- 7 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menerima permintaan maaf dari tersangka kasus ijazah palsu, Rismon Sianipar.
Rismon menemui Jokowi dengan didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, pada Kamis (12/3/2026).
"Kemarin Bang Rismon Sianipar datang ke kediaman saya. Saya menerima permohonan maaf Rismon Sianipar," kata Jokowi, Jumat (13/3/2026).
Sementara itu dari Solo, Rismon lanjut dipanggil Wapres Gibran Rakabuming ke Istana Wapres di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Rismon mengatakan keluarga Jokowi memiliki kedewasaan meski telah dituding ijazah palsu oleh dirinya dan Roy Suryo.
"Kedewasaan sebuah keluarga walaupun dikritik dengan cara keras. Dikritik dengan cara bahkan tidak santun, diperolok-olok oleh saya dan lainnya. Bagi saya keluarga yang menanamkan nilai-nilai demokrasi," ujar Rismon kepada awak media.
Ia pun berjanji akan membuat buku baru terkait penemuan terbaru terkait ijazah Jokowi.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Vila Randita
Baca Juga Presiden Prabowo Bangga Baru di Era Pemerintahannya Ojol Dapat Bonus Hari Raya Idulfitri di https://www.kompas.tv/nasional/656844/presiden-prabowo-bangga-baru-di-era-pemerintahannya-ojol-dapat-bonus-hari-raya-idulfitri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/656854/kumpulan-momen-maaf-rismon-sianipar-ke-jokowi-dan-wapres-gibran-parasot
Rismon menemui Jokowi dengan didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, pada Kamis (12/3/2026).
"Kemarin Bang Rismon Sianipar datang ke kediaman saya. Saya menerima permohonan maaf Rismon Sianipar," kata Jokowi, Jumat (13/3/2026).
Sementara itu dari Solo, Rismon lanjut dipanggil Wapres Gibran Rakabuming ke Istana Wapres di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Rismon mengatakan keluarga Jokowi memiliki kedewasaan meski telah dituding ijazah palsu oleh dirinya dan Roy Suryo.
"Kedewasaan sebuah keluarga walaupun dikritik dengan cara keras. Dikritik dengan cara bahkan tidak santun, diperolok-olok oleh saya dan lainnya. Bagi saya keluarga yang menanamkan nilai-nilai demokrasi," ujar Rismon kepada awak media.
Ia pun berjanji akan membuat buku baru terkait penemuan terbaru terkait ijazah Jokowi.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Vila Randita
Baca Juga Presiden Prabowo Bangga Baru di Era Pemerintahannya Ojol Dapat Bonus Hari Raya Idulfitri di https://www.kompas.tv/nasional/656844/presiden-prabowo-bangga-baru-di-era-pemerintahannya-ojol-dapat-bonus-hari-raya-idulfitri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/656854/kumpulan-momen-maaf-rismon-sianipar-ke-jokowi-dan-wapres-gibran-parasot
Kategori
đź—ž
BeritaTranskrip
00:19Bapak Jokowi Jodoh
00:30Nah, narasi mereka tidak bisa dipertanggungjawab secara ilmiah seperti saya menyajikan buku Jokowi Swat Paper
00:35Yang saya tantang secara terbuka untuk dikoreksi dan dibentuk dalam buku juga
00:41Karena hal itu tidak dilakukan oleh orang lain
00:44Dan kebetulan saya melanjutkan perintian saya, maka saya bertanggungjawab untuk menuliskan itu kembali
00:50Kemarin telah datang Pak Rismon Sianipar ke sini ke kediaman saya
01:05Dan saya menerima permohonan maaf Pak Rismon Sianipar
01:15Dan mengenai nanti untuk urusan restoratif justice-nya
01:23Saya serahkan kepada penasihat hukum saya
01:27Karena itu merupakan kewenangan dari Polda Metro
01:31Kewenangan dari penyidik yang ada di Polda Metro Jaya
01:35Boleh digambarkan Pak kemarin suasananya seperti apa pada saat Pak Rismon Sianipar?
01:40Pak Rismon Sianipar, suasananya
01:41Ya, biasa saja
01:44Nyantai ya Pak?
01:47Acaranya biasa
01:49Berarti belum ada peluang untuk restoratif justice-nya Pak?
01:53Sudah saya serahkan kepada penasihat hukum saya
01:58Dan nanti tentu saja akan ada tindak lanjut
02:02Sekali lagi kewenangan ada di Polda Metro Jaya
02:06Ada di penyidik Polda Metro Jaya
02:09Ya, biasa saja
02:20Biasa saja
02:21Biasa saja
03:01Sampai jumpa di video selanjutnya
03:30Selamat ke Designer
03:32Sampai jumpa di video selanjutnya
03:32Sampai jumpa di video selanjutnya
03:35Selanjutnya
03:35Selanjutnya
03:36Mulit terang di video selanjutnya
03:59Keterbukaan kedewasaan sebuah keluarga, walaupun dikritik dengan cara keras, dikritik dengan cara bahkan tidak santun,
04:11diperolok-olok oleh saya dan lainnya, bahwa sebuah keluarga yang bagi saya menanamkan nilai-nilai demokrasi.
04:21Bahkan ketika saya kemarin ke rumah Pak Jokowi di Solo, saya kaget.
04:28Setelah saya minta maaf atas tulisan saya, penelitian saya, yang saya temukan dengan kajian-kajian yang lebih baru,
04:38meskipun dengan metodologi yang sama, tetapi dengan data yang lebih lengkap,
04:44maka saya katakan sebagai peneliti kita harus jujur bahkan terhadap penelitian kita sendiri.
04:53Kemarin ada yang nanya, Bang, saya gentleman ya, bukan lari terus, begitu ya.
05:01Jadi saya secara gentleman mengatakan,
05:05Abang minta maaf nggak kepada Pak Jokowi?
05:08Jangankan kepada Pak Jokowi dan keluarga besarnya, kepada publik pun saya minta maaf.
05:13Kenapa? Sebagai peneliti bertanggung jawab untuk mengkoreksi tulisannya,
05:19bukan menyembunyikan kebenaran,
05:21sehingga dianggap bahwa penelitian itu sudah final, tidak ongoing,
05:28hanya demi sorak-sorai, hanya demi fanatisme,
05:32hanya demi bisa jadi kepentingan politik praktis.
05:37Saya menempatkan,
05:38saya menempatkan bahwa saya tidak ada,
05:43saya katakan kepada para penyidik di Polda Metro Jaya,
05:46profile checking tentu sudah dilakukan kepada saya.
05:51Dan saya clear,
05:54tidak punya afiliasi politik apapun,
05:58baik dalam maupun luar negeri,
06:00dan murni memenuhi rasa ingin tahu saya sebagai penulis dan peneliti.
06:06Inilah tanggung jawab saya.
06:07Makanya saya katakan,
06:09sebagai peneliti dan penulis,
06:11jika ada yang salah,
06:12koreksi.
06:13Kalau tidak, dikoreksi orang lain,
06:15juga welcome.
06:18Metode-metode yang temuan-temuan saya,
06:22yang mungkin dianggap sepilih,
06:24yang mungkin dianggap saya pengkhianat,
06:28saya siap untuk dicaci, dimaki, dijadikan pengkhianat.
06:32Yang penting saya telah menemukan kebenaran itu,
06:37dengan rekonstruksi,
06:40dengan uji coba yang sudah saya lakukan tiga bulan ini,
06:43dan akan saya tuliskan dalam buku.
06:47Bukan dengan cuap-cuap.
06:50Saya akan menuliskan,
06:532026 semoga bisa selesai.
06:56Saya katakan tadi kepada Mas Wapres,
06:59penebusan saya atas semua hirup pikuk ini,
07:04baik disebabkan oleh saya maupun yang lain.
07:08Itu akan saya tebus kepada keluarga Mas Wapres,
07:12dan terutama kepada Pak Joko Widodo.
07:14Boleh misalkan ada judul buku yang akan ditulis saat itu?
07:17Anggapannya Pak Wapres,
07:17sama-sama seperti apa sih?
07:19Mana di?
07:20Anggapan Pak Wapres,
07:21sama-sama seperti apa-apa?
07:22Tadi itu,
07:24menunjukkan,
07:25kemarin saya mendadak ya,
07:28malam baru ada berita,
07:30kami diundang ke istana Wapres,
07:32padahal kami sudah harusnya tidur di hotel.
07:36Nah, mendadak,
07:37akhirnya kami naik kereta ke sini.
07:39Saya bingung.
07:40Ya juga tentu,
07:41kalau orang salah pasti takut ya.
07:43Apalagi yang ditemui seorang Wapres.
07:48Tetapi,
07:49saya siap,
07:51apapun yang terjadi,
07:55secara gentleman,
07:57saya harus hadir.
07:59Dan undangan itu tentu mengujudkan,
08:01jangankan kepada saya,
08:02mungkin kalian juga mengujudkan.
08:04Nah, tetapi,
08:05dari penjelasan tadi yang dikatakan
08:08Pak Wapres ya,
08:10Mas Wapres,
08:11bahwa,
08:13keluarga besar mereka,
08:16terbuka.
08:17Jika ada penelitian,
08:19dan mengkoreksinya,
08:21asal,
08:24jujur.
08:25Tidak ada motif politik,
08:28tidak ada,
08:28demi ini itu,
08:30jabatan publik,
08:32dan lainnya.
08:32dan saya memang,
08:35saya katakan kepada Mas Wapres,
08:37saya akan tuliskan,
08:41koreksi saya,
08:42terhadap penelitian saya yang tidak lengkap,
08:46Joko Iswat Teper,
08:48dan Gibran Endgame.
08:49Dan saya minta izin,
08:50saya tuntaskan di kampung saya,
08:52di Baligi,
08:53ya karena di Jakarta terlalu hirup pikup,
08:57macet,
08:58saya tidak punya banyak waktu,
08:59dan panas,
08:59saya lebih nyaman menulisnya di kampung saya,
09:03di Baligi,
09:03dan Pematang Siantar yang dingin dan tidak macet.
09:09Saya akan mempublikasikannya.
09:22Wartawan memang butuh kalimat sederhana,
09:25iya asli.
09:27Kenapa?
09:28Dengan kajian saya,
09:30makanya saya bilang,
09:31ya,
09:33truth hurts,
09:35kebenaran itu benar,
09:36menyakitkan.
09:37Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan,
09:40kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur.
09:43Dan jujur.
09:44Coba.
09:46Membusuk,
09:46membusuk pikiran kita,
09:48hati kita,
09:49tiga bulan ini,
09:50dua, tiga bulan ini saya,
09:52kaji,
09:53lebih lanjut,
09:54lebih seksama.
09:55Dan setelah saya tamukan,
09:57sekitar dua minggu ini,
09:59final.
10:01Maka saya memutuskan,
10:05saya harus mengungkapkan ke publik.
10:09Mengungkapkan ke publik,
10:10secara terbuka,
10:11dan gentleman.
10:15Daripada saya,
10:17disorak-sorai,
10:19seolah-olah jadi pahlawan,
10:22pahlawan kebenaran,
10:23pahlawan ini itu,
10:25tetapi menyembunyikan kebenaran itu.
10:28karena sudah saya uji dengan tiga variabel,
10:32yaitu dua variabel geometri,
10:36translasi, rotasi,
10:38dan
10:40pencahayaan.
10:43itu semua mengkoreksi apa temuan saya.
10:47kalau dikatakan rismon,
10:50bla bla bla,
10:51pengecicilahkan,
10:53bantah itu,
10:54dalam tulisan juga.
10:56saya tidak maulah,
10:58saya hormati teman-teman Pak Roy,
11:02dan Bu Tifa,
11:02sebagai sahabat,
11:03sebagai keluarga,
11:05tetapi marilah kita berdiskursus,
11:07beropini,
11:09tidak abominem.
11:11mari kita cerdaskan Republik ini.
11:14Bantah temuan saya.
11:17Dengan cara berhadap,
11:20beretika.
11:23Karena,
11:24saya khawatir,
11:27kalau hal itu tidak dilakukan,
11:30maka semakin mengkonfirmasi,
11:32apa yang saya tulis,
11:34dan itu pasti saya tuliskan,
11:36saya selalu menuntaskan pekerjaan yang saya mulai.
11:41teman-teman ada pesan,
11:42kepada teman-teman yang masih mempersoalkan,
11:44kebiasaan panggilan ini.
11:46Pesan abang seperti apa?
11:48Jangan sembunyikanlah.
11:50Ayolah.
11:51Meskipun awalnya,
11:52kalian akan dianggap pengkhianat,
11:54itu akan lebih ringan,
11:56daripada kalian sembunyikan.
11:59Tidak ada,
12:01otormax,
12:03halo.
12:05Tidak ada,
12:07emboss,
12:07halo.
12:09Apa yang disembunyikan?
12:11Ya keberadaan itu,
12:13keberadaan fitur-fitur dalam dokumen itu,
12:17selalu dikatakan,
12:18tidak ada emboss,
12:20tidak ada watermax.
12:24saya sudah lakukan cross-check dengan puluhan metode dan ada.
12:29Atau saya undang Pak Roy Suryaw atau yang lainnya,
12:32ayo kita setelah terbuka undang wartawan,
12:36saya akan demonstrasikan metode saya,
12:40bagaimana pencahayaan dengan sudut tertentu,
12:43bisa menghilangkan warna tertentu yang secara kromatik atau nilai integer dekat dengan warna lain.
12:52Contoh,
12:53stempel yang kita analisa tidak ada.
12:56saya rekonstruksi,
12:59saya rekonstruksi,
12:59stempel yang warnanya gelap,
13:03ketika ditimpa dengan warna hitam,
13:06maka secara kromatik nilainya dekat.
13:10kalau dirotasi dengan cahaya tertentu,
13:14bagian itu bisa hilang,
13:16ayolah,
13:18edukasi, educate the public.
13:22Saya lebih baik tidak disorak-soraki,
13:24lebih baik saya dihina,
13:26dicaci sebagai pengkhianat,
13:28daripada saya harus tidak bisa tigur.
13:31Oleh karena itu,
13:33kalau ada yang meragukan,
13:34terutama saudara saya,
13:35Pak Roy Suryaw dan Bu Tipah,
13:37mau secara private,
13:39maupun secara publik,
13:41saya siap mendemonstrasikan
13:45metode saya.
13:47Dengan cara fair,
13:50terbuka,
13:51open source,
13:52sama seperti buku,
13:53400 sekian halaman,
13:56480 tulisan saya di buku Jokowi's White Paper,
14:00700-an itu.
14:03Pertahun jawaban seorang,
14:05seorang yang mengaku peneliti,
14:07seorang yang mendasarkan statementnya,
14:14berdasarkan objektivitas penelitian,
14:16maka seharusnya terbuka,
14:19terhadap hasil-hasil baru.
14:20Jangan langsung dicibir.
14:26Pengkhianatlah,
14:27pengecuplah.
14:28Kalau begitu,
14:30maka saya bisa berpikir,
14:32jauh,
14:33bahwa kalian punya motif lain.
14:35Kalau motifnya mencari kebenaran,
14:37berdasarkan,
14:39pengetahuan sains,
14:42kemampuan sains,
14:45open-minded.
14:47Harusnya open-minded.
14:49Telepon saya,
14:51hubungi pengacara saya,
14:53kita akan bertemu,
14:55terbuka,
14:55maupun tertutup.
14:57Itu saja.
14:58Tetapi kalau hanya mencibir-mencibir seperti itu,
15:00suatu saat publik juga akan muak.
15:02Dan lebih percaya tulisan saya.
15:05Next,
15:052026.
15:06Pak,
15:07ini kan Anda sudah minta maaf,
15:09dan Anda juga sudah mengaku bahwa itu asli.
15:11Tapi Udi sudah kadung merebak di masyarakat
15:14soal ijasa palsu,
15:15baik Pak Jokowi dan Gibran.
15:17Tapi Anda mau bilang sesimpelnya apa sih, Pak,
15:19untuk mempercaya,
15:20masyarakat percaya dengan statement Anda yang terbaru ini?
15:24Basisnya tetap metodologi,
15:29data yang lebih lengkap,
15:33dan objektivitas.
15:34Tentu saya tidak bisa cerita seperti ini,
15:37maksudnya,
15:38mengatakan seperti ini dengan narasi kosong,
15:41saya akan buktikan dengan tulisan saya.
15:44Dan itu ongoing.
15:46It takes time.
15:48Tetapi kalau kalian lihat buku-buku saya,
15:51di Amazon,
15:52di Penerbit Andi,
15:55di Penerbit Informatika,
15:58saya selalu tuntaskan pekerjaan saya.
16:01Empat puluhan buku di Penerbit Andi, Yogyakarta.
16:03Empat puluhan buku di Penerbit Informatika.
16:10Dan buku-buku saya yang ada di Amazon,
16:12bahkan menjadi rujukan mata kuliah
16:15di sejumlah universitas yang
16:21terkebuka.
16:22Dan mereka email.
16:23Terima kasih.
16:25Tetapi kalau
16:27oleh karena itu,
16:28saya akan tuntakan sama seperti yang lain-lain.
16:31Begitu saja.
16:31Tanpa narasi-narasi kosong.
16:34Proof it.
16:35I'll prove mine.
16:37Can you prove yours?
16:39Kalau nggak bisa, tolonglah.
16:41Ayo.
16:43Akui kebenaran itu.
16:45Kebenaran itu apa?
16:46Ya, fakta yang ada di situ.
16:48yang kita bilang tidak ada
16:51lintasan, ternyata ada.
16:54Ketiadaan itu.
16:56Karena faktor geometri dan pencahayaan,
17:00intensitas cahaya,
17:02fitur-fitur lain,
17:03konpolusi akibat
17:07vokal length,
17:09jenis
17:09vokal,
17:11eh, jenis lensa dan lainnya.
17:13Ayolah.
17:14Pada saat digelar perkara,
17:16saya sampai perhatikan begini.
17:20Ada tiga terutama.
17:24Emboss ada di pojok kiri bawah.
17:30Watermax ada.
17:32Dan
17:34fitur itu konsisten
17:35dengan apa yang di-upload
17:36oleh Dian Sandi utama.
17:42Jangan bilang nggak ada.
17:44Sedih saya.
17:53It takes one year lah ya.
17:56Enam bulan sampai apa.
17:57Mudah-mudahan lebih cepat.
17:59Karena saya juga harus ada
18:01pekerjaan di sana kan.
18:02Kan harus hidup.
18:04Hidup saya dari
18:05menulis juga,
18:06tapi menulis buku informatika.
18:08Saya harus hidup.
18:09Saya harus menulis.
18:11Sembari
18:11menuliskan itu.
18:12Saya kan bukan orang kaya yang
18:14oh ada modal
18:15hidup untuk lima tahun
18:17fokus untuk itu.
18:18Kan nggak begitu.
18:19Sudah kebanyakan judulnya apa?
18:20Sudah kebanyakan judulnya apa?
18:21Judul itu biasanya belakangan ya kan.
18:23Tetapi konsep itu
18:26biasanya saya menulis itu
18:27daftar isi dulu.
18:30Ya kan?
18:31Daftar isi dulu
18:32mana
18:33namanya
18:34judul apa
18:35subjudul besarnya dulu
18:37tiap baru saya
18:38bekerja di situ.
18:39Dari situ.
18:40Kalau judul nanti
18:41ya nggak terlalu fantastis
18:42juga nggak masalah.
18:43Yang penting
18:44mengandung
18:45pengakuan kebenaran.
18:46Ayolah
18:46teman-teman
18:49janganlah berkeras hatimu
18:51memuaskan hatimu
18:52mengatakan
18:53saya pecunda
18:54pengkhianat.
18:54It's your right
18:56mengatakan itu.
18:57Saya nggak akan menuntut kalian.
18:58Bang terakhir.
18:59Kalian berhak
19:00mengatakan pengkhianat,
19:02pengecut,
19:02apapun.
19:03tapi saya lebih memilih
19:05untuk mengungkapkan
19:06sebenarnya
19:06dan malam-malam
19:08saya bisa tidur.
19:09Bang terakhir bang
19:10tadi sebelum pulang
19:11tadi sebelum pulang
19:13Mas Bibran
19:14sempat peluk Anda.
19:15Anda melihat bahwa
19:16itu sudah
19:16tulus.
19:18Dimaafkan.
19:22Bagi keluarga
19:23Mas Wapres
19:26penelitian itu
19:27bisa salah.
19:30Tetapi
19:30jangan
19:31dibuat
19:32salah.
19:34kalau
19:35sengaja
19:36dibuat
19:37salah
19:38dan ketika
19:39menemukan
19:41ada kebenaran
19:43di situ
19:43dan tetap
19:44menikmati
19:45hanya karena
19:45glorifikasi-glorifikasi
19:47publik
19:47yang itu
19:48sebenarnya
19:48semu.
19:50Dan kemarin
19:51tanpa saya
19:53ini saya ungkapkan
19:54nggak ya
19:54top the record
19:57pertemuan saya
19:58dengan Pak
19:58Pak Jokowi
20:00saya keluarkan
20:01aja ya Pak Jokowi
20:02ya
20:02Pak Jokowi pun
20:04masih membuka
20:06memberikan pintu
20:07terbuka
20:10untuk kalian.
20:13Dan statement itu
20:15bukanlah jawaban
20:18atas pertanyaan saya.
20:20Tetapi statement
20:21tanpa pertanyaan
20:24terbuka untuk kalian
20:26bukan karena saya tanya Pak
20:29apakah terbuka untuk orang lain
20:31enggak
20:32saya enggak tanyakan itu
20:33dan saya enggak berani
20:34karena saya enggak punya hati.
21:04terbuka untuk
21:06yang tidak
21:08yang tidak
21:08proporsional.
21:13Kecepatan informasi
21:15dan akurasi data
21:16adalah komitmen kami.
21:18Satu langkah
21:19lebih dekat
21:20satu langkah
21:21lebih terpercaya.
21:22Saksikan
21:23Sapa Indonesia Malam
21:25di Kompas TV
21:26Channel 11
21:27di televisi Anda.
21:28Sampai jumpa di video selanjutnya.
21:28Sampai jumpa di video selanjutnya.
21:28Terima kasih.
Komentar