Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia melaporkan soal impor BBM dari Singapura kepada Presiden RI, Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

"Kita sudah membeli minyak dari Singapura. Sudah berangkat, sudah ditenderkan oleh Pertamina lewat trader, sudah masuk laut Indonesia, kemudian disuruh kembali lagi dua kargo," ujar Menteri ESDM Bahlil.

"Jadi sekarang perekonomian untuk urusan minyak ini, Pak, hukum normalnya sudah tidak berlaku. Karena siapa ada cuan dia beli, karena barang susah ini," lanjutnya.

Baca Juga Ngakak! Celetuk Menkeu Purbaya Buat Presiden Prabowo-Seskab Teddy Tertawa: Tak Punya Duit di https://www.kompas.tv/nasional/656840/ngakak-celetuk-menkeu-purbaya-buat-presiden-prabowo-seskab-teddy-tertawa-tak-punya-duit

#prabowo #sidangkabinet #lebaran #gibran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656841/depan-presiden-prabowo-menteri-bahlil-lapor-2-kargo-bbm-dari-singapura-ke-ri-disuruh-putar-balik
Transkrip
00:00Siap, izin Bapak Presiden, Bapak Ibu, semua yang kami hormati,
00:06melanjutkan atas arahan Bapak Presiden menyangkut dengan kesiapan kita dalam menjelang hari raya,
00:12khususnya untuk di bidang BBM dan LPG.
00:18Minta slide.
00:20Bapak Presiden, kami laporkan bahwa ini adalah kondisi BBM kita sekarang.
00:28Jadi untuk Pertalaik, RON 90 ini yang bensin subsidi.
00:33Itu cadangan kita adalah 24,39 hari, melampaui batas minimal dari apa yang direcenakan oleh nasional kita.
00:44Kemudian Pertamax, RON 92, ini yang industri, yang harga pasar, ini yang kayak perusahaan pakai 92, 98.
00:52Itu 28 hari, minimal 19 hari.
00:55Ini kalau menteri, nggak boleh pakai RON 90, RON 92.
01:00Turbo, ya kayak pamentan, Pak.
01:02Dan mobilnya bagus, jadi RON 98, itu 31 hari.
01:06Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah, clear, Bapak.
01:11Kemudian solar.
01:13Solar untuk solar dos subsidi, itu kapasitas kita cadangan 16,41 hari.
01:20Jadi melampaui juga batas minimal dari cadangan nasional.
01:23Kemudian yang 53, itu 46 hari.
01:29After 38 hari, minyak tanah aman.
01:32LPG, Bapak.
01:34LPG kita sekarang 15,66 hari.
01:38Jadi kami laporkan kepada Bapak Presiden, Bapak Presiden, Bapak Presiden, Bapak Ibu semua.
01:42Mudah-mudahan media, tolong dikutip baik-baik, jangan dipenggal, ya.
01:47Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman, Bapak.
01:55Strateginya bagaimana sekarang?
01:59Untuk sampai dengan contoh untuk LPG.
02:02Memang LPG ini Bapak sekarang di mana-mana lagi terjadi dinamika yang sangat dinamis sekali.
02:08Di India, berita pagi ini cukup mengkhawatirkan.
02:11Jadi total LPG kita dari 100% dari 7,6 juta impor, itu 70-72% kita ambil dari Amerika.
02:2320% dari Middle East, sisanya dari negara lain seperti Australia.
02:29Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi.
02:33Untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain.
02:39Di akhir minggu ini, kita masuk dua kargo dari Australia.
02:43Itu untuk LPG.
02:44Jadi kami laporkan, Bapak.
02:47Mungkin ada yang menyampaikan, saya kok sama sekali dengan MENQ hari ini.
02:50Hari ini kita sama, Pak MENQ.
02:51Mungkin hari-hari lain, mungkin agak berbeda dikit, gitu.
02:55Jadi untuk menyangkut dengan urusan ini,
02:58tolong disampaikan benar kepada rakyat kita bahwa pemerintah
03:03selalu melakukan siaga terus atas perintah Bapak Presiden
03:06untuk memastikan bahwa tanggal 28 bulan ini masuk dua kargo lagi, Pak.
03:12Kemudian tanggal 4 Maret, satu kargo lagi masuk.
03:16Tanggal 8 Maret, satu kargo lagi.
03:19Jadi Januari, Februari, Maret, April itu insya Allah clear.
03:24Yang kedua, Bapak Presiden kami juga melaporkan
03:27bahwa yang kita impor sebenarnya dari Medial East itu apa?
03:30Kita tidak melakukan impor produk jadi dari Medial East.
03:35Karena kalau solar kan kita sudah dalam negeri sendiri.
03:39Udah aman.
03:40Percampuran dari biodiesel, fame, dan benol.
03:45Alhamdulillah RDMP kita yang kemarin 6 tahun gak selesai-selesai di balik papan itu,
03:52Bapak Sudarismikan, jadi ini juga mungkin Tuhan mengirim signal bahwa sebentar lagi akan terjadi perang,
03:58jadi RDMP kita selesaikan.
04:00Ini cukup membantu kita, Pak.
04:02Mengurangi impor bensin kita 5,5 juta kilo sama,
04:08eh, 5,5 juta tahun sama BBM solar 3,5 juta.
04:14Nah, yang kita impor dari Medial East itu, Bapak, adalah crude-nya.
04:20Jadi minyak mentahnya, itu 20% memang dari Medial East.
04:24Sisanya kita dapat dari Anggola, Nigeria, Brazil, kemudian sebagian Amerika,
04:33sebagian dari Malaysia.
04:39Jadi, itu pun kita sudah dapat penggantinya.
04:43Memang tantangannya adalah,
04:45kalau dari Amerika, lebih lama, 40 hari.
04:48Kalau dari Medial East, itu 2-3 minggu.
04:52Tetapi sekarang kita bikin kontrak jangka panjang.
04:55Itu kira-kira yang kita lakukan.
04:57Sementara untuk bensin yang kita impor,
04:59yang kita impor ini tinggal bensin.
05:01Bensin ini kita impor dari sebagian dari Malaysia,
05:04sebagian dari Singapura.
05:07Nah, ke depan memang, Bapak,
05:09tidak ada cara lain kita harus mengembangkan revenue kita,
05:12kilang-kilang kita,
05:13untuk semua kita produksi dalam negeri,
05:15yang pada akhirnya kemudian nanti,
05:17kalau lifting kita nggak mencapai 1,6 juta,
05:20selisih antara kebutuhan crude dan kemampuan kita lifting,
05:25itulah yang kita impor.
05:26Jadi ke depan itu tinggal impor crude aja, Bapak.
05:28Itu kira-kira yang kita lakukan.
05:30Namun, ada beberapa kejadian sekarang.
05:34Tiga-dua hari lalu,
05:35kita sudah membeli minyak dari Singapura,
05:38sudah berangkat,
05:40ditender oleh Pertamina lewat trader,
05:42sudah berangkat,
05:44sudah masuk ke Laut Indonesia,
05:45kemudian suruh kembali lagi 2 kargo.
05:48Jadi sekarang,
05:49prokonomi yang sekarang untuk urusan minyak ini, Pak,
05:52hukum normalnya sudah tidak berlaku.
05:55Karena siapa ada cohan,
05:56dia beli karena barang susah ini.
05:59Nah, untuk dua kapal itu,
06:01kami melakukan koordinasi dengan Pertamina,
06:03kami telah melakukan komplain,
06:05dan tanggal 18 sudah ada pengembaliannya, Bapak.
06:082 kargo itu.
06:09Kalau tidak kita buka.
06:11Sesuai dengan apa yang Bapak arahkan.
06:13Tapi kelihatannya mereka agak gertak-gertak sedikit,
06:15agak takut juga, Pak.
06:16Jadi tanggal 18 sudah bisa dibalikin, Pak.
06:20Jadi kami laporkan, Bapak,
06:22untuk menyangkut dengan BBM,
06:25Bike Road, LPG,
06:27maupun minyak jadi,
06:29untuk menjelang hari raya dan
06:31ke depan, insya Allah,
06:33bisa kita atasi dengan komunikasi yang baik.
06:35Itu menyangkut dengan BBM.
06:37Yang kedua,
06:37saya juga mendapat laporan dari media
06:39bahwa seolah-olah
06:41batubara kita untuk PLTU ini
06:43katanya sudah menipis.
06:45Kami laporkan, Pak,
06:47untuk seluruh PLTU-PLTU yang ada baik IPP,
06:50maupun punya PLN,
06:53ketersediaan batubara sekarang rata-rata
06:55di M11 hari.
06:56Jadi itu masih dalam standar minimal nasional.
07:00Bahkan sekarang perusahaan-perusahaan batubara
07:03yang sudah memberikan RKB,
07:06kita mewajibkan untuk DMO.
07:08Kalau tidak, Pak,
07:09kalau kebutuhan nasional tidak tercukupi,
07:11maka tidak kita keluarkan izin ekspor.
07:13Jadi artinya apa?
07:15Orientasi kita adalah kebutuhan domestik.
07:17Jadi ini juga mungkin
07:18jari-jari yang terlalu pintar
07:20memainkan kata-kata bahwa
07:22seolah-olah kita krisis
07:23batubara itu
07:24mohon mampak, itu tidak benar.
07:27Bahkan kami telah menyiapkan kempen
07:30bahwa seluruh produk batubara
07:32yang kita hasilkan
07:33memenuhi kebetulan negeri.
07:34Sisanya baru kita ekspor.
07:36Kalau tidak, karena batubara itu
07:37barang milik negara, Pak.
07:38Bukan barang milik perusahaan.
07:41Pengusahanya kita kasih konsesi,
07:43tapi isinya itu punya negara.
07:44Jadi orientasinya untuk negara.
07:47Itu menyakut batubara.
07:49Yang ketiga,
07:50di SDM ini juga, Pak, ternyata
07:52membawahi badan geologi untuk bencana.
07:55Jangan sampai kita
07:56slide berikut yang untuk gunung api-gunung api.
08:00Supaya pada saat hari rayanya,
08:02InsyaAllah aman, Bapak.
08:03Dari level 4,
08:04gunung api tidak ada.
08:06Yang ada level 3 saja.
08:08Dua gunung api,
08:09yaitu Merapi dan Semeru.
08:11Level 2, InsyaAllah aman,
08:13terkecuali Allah berkendak lain.
08:15Level 1,
08:1642 gunung,
08:18semuanya aman.
08:21Ini menyangkut dengan
08:23bencana gunung berapi.
08:26Kemudian,
08:26ada laporan satu lagi
08:28tentang tanah bergerak.
08:30Gerakan tanah.
08:31Saya juga beritahu, Pak,
08:32DSDM itu gerak tanah pun diatur sini, Pak.
08:35Ini yang paling banyak ini di Jawa Barat,
08:37tapi InsyaAllah juga
08:40potensinya
08:41masih bisa dimitigasi
08:42karena tim kita di sana lengkap
08:44untuk memberitahukan
08:46berorganisasi dengan pemerintah daerah
08:47dalam memberikan penjelasan.
08:50Saya pikir itu, Bapak,
08:52menyangkut halaman berikut,
08:53gempa bumi dan tsunami,
08:55tidak ada sesuatu yang menonjol.
08:57Jadi,
08:58InsyaAllah clear.
09:01Demikian,
09:02Pak Presiden,
09:03laporan kami
09:03khususnya menyangkut dengan
09:07etanol,
09:08BE20,
09:10dan
09:10B40,
09:11EB50,
09:12dan
09:12sampai dengan B100,
09:14kami akan laporkan pada
09:16pertemuan yang lebih khusus.
09:19Demikian, mohon
09:20arasannya.
09:21Terima kasih.
09:23Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:25Baik,
09:26saya tegaskan di sini,
09:27benar,
09:29bahwa
09:29semua
09:31produksi
09:32batubara
09:33diutamakan untuk
09:35kepentingan
09:36kebutuhan nasional kita.
09:39Itu juga
09:41tentang
09:43semua,
09:44termasuk
09:45kelapa sawit.
09:47Jadi,
09:47kita
09:48harus penuhi
09:49kebutuhan
09:50bangsa kita dulu,
09:52baru kita isikin ekspor.
09:54Dan tadi benar,
09:55peringatan dari
09:57Menteri
09:57SDM,
09:59semua itu milik
10:00bangsa Indonesia,
10:01bukan milik
10:02pengusaha.
10:03Mereka
10:04boleh
10:05usaha,
10:07tapi
10:07kepemilikan adalah
10:08kepemilikan
10:10bangsa Indonesia.
10:13Semua
10:13kekayaan alam
10:16yang ada,
10:18itu adalah
10:19milik
10:20bangsa.
10:22Saya tegaskan itu.
10:23terima kasih.
10:23selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan