00:00Terima kasih, Pak Presiden.
00:02Saya akan update sedikit tentang
00:03ekonomi dan kondisi APBN kita, Pak.
00:06Kalau bisa langsung alamat 6.
00:08Jadi, sebetulnya
00:09kalau kita lihat dari sisi supply,
00:13ekonomi kita dalam keadaan
00:15yang amat baik. Kalau kita lihat dari
00:19Purchasing Manager Index yang merah ini,
00:22di bulan Februari itu
00:24levelnya 53,8
00:25tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
00:28Jadi, betul-betul
00:29ada perbaikan yang kuat di sektor
00:32manufaktur, artinya
00:33sisi supply tumbuh dengan
00:36kuat. Jadi, ini bukan data dari
00:37BPS, tapi data dari pihak lain
00:39yang mengkonfirmasi bahwa ekonomi kita
00:41memang sedang tumbuh.
00:43Bisa lihat ke halaman 8.
00:46Itu,
00:48data inflasi di
00:49bulan Februari kelihatannya tinggi
00:514,64.
00:53Kalau headline aja, Pak.
00:55Ini penting karena
00:56kalau policymaker
00:58akan mikir bahwa ekonominya
01:00kepanasan,
01:01dia akan cedung-ren ekonominya.
01:03Tapi, datanya
01:04datang yang gak akurat
01:05kalau kita pakai itu aja.
01:07Kalau kita hilangkan
01:08data-data
01:12subsidi listrik
01:13bulan Januari Februari
01:14tahun lalu,
01:15sebetulnya
01:16inflasi kita hanya sekitar
01:182,59 persen, Pak.
01:20Jadi,
01:21kita masih aman
01:22untuk tumbuh lebih cepat lagi,
01:24ekonominya
01:25gak kepanasan.
01:26Jadi,
01:27yang lain-lain gak usah
01:28memperlambat pertumbuhan
01:29ekonomi
01:30halaman 9.
01:31Untuk melihat
01:32ekonomi
01:33dan optimisim
01:34optimisim masyarakat
01:36kita lihat
01:36terus meningkat.
01:38Sengaja saya tahu di sini
01:39karena di luar
01:39banyak yang bilang
01:40kita sudah resesi, Pak.
01:41Ekonomi-ekonomi
01:42yang agak aneh itu
01:44bilang kita sudah resesi
01:45tinggal hancurnya.
01:46Padahal kalau kita
01:47dari tadi,
01:49PMI naik level yang tinggi.
01:51Terus kita lihat
01:53MSI,
01:54Mandiri Index,
01:56itu sekarang
01:57di 360,7
01:58yang kiri atas
01:59itu yang biru,
02:00tebal.
02:01Dan kita lihat
02:02trendnya naik ke atas.
02:03Itu yang penting.
02:04Kita sedang memang
02:05mengalami akselerasi.
02:07Sebelah kanan
02:08kalau kita lihat juga
02:08industri otomotif,
02:11penjualan mobil
02:12tumbuh 12,2%
02:13di bulan Februari, Pak.
02:14Ini bukan main-main.
02:15Kalau lihat tahun lalu kan
02:16negatif, Pak.
02:17Sekarang sudah mulai positif
02:18dan sekarang
02:19makin kencang.
02:20Jadi,
02:21kita jauh dari
02:23apa yang disebut
02:24ekonominya Murat.
02:25Mari kata ekonomi
02:25ekonomi di luar itu, Pak.
02:27Di TikTok banyak yang ngomong gitu.
02:28Di penjualan retail
02:29juga kita lihat yang biru, Pak.
02:30Biru kiri bawah.
02:39penjualan retail
02:40naik ke level 6,9
02:42yang orangnya, Pak.
02:43Itu 6,9.
02:44Itu kita lihat
02:45dibanding tahun lalu
02:46di atas banget, Pak.
02:47Jadi, kita keadaan
02:48bagus sekali sekarang, Pak.
02:49Jadi, kebijakan Bapak
02:50betul-betul bisa
02:52membanggikan ekonomi.
02:54Terus, kita lihat
02:55yang birunya itu adalah
02:56konsumen,
02:57keyakinan konsumen.
02:57itu juga
02:59125,2
03:01itu di level
03:02yang amat tinggi
03:03sekali, Pak.
03:04Artinya,
03:04daya beli masyarakat
03:06betul-betul
03:06membaik.
03:07Banyak orang bilang
03:08katanya
03:08daya beli masyarakat
03:10terpukul.
03:11Ya,
03:12ya kalau yang lagi
03:13selesai ya susah tetap.
03:15Tapi kan kita lihat
03:15keadaan umum.
03:26Keadaan umum
03:27indeks
03:28itu sekarang
03:2953,8
03:31tertinggi
03:31dalam beberapa
03:32tahun terakhir, Pak.
03:32Jadi,
03:33supply, demand
03:34semuanya
03:34dalam keadaan sehat
03:36sampai dengan Februari.
03:37Saya yakin
03:38kedepannya akan
03:39membaik terus.
03:41Next,
03:41kalau kita lihat
03:42dinamika global
03:43memang gonjang-ganjingan
03:44mengganggu semuanya.
03:46Ada yang bilang
03:49rupiah
03:49hancur.
03:50Tapi kalau
03:51dikatakan betul, Pak.
03:53Itu
03:53setiap
03:54perang
03:55rupiah itu
03:56hanya
03:56terdepresi
03:57sebesar 0,3.
03:59Jadi,
04:00sebetulnya bagus
04:01daya tani kita.
04:02Yang real,
04:03yang pemain yang punya
04:04duit betul
04:04bilangnya seperti ini.
04:06Tapi yang punya duit,
04:07yang nggak punya duit
04:07kali, Pak.
04:08Jelek-jelekin, Pak.
04:10Dia nggak punya duit.
04:13Ada, Pak.
04:17Terus,
04:17kalau kita lihat
04:18yang
04:18CDS
04:20IDR
04:215 tahun
04:22juga
04:225 tahun
04:23masih relatif
04:24stabil, Pak.
04:25Gambar yang
04:26kanan atas, Pak,
04:27itu adalah
04:27spread dari
04:29SBN
04:29terhadap
04:30Treasury
04:30di Januari 25
04:32240 basis point.
04:34Sekarang
04:34243 basis point.
04:37Naiknya
04:37hanya
04:38terbatas
04:390,
04:40soalnya
04:413 basis point.
04:43Artinya
04:43asing
04:44masih
04:45percaya ke kita.
04:47Yang domestic
04:47aja yang nggak percaya, Pak.
04:50Terus,
04:50kalau kita lihat,
04:51ya,
04:51bukan domestik,
04:52ya,
04:53pengamat domestik
04:54yang nggak percaya.
04:57kalau kita yang bawah,
04:58lihat yang bawah,
04:59yang bawah,
04:59Pak,
05:00itulah capital flow
05:02ke negara,
05:02ke kita, ya.
05:03Memang sempat naik turun-naik turun,
05:05tapi kita lihat sejak
05:07November,
05:07Desember,
05:08tentu positif.
05:09Sekarang juga
05:10masih positif.
05:11Kita lihat
05:12data di bulan Maret terakhir,
05:14yang output
05:15hanya
05:16SBN
05:170,7 triliun
05:17di kotak itu, Pak.
05:19SRBI
05:20inflow
05:202,2 triliun
05:21Maret, ya.
05:23Jadi,
05:24saham juga
05:25masih
05:26inflow
05:262,2 triliun
05:27di bulan Maret.
05:28Jadi, setelah goncang-goncang-goncang,
05:30di bulan Maret
05:31sepertinya masih
05:31masuk ke sini, Pak.
05:33Artinya,
05:33mereka percaya betul
05:35bahwa
05:35fondasi kita
05:36bagus.
05:37Ini kalau
05:38investor-investor yang asli
05:39seperti ini, Pak.
05:40Karena mereka taruh uang.
05:41Terus, next.
05:44Kita melakukan
05:45koordinasi fiskal
05:46dan monetel
05:47dengan bank sentral
05:48terus-menerus.
05:49Seperti waktu dulu kan
05:50saya injek
05:51uang 200 triliun
05:52dan lebih.
05:54Nah, sekarang
05:54uangnya masih di sana.
05:55Saya jaga di sana
05:56untuk menjaga
05:57momentum
05:58pertumbuhan ekonomi.
06:00M0,
06:01uang
06:01base money,
06:03uang primer
06:03di bulan Februari
06:05itu tumbuh
06:0614,2 persen, Pak.
06:09Jadi,
06:09ini sudah cukup
06:10memberi
06:12meminyaki
06:12pertumbuhan ekonomi.
06:13Kita lihat
06:14kredit
06:14di bulan Januari
06:15sudah tumbuh
06:1610 persen.
06:17saya yakin
06:18angka bulan Februari
06:19akan lebih cepat lagi.
06:21DPK juga tumbuh
06:2213,5 persen.
06:23Ini semua
06:24angka yang
06:25cukup sehat, Pak.
06:27Bunga juga turun
06:28karena kita
06:29maintain
06:29krikuitas di pasar, Pak.
06:31Mungkin saya langsung
06:32ke halaman 14.
06:35Ini, Pak,
06:36cerita ekonomi Indonesia.
06:38Ketika harga
06:39minyak mulai
06:40tinggi ke atas
06:41100,
06:41banyak
06:42yang bilang
06:43ekonomi Indonesia
06:44akan hancur
06:45murat marit
06:45enggak jelas.
06:47Padahal
06:47pengalaman kita
06:48selama ini
06:49enggak demikian.
06:51Ini gambar
06:52coinciden ekonomi
06:53index yang biru
06:54adalah index
06:55yang mengembarkan
06:56keadaan ekonomi sekarang
06:57yang hijau
06:58harga minyak brand.
07:00Kalau kita lihat,
07:01jadi kalau
07:02indexnya naik,
07:03ekonomi bagus,
07:04kalau jatuh,
07:05baru
07:05ekonomi jatuh.
07:07Kalau kita lihat,
07:082007-2008
07:14harga brand
07:15naik ke level
07:15yang tinggi sekali
07:16itu di atas
07:17220
07:17on average monthly.
07:19Tapi yang biru
07:20masih naik, Pak,
07:22awal-awal
07:22dia jatuh
07:23ketika
07:25globalnya
07:26meltdown
07:27dan banyak ekonominya
07:28pertumbuhannya negatif.
07:29Tapi dia jatuh.
07:29Tapi kan, Pak,
07:31dengan kebijakan yang pas
07:32fiskal dan moneta
07:33pada waktu itu,
07:34kita masih bisa
07:34tumbuh 4.6 persen.
07:36Jadi kita cukup
07:38cermatlah,
07:40bisa mengendalikan
07:40hal itu.
07:41Kemudian naik lagi
07:42di tahun 2011,
07:44Februari itu,
07:45angkanya
07:46di sekitar
07:46110-120
07:47harga minyak.
07:49Yang biru
07:50masih naik terus, Pak.
07:52Artinya,
07:53kalau kita punya
07:54kebijakan yang pas,
07:56moneter
07:56maupun fiskal
07:57dan kebijakan
07:58bapak nantinya,
08:00despite apa,
08:01walaupun global
08:02ekonomi
08:02harga minyak
08:03gonjang-nganjing,
08:04kita punya cara
08:06atau punya pengalaman
08:07untuk mengendalikan
08:09dampaknya
08:10ke perekonomian.
08:11Jadi,
08:12kita nggak perlu takut, Pak.
08:14Terus,
08:15di COVID-19 juga sama, Pak.
08:17Waktu COVID-19 itu kan
08:17jatuh yang biru,
08:18karena COVID-19.
08:20Tapi pada waktu
08:21harga minyak
08:22naik ke atas,
08:24di tahun berapa?
08:252020,
08:26apa ya?
08:27Yang biru kan
08:28masih naik terus.
08:30Artinya,
08:32kebijakan kita
08:33pada waktu itu
08:34bisa mengendalikan
08:35event dampak
08:36kenaikan
08:36harga BBM
08:38yang di atas
08:38100 dolar
08:39pada waktu itu.
08:41Yang jatuh-jatuh,
08:41jatuh-jatuh,
08:42apa,
08:42ke depan untuk kita adalah
08:43kita harus adjust
08:45dengan kebijakan
08:46atau dengan harga
08:46minyak global,
08:48tapi kita mesti
08:50ceritakan
08:50ke masyarakat kita
08:52bahwa
08:52kita pasti berhasil
08:54mengendalikan itu
08:54karena pengalaman
08:55selam ini
08:56kita berhasil.
08:58Jadi,
08:59kita nggak usah takut Pak,
09:00jadi yang analis-analis
09:01yang di
09:02TikTok,
09:03di YouTube
09:04yang bilang
09:04kita hancur,
09:05itu sama sekali
09:06nggak pernah
09:07melihat data Pak.
09:08Keadaannya
09:09seperti ini Pak.
09:10terima kasih telah menonton!
Komentar