Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang terbunuh dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Bagaimana serangan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel setelah Mojtaba Khamenei sebagai panglima tertinggi?

Kita akan bahas bersama pakar strategi Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara alumni U.S. Air War College, Agung Sasongkojati, serta pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Soal Pemilihan Mojtaba Khamenei, Pengamat Timur Tengah: Rakyat Iran Pilih Revolusi Islam Iran di https://www.kompas.tv/internasional/655633/full-soal-pemilihan-mojtaba-khamenei-pengamat-timur-tengah-rakyat-iran-pilih-revolusi-islam-iran

#alikhamenei #mojtabakhamenei #iran #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/655637/pakar-strategi-ppau-pengamat-soal-pertahanan-iran-di-tengah-rentetan-serangan-rudal-as-israel
Transkrip
00:02Terima kasih telah menonton
00:30yang mengatakan tiga depo minyak di daerah Ohak, Syahran, dan Karaj diserang pesawat tempur Israel.
00:37Media lokal Iran juga melaporkan kebakaran besar terjadi di kilang minyak Teheran akibat terkena rudal.
00:52Berikut ini adalah visual lain, saudara, dari serangan Israel ke lokasi penyimpanan minyak Iran.
00:58Israel mengklaim telah menyerang beberapa kompleks penyimpanan bahan bakar yang digunakan Angkatan Bersenjata Iran di Teheran.
01:18Sementara saudara rekaman saksi mata yang dirilis pada minggu waktu setempat menunjukkan kobaran api besar
01:24yang membakar depo bahan bakar Akdasyeh di ibu kota Iran.
01:29Reuters mengonfirmasi lokasi video itu terjadi di Teheran.
01:33Pemerintah Iran melaporkan serangan ke sejumlah depo minyak pada 7 Maret.
01:39NASA firms mendeteksi aktivitas thermal yang mengacu pada lokasi gudang bensin Akdasyeh.
01:53Saudara kita lanjutkan dialog kita bersama Hasibullah Satrawi, pengamat Timur Tengah dan juga bergabung bersama kami ada Agung Sasongko Jati,
02:02pakar strategi PPA dan juga alumni US Air World College.
02:06Selamat pagi, Pak.
02:09Selamat pagi, Mas.
02:10Selamat pagi.
02:11Pak Agung, saya ke Anda.
02:14Kalau Anda melihat serangan dari Israel dan juga Amerika yang gencar akhir-akhir ini ke Iran dan juga Iran tampaknya
02:22memilih untuk bertahan, strategi apa yang tengah dimainkan oleh Amerika?
02:29Pak Agung, saya anu mungkin agak merubah sedikit, bukan bertahan.
02:33Iran melaksanakan counter attack.
02:35Di pertahanan terbaik adalah menyerang, makanya melakukan counter attack.
02:39Oke.
02:39Dan dari berita-berita tidak ada atau sedikit berita mengenai serangan Iran terhadap, mana terhadap Israel, namun tidak ada di
02:47berita tidak berarti tidak terjadi.
02:50Amerika saat ini melakukan serangan untuk menekan, mempressure dengan menghantam fasilitas publik.
02:57Yang seharusnya kalau dia konsisten bahwa dia melaksanakan untuk merebut hati dan pikiran daripada rakyat Iran yang diserang hanyalah yang
03:06terkait, yaitu rezim atau yang dianggap sebagai kekuatan ataupun pasukan dari rezim atau yang terkait.
03:14Tapi sekarang sudah menyentuh yang merupakan kebutuhan rakyat banyak dengan harapan rakyat akan menyalahkan pemerintah.
03:22Namun itu berlaku hanya untuk di negara-negara yang memang sistem medianya dan sistem budayanya yang seperti itu.
03:32Namun kan tidak tahu Iran berbeda.
03:35Selama 40 tahun berhadapan dengan Amerika secara politis, itu sudah menghasilkan sesuatu kalau kita bilang adalah evolusi yang cepat, revolusi
03:45yang mereka mengubah cara berpikir, kebudayaan, dan mengubah struktur bahkan keputusannya
03:52sehingga tidak kompatibel dengan model keputusan atau cara menentukan pendapat di negara lain yang terbukti dengan hal-hal yang dilakukan
04:02dengan kancuran besar-besaran atau serangan besar-besaran pada titik-titik center of gravity yang berlaku bagi negara lain
04:08Ternyata pada saat itu diterapkan di Iran sama sekali tidak berlaku dan tidak ada sedikitpun terjadi keberhasilan daripada tujuan sesuai
04:16dengan standar negara lainnya.
04:18Jadi memang Amerika sekarang fasenya adalah fase kelihatan apa yang mereka mau.
04:23Sebetulnya tidak rezim-zins tetapi juga kebalkanisasi.
04:28Karena sudah ada berita bahwa pemerintah Amerika menghubungi kaum separatis ya, kurdi, balokistan, untuk ikut menyerang.
04:37Cuman masalahnya untuk apa menyerang ke Teheran?
04:39Mereka kan berada di barat laut, eh barat sorry, barat utara northwest, barat laut lain istilahnya.
04:45Barat laut yang untuk apa dia ke Teheran? Dia tidak perlu merebutnya, dia ingin merdeka, ingin terpisah.
04:50Nah makanya serangan sampai 2.500-3.000 serangan Amerika saat ini itu ditujukan ke seluruh Iran, ke 22 provinsi.
04:59Tentu tujuannya untuk mematahkan kekuatan daripada pasukan reguler Iran dan dari publik serta polisi.
05:06Sehingga memberi peluang kepada para separatis atau para pemberontak untuk mengambil alih minimal di situ.
05:13Cuman kita tahu bahwa pemberontak kurdi yang ini sudah dua kali ditipu ataupun dibohongi Amerika.
05:21Pertama adalah pada saat mereka diminta berontak menghadapi Saddam Hussein.
05:25Dan setelah ternyata Saddam Hussein tidak bisa dibulingkan setelah Kuwait itu, malah Saddam Hussein menghajar kurdi yang pertama di Iraq.
05:34Yang kedua kemarin di Syria, pasukan kurdi membantu Amerika dengan harapan mendapatkan suatu keuntungan politik di masa depan.
05:42Ternyata pada saat Amerika berjalan hubungan baik dengan pemerintahan Suriah yang baru, kurdi dipaksa untuk mengalah dan kembali tunduk berada
05:53di bawah Suriah.
05:54Dan untuk ini tentu sesuai dengan yang kita ketahui, tidak semudah itu pimpinan kurdi di Iran akan mengikuti kemauan Amerika
06:03untuk menolong.
06:04Karena tahu bahwa Amerika tidak bisa dipegang, apalagi Donald Trump. Jadi itu yang sementara saya lihat.
06:08Oke, Pak Agung, informasi yang juga beredar ini bukan lagi perang menggunakan rudal, tapi juga ada perang intelijen di sini.
06:20Di mana Iran disebutkan dibantu oleh Rusia. Ini akan seperti apa Anda melihatnya?
06:27Namun jangan dijawab dulu, kita kembali saat lagi. Tetaplah bersama kami di Breaking News Kompas TV.
06:38Anda masih bersama kami di Breaking News Kompas TV, Saudara.
06:41Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqci, menegaskan Iran siap menghadapi kemungkinan invasi darat dari pasukan Amerika Serikat.
06:48Setelah perang yang dipicu Amerika Serikat dan Israel meluas ke berbagai wilayah di kawasan timur tengah.
06:56Meneluh Iran menolak kemungkinan negosiasi dengan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa Iran tidak pernah meminta gencatan senjata.
07:05Meneluh Iran dengan tegas menolak anggapan Iran takut dengan potensi invasi darat Amerika Serikat
07:11dan menekankan kesiapan dan kepercayaan diri Iran dalam mempertahankan kedaulatannya.
07:33Kita lanjutkan perbincangan, Saudara, dengan Agung Sasong Kojati, pakar strategi PPAU, alumni US Air World College, dan juga Hasibullah Satrawi,
07:43pengamat timur tengah.
07:44Pak Agung, tadi sempat terputus kita terkait dengan perang strategi intelijen.
07:50Kalau Anda melihat bagaimana strategi intelijen dari kedua kubu ini?
07:56Jadi strategi intelijen, pertama kebanyakan intelijen mengenai Iran itu didapat dari Israel ya, baik dari Mossad atau dari intelijen militernya.
08:06Itu sangat bagus, human intelijennya sangat bagus.
08:10Namun tentunya dengan perjalanan perang tentu juga akan terjadi banyak kerusakan.
08:18Sehingga intelijennya terpaksa terbongkar atau terbunuh atau jaringan yang tadinya mudah untuk mendapat informasi menjadi berkurang.
08:25Nah untuk ini maka untuk serangan udara itu banyak menggunakan perencanaan yang menggunakan data intelijen sebelum perang dan tentu tidak
08:32berdaya kalau itu tempat yang dimaksud sudah tidak berfungsi sebagai tempat itu atau barang-barang yang disini sudah dipindahkan.
08:39Nah pentara intelijen Iran juga tidak kalah karena terbukti ya kalau Anda punya daftar dari sasaran yang berhasil dihancurkan oleh
08:47Iran itu menunjukkan Bahiran juga pertama dia memiliki kemampuan human intelijen yang cukup tangguh di seluruh jasirah Arab dan juga
08:56di Israel.
08:57Namun juga untuk targeting atau untuk menyasar atau membidik daripada sasaran-sasaran memerlukan intelijen yang bersasar dari satelit atau penginkayaan
09:10atas.
09:10Dan melihat dari keberhasilan daripada serangan Iran terhadap ini tentu menunjukkan mendapatkan data informasi.
09:19Nah yang terbukti satelit yang sangat bagus adalah Rusia dan China.
09:22Sampai itu kelihatannya juga beberapa serangan juga mengandalkan bantuan daripada China ya untuk menggunakan GPS ataupun Global Processing Satelit dari
09:33Seri Beidong punya China yang ternyata bukan hanya mengarahkan,
09:39mampu mengarahkan ke titik sasaran yang tepat tapi juga mampu digunakan sebagai alat komunikasi.
09:45Jadi satelit Beidong itu selain mengirimkan data posisi lokasi juga bisa digunakan untuk intersepsi.
09:52Apa untuk komunikasi antara komando pengendali utama serangan dan missile-nya ini.
09:59Dan juga digunakan sama orang bawah yang berfungsi sebagai pengamat untuk melihat keberhasilan sasaran.
10:05Kalau kita lihat keberhasilan serangan daripada Iran menunjukkan tingkat presisi tinggi.
10:11Pada hari pertama kedua dengan sasaran naval facility di Bahrain dan pangkalan utama Nefatim Israel serta 4 radar warning di
10:21Irak berhasil dilumpukan.
10:23Meskipun saat itu intersepsi koalisi masih 88% tinggi jadi hampir 80% dihancurkan hanya 18% yang masuk.
10:29Kemudian ranwin Nefatim di Kajokan radar utama Bahrain hancur lah.
10:36Hari ketiga keempat giliran adalah kepangkalan Al-Udit Qatar serta Ali Al-Salem Kuwait itu berhasil dirusak taxiway dan shelternya.
10:46Kemudian ATC-nya juga dihancurkan.
10:48Itu sekarang intersepsi koalisi menjadi turun 65% karena sebagian daripada rudal pencegatnya sudah dilumpuhkan kemarin.
10:56Kemudian pada H5 itu adalah warning. Jadi ada serangan yang warning.
11:01Jadi betul dia menyasar ke Aramco dan desialisasi tapi di warning.
11:05Jadi tidak dibiarkan sampai keberhasilan di deteksi 92%.
11:09Jadi hampir semua serangan itu berhasil digagalkan karena memang drone-nya dan rudalnya dibuat tinggi
11:15dan bukan rudal jelajah atau rudal balistik tapi betul-betul rudal jelajah dan drone yang digunakan
11:2492% diruntuhkan memang warning shot kepada negara-negara baik Yunnan Merah, Saudi, oh kamu nolong ini.
11:31Semua dijatuhkan, nggak masalah. Ini kan warning shotnya.
11:33Hari ke-6 itu berhasil melumpuhkan USS Supply.
11:37Jadi alat supply yang bahan bakar dan logistik untuk armada kelima di sana itu berhasil dirusak, dihancurkan.
11:46Kemudian tidak bisa berfungsi dan beberapa radar maritim, navigasi laut, serta ada tanker berbeda barat di Hormuz
11:53yang disamutase pasukan kata Iran.
11:56Kemudian hari ke-7 itu Haifa Industrial dan Bait Sesmes itu dihancurkan.
12:01Haifa diserang, kemudian jalur kena tapi, logistik Tel Aviv, kemudian gudang medisnya,
12:07serta fakultas komunikasi perbacaan Lebanon dihancurkan.
12:10Dan kali ini resepsi koalisi bisa ke-7 persen, masih cukup bagus ya.
12:15Namun sudah mulai kehabisan dan pada hari 8 kemarin itu serangannya malah ke Anderjuan
12:21Command Center Hakiria Tel Aviv dan Markas Armada Kelima Bahrain dan main runway ATC.
12:26Emang runway-nya tidak kena. Yang kena dari, saya baca dulu,
12:30dari 10 sudah masuk ke Bandara Benjulion,
12:38tiga masuk kena ke taxiway-nya.
12:41Sehingga praktis semua pergerakan sipil, pesawat sipil tidak bisa dilaksanakan.
12:47Sehingga pure hanya runway digunakan untuk perubahan militer.
12:50Itu yang terjadi.
12:52Dan semua itu tidak mungkin terjadi tanpa bantuan daripada
12:55satelitnya rahasia dan sistem GPS atau kendalinya China.
12:59Oke, Pak Sibuloh, tadi seperti disebutkan ada perang strategi,
13:03perang rudal, perang intelijen begitu.
13:05Dengan terpilihnya Mustafa sebagai pemimpin tertinggi di Iran begitu.
13:11Melihat karakteristiknya dan juga melihat karakteristik militer Iran.
13:15Apakah Anda, menurut Anda perang ini akan berlangsung lama?
13:20Ya, sekali lagi kalau mau ditanya lama atau tidak,
13:24kalau dari perspektif Iran itu tergantung serangan lawan.
13:28Karena Iran berada pada posisi bertahan.
13:30Jadi, sejak awal Iran ini menurut saya kelebihannya
13:34karena dia mencoba mengekspresikan ketundukan kepada hukum-hukum internasional.
13:40Misalkan bagaimana dia tidak menyerang kecuali diserang.
13:43Termasuk komitmen kalau sempamanya perang ini akan berhenti,
13:46ya silakan hentikan serangan-serangan itu.
13:48Itu kan juga disampaikan oleh elit-elit Iran.
13:51Nah, oleh karena itu dengan terpilihnya Muttabah Khomeini memang menurut saya
13:57akan memberikan makna tersendiri, akan punya dampak tersendiri.
14:02Salah satunya bahwa ini adalah pesan dan simbol
14:05Iran ke depan akan lebih memilih untuk bertahan dan mempertahankan sistem yang sudah ada.
14:12Apalagi sekali lagi yang dipilih dengan catatan-catatan tadi
14:16dengan sengaja adalah sang putra ya, yang itu berarti ada unsur lebih gitu.
14:22Karena dia juga kehilangan bapaknya, kehilangan anggota keluarganya, dia juga pemimpin.
14:27Jadi, ini akan memberikan tambahan pressure kepada dirinya
14:31untuk tampil sebagai pemimpin yang maksimal,
14:35tampil sebagai leader yang kuat di dalam mencapai tujuan-tujuannya.
14:42Dan memang menurut saya dalam situasi seperti ini,
14:46minimalnya ada tiga yang mendesak harus dilakukan oleh Muttabah.
14:50Yang pertama adalah membenahi di aspek intelijen tadi gitu.
14:55Kalau kita iklim perang Iran dari tahun 2024, 2025, dan sekarang 2026,
15:01sebenarnya yang menjadi kecolongan dan kelemahan paling mendasar itu adalah di bagian intelijen.
15:07Dan itulah yang akhirnya membuat Iran banyak kehilangan tokoh-tokoh pentingnya.
15:11Dan yang paling terbaru, sekaligus paling terbesar adalah meninggalnya bapaknya Muttabah Hamani'i sendiri,
15:18yaitu Ali Hamani'i.
15:19Yang saya menduga dengan kuat, walaupun saya tidak punya data-data intelijen kayak Mas Agung,
15:25tapi rasa-rasanya tidak mungkin negara luar yang jauh di sana bisa mampu memberikan sebuah serangan yang presisi.
15:31Jadi, satu, tanpa adanya teknologi yang tadi telah disampaikan.
15:35Yang kedua, tentu info-info di lapangan yang memang sangat-sangat akurat.
15:40Bahkan detik demi detik mungkin yang bisa disampaikan gitu.
15:43Hanya itu yang bisa menjelaskan meninggalnya tokoh-tokoh besar di Iran.
15:49Dan sekali lagi, bukan hanya pemimpin tertinggi.
15:52Katakan sebelumnya terbunuhnya pemimpin Hamas juga di sana.
15:56Katakan juga sebelumnya terbunuhnya apa namanya,
15:59Jenderal Kawakan Iran yang meninggal di Irak kalau tidak salah tahun 2019 atau 2020,
16:05yaitu apa namanya, Sulaimani.
16:08Ini merupakan guru besar atau arsitek daripada pembuatan jaringan kekuatan Iran keluar,
16:16terutama ke wilayah-wilayah perlawanan, sehingga terbentuk pola proksi yang sekarang sangat kuat.
16:23Minimal kalau kita lihat sebelum perang 7 Oktober 2023,
16:27yaitu Hezbollah di Libanon, lalu kemudian ada Hamas, ada Houthi, dan lain sebagainya.
16:32Nah, arsitek atau otak yang dianggap sebagai sangat berperan besar dalam pembentukan semua ini
16:38adalah Sulaimani yang juga meninggal akhirnya di Irak kurang lebih 2019 atau 2020
16:45pada saat juga kekuasanya Trump.
16:48Jadi kalau memperbaiki Iran ke depan, tugas utama menurut saya adalah bagaimana membenai ini
16:54sehingga Mojitaba sendiri harus memastikan keselamatan dirinya.
16:58Karena sekali lagi Israel sudah kasih ultimatum begitu,
17:02bahkan Amerika juga sudah sampaikan,
17:04kalau yang terpilih adalah bukan yang kami mau,
17:07maka ya masa depannya juga mungkin tidak lama.
17:10Itu kurang lebih yang disampaikan oleh Trump,
17:14dan saya yakin dengan berbagai macam yang sudah dilakukan,
17:17itu bukan hanya retoritika,
17:19dan dia sudah membuktikan, mereka sudah membuktikan,
17:22level tertinggi Ayatullah Aliham PNI pada akhirnya juga terbukti
17:26meninggal menurut saya salah satunya karena kelemahan di bidang ini,
17:29di bidang intelijen,
17:30sehingga membuat Amerika dan Israel leluasa untuk mengejar targetnya.
17:35Dan yang kedua, tugas yang menurut saya penting oleh pemimpin tertinggi yang baru ini adalah
17:42mau tidak mau membenai aspek internal.
17:45Nah ini yang saya selalu secara objektif menyampaikan bahwa sebelum semua ini terjadi,
17:51Iran secara faktual memang ada masalah, terutama berkaitan dengan masalah ekonomi,
17:55yang akhirnya membuat aksi demonstrasi pada akhir tahun itu terjadi.
18:01sebelum katakanlah ditumpangi oleh kelompok-kelompok lain,
18:05termasuk oleh kepentingan Amerika dan kepentingan Israel.
18:09Tapi kan setelah lagi memang ada apinya, ada persoalannya,
18:12yaitu persoalan ekonomi.
18:14Walaupun kalau ditarik ke akarnya,
18:16persoalan ekonomi yang ada mungkin muncul karena embargo,
18:19karena sikap yang tidak kooperatif,
18:22yang tidak baik dari negara-negara barat atau Amerika dan Israel.
18:26Tapi sekali lagi,
18:27ini juga tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab masyarakat Iran atau pemimpin Iran.
18:33Malah saya membedakan ya,
18:35selalu membedakan kontek perang sekarang dengan kontek-kontek sebelumnya.
18:39Kalau kontek sebelumnya, katakanlah perang 12 hari itu,
18:43kalau kita lihat sikap dunia itu jauh lebih bulat mengecam Israel
18:47dan lebih bulat katakanlah bersimpati kepada Iran.
18:51Karena memang saya selalu sampaikan saat itu Iran tidak ada dosa apapun.
18:55Dia di rumah, dia duduk di kamarnya,
18:59tiba-tiba Israel datang menyerang dengan alasan ancaman senjata nuklir.
19:03Jadi empatinya lebih mudah didapat.
19:06Tapi sekarang menurut saya jauh lebih cair.
19:09Bahkan walaupun Amerika sudah Trump tidak disukai oleh banyak orang,
19:14oleh banyak negara,
19:16tapi justru kalau kita lihat di Eropa,
19:18justru belakangan sebagian negara Eropa mulai memberikan sinyal untuk bergabung.
19:23Nah ini kan secara politik juga apa ya,
19:25tidak ada, tidak, istilahnya tidak lepas daripada apa yang terjadi di Iran.
19:30Yaitu yang saya sampaikan,
19:32situasi perang hari ini yang melibatkan Iran ini,
19:36Iran juga tidak lepas tangan sepenuhnya.
19:39Minimal dia harus bertanggung jawab terhadap meninggalnya 3.000 sampai 7.000 demonstran.
19:45Mungkin kalau pulang yang dikutam oleh oposisi,
19:48oke itu angka-angka yang memujukkan Iran.
19:50Sekarang yang diakui oleh Iran, pemerintah Iran, kurang lebih 3.000 sampai 7.000.
19:55Itu kan secara pemerintahan tetap menjadi sebuah pertanggung jawaban.
19:59Katakan benar bahwa ini menjadi korban akibat penetrasi dari,
20:04katakanlah mata-mata mereka bikin ulah dan lain sebagainya.
20:07Tetap aja sebagai waliul amri,
20:10penanggung jawab, pemerintah,
20:12Iran harus menjelaskan kenapa semua mereka itu bisa lolos.
20:16Di mana kemampuan negara Iran untuk mendeteksi,
20:19katakanlah para penyusup tadi yang bisa membuka rakyat Iran menjadi korban.
20:24Jadi, ini harus dibenahi menurut saya,
20:27sehingga nanti masyarakat Iran bisa semakin sulit untuk mendukung
20:32pemerintahan yang baru di bawah pimpinan ayatullah.
20:36Oke, secara internal juga banyak yang harus dibenahi,
20:39namun juga kita melihat informasi yang beredar juga terkait dengan serangan ini,
20:44yang terbaru adalah soal kemungkinan invasi darat dari pasukan Amerika Serikat.
20:49Sebetulnya, seberapa mungkin sih invasi darat dari Amerika Serikat dan juga Israel ini di Iran,
20:55kalau kita melihat letak geografisnya.
20:57Namun kita bahas selesai jeda,
20:58tetaplah bersama kami di Breaking News Kompas TV.
21:08Saudara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,
21:11membuka kemungkinan pengiriman pasukan darat untuk mengamankan persediaan uranium yang dimiliki Iran.
21:17Sejumlah analis militer berpendapat,
21:20serangan udara saja tidak akan cukup untuk menghancurkan kemampuan militer Iran
21:25atau mencegah pengembangan senjata nuklir.
21:28Menanggapi hal ini, Trump tidak menampik kemungkinan pengerahan kekuatan darat secara penuh.
21:58Itu sesuatu yang kita bisa lakukan kemudian.
22:01Kita lanjutkan perbincangan bersama Mas Mateni Punawirawan Agung Sasongko Jati,
22:06pakar strategi PPAU, alumni US Air World College,
22:09dan juga ada Hasibullah Satrawi, pengamat Timur Tengah.
22:12Pak Agung, ini informasinya Amerika Serikat membuka peluang
22:17ataupun kemungkinan untuk invasi darat ke Iran.
22:20Kalau melihat letak geografis di sana, seberapa memungkinkan invasi darat?
22:28Mungkin-mungkin saja invasi darat.
22:30Namun masalahnya adalah kondisi geografis dan kondisi kemampuan logistik Amerika.
22:36Pertama adalah untuk mengandalkan invasi darat,
22:40itu perlu waktu mungkin setengah tahun minimal untuk menyiapkan pasukan.
22:43Pertama pasukan disiapkan di mana?
22:45Apakah bisa di Irak? Apakah bisa di tempat lain untuk menyerang masuk?
22:50Dan kalau sudah ada di situ, apakah mereka bebas dari gangguan
22:53ataupun serangan rudal daripada Iran?
22:55Dan apakah negara-negara pendukung Iran,
22:58izinah Rasya, Korea Utara, dan lainnya akan diam saja?
23:03Tidak mengizinkan masuknya pasukan sukarelawannya untuk datang?
23:09Dan tidak sukarelawan, tidak hanya sukarelawan,
23:10itu juga dengan alat sista seperti rudal jelajah, rudal balistik, rudal anu.
23:16Kemudian pangkalan negeri, mereka punya pangkalan itu yang susah.
23:20Kemudian apakah negara sekelilingnya mau mendukung?
23:22Ini kan dengan resiko, banyak resiko di dalamnya untuk mendukung Amerika dalam pengenangan pasukan.
23:29Kemudian itu ribuan ton logistik setiap hari harus tersedia.
23:34Kemudian Iran itu memiliki doktrin defense in debt.
23:38Nanti pasukan darat akan menerapi loitering munition, drone munudi, rudal anti-tank generasi terbaru,
23:43dan tank-tanknya itu kan juga sulit masuk ke gunung-gunung.
23:46Kemudian teknologi tinggi tidak bisa berhadapan dengan musuh.
23:49Berarti mereka akan seperti di Vietnam, berhadapan dengan penduduk,
23:52mereka akan sulit membedakan antara penduduk dengan ini,
23:55dengan tentara basis karena banyak tentara cadangan Iran yang ada di situ.
24:00Kemudian dengan tanpa mandat PBB, artinya memang tidak keindahkan Amerika sendiri ini adalah perang yang
24:07orang Amerika kalau ditahan bukan kombatan yang legal.
24:11Jadi pihak-pihak yang lain juga relawan ataupun senjata berat ini adalah bentuk.
24:16Jadi bisa, bisa dikirim senjatanya ke Iran.
24:20Kemudian, dan kondisinya sekarang adalah saat minyak lewat dari 100 dolar,
24:24ada bulu diri, nanti bisa terjebak dalam perang abadi ini,
24:28dan lebih besar dari Afganistan.
24:31Dan kemudian pada saat itu,
24:33Cina dan Rusia bisa masuk untuk memberikan perlindungan.
24:36Karena pasti Amerika nggak bisa memberikan perlindungan kepada negara telur,
24:39dari apapun, itu masuklah Rusia dan Cina, peluangnya.
24:42Jadi skenario ini adalah loss to loss.
24:45Cuman masalahnya Amerika bisa loss besar, Iran loss kecil.
24:48Kenapa? Karena pengorbanannya lebih besar lagi.
24:52Nah, artinya wah dengan kita punya air support itu,
24:55tapi air support itu butuh logistik.
24:57Seberapa banyak logistiknya,
24:58seberapa banyak rudalnya bisa dibikin,
25:00seberapa banyak pasukan siap,
25:01dan berapa jarak yang harus ditempur untuk menuju medan tempur,
25:04itu adalah masalah yang membuat mungkin-mungkin saja serangan darat,
25:08tapi akan berhasil.
25:09Menurut sekarang, penilihannya adalah loss besar untuk Amerika,
25:12loss kecil untuk Iran.
25:13Jadi, bayangkan untuk apa aruskan darat,
25:16padahal Iran sendiri sudah mau dalam perundingan,
25:18menyerahkan seluruh uraniumnya untuk dilarutkan
25:21dengan dibebaskan dari, apa namanya, sanksi ekonomi.
25:27Itu, sesimpel itu.
25:28Kenapa harus sampai membunuh ribuan orang, ratusan ribu orang,
25:32berurut triliunan dolar.
25:35Berarti ini kan bukan kepentingan Amerika,
25:37ini kan kepentingan Israel.
25:40Tidak ada sedikitpun keuntungan Amerika untuk melakukan hal ini.
25:47Oke, baik.
25:48Pak Sibulo, kalau kita melihat bahwa soal kemungkinan invasi darat
25:53oleh Amerika Serikat dan juga Israel ke Iran
25:56untuk mengamankan persediaan uranium,
25:58kalau Anda melihat celah pintu masuknya dari mana?
26:02Ya, terima kasih, Mas.
26:04Kalau kita mengikuti perkembangan di bagian ini,
26:07di media-media Timur Tengah,
26:09maka secara posisi saat ini,
26:11Amerika masih berada pada posisi seakan-akan
26:15tidak mempertimbangkan untuk mengambil opsi serangan darat,
26:19walaupun secara retorika,
26:21Trump selalu sampaikan bahwa kami tidak mengenyampingkan itu.
26:24Tapi rasanya untuk sekarang belum menjadi opsi.
26:29Dan yang memang berbeda sikapnya justru dari pihak Israel.
26:33Nah, Israel sangat ambisius dari awal
26:36dan saya juga sampaikan berkali-kali bahwa sebenarnya
26:39pengorder perang ini adalah Israel
26:41dengan segala macam ketakutan atau mungkin kepentingan
26:45yang ingin mereka capai.
26:47Nah, namun demikian,
26:49kalau kita melihat pola kerjasama,
26:51komunikasi yang dibangun di antara Amerika dengan Israel,
26:55walaupun di awal tampaknya tampak bertentangan,
26:57kita tidak bisa langsung menangkap ini seutuhnya akan demikian.
27:01Contohnya, kebijakan perang ini juga awalnya kurang lebih sama,
27:04bahwa Amerika selalu tampil dengan statement
27:07seakan-akan mengedepankan diplomasi ini dan itu.
27:10Tapi ketika diplomasi betul-betul baik,
27:12toh pada akhirnya serangan juga dilakukan.
27:15Dan saat itu baru ada pernyataan resmi dari Israel
27:17bahwa sebenarnya keputusan untuk perang
27:20sudah diambil semenjak kunjungan terakhir
27:22ditanyahu ke Amerika pada Desember akhir tahun lalu.
27:26Artinya apa?
27:27Ini ada komunikasi-komunikasi jebakan.
27:30Ini ada apa namanya pernyataan-pernyataan
27:33yang tidak selalu seperti yang ada di belakang.
27:36Nah, kalau dibaca dalam konteks itu,
27:39walaupun Amerika sekali lagi secara semisah
27:41akan-akan tidak mempertimbangkan,
27:43saya justru menduga serius adanya opsi
27:46untuk mengambil kebijakan serangan darat ini.
27:50Dan kalau ditanya tadi celahnya lewat mana,
27:53menurut saya dari berbagai macam kita pelajari
27:56kebijakan Amerika yang ada selama ini,
27:58kemungkinan besar Amerika tidak akan terjun langsung,
28:02menerjunkan langsung pasukan-pasukannya
28:04minimal dalam jumlah besar.
28:05Dan yang kedua, mereka akan mengandalkan,
28:08katakan milisi-milisi lokal,
28:12kelompok-kelompok lokal yang memang sudah terlatih,
28:14menguasai medan, seperti tadi kesulitan medan
28:17disampaikan oleh Mas Agung.
28:19Dan pilihannya kemungkinan adalah akan kepada kelompok Kurdi
28:23ataupun kelompok-kelompok perlawanan lain,
28:27kelompok-kelompok apa namanya,
28:29yang ingin merdeka dari Iran dan di sekitarnya.
28:32Tapi sekali lagi saya menduga mungkin itu akan dengan Kurdi.
28:36Nah, kalau dengan Kurdi,
28:39maka memang ini kayak semacam kemungkinannya cukup besar,
28:42karena Iran sudah mempunyai pengalaman yang cukup bagus,
28:45kerjasama dengan Kurdi tanpa harus melibatkan dirinya
28:50seperti yang dialami dalam perang Irak tahun 2003
28:54dan perang di Afganistan.
28:56Yang kemudian banyak koreksi di dalam
28:58karena banyak menimbulkan juga korban jiwa.
29:00Nah, sebagai pembelajaran dari itu semua,
29:03pilihan kepada Kurdi dalam konteks Syria selama ini
29:07membuatkan hasil yang cukup baik,
29:08terutama ketika menghadapi ISIS.
29:11Karena di satu sisi,
29:13Amerika tidak perlu menghadirkan dalam jumlah banyak pasukannya,
29:18justru yang menjadi ujung tombak adalah pasukan Kurdi,
29:22yang sekali lagi kelebihan pasukan Kurdi
29:24dibanding tentara Amerika sendiri,
29:26dia sudah terlatih,
29:28dia sudah menguasai medan,
29:29dan tinggal katakanlah dipersenjatai
29:32dengan senjata-senjata yang dimiliki oleh Amerika,
29:35yang itu lebih unggul,
29:36daripada katakanlah yang dimiliki ISIS
29:39kalau dalam konteks Syria ya.
29:41Dan kita lihat memang cukup berhasil,
29:44sampai sejauh ini cukup berhasil.
29:46Apalagi,
29:47ini yang menjadi pilihan strategis Kurdi,
29:50apalagi Kurdi ini kan merupakan sebuah
29:52kelompok yang selama ini
29:55menginginkan adanya kayak semacam
29:56wilayah negara tersendiri.
29:59Nah, mereka ini cukup besar,
30:01tersiar di beberapa perbatasan negara,
30:04katakanlah di Syria,
30:05katakanlah di Turki,
30:07katakanlah di Iran,
30:08katakanlah di Irak.
30:09Dan kalau ini bisa diyakinkan semua,
30:11sekali lagi,
30:12maka ini bisa menjadi kayak semacam
30:15kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh ya.
30:19Walaupun, sekali lagi,
30:21Iran selalu menyampaikan punya kesiapan
30:23dan tidak takut untuk menghadapi semua ini.
30:26Karena sekali lagi,
30:27itu hanya besar,
30:28walaupun dari sisi Iran juga pada waktu yang bersamaan,
30:30kalau Kurdi yang mau dimanjukan,
30:32bisa jadi Iran juga merapatkan barisan
30:35dengan negara-negara tetangganya,
30:36katakan apa namanya,
30:38Turki paling tidak,
30:39atau Irak,
30:40bahwa itu menghadapi ancaman yang sama.
30:43Karena negara-negara ini kan resisten
30:45terhadap pergerakan daripada kelompok Kurdi.
30:48Dan rata-rata mereka menghadapi kelompok Kurdi
30:51sebagai kelompok yang perlawanan,
30:53yang mengancam keamanan negara-negara ini.
30:56Oke, artinya invasi darat Amerika Serikat ini
30:59masih dalam proses dipertimbangkan begitu ya,
31:01dengan beragam risiko dan juga untung ruginya.
31:05Jangan kemana-mana dulu bapak-bapak,
31:06karena susah jeda,
31:07kita akan kembali,
31:08tetaplah bersama kami di Breaking News Kompas TV,
31:10yang akan kembali bersama kami.
Komentar

Dianjurkan