Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan informasi yang diterimanya soal perang Iran vs AS-Israel dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

"Mereka ini membuat drone yang murah, bisa 2.000 km. GPS targeted dan kapan saja bisa diluncurkan. Dan itu yang juga memang dikhawatirkan Amerika sekarang," ujar Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.

"Karena mereka mendapat informasi bahwa ada kapal-kapal yang membawa drone ini mendekat ke Amerika," lanjutnya.

Baca Juga Depan Presiden Prabowo, Menteri Bahlil Lapor 2 Kargo BBM dari Singapura ke RI Disuruh Putar Balik di https://www.kompas.tv/nasional/656841/depan-presiden-prabowo-menteri-bahlil-lapor-2-kargo-bbm-dari-singapura-ke-ri-disuruh-putar-balik

#prabowo #sidangkabinet #lebaran #gibran #iran #as #israel #luhutbinsarpandjaitan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656845/bocoran-luhut-ke-presiden-prabowo-soal-senjata-murah-iran-buat-amerika-khawatir
Transkrip
00:00Bapak Presiden yang kami hormati, Bapak Wakil Presiden, Peserta Rapat Kabinet,
00:06izinkan kami melaporkan dengan cepat sedikit mengenai perkembangan konflik di Timur Tengah
00:15dan kemudian juga dampaknya pada ekonomi kita dan apa langkah-langkah kita.
00:21Tadi saya kira Menko Perekonomian sudah memberikan penjelasan yang cukup jelas buat kita semua.
00:27Kita tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan dengan keadaan di sana, nanti akan kami jelaskan di sini.
00:35Nah kalau kita lihat operasi Furi dan Roaring Lion serangan AS Amerika Serikat dan Israel ke Iran,
00:43itu mereka menargetkan seperti ini, ada tiga yaitu melumpuhkan pertahanan udara Iran,
00:50melumpuhkan kapasitas Iran, dan seterusnya seperti yang ada di slide.
00:55Juga saya ingin menambahkan pada peserta rapat yang terhormat bahwa bangsa Iran ini sebenarnya bangsa Arya,
01:03jadi tidak mudah juga ditaklukkan.
01:06Kalau kita lihat slide berikutnya, jumlah rudal yang ditembakkan Iran menurun tajam,
01:12karena 50 persen peluncuran rudal dilaporkan telah dihancurkan.
01:17Tapi juga jangan lupa mereka sudah membuat rudal drones-drones yang murah yang bisa ditembakkan hampir dari mana saja.
01:28Tetapi teknologi AI seperti slide yang Bapak saksikan, itu juga memang berkembang.
01:34Jadi ini adalah menurut saya perang teknologi dan juga spirit untuk melawan.
01:42Tapi kalau kita lihat jumlah drone yang ditembakkan Iran juga menurun,
01:48slide berikutnya ini saya lihat terus menurun,
01:51karena Amerika memang dari sumber-sumber data yang kami dapat,
01:56memang menargetkan untuk menghancurkan pabriknya,
01:59menghancurkan arsenal-nya, dan tempat-tempat peluncurannya.
02:03Namun Iran juga cukup cerdik mereka melakukan mobile peluncuran.
02:11Kemudian kalau kita lihat juga lalu lintas kapal keluar masuk Selat Hormuz juga mulai membaik.
02:19Tetapi tetap juga masalah ansuransi untuk kapal di slide 4,
02:24itu juga kita lihat masih tinggi.
02:26Dan ini masih tentu ada kekhawatiran yang di berbagai pihak.
02:35Tapi juga kita jangan lupa,
02:38Iran ini juga punya kepentingan,
02:40karena hidup mereka banyak tergantung pada minyaknya.
02:46Dan juga di dekat Iran itu juga ada fasilitas mereka yang sangat besar
02:52untuk memproses minyaknya menjadi end product.
02:56Ini hal-hal yang perlu kita pahami.
02:59Angkatan Laut Iran itu menjadi sasaran serangan Amerika
03:03untuk mengamankan penutupan Selat Hormuz.
03:08Dan itu telah dilakukan oleh mereka,
03:10mereka sudah menghancurkan kapal-kapal Angkatan Laut dari Iran.
03:20Tapi juga Bapak-Ibu sekalian, Bapak Presiden,
03:24situasi sangat fluktuatif.
03:26Kalau kita lihat di sini, kapal tanker Amerika,
03:29Yunani terbakar setelah Iran mengklaim serangan drone bawah air.
03:34Kami laporkan, Bapak Presiden,
03:36memang dari sumber-sumber yang kami dapat,
03:40drone dari Iran ini juga sekarang dikembangkan drone dari bawah air.
03:46Dan ini menjadi, kalau istilah saya seperti lapor pada Bapak kemarin,
03:55seperti perang di Gerilia di Papua,
04:00mereka ini membuat drone yang murah,
04:02bisa 2.000 kilometer,
04:04GPS, targeted,
04:07kapan saja bisa diluncurkan.
04:09Dan itu yang juga memang dikhawatirkan Amerika sekarang,
04:12karena mereka mendapatkan informasi bahwa ada kapal-kapal yang membawa drone ini mendekat ke Amerika.
04:18Bapak-Ibu sekalian, kami juga ingin melaporkan,
04:21sistem komando Iran juga dilakukan penghubungan,
04:28dan juga dari teman-teman di Amerika juga cerita bahwa
04:31mereka sekarang juga sedang menyiapkan serangan-serangan lebih efektif,
04:37targeted dengan menggunakan B-52 setelah mereka menggunakan B-2.
04:44Jadi saya pikir situasinya masih fluaktif,
04:48tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi,
04:50Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive,
04:53jadi hormos itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya.
04:58Oleh karena itu, kami datang dengan berbagai skenario,
05:03dan kita lihat perkembangan dalam satu-dua minggu ke depan.
05:06Jadi saya kira selama lebaran, saya kira akan semua baik-baik.
05:11Eskalasi itu akan seperti ini, Pak Presiden,
05:13yaitu 110-150 dolar.
05:16Ini juga serangan langsung Iran ke aset Amerika diteluk.
05:21Tapi kemarin kunjungan Bapak Presiden,
05:23pertelepon Bapak dengan MBS,
05:25saya kira sudah sangat baik sekali,
05:27karena itu juga diapresiasi banyak pihak.
05:30Kemudian juga kalau kita lihat juga eskalasi ini,
05:33kegagalan total,
05:35Dewan Transisi,
05:36karena mereka berharap
05:37akan terjadi transisi di Iran.
05:40Tapi kalau itu sampai gagal terus, Pak,
05:43ya itu juga tidak mudah
05:45untuk mengatasinya.
05:46Tapi saya tanya daripada mereka,
05:48mereka optimis itu akan terjadi.
05:50Perlu kita cermati saja.
05:52Kemudian perangiran Israel ini,
05:54prolog,
05:56akses hormus terbatas,
05:58kita lihat tadi,
06:01minyak antara 80-110.
06:05Dan di eskalasi,
06:06kami juga akan melihat bahwa itu akan diturun ke 65-80 dolar.
06:10tapi kita semua jangan hati-hati mengenai ini.
06:17Dan kemudian harga minyak brand,
06:19kalau kita lihat seperti slide ini,
06:21dan harga minyak brand,
06:23kita lihat juga bahwa next slide
06:26juga akan menurun di sini.
06:29Dan tadi,
06:30Menko Perekonomian sudah jelaskan,
06:33penggunaan sudah apa namanya,
06:34bahwa kita punya keuntungan,
06:36harga CPO,
06:37dan semua juga naik.
06:39Sebagai bagian terakhir,
06:41kita perlu mempercepat proses
06:44government teknologi,
06:45Bapak Presiden,
06:46dan koordinasi sudah jalan dengan bagus,
06:49dan proses sanggah sekarang sedang jalan di
06:51Banyuwangi,
06:52dan hampir selesai.
06:54Kementerian Sosial,
06:55Kementerian Dalam Negeri,
06:57BPS,
06:57semua sekarang berjalan seimbang,
06:59dan ini membuat efisiensi akan sangat baik sekali.
07:02Dari 41 Kabupaten Kota,
07:04kemarin kami rapatkan,
07:05sudah jalan,
07:06dan apa yang kami laporkan Bapak kemarin,
07:08untuk roll out nasional,
07:09itu tetap bisa dilakukan pada
07:10bulan Oktober tahun ini.
07:13Dan itu akan memberikan penghematan
07:14luar biasa pada kita.
07:16Saran rekomendasi kami,
07:18kondisi semua,
07:19tidak ada yang perlu telah dikhawatirkan,
07:22kita tetap waspada,
07:23kita memantau terus perkembangan di luar,
07:27tapi tadi juga mengenai APBN,
07:29juga saya pikir kami koordinasi Kementerian Keuangan,
07:32saya kira fiskal juga masih sangat prudent,
07:36untuk kita menaikkan juga budget defisit,
07:38juga saya kira perlu kita pertimbangkan hati-hati,
07:41tentu kita siapkan,
07:42tapi kapan dilakukan,
07:43saya kira kita lihat perkembangan situasi.
07:47Penerapan GavTech dan digital ini,
07:49saya kira Bapak Presiden sangat penting,
07:50dan Bapak Presiden sudah kami siapkan
07:53untuk mengunjungi Banyuwangi dan juga Bali,
07:55dan juga ada dua kabupaten,
07:57sehingga betul-betul ini nanti
07:58membawa efisiensi pada kita semua.
08:00Saya kira itu laporan singkat dari kami.
08:02Terima kasih, Bapak Presiden.
Komentar

Dianjurkan