Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sempat berkelakar saat berbicara di sidang kabinet paripurna membahas kesiapan pemerintah menghadapi Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

"Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau dilihat betul, Pak, itu sejak perang rupiah hanya terdepresiasi sebesar 0,3," ujar Menkeu Purbaya.

"Jadi sebetulnya bagus daya tahan kita yang real. Yang pemain yang punya duit betul bilangnya seperti ini. Tapi yang punya duit, yang enggak punya duit kali, Pak, jelek-jelekin, Pak. Dia enggak punya duit," lanjutnya.

Mendengar itu, Presiden Prabowo, Menteri Investasi Rosan Roeslani, hingga Seskab Teddy pun tertawa.

Baca Juga Prabowo Minta Menteri Tak Gelar Open House Mewah saat Lebaran di https://www.kompas.tv/nasional/656795/prabowo-minta-menteri-tak-gelar-open-house-mewah-saat-lebaran

#prabowo #sidangkabinet #lebaran #gibran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656840/ngakak-celetuk-menkeu-purbaya-buat-presiden-prabowo-seskab-teddy-tertawa-tak-punya-duit
Transkrip
00:00Terima kasih, Pak Presiden.
00:02Saya akan update sedikit tentang
00:03ekonomi dan kondisi APBN kita, Pak.
00:06Kalau bisa langsung alamat 6.
00:08Jadi, sebetulnya
00:09kalau kita lihat dari sisi supply,
00:13ekonomi kita dalam keadaan
00:15yang amat baik. Kalau kita lihat dari
00:19Purchasing Manager Index yang merah ini,
00:22di bulan Februari itu
00:24levelnya 53,8
00:25tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
00:28Jadi, betul-betul
00:29ada perbaikan yang kuat di sektor
00:32manufaktur, artinya
00:33sisi supply tumbuh dengan
00:36kuat. Jadi, ini bukan data dari
00:37BPS, tapi data dari pihak lain
00:39yang mengkonfirmasi bahwa ekonomi kita
00:41memang sedang tumbuh.
00:43Bisa lihat ke halaman 8.
00:46Itu,
00:48data inflasi di
00:49bulan Februari kelihatannya tinggi
00:514,64.
00:53Kalau headline aja, Pak.
00:55Ini penting karena
00:56kalau policymaker
00:58akan mikir bahwa ekonominya
01:00kepanasan,
01:01dia akan cedung-ren ekonominya.
01:03Tapi, datanya
01:04datang yang gak akurat
01:05kalau kita pakai itu aja.
01:07Kalau kita hilangkan
01:08data-data
01:12subsidi listrik
01:13bulan Januari Februari
01:14tahun lalu,
01:15sebetulnya
01:16inflasi kita hanya sekitar
01:182,59 persen, Pak.
01:20Jadi,
01:21kita masih aman
01:22untuk tumbuh lebih cepat lagi,
01:24ekonominya
01:25gak kepanasan.
01:26Jadi,
01:27yang lain-lain gak usah
01:28memperlambat pertumbuhan
01:29ekonomi
01:30halaman 9.
01:31Untuk melihat
01:32ekonomi
01:33dan optimisim
01:34optimisim masyarakat
01:36kita lihat
01:36terus meningkat.
01:38Sengaja saya tahu di sini
01:39karena di luar
01:39banyak yang bilang
01:40kita sudah resesi, Pak.
01:41Ekonomi-ekonomi
01:42yang agak aneh itu
01:44bilang kita sudah resesi
01:45tinggal hancurnya.
01:46Padahal kalau kita
01:47dari tadi,
01:49PMI naik level yang tinggi.
01:51Terus kita lihat
01:53MSI,
01:54Mandiri Index,
01:56itu sekarang
01:57di 360,7
01:58yang kiri atas
01:59itu yang biru,
02:00tebal.
02:01Dan kita lihat
02:02trendnya naik ke atas.
02:03Itu yang penting.
02:04Kita sedang memang
02:05mengalami akselerasi.
02:07Sebelah kanan
02:08kalau kita lihat juga
02:08industri otomotif,
02:11penjualan mobil
02:12tumbuh 12,2%
02:13di bulan Februari, Pak.
02:14Ini bukan main-main.
02:15Kalau lihat tahun lalu kan
02:16negatif, Pak.
02:17Sekarang sudah mulai positif
02:18dan sekarang
02:19makin kencang.
02:20Jadi,
02:21kita jauh dari
02:23apa yang disebut
02:24ekonominya Murat.
02:25Mari kata ekonomi
02:25ekonomi di luar itu, Pak.
02:27Di TikTok banyak yang ngomong gitu.
02:28Di penjualan retail
02:29juga kita lihat yang biru, Pak.
02:30Biru kiri bawah.
02:39penjualan retail
02:40naik ke level 6,9
02:42yang orangnya, Pak.
02:43Itu 6,9.
02:44Itu kita lihat
02:45dibanding tahun lalu
02:46di atas banget, Pak.
02:47Jadi, kita keadaan
02:48bagus sekali sekarang, Pak.
02:49Jadi, kebijakan Bapak
02:50betul-betul bisa
02:52membanggikan ekonomi.
02:54Terus, kita lihat
02:55yang birunya itu adalah
02:56konsumen,
02:57keyakinan konsumen.
02:57itu juga
02:59125,2
03:01itu di level
03:02yang amat tinggi
03:03sekali, Pak.
03:04Artinya,
03:04daya beli masyarakat
03:06betul-betul
03:06membaik.
03:07Banyak orang bilang
03:08katanya
03:08daya beli masyarakat
03:10terpukul.
03:11Ya,
03:12ya kalau yang lagi
03:13selesai ya susah tetap.
03:15Tapi kan kita lihat
03:15keadaan umum.
03:26Keadaan umum
03:27indeks
03:28itu sekarang
03:2953,8
03:31tertinggi
03:31dalam beberapa
03:32tahun terakhir, Pak.
03:32Jadi,
03:33supply, demand
03:34semuanya
03:34dalam keadaan sehat
03:36sampai dengan Februari.
03:37Saya yakin
03:38kedepannya akan
03:39membaik terus.
03:41Next,
03:41kalau kita lihat
03:42dinamika global
03:43memang gonjang-ganjingan
03:44mengganggu semuanya.
03:46Ada yang bilang
03:49rupiah
03:49hancur.
03:50Tapi kalau
03:51dikatakan betul, Pak.
03:53Itu
03:53setiap
03:54perang
03:55rupiah itu
03:56hanya
03:56terdepresi
03:57sebesar 0,3.
03:59Jadi,
04:00sebetulnya bagus
04:01daya tani kita.
04:02Yang real,
04:03yang pemain yang punya
04:04duit betul
04:04bilangnya seperti ini.
04:06Tapi yang punya duit,
04:07yang nggak punya duit
04:07kali, Pak.
04:08Jelek-jelekin, Pak.
04:10Dia nggak punya duit.
04:13Ada, Pak.
04:17Terus,
04:17kalau kita lihat
04:18yang
04:18CDS
04:20IDR
04:215 tahun
04:22juga
04:225 tahun
04:23masih relatif
04:24stabil, Pak.
04:25Gambar yang
04:26kanan atas, Pak,
04:27itu adalah
04:27spread dari
04:29SBN
04:29terhadap
04:30Treasury
04:30di Januari 25
04:32240 basis point.
04:34Sekarang
04:34243 basis point.
04:37Naiknya
04:37hanya
04:38terbatas
04:390,
04:40soalnya
04:413 basis point.
04:43Artinya
04:43asing
04:44masih
04:45percaya ke kita.
04:47Yang domestic
04:47aja yang nggak percaya, Pak.
04:50Terus,
04:50kalau kita lihat,
04:51ya,
04:51bukan domestik,
04:52ya,
04:53pengamat domestik
04:54yang nggak percaya.
04:57kalau kita yang bawah,
04:58lihat yang bawah,
04:59yang bawah,
04:59Pak,
05:00itulah capital flow
05:02ke negara,
05:02ke kita, ya.
05:03Memang sempat naik turun-naik turun,
05:05tapi kita lihat sejak
05:07November,
05:07Desember,
05:08tentu positif.
05:09Sekarang juga
05:10masih positif.
05:11Kita lihat
05:12data di bulan Maret terakhir,
05:14yang output
05:15hanya
05:16SBN
05:170,7 triliun
05:17di kotak itu, Pak.
05:19SRBI
05:20inflow
05:202,2 triliun
05:21Maret, ya.
05:23Jadi,
05:24saham juga
05:25masih
05:26inflow
05:262,2 triliun
05:27di bulan Maret.
05:28Jadi, setelah goncang-goncang-goncang,
05:30di bulan Maret
05:31sepertinya masih
05:31masuk ke sini, Pak.
05:33Artinya,
05:33mereka percaya betul
05:35bahwa
05:35fondasi kita
05:36bagus.
05:37Ini kalau
05:38investor-investor yang asli
05:39seperti ini, Pak.
05:40Karena mereka taruh uang.
05:41Terus, next.
05:44Kita melakukan
05:45koordinasi fiskal
05:46dan monetel
05:47dengan bank sentral
05:48terus-menerus.
05:49Seperti waktu dulu kan
05:50saya injek
05:51uang 200 triliun
05:52dan lebih.
05:54Nah, sekarang
05:54uangnya masih di sana.
05:55Saya jaga di sana
05:56untuk menjaga
05:57momentum
05:58pertumbuhan ekonomi.
06:00M0,
06:01uang
06:01base money,
06:03uang primer
06:03di bulan Februari
06:05itu tumbuh
06:0614,2 persen, Pak.
06:09Jadi,
06:09ini sudah cukup
06:10memberi
06:12meminyaki
06:12pertumbuhan ekonomi.
06:13Kita lihat
06:14kredit
06:14di bulan Januari
06:15sudah tumbuh
06:1610 persen.
06:17saya yakin
06:18angka bulan Februari
06:19akan lebih cepat lagi.
06:21DPK juga tumbuh
06:2213,5 persen.
06:23Ini semua
06:24angka yang
06:25cukup sehat, Pak.
06:27Bunga juga turun
06:28karena kita
06:29maintain
06:29krikuitas di pasar, Pak.
06:31Mungkin saya langsung
06:32ke halaman 14.
06:35Ini, Pak,
06:36cerita ekonomi Indonesia.
06:38Ketika harga
06:39minyak mulai
06:40tinggi ke atas
06:41100,
06:41banyak
06:42yang bilang
06:43ekonomi Indonesia
06:44akan hancur
06:45murat marit
06:45enggak jelas.
06:47Padahal
06:47pengalaman kita
06:48selama ini
06:49enggak demikian.
06:51Ini gambar
06:52coinciden ekonomi
06:53index yang biru
06:54adalah index
06:55yang mengembarkan
06:56keadaan ekonomi sekarang
06:57yang hijau
06:58harga minyak brand.
07:00Kalau kita lihat,
07:01jadi kalau
07:02indexnya naik,
07:03ekonomi bagus,
07:04kalau jatuh,
07:05baru
07:05ekonomi jatuh.
07:07Kalau kita lihat,
07:082007-2008
07:14harga brand
07:15naik ke level
07:15yang tinggi sekali
07:16itu di atas
07:17220
07:17on average monthly.
07:19Tapi yang biru
07:20masih naik, Pak,
07:22awal-awal
07:22dia jatuh
07:23ketika
07:25globalnya
07:26meltdown
07:27dan banyak ekonominya
07:28pertumbuhannya negatif.
07:29Tapi dia jatuh.
07:29Tapi kan, Pak,
07:31dengan kebijakan yang pas
07:32fiskal dan moneta
07:33pada waktu itu,
07:34kita masih bisa
07:34tumbuh 4.6 persen.
07:36Jadi kita cukup
07:38cermatlah,
07:40bisa mengendalikan
07:40hal itu.
07:41Kemudian naik lagi
07:42di tahun 2011,
07:44Februari itu,
07:45angkanya
07:46di sekitar
07:46110-120
07:47harga minyak.
07:49Yang biru
07:50masih naik terus, Pak.
07:52Artinya,
07:53kalau kita punya
07:54kebijakan yang pas,
07:56moneter
07:56maupun fiskal
07:57dan kebijakan
07:58bapak nantinya,
08:00despite apa,
08:01walaupun global
08:02ekonomi
08:02harga minyak
08:03gonjang-nganjing,
08:04kita punya cara
08:06atau punya pengalaman
08:07untuk mengendalikan
08:09dampaknya
08:10ke perekonomian.
08:11Jadi,
08:12kita nggak perlu takut, Pak.
08:14Terus,
08:15di COVID-19 juga sama, Pak.
08:17Waktu COVID-19 itu kan
08:17jatuh yang biru,
08:18karena COVID-19.
08:20Tapi pada waktu
08:21harga minyak
08:22naik ke atas,
08:24di tahun berapa?
08:252020,
08:26apa ya?
08:27Yang biru kan
08:28masih naik terus.
08:30Artinya,
08:32kebijakan kita
08:33pada waktu itu
08:34bisa mengendalikan
08:35event dampak
08:36kenaikan
08:36harga BBM
08:38yang di atas
08:38100 dolar
08:39pada waktu itu.
08:41Yang jatuh-jatuh,
08:41jatuh-jatuh,
08:42apa,
08:42ke depan untuk kita adalah
08:43kita harus adjust
08:45dengan kebijakan
08:46atau dengan harga
08:46minyak global,
08:48tapi kita mesti
08:50ceritakan
08:50ke masyarakat kita
08:52bahwa
08:52kita pasti berhasil
08:54mengendalikan itu
08:54karena pengalaman
08:55selam ini
08:56kita berhasil.
08:58Jadi,
08:59kita nggak usah takut Pak,
09:00jadi yang analis-analis
09:01yang di
09:02TikTok,
09:03di YouTube
09:04yang bilang
09:04kita hancur,
09:05itu sama sekali
09:06nggak pernah
09:07melihat data Pak.
09:08Keadaannya
09:09seperti ini Pak.
09:10terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan