00:00Siap, izin Bapak Presiden, Bapak Ibu, semua yang kami hormati,
00:06melanjutkan atas arahan Bapak Presiden menyangkut dengan kesiapan kita dalam menjelang hari raya,
00:12khususnya untuk di bidang BBM dan LPG.
00:18Minta slide.
00:20Bapak Presiden, kami laporkan bahwa ini adalah kondisi BBM kita sekarang.
00:28Jadi untuk Pertalaik, RON 90 ini yang bensin subsidi.
00:33Itu cadangan kita adalah 24,39 hari, melampaui batas minimal dari apa yang direcenakan oleh nasional kita.
00:44Kemudian Pertamax, RON 92, ini yang industri, yang harga pasar, ini yang kayak perusahaan pakai 92, 98.
00:52Itu 28 hari, minimal 19 hari.
00:55Ini kalau menteri, nggak boleh pakai RON 90, RON 92.
01:00Turbo, ya kayak pamentan, Pak.
01:02Dan mobilnya bagus, jadi RON 98, itu 31 hari.
01:06Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah, clear, Bapak.
01:11Kemudian solar.
01:13Solar untuk solar dos subsidi, itu kapasitas kita cadangan 16,41 hari.
01:20Jadi melampaui juga batas minimal dari cadangan nasional.
01:23Kemudian yang 53, itu 46 hari.
01:29After 38 hari, minyak tanah aman.
01:32LPG, Bapak.
01:34LPG kita sekarang 15,66 hari.
01:38Jadi kami laporkan kepada Bapak Presiden, Bapak Presiden, Bapak Presiden, Bapak Ibu semua.
01:42Mudah-mudahan media, tolong dikutip baik-baik, jangan dipenggal, ya.
01:47Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman, Bapak.
01:55Strateginya bagaimana sekarang?
01:59Untuk sampai dengan contoh untuk LPG.
02:02Memang LPG ini Bapak sekarang di mana-mana lagi terjadi dinamika yang sangat dinamis sekali.
02:08Di India, berita pagi ini cukup mengkhawatirkan.
02:11Jadi total LPG kita dari 100% dari 7,6 juta impor, itu 70-72% kita ambil dari Amerika.
02:2320% dari Middle East, sisanya dari negara lain seperti Australia.
02:29Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi.
02:33Untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain.
02:39Di akhir minggu ini, kita masuk dua kargo dari Australia.
02:43Itu untuk LPG.
02:44Jadi kami laporkan, Bapak.
02:47Mungkin ada yang menyampaikan, saya kok sama sekali dengan MENQ hari ini.
02:50Hari ini kita sama, Pak MENQ.
02:51Mungkin hari-hari lain, mungkin agak berbeda dikit, gitu.
02:55Jadi untuk menyangkut dengan urusan ini,
02:58tolong disampaikan benar kepada rakyat kita bahwa pemerintah
03:03selalu melakukan siaga terus atas perintah Bapak Presiden
03:06untuk memastikan bahwa tanggal 28 bulan ini masuk dua kargo lagi, Pak.
03:12Kemudian tanggal 4 Maret, satu kargo lagi masuk.
03:16Tanggal 8 Maret, satu kargo lagi.
03:19Jadi Januari, Februari, Maret, April itu insya Allah clear.
03:24Yang kedua, Bapak Presiden kami juga melaporkan
03:27bahwa yang kita impor sebenarnya dari Medial East itu apa?
03:30Kita tidak melakukan impor produk jadi dari Medial East.
03:35Karena kalau solar kan kita sudah dalam negeri sendiri.
03:39Udah aman.
03:40Percampuran dari biodiesel, fame, dan benol.
03:45Alhamdulillah RDMP kita yang kemarin 6 tahun gak selesai-selesai di balik papan itu,
03:52Bapak Sudarismikan, jadi ini juga mungkin Tuhan mengirim signal bahwa sebentar lagi akan terjadi perang,
03:58jadi RDMP kita selesaikan.
04:00Ini cukup membantu kita, Pak.
04:02Mengurangi impor bensin kita 5,5 juta kilo sama,
04:08eh, 5,5 juta tahun sama BBM solar 3,5 juta.
04:14Nah, yang kita impor dari Medial East itu, Bapak, adalah crude-nya.
04:20Jadi minyak mentahnya, itu 20% memang dari Medial East.
04:24Sisanya kita dapat dari Anggola, Nigeria, Brazil, kemudian sebagian Amerika,
04:33sebagian dari Malaysia.
04:39Jadi, itu pun kita sudah dapat penggantinya.
04:43Memang tantangannya adalah,
04:45kalau dari Amerika, lebih lama, 40 hari.
04:48Kalau dari Medial East, itu 2-3 minggu.
04:52Tetapi sekarang kita bikin kontrak jangka panjang.
04:55Itu kira-kira yang kita lakukan.
04:57Sementara untuk bensin yang kita impor,
04:59yang kita impor ini tinggal bensin.
05:01Bensin ini kita impor dari sebagian dari Malaysia,
05:04sebagian dari Singapura.
05:07Nah, ke depan memang, Bapak,
05:09tidak ada cara lain kita harus mengembangkan revenue kita,
05:12kilang-kilang kita,
05:13untuk semua kita produksi dalam negeri,
05:15yang pada akhirnya kemudian nanti,
05:17kalau lifting kita nggak mencapai 1,6 juta,
05:20selisih antara kebutuhan crude dan kemampuan kita lifting,
05:25itulah yang kita impor.
05:26Jadi ke depan itu tinggal impor crude aja, Bapak.
05:28Itu kira-kira yang kita lakukan.
05:30Namun, ada beberapa kejadian sekarang.
05:34Tiga-dua hari lalu,
05:35kita sudah membeli minyak dari Singapura,
05:38sudah berangkat,
05:40ditender oleh Pertamina lewat trader,
05:42sudah berangkat,
05:44sudah masuk ke Laut Indonesia,
05:45kemudian suruh kembali lagi 2 kargo.
05:48Jadi sekarang,
05:49prokonomi yang sekarang untuk urusan minyak ini, Pak,
05:52hukum normalnya sudah tidak berlaku.
05:55Karena siapa ada cohan,
05:56dia beli karena barang susah ini.
05:59Nah, untuk dua kapal itu,
06:01kami melakukan koordinasi dengan Pertamina,
06:03kami telah melakukan komplain,
06:05dan tanggal 18 sudah ada pengembaliannya, Bapak.
06:082 kargo itu.
06:09Kalau tidak kita buka.
06:11Sesuai dengan apa yang Bapak arahkan.
06:13Tapi kelihatannya mereka agak gertak-gertak sedikit,
06:15agak takut juga, Pak.
06:16Jadi tanggal 18 sudah bisa dibalikin, Pak.
06:20Jadi kami laporkan, Bapak,
06:22untuk menyangkut dengan BBM,
06:25Bike Road, LPG,
06:27maupun minyak jadi,
06:29untuk menjelang hari raya dan
06:31ke depan, insya Allah,
06:33bisa kita atasi dengan komunikasi yang baik.
06:35Itu menyangkut dengan BBM.
06:37Yang kedua,
06:37saya juga mendapat laporan dari media
06:39bahwa seolah-olah
06:41batubara kita untuk PLTU ini
06:43katanya sudah menipis.
06:45Kami laporkan, Pak,
06:47untuk seluruh PLTU-PLTU yang ada baik IPP,
06:50maupun punya PLN,
06:53ketersediaan batubara sekarang rata-rata
06:55di M11 hari.
06:56Jadi itu masih dalam standar minimal nasional.
07:00Bahkan sekarang perusahaan-perusahaan batubara
07:03yang sudah memberikan RKB,
07:06kita mewajibkan untuk DMO.
07:08Kalau tidak, Pak,
07:09kalau kebutuhan nasional tidak tercukupi,
07:11maka tidak kita keluarkan izin ekspor.
07:13Jadi artinya apa?
07:15Orientasi kita adalah kebutuhan domestik.
07:17Jadi ini juga mungkin
07:18jari-jari yang terlalu pintar
07:20memainkan kata-kata bahwa
07:22seolah-olah kita krisis
07:23batubara itu
07:24mohon mampak, itu tidak benar.
07:27Bahkan kami telah menyiapkan kempen
07:30bahwa seluruh produk batubara
07:32yang kita hasilkan
07:33memenuhi kebetulan negeri.
07:34Sisanya baru kita ekspor.
07:36Kalau tidak, karena batubara itu
07:37barang milik negara, Pak.
07:38Bukan barang milik perusahaan.
07:41Pengusahanya kita kasih konsesi,
07:43tapi isinya itu punya negara.
07:44Jadi orientasinya untuk negara.
07:47Itu menyakut batubara.
07:49Yang ketiga,
07:50di SDM ini juga, Pak, ternyata
07:52membawahi badan geologi untuk bencana.
07:55Jangan sampai kita
07:56slide berikut yang untuk gunung api-gunung api.
08:00Supaya pada saat hari rayanya,
08:02InsyaAllah aman, Bapak.
08:03Dari level 4,
08:04gunung api tidak ada.
08:06Yang ada level 3 saja.
08:08Dua gunung api,
08:09yaitu Merapi dan Semeru.
08:11Level 2, InsyaAllah aman,
08:13terkecuali Allah berkendak lain.
08:15Level 1,
08:1642 gunung,
08:18semuanya aman.
08:21Ini menyangkut dengan
08:23bencana gunung berapi.
08:26Kemudian,
08:26ada laporan satu lagi
08:28tentang tanah bergerak.
08:30Gerakan tanah.
08:31Saya juga beritahu, Pak,
08:32DSDM itu gerak tanah pun diatur sini, Pak.
08:35Ini yang paling banyak ini di Jawa Barat,
08:37tapi InsyaAllah juga
08:40potensinya
08:41masih bisa dimitigasi
08:42karena tim kita di sana lengkap
08:44untuk memberitahukan
08:46berorganisasi dengan pemerintah daerah
08:47dalam memberikan penjelasan.
08:50Saya pikir itu, Bapak,
08:52menyangkut halaman berikut,
08:53gempa bumi dan tsunami,
08:55tidak ada sesuatu yang menonjol.
08:57Jadi,
08:58InsyaAllah clear.
09:01Demikian,
09:02Pak Presiden,
09:03laporan kami
09:03khususnya menyangkut dengan
09:07etanol,
09:08BE20,
09:10dan
09:10B40,
09:11EB50,
09:12dan
09:12sampai dengan B100,
09:14kami akan laporkan pada
09:16pertemuan yang lebih khusus.
09:19Demikian, mohon
09:20arasannya.
09:21Terima kasih.
09:23Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:25Baik,
09:26saya tegaskan di sini,
09:27benar,
09:29bahwa
09:29semua
09:31produksi
09:32batubara
09:33diutamakan untuk
09:35kepentingan
09:36kebutuhan nasional kita.
09:39Itu juga
09:41tentang
09:43semua,
09:44termasuk
09:45kelapa sawit.
09:47Jadi,
09:47kita
09:48harus penuhi
09:49kebutuhan
09:50bangsa kita dulu,
09:52baru kita isikin ekspor.
09:54Dan tadi benar,
09:55peringatan dari
09:57Menteri
09:57SDM,
09:59semua itu milik
10:00bangsa Indonesia,
10:01bukan milik
10:02pengusaha.
10:03Mereka
10:04boleh
10:05usaha,
10:07tapi
10:07kepemilikan adalah
10:08kepemilikan
10:10bangsa Indonesia.
10:13Semua
10:13kekayaan alam
10:16yang ada,
10:18itu adalah
10:19milik
10:20bangsa.
10:22Saya tegaskan itu.
10:23terima kasih.
10:23selamat menikmati
Komentar