00:00Jadi kita harapkan kita, ya itu, kenaikan komoditas.
00:04Masalahnya adalah ini akan membebani rakyat miskin.
00:07Inflasi akan semakin besar lagi gitu.
00:09Buat nolong mereka, apakah salah satunya dengan saran dari Syed Abdullah,
00:14Ketua Banggar DPR yang menyebut,
00:15memaksimalkan kebijakan untuk bantuan sosial produktif?
00:18Nah, itu salah satunya.
00:19Jadi memanjukan dari sosial,
00:22tetapi masalahnya kan itu memperbesar defisit lagi gitu.
00:25Nah, itu memperbesar defisit.
00:27Dan yang kedua tadi, mengenai pengurangan belanja.
00:31Dan itu make sense, dan harus kombinasi ke situ.
00:35Dan yang ketiga adalah mengenai kenaikan utang.
00:38Kalau kenaikan utang, itu berarti dia harus mengubah undang-undang.
00:42Mengundang-undang-undang yang paling cepat adalah dia harus mengeluarkan PERPU,
00:46seperti PERPU 2020, ya, sewaktu pandemi.
00:50Sekarang ini PERPU perang, kan gitu.
00:54PERPU konflik Timur-Tengah.
00:57Nah, di situ dia menaikkan 3 persen, atau 4 persen, atau berapapun.
01:01Salah satu, sewaktu saya bicara di forum buruh,
01:05itu juga saya mengusulkan bagaimana mitigasi terhadap buruh ini,
01:10kalau sampai terjadi PHK dan sebagainya.
01:13Saya bilang ini harus ada mitigasi jaring pengaman sosial untuk buruh,
01:18misalnya 1 persen khusus untuk itu,
01:21dan tidak boleh digunakan yang lain.
01:22Dan saya rasa itu mungkin masih bisa diterima oleh lembaga pemeringkat internasional,
01:28karena ini adalah di luar kondisi yang normal.
01:33Dan itu bisa dilaksanakan dalam waktu cepat, menurut saya?
01:35Dan itu bisa dilaksanakan dalam waktu cepat sekali.
01:39Pak Zulfan, karena kondisinya sekarang warga was-was,
01:43nggak tahu nih arahnya bakal gimana.
01:47Karena sekarang orang mikir,
01:49aduh makan kita hari-hari aman nggak ya,
01:51waduh transport kat kisita hari-hari aman nggak ya,
01:54memastikan kondisi keamanan kita benar-benar stabil tuh,
01:57kita bisa berbuat apa ya Pak?
02:01Biasanya kan pemerintah itu melakukan langkah-langkah ya,
02:11meyakinkan rakyat kan sudah disampaikan oleh Pak Bahlil,
02:15misalnya BBM aman, Menteri Keuangan juga seperti itu,
02:18daya beli kita aman, kan gitu.
02:21Itu oke.
02:23Tetapi bagaimana caranya bahwa aman itu di dalam realitanya,
02:30itu betul-betul ada.
02:32Jangan sampai bertentangan, kan gitu.
02:34Misalnya BBM dibilang aman, sampai kapan?
02:38Antrian panjang.
02:39Antrian panjang.
02:41Ini kan orang was-was.
02:42Kemudian kita bilang pangan aman.
02:45Iya kan?
02:46Tapi orang beli beras susah, ayam susah, semua susah.
02:49Kan jadi panik lagi orang gitu loh.
02:52Nah jadi langkah-langkah ini yang harus diambil,
02:55jangan statement.
02:56Tapi realitanya juga dihadirkan di tengah-tengah masyarakat.
03:02Dan saat ini?
03:03Iya, saat ini kan kita bilang masih statement nih.
03:06Iya kan?
03:07Bagaimana caranya menghadirkan itu ada,
03:09nyata di tengah-tengah masyarakat?
03:13Iya kan?
03:13Tidak kesulitan mendapatkan barang,
03:15tidak kesulitan mendapatkan BBM.
03:19Iya kan?
03:19Itu yang kita harus hati-hati gitu.
03:23Nah, makanya langkah-langkah ini kan sebenarnya jangan menteri yang menjelaskan.
03:31Tapi?
03:31Presiden langsung.
03:33Supaya lebih yakin orang.
03:35Kalau menteri ini bisa dibilang,
03:37wah ini cari muka sama presiden nanti ini.
03:40Korbannya rakyat kan gitu.
03:41Presiden langsung take over.
03:43Situasi gini gak bisa menteri.
03:45Orang gak confident.
03:47Harus presiden yang menyampaikan,
03:49supaya rakyat lebih confident.
03:51Termasuk kemungkinan-kemungkinan apa yang diambil pemerintah
03:54kalau perangnya berkepanjangan yang bahkan bisa lebih 4-5 minggu
03:57melebihi apa yang dikatakan Trump waktu itu.
03:59Iya.
04:00Kan presiden yang tahu.
04:02Presiden bisa komunikasi sama Trump.
04:05Bisa komunikasi sama presiden Iran.
04:08Iya kan?
04:08Bagaimana nih sebenarnya?
04:10Sama Putin lagi.
04:11Yang katanya mau buat resolusi PBB misalnya.
04:15Dan itu kan upaya.
04:19Tapi walaupun keyakinan saya jauh dari memungkinkan ya.
04:25Karena Iran itu sekarang pokoknya kita jangka panjang.
04:31Yang menyerah itu bukan kita.
04:33Harus Amerika dan Israel yang menyerah.
04:35Nah kalau sudah ego-egoan seperti ini,
04:39memberikan kepastian di tengah kondisi yang serba sulit ini
04:42bakal lebih menantang ya Pak Antoni?
04:45Iya.
04:47Jadi ya di situ bahwa tantangannya bahwa ekonomi ini akan pasti masuk kepada
04:52kalau strateginya saya sebutnya endurance, ketahanan berlangsung lama
04:59itu ekonomi saya yakinkan bahwa potensinya besar kita masuk krisis.
05:07Dunia masuk krisis.
05:09Jadi bukan hanya kita saja.
05:11Tapi kalau dibandingkan dengan 98 seperti yang ditakutkan beberapa orang?
05:14Bisa terjadi kalau eskalasi ini ke bidang moneter.
05:20Artinya begitu ekonomi drop, fiskal defisitnya naik besar,
05:28lalu terjadi capital outflow.
05:30Nah begitu terjadi capital outflow maka rupiah akan tergelincir.
05:35Sekarang sudah Januari-Februari aja sebelum perang sudah keluar 4,6 miliar cadangan devisa kita.
05:42Sudah turun 4,6 miliar.
05:45Nah kalau dia turun lagi sampai dan tidak ada masukan, tidak ada investasi, tidak ada itu,
05:51itu bukan tidak mungkin bahwa tergelincir 10 miliar saya perkirakan itu akan bisa menjadi 18.000, 18.000 lebih.
06:01Tapi singkatnya apapun yang terjadi, optimisme untuk ada perubahan itu masih ada Pak Zulfan?
06:07Ya.
06:08Memperbaiki keadaan yang serba tidak pasti ini? Singkat saja.
06:11Saya selalu mengatakan bahwa di Indonesia ini sangat tinggi solidaritinya ya.
06:17Baik dari pengusaha, dengan pemerintah dan rakyat.
06:21Jadi sehingga itu bisa dikonsolidasikan.
06:25Baik.
06:26Kan kita bisa buat lagi patriot bond kan?
06:29Oke.
06:31Oke.
06:32Semoga tidak ada hal-hal drama baru lagi di tengah ketidakpastian ini.
06:36Pak Antoni, terima kasih.
06:37Pak Zulfan, terima kasih sudah bergabung bersama kami.
06:39Terima kasih sudah menonton!
Komentar