Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Salah satu WNI yang baru dievakuasi dari Iran, Zulfan Lindan, menilai masyarakat saat ini mulai diliputi kekhawatiran terkait kebutuhan sehari-hari.

Mulai dari ketersediaan bahan pangan hingga pasokan bahan bakar minyak.

Menurut Zulfan, ketidaksesuaian antara pernyataan pemerintah dan kondisi nyata di masyarakat dapat memicu kepanikan.

Karena itu pemerintah diminta tidak hanya menyampaikan pernyataan menenangkan, tetapi juga memastikan pasokan kebutuhan pokok tersedia dengan baik.

Ia juga menilai dalam situasi yang sensitif, komunikasi kepada publik sebaiknya disampaikan langsung oleh Presiden agar meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/X3mKcJSGjDU

#iran #israel #indonesia



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/656866/warga-cemas-soal-bbm-dan-pangan-zulfan-lindan-minta-presiden-prabowo-yakinkan-publik-rosi
Transkrip
00:00Jadi kita harapkan kita, ya itu, kenaikan komoditas.
00:04Masalahnya adalah ini akan membebani rakyat miskin.
00:07Inflasi akan semakin besar lagi gitu.
00:09Buat nolong mereka, apakah salah satunya dengan saran dari Syed Abdullah,
00:14Ketua Banggar DPR yang menyebut,
00:15memaksimalkan kebijakan untuk bantuan sosial produktif?
00:18Nah, itu salah satunya.
00:19Jadi memanjukan dari sosial,
00:22tetapi masalahnya kan itu memperbesar defisit lagi gitu.
00:25Nah, itu memperbesar defisit.
00:27Dan yang kedua tadi, mengenai pengurangan belanja.
00:31Dan itu make sense, dan harus kombinasi ke situ.
00:35Dan yang ketiga adalah mengenai kenaikan utang.
00:38Kalau kenaikan utang, itu berarti dia harus mengubah undang-undang.
00:42Mengundang-undang-undang yang paling cepat adalah dia harus mengeluarkan PERPU,
00:46seperti PERPU 2020, ya, sewaktu pandemi.
00:50Sekarang ini PERPU perang, kan gitu.
00:54PERPU konflik Timur-Tengah.
00:57Nah, di situ dia menaikkan 3 persen, atau 4 persen, atau berapapun.
01:01Salah satu, sewaktu saya bicara di forum buruh,
01:05itu juga saya mengusulkan bagaimana mitigasi terhadap buruh ini,
01:10kalau sampai terjadi PHK dan sebagainya.
01:13Saya bilang ini harus ada mitigasi jaring pengaman sosial untuk buruh,
01:18misalnya 1 persen khusus untuk itu,
01:21dan tidak boleh digunakan yang lain.
01:22Dan saya rasa itu mungkin masih bisa diterima oleh lembaga pemeringkat internasional,
01:28karena ini adalah di luar kondisi yang normal.
01:33Dan itu bisa dilaksanakan dalam waktu cepat, menurut saya?
01:35Dan itu bisa dilaksanakan dalam waktu cepat sekali.
01:39Pak Zulfan, karena kondisinya sekarang warga was-was,
01:43nggak tahu nih arahnya bakal gimana.
01:47Karena sekarang orang mikir,
01:49aduh makan kita hari-hari aman nggak ya,
01:51waduh transport kat kisita hari-hari aman nggak ya,
01:54memastikan kondisi keamanan kita benar-benar stabil tuh,
01:57kita bisa berbuat apa ya Pak?
02:01Biasanya kan pemerintah itu melakukan langkah-langkah ya,
02:11meyakinkan rakyat kan sudah disampaikan oleh Pak Bahlil,
02:15misalnya BBM aman, Menteri Keuangan juga seperti itu,
02:18daya beli kita aman, kan gitu.
02:21Itu oke.
02:23Tetapi bagaimana caranya bahwa aman itu di dalam realitanya,
02:30itu betul-betul ada.
02:32Jangan sampai bertentangan, kan gitu.
02:34Misalnya BBM dibilang aman, sampai kapan?
02:38Antrian panjang.
02:39Antrian panjang.
02:41Ini kan orang was-was.
02:42Kemudian kita bilang pangan aman.
02:45Iya kan?
02:46Tapi orang beli beras susah, ayam susah, semua susah.
02:49Kan jadi panik lagi orang gitu loh.
02:52Nah jadi langkah-langkah ini yang harus diambil,
02:55jangan statement.
02:56Tapi realitanya juga dihadirkan di tengah-tengah masyarakat.
03:02Dan saat ini?
03:03Iya, saat ini kan kita bilang masih statement nih.
03:06Iya kan?
03:07Bagaimana caranya menghadirkan itu ada,
03:09nyata di tengah-tengah masyarakat?
03:13Iya kan?
03:13Tidak kesulitan mendapatkan barang,
03:15tidak kesulitan mendapatkan BBM.
03:19Iya kan?
03:19Itu yang kita harus hati-hati gitu.
03:23Nah, makanya langkah-langkah ini kan sebenarnya jangan menteri yang menjelaskan.
03:31Tapi?
03:31Presiden langsung.
03:33Supaya lebih yakin orang.
03:35Kalau menteri ini bisa dibilang,
03:37wah ini cari muka sama presiden nanti ini.
03:40Korbannya rakyat kan gitu.
03:41Presiden langsung take over.
03:43Situasi gini gak bisa menteri.
03:45Orang gak confident.
03:47Harus presiden yang menyampaikan,
03:49supaya rakyat lebih confident.
03:51Termasuk kemungkinan-kemungkinan apa yang diambil pemerintah
03:54kalau perangnya berkepanjangan yang bahkan bisa lebih 4-5 minggu
03:57melebihi apa yang dikatakan Trump waktu itu.
03:59Iya.
04:00Kan presiden yang tahu.
04:02Presiden bisa komunikasi sama Trump.
04:05Bisa komunikasi sama presiden Iran.
04:08Iya kan?
04:08Bagaimana nih sebenarnya?
04:10Sama Putin lagi.
04:11Yang katanya mau buat resolusi PBB misalnya.
04:15Dan itu kan upaya.
04:19Tapi walaupun keyakinan saya jauh dari memungkinkan ya.
04:25Karena Iran itu sekarang pokoknya kita jangka panjang.
04:31Yang menyerah itu bukan kita.
04:33Harus Amerika dan Israel yang menyerah.
04:35Nah kalau sudah ego-egoan seperti ini,
04:39memberikan kepastian di tengah kondisi yang serba sulit ini
04:42bakal lebih menantang ya Pak Antoni?
04:45Iya.
04:47Jadi ya di situ bahwa tantangannya bahwa ekonomi ini akan pasti masuk kepada
04:52kalau strateginya saya sebutnya endurance, ketahanan berlangsung lama
04:59itu ekonomi saya yakinkan bahwa potensinya besar kita masuk krisis.
05:07Dunia masuk krisis.
05:09Jadi bukan hanya kita saja.
05:11Tapi kalau dibandingkan dengan 98 seperti yang ditakutkan beberapa orang?
05:14Bisa terjadi kalau eskalasi ini ke bidang moneter.
05:20Artinya begitu ekonomi drop, fiskal defisitnya naik besar,
05:28lalu terjadi capital outflow.
05:30Nah begitu terjadi capital outflow maka rupiah akan tergelincir.
05:35Sekarang sudah Januari-Februari aja sebelum perang sudah keluar 4,6 miliar cadangan devisa kita.
05:42Sudah turun 4,6 miliar.
05:45Nah kalau dia turun lagi sampai dan tidak ada masukan, tidak ada investasi, tidak ada itu,
05:51itu bukan tidak mungkin bahwa tergelincir 10 miliar saya perkirakan itu akan bisa menjadi 18.000, 18.000 lebih.
06:01Tapi singkatnya apapun yang terjadi, optimisme untuk ada perubahan itu masih ada Pak Zulfan?
06:07Ya.
06:08Memperbaiki keadaan yang serba tidak pasti ini? Singkat saja.
06:11Saya selalu mengatakan bahwa di Indonesia ini sangat tinggi solidaritinya ya.
06:17Baik dari pengusaha, dengan pemerintah dan rakyat.
06:21Jadi sehingga itu bisa dikonsolidasikan.
06:25Baik.
06:26Kan kita bisa buat lagi patriot bond kan?
06:29Oke.
06:31Oke.
06:32Semoga tidak ada hal-hal drama baru lagi di tengah ketidakpastian ini.
06:36Pak Antoni, terima kasih.
06:37Pak Zulfan, terima kasih sudah bergabung bersama kami.
06:39Terima kasih sudah menonton!
Komentar

Dianjurkan