Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan penyidik KPK Novel Baswedan meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus.

Permintaan itu disampaikan usai keduanya menjenguk Andrie yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Sabtu siang.

Novel menilai penyerangan terhadap Andrie merupakan persoalan serius karena korban dikenal sebagai aktivis yang memperjuangkan kepentingan publik, termasuk isu demokrasi dan kemanusiaan.

"Bahkan dari Presiden pun harus memberikan perhatian soal ini. Karena ini orang yang memperjuangkan kepentingan umum," kata Novel.

Menurut Novel, menduga pelaku beraksi secara terorganisir dan kemungkinan telah lebih dulu memantau aktivitas korban.

"Dari CCTV terlihat pelakunya bukan satu orang dan seperti sangat terorganisir. Jadi ini bukan kejahatan spontan," ujarnya.

Ia menegaskan proses penyelidikan harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh untuk mengungkap motif serta pihak yang berada di balik penyerangan tersebut.

Menurut Anies, penegakan hukum tidak hanya harus menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut.

"Kita tentu marah dan ingin pelakunya segera ditangkap. Tapi kemarahan itu harus disalurkan secara rapi agar menjadi daya tekan untuk penyelidikan sampai tuntas," kata Anies.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Vila Randita

Baca Juga DPR Soroti Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Diduga Bukan Kriminal Biasa di https://www.kompas.tv/nasional/656809/dpr-soroti-penyiraman-air-keras-ke-aktivis-kontras-andrie-yunus-diduga-bukan-kriminal-biasa



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656868/serangan-ke-aktivis-kontras-anies-dan-novel-minta-presiden-prabowo-turun-tangan
Transkrip
00:00Kami percaya Pak Prabowo akan bisa memberikan perintah.
00:03Makanya saya katakan bahkan dari Presiden pun harus...
00:30Saya ada beberapa catatan ya.
00:32Pertama, keberanian Andri Yunus ini itu memberikan bukti bahwa masih banyak orang-orang yang memiliki keberanian untuk memikirkan negeri ini,
00:54memikirkan masa depan, lebih daripada memikirkan keselamatan dirinya.
01:00Andri ini termasuk orang-orang pertama dan juga aktivis-aktivis yang lain yang mendeteksi tanda-tanda kemunduran demokrasi, lalu aktif
01:11menyuarakan usaha untuk mencegah kemunduran demokrasi.
01:16Andri dan teman-teman aktivis adalah bukti keberanian itu.
01:19Jadi kita semua tentu marah, kita semua tentu ingin ada segera langkah-langkah hukum untuk menangkap pelakunya.
01:34Tapi juga kemarahan itu tidak boleh membabi buta.
01:39Juga jangan kemudian jadi takut karena peristiwa ini.
01:43Kemarahan ini harus disalurkan secara terstruktur, secara rapi, sehingga dia menjadi daya tekan untuk bisa ada penyelidikan sampai tuntas.
01:57Dan kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk bisa mencari pelakunya, menemukan pelakunya.
02:08Lalu sampai kepada pemberi perintahnya, bukan hanya pada eksekutor di lapangan, tapi pemberi perintahnya.
02:18Dan ditegakkan keadilan yang seadil-adilnya.
02:23Dan saya rasa itu yang menjadi harapan, anggah harapan saya dan kita semua.
02:28Andri kan termasuk dari angkotantin menjadi fakta demo rusuk-anggolistus.
02:34Saya tidak mau berspekulasi soal itu.
02:38Tapi menurut saya, lakukan penyelidikan sampai tuntas.
02:43Tapi ini kira-kira ada hubungannya dengan kasus yang sedangnya kapal?
02:47Saya tidak mau spekulasi.
02:48Karena ini kan ini kayaknya bukan kriminal kode biasa ya?
02:51Oh iya, jelas.
02:54Saya rasa Pak Novel bisa cerita.
02:57Ya begini, kalau kita perhatikannya dari CCTV paling tidak, itu menggambarkan bahwa pelakunya itu
03:07bukan satu aja, bukan satu motor, maksudnya motor-motor kan berdua ya.
03:12Itu mereka berkelompok dan melakukannya seperti, apa namanya, sangat organisir.
03:19Sehingga saya juga menduga, sebelum melakukan tindakan mereka pasti ada kayak briefing lah gitu ya.
03:25Jadi, seterorganisir seperti itulah pelakunya ini.
03:29Yang kedua, pastinya kalau polanya seperti itu, untuk menyerang pastinya sudah mengikuti, mempelajari, dan banyak hal yang dilakukan.
03:39Ini yang menunjukkan bahwa pelakunya terorganisir.
03:42Sebelumnya saya pernah menyampaikan itu ke media juga.
03:44Dan tentunya saya mendesak agar proses pengungkapannya juga harus dilakukan segera.
03:49Dan siapapun yang melakukan, dari pihak manapun, itu harus dihukum dengan seberat-beratnya dan diusut dengan tuntas.
03:57Harukan sudah di profiling sebelumnya seberapa lama sih?
03:59Iya, saya yakin pastinya. Tapi soal berapa lama tentunya nggak tahu.
04:02Minimal kalau tiga hari lewat.
04:04Lebih dari tiga hari sudah di profiling, sudah diikuti, dibuntuti.
04:08Sehingga kemudian penyerangan itu dilakukan di tempat yang memang diperkirakan yang paling sepi lah.
04:14Ada hubungannya dengan kasus-kasus yang sedang mengusirkan diri kawan?
04:19Iya, semuanya kemungkinan itu ada.
04:20Tapi pada dasarnya penyelidikan atau penyelidikan itu harus dilakukan dengan tuntas apadanya objektif.
04:26Dan disitulah nanti faktanya akan kelihatan.
04:28Pak Novel sudah lihat CCTV-nya atau belum?
04:30Sudah.
04:31Nah ini kalau Pak Novel lihat, menurut Pak Novel gambaran seperti apa?
04:33Apa itu? Kriminal biasa, murni, atau ada motivasi?
04:37Yang pasti ini bukan kejahatan spontan.
04:41Atau istilahnya kriminal murni yang ada disampaikan dari dia.
04:43Tapi sesuatu perbuatan yang dilakukan dengan motif.
04:47Motifnya apa?
04:48Itu nanti yang mestinya harus dibuktikan di proses penyelidikan dan penyelidikan.
04:51Dan tentunya kita ingin agar proses ini dilakukan dengan tuntas.
04:56Tadi Pak Anies juga sampaikan.
04:58Kita berharap aktor intelektualnya pun harus dihukum berat.
05:02Dan kita tidak ingin kalau ini diproses dengan sekedarnya,
05:05maka akan terulang lagi cara-cara yang seperti ini.
05:08Dan ini sangat brutal dan biadab.
05:09Kira-kira polisi mampu nggak?
05:11Kalau terlihat kasus Pak Novel kan kalau saya ingat sama,
05:14tiga tahun berpungkapnya.
05:15Kira-kira polisi mampu?
05:17Saya yakin mampu.
05:18Harusnya mampu.
05:19Dan oleh karena itu, dukungan dari semua pihak penting.
05:24Makanya saya katakan,
05:27bahkan dari Presiden pun harus memberikan perhatian soal ini.
05:30Kenapa?
05:30Karena kalau kita lihat,
05:32ini adalah orang yang memperjuangkan kepentingan umum,
05:36kepentingan kemanusiaan.
05:37Tadi diantaranya demokrasi dan seterusnya.
05:40Kalau orang begini diserang,
05:42maka yang rugi kepentingan negara.
05:44Kalau kemudian orang-orang muda,
05:46anak-anak muda kemudian,
05:48nggak mau lagi karena takut diserang,
05:50atau seperti ini,
05:51maka kita nggak akan punya harapan ke depan.
05:54Tapi kalau kita mendorong orang untuk mau peduli dengan negaranya,
05:58nah ini suatu hal penting menurut saya.
06:00Sehingga setiap penyerangan itu harus dilihat sebagai persoalan yang sangat serius.
06:04Kira-kira nanti polisi berani untuk mau ke dalamnya nggak ya Pak?
06:07Harus berani.
06:08Sekarang nggak ada kata-kata untuk dibilang nggak berani.
06:10Karena kejahatan yang separah ini,
06:13nggak ada islah yang nggak berani.
06:14Dan siapapun yang berbuat,
06:16dia itu penjahat.
06:17Penjahat harus ditempatkan tempat yang semestinya.
06:20Dan kalau boleh terusin dikit ya,
06:23soal ini.
06:24Jadi,
06:27masih ada sebagian yang memandang kritik itu sebagai ancaman.
06:35Padahal kritik itu adalah pengawasan.
06:38Nah,
06:39orang-orang yang memandang kritik sebagai ancaman ini,
06:43itu kemungkinan muncul dalam peristiwa seperti ini.
06:46Karena Andri,
06:47vokal,
06:49lalu dia merasakan,
06:52sekarang ini,
06:54serangan,
06:55dan serhana sekali.
06:57Ini berarti masih ada unsur-unsur
06:59di negeri ini
07:01yang menganggap kritik itu sebagai ancaman.
07:04Karena itu ditiadakan.
07:05Bukan.
07:06Ini bukan ancaman yang harus ditiadakan.
07:08Itu sebabnya kenapa?
07:09Negara,
07:10pemerintah
07:11harus melindungi
07:12supaya
07:14kehidupan demokrasi kita tidak mengalami kemunduran.
07:17Dan kita bersyukur,
07:19bangga masih banyak aktivis-aktivis seperti Andri.
07:21Itu optimisnya.
07:23Tapi di sisi lain,
07:25serangan seperti ini menunjukkan bahwa masih ada unsur dalam bangsa kita
07:28yang sanggup melakukan kekerasan yang biadab,
07:32yang brutal,
07:33seperti yang dialami oleh Andri.
07:35akibat apa?
07:36Akibat ada kritik.
07:38Nah, ini berbahaya.
07:41Karena itu negara berkewajiban menuntaskan sampai selesai.
07:46Supaya peristiwa ini tidak berulang,
07:49dan pelaku sampai
07:51pemberi perintahnya
07:54itu diungkap
07:56dan dihukum yang menjeratkan.
07:59Dengan begitu demokrasi kita akan terjaga.
08:02Kalau sampai ini tidak terbukti,
08:05tidak terungkap,
08:09maka muncul pertanyaan.
08:14Apakah ini ada negara di dalamnya?
08:18Atau tidak?
08:20Apa negara sengaja membiarkan?
08:22Karena secara prosyik investigasi,
08:24seperti jelaskan Pak Novel tadi,
08:26sesuatu yang bisa diungkap.
08:28Dan harusnya cepat.
08:29Mas Kabe berkata dari keterasan atau aktivis,
08:33itu kan sering terjadi
08:34bongkauan teratur
08:34juga menarak
08:36dan masih banyak yang belum terungkap juga.
08:38Ini artinya seperti apa gitu?
08:39Apakah ini memang?
08:39Kita berharap ini pemerintahan baru.
08:41Pemerintahan baru akan berbeda
08:43dengan yang sebelum-sebelumnya.
08:44Di pemerintahan baru ini,
08:46kami percaya
08:47Pak Prabowo akan bisa memberikan perintah.
08:50Karena begitu diperintahkan dari paling tinggi,
08:52pasti ke bawah bisa jalan.
08:54Harusnya terungkap?
08:54Harusnya terungkap.
08:55Begitu ada perintah,
08:56pasti jalan.
09:03Tadi kami berjumpa dengan
09:05ibu dan ayahnya
09:07dan membesarkan hatinya.
09:10Tentu mereka dalam situasi yang
09:12terpukul
09:14atas peristiwa yang dialami oleh putranya.
09:18Ini kan dua bersaudara,
09:19tadi adiknya dari situ juga.
09:21Dan kami sampaikan bahwa
09:23simpati dari masyarakat sangat luas.
09:25Itu juga yang mereka rasakan.
09:26Mereka merasakan dukungan masyarakat,
09:29perhatian masyarakat,
09:31dan rekan-rekan kontras
09:33yang membuat
09:34orang tua
09:35Andri itu
09:37merasa nyaman berada di sini.
09:38Karena dukungan dari teman-teman kontras
09:40yang luar biasa.
09:41Jadi mereka sampaikan
09:42membuat mereka merasa
09:44di dalam situasi yang berat ini
09:47terasa diringankan.
09:50sadar memang.
09:51Cuman memang tidak bisa jumpa
09:53karena memang tidak bisa ketemu
09:54siapapun juga.
09:55Jadi keluarga pun saat ini
09:57sesudah operasi belum bisa ketemu.
09:59Belum boleh.
09:59Karena
10:01beliau pernah mengalamin.
10:02Udah seperti ini
10:03tidak boleh ada interaksi apapun.
10:07Kalau sedang begini
10:08tidak boleh ada interaksi
10:09karena potensi infeksinya tinggi.
10:12Tadi itu milik turat juga makanya.
10:13Yang milik turat yang terkesan itu
10:15ini apa?
10:16Yang milik turat juga tadi
10:17itu urat yang dituliskan.
10:18Oh iya.
10:19Jadi itu pesan.
10:20Itu pesan saja
10:21untuk dibacakan kepada
10:23Andri.
10:27Oke cukup.
10:45Saya belum tahu soal itu.
10:47Tentunya kita berharap
10:48dibikin pengembangan yang terbaik.
10:50Gimanapun yang terbaik.
11:21Molri
11:22telah melakukan
11:26langkah-langkah
11:31khususnya
11:32penanganan tempat
11:34kejadian perkara.
11:38Demikian juga
11:39beberapa
11:40rangkaian tindakan penyelidikan
11:43yang didasari
11:46kepada laporan polisi
11:49model A
11:51nomor 222
11:553 Romali
11:572026
12:00Satres Krim
12:03Garing
12:04Restro
12:06Jakarta Pusat
12:07Kodak Metro Jaya
12:10tentang adanya
12:12tindak
12:12pidana
12:14pengenean berat.
12:22sebagaimana
12:23pasal
12:24467
12:25ayat 2
12:29dan atau 468
12:32ayat 1
12:33undang-undang nomor 1
12:34tahun 2023
12:36tentang
12:37KUHP.
12:43Selanjutnya
12:46bagian daripada
12:49menindaklanjuti
12:50atensi dan arahan
12:51Bapak Rabu
12:53penanganan yang ada di
12:55Satres Krim
12:57Ores Jakarta Pusat
13:00dilakukan backup
13:03baik oleh
13:05Polda Metro Jaya
13:06maupun oleh dari
13:08Barat Skrim
13:10khususnya dari
13:11dan
13:13kawan-kawan
13:14yang ada di
13:16Mampes Polri
13:20Polri juga
13:22memastikan
13:23bahwa proses
13:25penyelidikan
13:27dan penyelidikan
13:28bagian daripada
13:29peningkatan
13:29hukum
13:30dilakukan
13:32secara
13:35berbasis
13:37ilmiah
13:43pendalaman
13:44terhadap
13:45para saksi
13:49sedang
13:50dilakukan
13:57kecepatan
13:58informasi
13:59dan akurasi
14:00data
14:01adalah
14:01komitmen kami
14:02satu langkah
14:03lebih dekat
14:04satu langkah
14:05lebih terpercaya
14:06saksikan
14:07Kompas Petang
14:08di Kompas TV
14:09channel 11
14:11di televisi Anda
14:12terima kasih
14:13Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan