00:16Terima kasih.
00:30Terima kasih, sudah menyediakan waktunya di Kompas Petang.
00:31Bang Kamrus, langsung saja ya, ini kenapa Pak Presiden menyediakan waktunya, menyampaikan pidatonya ke DPR hari ini?
00:40Apa sebenarnya tujuan dari Pak Presiden dan juga isi dari pidato Presiden?
00:45Pak Gladys, ini adalah satu tradisi baru yang dimulai dari pemerintahan ini.
00:54Ini artinya memang pemerintah sungguh-sungguh ingin menyampaikan rencana kerja di tahun 2027,
01:06karena KMPPKF itu adalah pembahasan pendahuluan tentang berapa target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai di 2027,
01:18berapa target penurunan angka kemiskinan yang ingin dicapai di 2027,
01:25berapa target nilai tukar rupiah yang ingin dijaga di 2027,
01:33berapa target lifting minyak yang ingin diproduksi di tahun 2027,
01:39berapa nilai tukar nilaian, nilai tukar petani, kemudian indeks pembangunan manusia,
01:47itu semuanya penting sekali, karena di era demokrasi seperti ini,
01:53kita patut bersyukur Presiden memulai tradisi baru dan memperkuat posisioning kelembagaan DPR.
02:02Oke, bukan karena rupiah semakin melemah ya Bang Kamrus?
02:06Pelemahan rupiah ini tentu sesuatu yang harus kita perhatikan secara sungguh-sungguh,
02:15tapi terlepas dari pelemahan nilai tukar rupiah,
02:18ini adalah sesuatu langkah yang positif bahwa pemerintah sangat confidence,
02:24terharap arah kebijakan ekonomi nasional kita.
02:28Karena itu penyampaian KMPPKF yang dibacakan langsung oleh Presiden,
02:32itu adalah pesan optimisme bagi rakyat Indonesia,
02:36bahwa kita berada di jalur pembangunan ekonomi yang tepat.
02:40Ya, Mas Toto,
02:42kalau dari Anda sendiri membacanya seperti apa?
02:44Dari pidato Presiden di Paripurna DPR hari ini,
02:47tentunya di tengah kondisi melemahnya rupiah,
02:50anjloknya HIASG?
02:53Ya, pertama, Pak Presiden tadi sudah menjawab sendiri ya Pak Prabowo yang mengatakan
02:57bahwa di tengah situasi geopolitik yang penuh konflik dan penuh ketidakpastian,
03:03dan saya apresiasi ya,
03:04karena menurut saya jarang juga nih kita mendengar sebuah pengakuan
03:08kondisi yang tidak baik-baik saja.
03:10Kadang-kadang kan salah satu kritik dari masyarakat,
03:12terutama Pak Prabowo dengan Menjubur Baya,
03:15seringkali mengatakan bahwa kita masih banyak,
03:17kita dalam kondisi baik-baik saja,
03:18ya itu kita apresiasi secara positif,
03:20dan karena itulah Presiden mengatakan dia merasa perlu hadir langsung,
03:24karena biasanya pembacaan koin-koin ketidakan fiskal ini cukup oleh Menteri Keuangan,
03:29dan baru diteluskan pada saat pembacaan notas keuangan.
03:32Dan menurut saya ini kehadiran yang menurut saya bisa kita apresiasi secara positif,
03:37walaupun menjadi menarik ya Mbak Sitiya.
03:39Bisa juga ini dianggap sebagai sebuah jawaban dari kritik terhadap komunikasi politik.
03:45Presiden terutama dalam beberapa situasi belakangan,
03:49yang dianggap menjadi blunder dalam membangun sentimen positif masyarakat.
03:54Ketika kita tahu nih,
03:56bahwa hal yang seringkali disorot adalah penurunan IHSG ke titik yang sangat rendah,
04:03termasuk kelemahan rupiah,
04:05mencapai angkat rendah sebanyak sejarah,
04:07dan kita tahu Presiden pernah mengatakan bahwa orang desa tidak bermain saham,
04:11jika IHSG turun, bahwa orang desa juga tidak pakai dolar,
04:15dan itu kemudian menimbulkan polemik ya,
04:17yang menurut saya kemudian juga berbuah pada hal yang sifatnya negatif.
04:22Saya pikir njata mungkin Presiden ingin menjawab hal tersebut.
04:26Nah, apakah kemudian show atau tampilan Presiden secara substansi ini berimplikasi positif?
04:35Saya pikir pertama kalau mau coba apresiasi,
04:37ini makin menunjukkan konsistensi prioritas seorang Prabowo.
04:41Prabowo ini sangat konsisten bicara pasal favoritnya ya,
04:46dalam Undang-Undang 45 pasal 33 terkait dengan sumber daya alam.
04:50Tetapi di sisi lain,
04:51ketika kemudian masuk kepada penjelasan yang paling secara khusus,
04:56yaitu keluarkannya pola baru lewat PP,
05:00di satu sisi ada yang mengapresiasi,
05:02tapi kita juga harus melihat bahwa market masih galau sepertinya.
05:06Dan itu terbukti respon dari market bahwa
05:10dari penutupan di ASK masih minus 0,8 persen kalau saya lihat.
05:14Dan itu yang masih besar dari komunikasi publik.
05:17Bang Kamrus, oke, Mas Toto dan juga sejumlah pihak
05:22mengapresiasi kehadiran Presiden
05:24dan juga menyatakan bahwa situasi ekonomi secara saat ini
05:29bisa dikatakan tidak baik-baik saja.
05:31Tapi di satu sisi, market juga dikatakan masih galau.
05:35Apakah kehadiran Presiden di DPR hari ini
05:37memang khusus untuk menenangkan publik,
05:40untuk menenangkan pasar,
05:42dan juga membuat investor tidak kabur?
05:47Mbak Sandy,
05:49jadi kalau menyangkut pasar keuangan kita...
05:52Dengan Sintia, Mbak Kamrus.
05:53Mbak Sintia,
05:55menyangkut pasar keuangan kita,
05:57khususnya pasar modal,
05:58isunya agak berbeda.
06:01Kenapa?
06:02Kalau kita lihat poin MSCI itu,
06:04itu kan isunya tata kelola.
06:06Kedua, isu transparansi.
06:08Artinya,
06:102-3 tahun yang terakhir ini di pasar modal kita
06:13ada banyak yang perlu dilakukan reformasi,
06:15transformasi.
06:17Jadi, dan pasar modal itu adalah sesuatu
06:20yang tidak bisa kita intervensi.
06:21karena mereka betul-betul harus berada dalam orientasi market.
06:28Kita hanya memastikan dukungan iklim dunia usaha,
06:33kepastian hukum,
06:34lalu kemudian perizinan yang efisien dan efektif,
06:38dan juga iklim yang lain yang mendukung ekosistem para investor global,
06:44maupun investor domestik,
06:46investor institusi, maupun retail,
06:48untuk mereka percaya dan kompiden terhadap pasar kita di dalam negeri.
06:54Nah, karena itu,
06:55tentu tidak mudah.
06:57Sepanjang tata kelola pasar modal,
07:00sepanjang transparansi pasar modal,
07:03dan kita melihat otoritas jasa keuangan
07:06dengan Bursa Efek Indonesia
07:08sedang mencanangkan perubahan perbaikan transformasi itu
07:12melalui delapan program aksi yang sudah dikanangkan.
07:16Dan kita tunggu tanggal 29 Mei,
07:18keputusan akhir perkembangannya
07:20yang akan diumumkan pada tanggal 29 Mei nanti,
07:23Mbak Sintia.
07:24Mas Toto,
07:26kalau kehadiran Presiden hari ini,
07:28di DPR,
07:29ini kan bukan suatu hal yang biasa.
07:31Karena biasanya seperti yang kita tahu,
07:33bahwa ini biasanya dilakukan oleh Menteri Keuangan.
07:35Apakah ini artinya,
07:36Pak Presiden sendiri sebenarnya ingin menjaga
07:40stabilitas posisinya
07:41terkait dengan dukungan politiknya?
07:44Kalau dukungan politik,
07:46saya pikir Presiden sangat kuat,
07:4785 persen.
07:48Presiden bahkan tadi melegaskan
07:50oposisinya hanya BDI perjuangan ya,
07:52yang kemudian bahkan dikujikan.
07:54Tapi poinnya sebenarnya menurut saya seperti ini.
07:56Kenapa saya apresiasi kehadiran Presiden?
07:58Saya ingin menggap apa yang dijelaskan oleh Bung Kamar Osama tadi.
08:01Saya melihat, Pak,
08:03kita tidak bisa memisahkan
08:04apa yang berjadi pada pasar modal,
08:07kelemahan rupiah yang dikatakan
08:08ini adalah otoritas moneter,
08:10itu berdiri sendiri.
08:11Karena kalau kita bahkan misalnya pasar modal ya,
08:13Kamar Osama,
08:14bahwa salah satu selain MSCI,
08:17tapi kita tahu bagaimana sentimen negatif ini juga
08:20muncul dari bagaimana outlook
08:23yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga rating
08:26seperti Finch, Moody,
08:27nanti juga dari S&P.
08:29Dan ada underline yang sama,
08:31bahwa mereka tidak melihat
08:32ini sebetulnya masalah pasar modal,
08:34ini adalah masalah sentimen dan trust publik
08:37terhadap kebijakan fiskal
08:38yang otoritasnya itu ada di bawah pemerintah.
08:41Tapi kalau menurut Anda,
08:43trust publik ini masih terjaga nggak sampai saat ini?
08:46Bukan saya yang harus menjawab,
08:47ketika dalam kondisi ketidakpastian ini kita tahu rupiah kita terburuk kedua year-to-date di Asia,
08:55IHSG kita hampir terburuk di dunia performanya,
08:58itu kan jawaban jujur dari market,
09:00dari asing,
09:01investor lokal.
09:03Dan underline-nya adalah dia tidak berdiri sendiri,
09:06ada catatan khusus mengenai kebijakan fiskal
09:08yang diantap alangkah baiknya itu
09:11coba dievaluasi oleh Presiden.
09:13Kenapa?
09:14Underline oleh sebagian dari lembaga rating
09:16dan ekonomi itu adalah terkait kebijakan prioritas
09:20khasnya Pak Prabowo.
09:22Terkait MDP,
09:24terkait KOPDES,
09:25kan belum terjawab.
09:26Ketika Pak Prabowo menjelaskan mengenai poin-poin kebijakan fiskal,
09:30hal-hal yang sama ini banyak sekali dibicarakan di market,
09:34dibicarakan dalam sebenar-sebenar ekonomi,
09:36termasuk dalam primitifikatizen.
09:38Ini yang menurut saya harus dikasih itu makin sering diutarakan dalam konteks,
09:42kalau bisa dua arah.
09:44Bang Kramrus, kita tahu kondisinya ketika suatu negara itu
09:48stabilitas ekonomi secara tidak langsung akan mengikuti stabilitas politik seorang Presiden.
09:55Saat ini kalau dukungan partai-partai politik terhadap Pak Presiden sendiri masih solid tidak?
10:03Ya, seperti yang Mbak Sintia bisa saksikan,
10:06hampir semua kebijakan,
10:08bahkan seluruh kebijakan yang memerlukan political approval dari parlemen
10:16yang didorong oleh pemerintah,
10:18DPR bisa memberikan persetujuan.
10:21Itu artinya komunikasi politik, soliditas politik itu terjaga dengan baik.
10:28Yang kemudian berdampak terhadap stabilitas politik nasional.
10:32Nah, saya tidak memisahkan antara pasar modal dengan hal yang berkaitan dengan fiskal.
10:40Tapi saya mau mengatakan bahwa fundamental masalah di pasar modal
10:44itu adalah tata kelola dan transparansi.
10:47Nah, yang dipertanyakan mengenai disiplin fiskal berkaitan dengan program prioritas,
10:54itu juga dijawab dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah disampaikan ke DPR.
10:59Misalnya, mengoreksi alokasi anggaran di beberapa segmen untuk program prioritas.
11:06Kemudian yang kedua, juga update melalui APBN kita secara reguler
11:11setiap triwulan oleh Kementerian Keuangan.
11:15Yang ketiga, DPR juga melakukan fungsi pengawasan terhadap kualitas belanja.
11:22Nah, memang ada perubahan kebijakan arah fiskal yang fundamental
11:27dari pemerintahan sebelumnya dengan pemerintahan sekarang.
11:31Kalau pemerintahan SKAAT ini, karena adanya program prioritas,
11:36maka belanja APBN-nya itu sudah dimulai di triwulan pertama.
11:42Makanya pertumbuhan ekonomi 28,81 persen belanja government spending di kuartal pertama.
11:50Kenapa demikian?
11:51Karena ada skema program prioritas seperti MBG,
11:54di minggu kedua Januari sudah main.
11:57Berbeda dengan TKD atau DAK Fisik misalnya,
12:02memerlukan waktu perencanaan, tender pengawasan, tender pelaksanaan
12:07yang minimal 120 hari.
12:10Yang eksekusi anggarannya paling cepat di kuartal kedua,
12:14bahkan awal kuartal ketiga di tahun berjalan.
12:16Inilah perubahan yang mesti dijerahkan pemerintah kepada publik,
12:20termasuk kepada para investor.
12:22Kira-kira itu baru sekilas satu perubahan perbedaan
12:27arah kebijakan fiskalnya.
12:29Mas Toto, singkat saja,
12:32apakah dengan kondisi saat ini Presiden Prabowo
12:35yang tadi juga memuji PDI Perjuangan,
12:38itu masih mengharapkan dukungan penuh dari PDIP di luar oposisi?
12:44Harap tidak ya.
12:46Pak Prabowo kan tadi sudah mengatakan,
12:48inginnya pengeroyong semuanya masuk.
12:51Tapi ternyata akhirnya ada yang mengawasi dan itu lebih baik buat demokrasi.
12:55Saya sangat setuju.
12:56Tapi sebetulnya yang lebih tepat dalam kekis demokrasi adalah
12:59bukan ada satu partai yang ikut mengawasi.
13:02Seharusnya Pak Prabowo berbicara,
13:05EPR ini bertugas untuk mengawasi.
13:08Termasuk walaupun menjadi bagian dari koalisinya Pak Prabowo.
13:13Dan itu yang terjadi pada negara-negara maju.
13:15Kita melihat yang namanya pendukung atau anggota Kongres Partai Republik
13:21bisa mendukung Obama, kira-kira saya.
13:23Karena sebetulnya fungsi dari anggota DPR
13:26itu adalah untuk mengawasi terlepas koalisi apapun yang terbangun.
13:30Kalau itu yang terjadi,
13:31pemerintah juga bisa lebih berkualitas menjalankan kebijakan
13:34karena kritiknya ada.
13:36Tidak semua program harus disetujui,
13:39yang pada akhirnya DPR juga berfungsi,
13:41market, dan masyarakat yang seringkali melukum.
13:45Saya berharap itu tidak terjadi pada pemerintahan Prabowo juga.
13:47Baik.
13:48Terima kasih Mas Yunarto Wijaya,
13:51Direktur Eksekutif Carta Politika Indonesia.
13:53Dan juga terima kasih Bang Kamru Samad,
13:55anggota Komisi 11 Fraksi Gerindra.
13:57Terima kasih. Selamat sore.
13:58Terima kasih.
Komentar