungguh ingin menyampaikan rencana kerja di tahun 2027,
01:06karena KMPPKF itu adalah pembahasan pendahuluan tentang berapa target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai di 2027,
01:18berapa target penurunan angka kemiskinan yang ingin dicapai di 2027,
01:25berapa target nilai tukar rupiah yang ingin dijaga di 2027,
01:33berapa target lifting minyak yang ingin diproduksi di tahun 2027,
01:39berapa nilai tukar nilaian, nilai tukar petani, kemudian indeks pembangunan manusia,
01:47itu semuanya penting sekali, karena di era demokrasi seperti ini,
01:53kita patut bersyukur Presiden memulai tradisi baru dan memperkuat posisioning kelembagaan DPR.
02:02Oke, bukan karena rupiah semakin melemah ya Bang Kamrus?
02:06Pelemahan rupiah ini tentu sesuatu yang harus kita perhatikan secara sungguh-sungguh,
02:15tapi terlepas dari pelemahan nilai tukar rupiah,
02:18ini adalah sesuatu langkah yang positif bahwa pemerintah sangat confidence,
02:24terharap arah kebijakan ekonomi nasional kita.
02:28Karena itu penyampaian KMPPKF yang dibacakan langsung oleh Presiden,
02:32itu adalah pesan optimisme bagi rakyat Indonesia,
02:36bahwa kita berada di jalur pembangunan ekonomi yang tepat.
02:40Ya, Mas Toto,
02:42kalau dari Anda sendiri membacanya seperti apa?
02:44Dari pidato Presiden di Paripurna DPR hari ini,
02:47tentunya di tengah kondisi melemahnya rupiah,
02:50anjloknya HIASG?
02:53Ya, pertama, Pak Presiden tadi sudah menjawab sendiri ya Pak Prabowo yang mengatakan
02:57bahwa di tengah situasi geopolitik yang penuh konflik dan penuh ketidakpastian,
03:03dan saya apresiasi ya,
03:04karena menurut saya jarang juga nih kita mendengar sebuah pengakuan
03:08kondisi yang tidak baik-baik saja.
03:10Kadang-kadang kan salah satu kritik dari masyarakat,
03:12terutama Pak Prabowo dengan Menjubur Baya,
03:15seringkali mengatakan bahwa kita masih banyak,
03:17kita dalam kondisi baik-baik saja,
03:18ya itu kita apresiasi secara positif,
03:20dan karena itulah Presiden mengatakan dia merasa perlu hadir langsung,
03:24karena biasanya pembacaan koin-koin ketidakan fiskal ini cukup oleh Menteri Keuangan,
03:29dan baru diteluskan pada saat pembacaan notas keuangan.
03:32Dan menurut saya ini kehadiran yang menurut saya bisa kita apresiasi secara positif,
03:37walaupun menjadi menarik ya Mbak Sitiya.
03:39Bisa juga ini dianggap sebagai sebuah jawaban dari kritik terhadap komunikasi politik.
03:45Presiden terutama dalam beberapa situasi belakangan,
03:49yang dianggap menjadi blunder dalam membangun sentimen positif masyarakat.
03:54Ketika kita tahu nih,
03:56bahwa hal yang seringkali disorot adalah penurunan IHSG ke titik yang sangat rendah,
04:03termasuk kelemahan rupiah,
04:05mencapai angkat rendah sebanyak sejarah,
04:07dan kita tahu Presiden pernah mengatakan bahwa orang desa tidak bermain saham,
04:11jika IHSG turun, bahwa orang desa juga tidak pakai dolar,
04:15dan itu kemudian menimbulkan polemik ya,
04:17yang menurut saya kemudian juga berbuah pada hal yang sifatnya negatif.
04:22Saya pikir njata mungkin Presiden ingin menjawab hal tersebut.
04:26Nah, apakah kemudian show atau tampilan Presiden secara substansi ini berimplikasi positif?
04:35Saya pikir pertama kalau mau coba apresiasi,
04:37ini makin menunjukkan konsistensi prioritas seorang Prabowo.
04:41Prabowo ini sangat konsisten bicara pasal favoritnya ya,
04:46dalam Undang-Undang 45 pasal 33 terkait dengan sumber daya alam.
04:50Tetapi di sisi lain,
04:51ketika kemudian masuk kepada penjelasan yang paling secara khusus,
04:56yaitu keluarkannya pola baru lewat PP,
05:00di satu sisi ada yang mengapresiasi,
05:02tapi kita juga harus melihat bahwa market masih galau sepertinya.
05:06Dan itu terbukti respon dari market bahwa
05:10dari penutupan di ASK masih minus 0,8 persen kalau saya lihat.
05:14Dan itu yang masih besar dari komunikasi publik.
05:17Bang Kamrus, oke, Mas Toto dan juga sejumlah pihak
05:22mengapresiasi kehadiran Presiden
05:24dan juga menyatakan bahwa situasi ekonomi secara saat ini
05:29bisa dikatakan tidak baik-baik saja.
05:31Tapi di satu sisi, market juga dikatakan masih galau.
05:35Apakah kehadiran Presiden di DPR hari ini
05:37memang khusus untuk menenangkan publik,
05:40untuk menenangkan pasar,
05:42dan juga membuat investor tidak kabur?
05:47Mbak Sandy,
05:49jadi kalau menyangkut pasar keuangan kita...
05:52Dengan Sintia, Mbak Kamrus.
05:53Mbak Sintia,
05:55menyangkut pasar keuangan kita,
05:57khususnya pasar modal,
05:58isunya agak berbeda.
06:01Kenapa?
06:02Kalau kita lihat poin MSCI itu,
06:04itu kan isunya tata kelola.
06:06Kedua, isu transparansi.
06:08Artinya,
06:102-3 tahun yang terakhir ini di pasar modal kita
06:13ada banyak yang perlu dilakukan reformasi,
06:15transformasi.
06:17Jadi, dan pasar modal itu adalah sesuatu
06:20yang tidak bisa kita intervensi.
06:21karena mereka betul-betul harus berada dalam orientasi market.
06:28Kita hanya memastikan dukungan iklim dunia usaha,
06:33kepastian hukum,
06:34lalu kemudian perizinan yang efisien dan efektif,
06:38dan juga iklim yang lain yang mendukung ekosistem para investor global,
06:44maupun investor domestik,
06:46investor institusi, maupun retail,
06:48untuk mereka percaya dan kompiden terhadap pasar kita di dalam negeri.
06:54Nah, karena itu,
06:55tentu tidak mudah.
06:57Sepanjang tata kelola pasar modal,
07:00sepanjang transparansi pasar modal,
07:03dan kita melihat otoritas jasa keuangan
07:06dengan Bursa Efek Indonesia
07:08sedang mencanangkan perubahan perbaikan transformasi itu
07:12melalui delapan program aksi yang sudah dikanangkan.
07:16Dan kita tunggu tanggal 29 Mei,
07:18keputusan akhir perkembangannya
07:20yang akan diumumkan pada tanggal 29 Mei nanti,
07:23Mbak Sintia.
07:24Mas Toto,
07:26kalau kehadiran Presiden hari ini,
07:28di DPR,
07:29ini kan bukan suatu hal yang biasa.
07:31Karena biasanya seperti yang kita tahu,
07:33bahwa ini biasanya dilakukan oleh Menteri Keuangan.
07:35Apakah ini artinya,
07:36Pak Presiden sendiri sebenarnya ingin menjaga
07:40stabilitas posisinya
07:41terkait dengan dukungan politiknya?
07:44Kalau dukungan politik,
07:46saya pikir Presiden sangat kuat,
07:4785 persen.
07:48Presiden bahkan tadi melegaskan
07:50oposisinya hanya BDI perjuangan ya,
07:52yang kemudian bahkan dikujikan.
07:54Tapi poinnya sebenarnya menurut saya seperti ini.
07:56Kenapa saya apresiasi kehadiran Presiden?
07:58Saya ingin menggap apa yang dijelaskan oleh Bung Kamar Osama tadi.
08:01Saya melihat, Pak,
08:03kita tidak bisa memisahkan
08:04apa yang berjadi pada pasar modal,
08:07kelemahan rupiah yang dikatakan
08:08ini adalah otoritas moneter,
08:10itu berdiri sendiri.
08:11Karena kalau kita bahkan misalnya pasar modal ya,
08:13Kamar Osama,
08:14bahwa salah satu selain MSCI,
08:17tapi kita tahu bagaimana sentimen negatif ini juga
08:20muncul dari bagaimana outlook
08:23yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga rating
08:26seperti Finch, Moody,
08:27nanti juga dari S&P.
08:29Dan ada underline yang sama,
08:31bahwa mereka tidak melihat
08:32ini sebetulnya masalah pasar modal,
08:34ini adalah masalah sentimen dan trust publik
08:37terhadap kebijakan fiskal
08:38yang otoritasnya itu ada di bawah pemerintah.
08:41Tapi kalau menurut Anda,
08:43trust publik ini masih terjaga nggak sampai saat ini?
08:46Bukan saya yang harus menjawab,
08:47ketika dalam kondisi ketidakpastian ini kita tahu rupiah kita terburuk kedua year-to-date di Asia,
08:55IHSG kita hampir terburuk di dunia performanya,
08:58itu kan jawaban jujur dari market,
09:00dari asing,
09:01investor lokal.
09:03Dan underline-nya adalah dia tidak berdiri sendiri,
09:06ada catatan khusus mengenai kebijakan fiskal
09:08yang diantap alangkah baiknya itu
09:11coba dievaluasi oleh Presiden.
09:13Kenapa?
09:14Underline oleh sebagian dari lembaga rating
09:16dan ekonomi itu adalah terkait kebijakan prioritas
09:20khasnya Pak Prabowo.
09:22Terkait MDP,
09:24terkait KOPDES,
09:25kan belum terjawab.
09:26Ketika Pak Prabowo menjelaskan mengenai poin-poin kebijakan fiskal,
09:30hal-hal yang sama ini banyak sekali dibicarakan di market,
09:34dibicarakan dalam sebenar-sebenar ekonomi,
09:36termasuk dalam primitifikatizen.
09:38Ini yang menurut saya harus dikasih itu makin sering diutarakan dalam konteks,
09:42kalau bisa dua arah.
09:44Bang Kramrus, kita tahu kondisinya ketika suatu negara itu
09:48stabilitas ekonomi secara tidak langsung akan mengikuti stabilitas politik seorang Presiden.
09:55Saat ini kalau dukungan partai-partai politik terhadap Pak Presiden sendiri masih solid tidak?
10:03Ya, seperti yang Mbak Sintia bisa saksikan,
10:06hampir semua kebijakan,
10:08bahkan seluruh kebijakan yang memerlukan political approval dari parlemen
10:16yang didorong oleh pemerintah,
10:18DPR bisa memberikan persetujuan.
10:21Itu artinya komunikasi politik, soliditas politik itu terjaga dengan baik.
10:28Yang kemudian berdampak terhadap stabilitas politik nasional.
10:32Nah, saya tidak memisahkan antara pasar modal dengan hal yang berkaitan dengan fiskal.
10:40Tapi saya mau mengatakan bahwa fundamental masalah di pasar modal
10:44itu adalah tata kelola dan transparansi.
10:47Nah, yang dipertanyakan mengenai disiplin fiskal berkaitan dengan program prioritas,
10:54itu juga dijawab dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah disampaikan ke DPR.
10:59Misalnya, mengoreksi alokasi anggaran di beberapa segmen untuk program prioritas.
11:06Kemudian yang kedua, juga update melalui APBN kita secara reguler
11:11setiap triwulan oleh Kementerian Keuangan.
11:15Yang ketiga, DPR juga melakukan fungsi pengawasan terhadap kualitas belanja.
11:22Nah, memang ada perubahan kebijakan arah fiskal yang fundamental
11:27dari pemerintahan sebelumnya dengan pemerintahan sekarang.
11:31Kalau pemerintahan SKAAT ini, karena adanya program prioritas,
11:36maka belanja APBN-nya itu sudah dimulai di triwulan pertama.
11:42Makanya pertumbuhan ekonomi 28,81 persen belanja government spending di kuartal pertama.
11:50Kenapa demikian?
11:51Karena ada skema program prioritas seperti MBG,
11:54di minggu kedua Januari sudah main.
11:57Berbeda dengan TKD atau DAK Fisik misalnya,
12:02memerlukan waktu perencanaan, tender pengawasan, tender pelaksanaan
12:07yang minimal 120 hari.
12:10Yang eksekusi anggarannya paling cepat di kuartal kedua,
12:14bahkan awal kuartal ketiga di tahun berjalan.
12:16Inilah perubahan yang mesti dijerahkan pemerintah kepada publik,
12:20termasuk kepada para investor.
12:22Kira-kira itu baru sekilas satu perubahan perbedaan
12:27arah kebijakan fiskalnya.
12:29Mas Toto, singkat saja,
12:32apakah dengan kondisi saat ini Presiden Prabowo
12:35yang tadi juga memuji PDI Perjuangan,
12:38itu masih mengharapkan dukungan penuh dari PDIP di luar oposisi?
12:44Harap tidak ya.
12:46Pak Prabowo kan tadi sudah mengatakan,
12:48inginnya pengeroyong semuanya masuk.
12:51Tapi ternyata akhirnya ada yang mengawasi dan itu lebih baik buat demokrasi.
12:55Saya sangat setuju.
12:56Tapi sebetulnya yang lebih tepat dalam kekis demokrasi adalah
12:59bukan ada satu partai yang ikut mengawasi.
13:02Seharusnya Pak Prabowo berbicara,
13:05EPR ini bertugas untuk mengawasi.
13:08Termasuk walaupun menjadi bagian dari koalisinya Pak Prabowo.
13:13Dan itu yang terjadi pada negara-negara maju.
13:15Kita melihat yang namanya pendukung atau anggota Kongres Partai Republik
13:21bisa mendukung Obama, kira-kira saya.
13:23Karena sebetulnya fungsi dari anggota DPR
13:26itu adalah untuk mengawasi terlepas koalisi apapun yang terbangun.
13:30Kalau itu yang terjadi,
13:31pemerintah juga bisa lebih berkualitas menjalankan kebijakan
13:34karena kritiknya ada.
13:36Tidak semua program harus disetujui,
13:39yang pada akhirnya DPR juga berfungsi,
13:41market, dan masyarakat yang seringkali melukum.
13:45Saya berharap itu tidak terjadi pada pemerintahan Prabowo juga.
13:47Baik.
13:48Terima kasih Mas Yunarto Wijaya,
13:51Direktur Eksekutif Carta Politika Indonesia.
13:53Dan juga terima kasih Bang Kamru Samad,
13:55anggota Komisi 11 Fraksi Gerindra.
13:57Terima kasih. Selamat sore.
13:58Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan