Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 13 jam yang lalu
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa membuka kemungkinan adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jika harga minyak dunia terus melonjak...
Transkrip
00:10Intro
00:13Anda menyaksikan Kompas Bisnis Saudara,
00:16Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa
00:17membuka kemungkinan soal adanya usulan
00:20penyesuaian harga bahan bakar minyak subsidi
00:22jika harga minyak dunia terus melonjak
00:25dan APBN tak sanggup lagi menanggungnya.
00:28Purbaya menjelaskan pemerintah telah menyiapkan
00:31berbagai skenario kenaikan harga minyak dunia.
00:34Pemerintah menghitung jika harga minyak rata-rata
00:37menyentuh 92 dolar Amerika per barel,
00:40maka defisit anggaran berpotensi meningkat
00:42signifikan mencapai 3,6 hingga 3,7 persen dari PDB.
00:47Untuk mengantisipasi pelebaran defisit,
00:50pemerintah menyiapkan sejumlah opsi
00:52misalnya dengan melakukan penyesuaian APBN
00:55dengan memangkas anggaran yang tak esensial.
00:57Penghematan tersebut dapat dilakukan
00:59untuk sejumlah pos misalnya
01:01program makan bergizi gratis
01:03ataupun anggaran pembangunan infrastruktur
01:05di Kementerian Pekerjaan Umum.
01:07Namun jika tekanan terhadap APBN
01:09sudah terlalu besar,
01:11maka Purbaya tak menutup kemungkinan
01:13untuk membagi beban tersebut
01:15dengan masyarakat yang berarti
01:17ada potensi kenaikan harga BBM bersubsidi.
01:22Tapi yang jelas kita sudah eksersis
01:23sampai kalau harga minyak naik ke 92 dolar
01:27per barrel, apa dampaknya ke defisit?
01:33Kalau nggak diapain, defisit kita naik ke 3,6 persen
01:37kalau nggak salah dari PDB.
01:40Itu kalau kita nggak ngapa-ngapain.
01:43Tapi kan biasanya kita bisa
01:44langkah-langkah penyesuaian
01:46sehingga kita bisa menjaga
01:48tetap di bawah 3 persen.
01:50Kalau memang anggaranya nggak kuat sekali,
01:54nggak ada jalan lain, ya kita share
01:57dengan masyarakat sebagian.
02:00Artinya ada kenaikan BBM.
02:02Kalau memang halogenya tinggi sekali
02:04dan anggaranya udah nggak tahan lagi.
02:07Ada kemungkinan anggaranya MBG diajukan
02:09adalah yang nggak terlalu penting.
02:12Tapi yang untuk makanan kita
02:13nggak akan ganggu sama sekali
02:14dan kita akan dukung supaya optimal.
02:16Dan ini bukan berarti
02:17saya akan matang MBG, enggak.
02:19Tapi ini kan potensi mana yang dikutuk.
02:20Misalnya lagi PU,
02:23mungkin ada belanja-belanja
02:25yang bisa digeser ke tahun depan
02:27untuk bangun apa.
02:30macam-macam program yang mereka punya.
02:34Sejak serangan AS Israel
02:36pada 28 Februari lalu
02:38disusul ditutupnya Selat Hormuz,
02:40harga minyak mentah Brent
02:41ini terpantau terus naik.
02:43Pada penutupan perdagangan 2 Maret,
02:45harga minyak melonjak ke 77,74 dolar AS per barel.
02:50Harga minyak mentah Brent
02:52melampaui angka psikologis pada 3 Maret
02:54tembus 81,40 dolar per barel
02:57dan menyuntuh 85,41 dolar AS
03:00pada 5 Maret.
03:01Kenaikan harga minyak yang tak terbendung
03:04menembus level 92,69 dolar per barel
03:08pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.
03:13Sementara kenaikan juga terjadi
03:15pada minyak mentah WTI
03:17pada penutupan perdagangan awal pekan
03:20harga berada di level 71 dolar per barel
03:23harga terus naik
03:25hingga menyuntuh 74 dolar per barel
03:28pada 3 dan 4 Maret.
03:29Kenaikan harga makin meroket
03:31pada 5 dan 6 Maret
03:33masing-masing ditutup di harga 81 dolar
03:35dan 90,90 dolar AS per barel.
03:43Sementara itu, Saudara, sejumlah ekonom
03:44bertemu dengan Wakil Presiden ke-10
03:46dan ke-12 Yusuf Kala di Jakarta
03:48untuk membahas dampak dari konflik
03:50di Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia.
03:53Dalam diskusi ini dibahas
03:54pemerintah perlu menentukan prioritas
03:56belanja negara
03:57agar ekonomi nasional tetap stabil
04:00di tengah ketidakpastian global.
04:03Ketemuan antara sejumlah ekonom
04:05dan Yusuf Kala ini
04:06membahas berbagai tantangan
04:08ekonomi nasional
04:09termasuk dampak dari konflik global
04:11yang berpotensi menekan
04:13perekonomian Indonesia.
04:14Yusuf Kala menyebut
04:15kondisi ekonomi saat ini
04:17dipengaruhi oleh faktor global
04:19warisan kebijakan masa lalu
04:21serta kebijakan pemerintah saat ini.
04:23Namun, menurutnya
04:24pemerintah tetap perlu
04:26menentukan prioritas pembangunan
04:28yang memberikan dampak nyata
04:29bagi masyarakat.
04:30Selain itu, JK juga menekankan
04:33pemerintah sebaiknya
04:34memprioritaskan program yang produktif
04:36untuk memperbaiki hidup masyarakat.
04:39Sekarang,
04:40bagaimana situasi
04:41proyek dan hutan ini?
04:43Tapi, intinya sederhana.
04:46Dalam kondisi di mana
04:48negeri mengalami
04:50ketidakseimbangan fiskal
04:53artinya divisi besar,
04:55maka solusinya antara lain
04:57ia terungkan
04:58pilih
05:00pembiayaan
05:01yang dapat memajukan negara
05:03yang pembangunan
05:05yang pembangunan
05:06dantam masyarakat
05:06dan
05:07bagaimana menaikkan
05:09penerimaan
05:10itu aja.
05:12Jadi,
05:13kita kembali lagi
05:14memilih
05:15prioritas.
05:16Harus memilih
05:17prioritas yang dapat
05:19memberikan suatu
05:21pertumbuhan yang baik
05:23untuk negeri ini.
05:25Kalau prioritasnya
05:26memang seperti
05:28contohnya bicara,
05:29embik itu penting.
05:32beli alutsista
05:33penting.
05:34Koperasi penting.
05:36Cuma ada yang lebih
05:37penting lagi.
05:40Cari alami penting
05:42yang dapat,
05:43yang bukan cari,
05:44memilih
05:45prioritas yang produktif
05:47yang dapat
05:49meningkatkan
05:50pertumbuhan
05:51memperbaiki
05:52dan kehidupan
05:53ekonomi masyarakat.
05:55Kita bahas
05:56soal dampak
05:57Perang Timur Tengah
05:58ke ekonomi dalam negeri
05:59untuk menyelamatkan
06:00PPBN.
06:00Mana yang lebih realistis
06:02mengusulkan kenaikan
06:03BBM bersubsidi
06:04atau memangkas
06:04anggaran MBG?
06:05Kita bahas bersama
06:06ekonomi indef
06:07Abra Talatov.
06:08Selamat pagi,
06:09Mas Abra.
06:10Selamat pagi,
06:11Mas Iyan.
06:12Mas Abra,
06:13kemarin kan pemerintah
06:14menyinggung soal
06:15menaikan harga BBM
06:15bersubsidi
06:16jika harga minyak
06:17dunia terus naik.
06:18Apakah menurut Anda
06:19menaikan harga BBM
06:20adalah langkah yang tepat
06:21di tengah kondisi
06:22ekonomi saat ini?
06:24Ya, Mas Iyan.
06:26Tentu
06:27dinamika
06:28mengenai harga BBM ini
06:29sangat ditentukan
06:30dengan faktor
06:32beberapa
06:33variable ya
06:33misalnya
06:34dengan kenaikan
06:34harga minyak mentah
06:35kemudian
06:36nilai tukar rupiah
06:38dan juga
06:38bahkan kuota
06:40dari BBM
06:40subsidi itu sendiri.
06:42Nah,
06:42kalau kita melihat sekarang
06:43perkembangannya
06:44eskalasi perang
06:45di Timur Tengah ini
06:46sudah masuk ke
06:47pekan kedua
06:48ini harga minyak mentah
06:50di pagi hari ini
06:51Mas Ecek
06:51sudah 109
06:52bulat per barrel
06:53untuk jenis brand.
06:54Artinya
06:55sudah ada kenaikan
06:56sekitar 55%
06:58dibandingkan
06:59asumsi
07:00APBN kita
07:01asumsi APBN kita
07:02tahun ini
07:0270 dolar
07:03per barrel
07:04sekarang 109
07:06artinya ada selisih
07:0655%
07:07jadi memang
07:08sudah sangat berat
07:09dan ini
07:09sejalan juga
07:10dengan statement
07:11dari Pak Purbaya
07:12minggu lalu
07:12menyatakan bahwa
07:13ketika
07:14harga minyak mentah
07:15ECP ini
07:1692 dolar
07:17saja
07:18ya APBN kita
07:19di tahun ini
07:19kemungkinan besar
07:20akan bisa jebol
07:21sampai 3,6%
07:22terhadap PDB
07:23dengan tanpa
07:24melakukan apapun
07:25nah pertanyaannya kan
07:26kondisi real
07:27ya sekarang
07:28sudah di atas 100 dolar
07:29kalau
07:30kita menggunakan
07:32skenario terburuk
07:33sampai akhir tahun
07:34nanti di atas 100 dolar
07:35artinya
07:35APBN kita
07:36sudah pasti
07:36dipastikan
07:37akan jebol
07:38nah pilihannya adalah
07:39apakah memang
07:40pemerintah
07:41akan melakukan
07:42kenaikan harga BBM
07:44atau ada opsi lain
07:45nah ini yang
07:46saya pikir juga
07:47memang
07:48ditimbang
07:48masak-masak
07:49oleh pemerintah
07:50kalau menurut saya
07:51memang belajar
07:51dari pengalaman
07:52pemerintahan
07:54di era Pak SBY
07:55kemudian Pak Jokowi
07:56memang tidak bisa
07:57dielakkan
07:57harga BBM itu
07:59pada akhirnya
08:00akan dilakukan
08:01penyesuaian harga
08:02karena memang
08:03ada faktor
08:04kenaikan harga minyak mentah
08:05misalnya kita
08:05saya ingin
08:08menjelaskan sedikit
08:09mengenai pengalaman
08:10di tahun 2005
08:11ketika itu
08:11di era Pak SBY
08:13yang pertama
08:13harga
08:14BBM subsidi
08:16ya waktu itu
08:17dinaikan bahkan
08:18yang pertama
08:19itu 32%
08:21kenaikan harganya
08:22kemudian yang
08:22di kenaikan kedua
08:23itu sampai
08:2487%
08:25karena memang
08:26ada selisih
08:27antara asumsi
08:28ICP di tahun 2005
08:29dengan realisasi
08:30tahun 2005
08:31sampai 125%
08:32dan tahun 2008
08:34juga begitu
08:34Pak SBY
08:35melakukan
08:36kenaikan harga
08:36BBM subsidi
08:37sampai 33%
08:39begitu pun juga
08:40di era Pak Jokowi
08:41di tahun 2014
08:42dan di tahun 2022
08:43melakukan
08:44kenaikan harga
08:45sampai 30%
08:46memang tidak
08:47dari sejarah
08:48yang ada
08:49dari pengalaman
08:49kita sebelumnya
08:51tidak bisa
08:52dihindari
08:53dilakukannya
08:53penyesuaian
08:54kenaikan harga
08:55BBM
08:56tetapi kan
08:56ada hal yang
08:57membedakan
08:58di tahun-tahun
08:59sebelumnya
08:59itu memang
09:00tentunya
09:01di samping
09:02pemerintah
09:02melakukan
09:03penyesuaian
09:04harga BBM
09:04juga
09:05melakukan
09:06beberapa
09:06program
09:07yang untuk
09:08bisa menahan
09:09atau membantu
09:11daya beli masyarakat
09:12misalkan dengan
09:12bantuan BLT
09:14kemudian subsidi
09:15transportasi
09:16dan kemudian
09:17juga operasi pasar
09:18untuk melakukan
09:18stabilisasi harga
09:19komunitas pangan
09:20khususnya
09:21itu menjadi
09:22instrumen
09:22lengkap
09:23supaya
09:23daya beli masyarakat
09:25tidak
09:25terlalu jatuh
09:27itu pun
09:27meskipun sudah
09:28dilakukan
09:28tetap
09:29terjadi
09:30kenaikan
09:30tingkat kemiskinan
09:31jadi memang
09:32akan ada
09:33implikasi-implikasi
09:34sosial berikutnya
09:35ketika harga BBM
09:36dilakukan
09:36penyesuaian harga
09:38oke
09:38apa saja
09:38implikasinya tadi
09:40Mas Abra
09:41jika
09:41betul-betul
09:42terpaksa
09:43begitu dilakukan
09:44kenaikan
09:45ataupun menaikan
09:46harga BBM
09:47bersubsidi
09:47apa saja
09:48efek dominonya
09:49ya
09:50yang pertama
09:51tentu
09:51ketika
09:52harga BBM
09:53ini
09:54dinaikkan
09:55efek yang langsung
09:56bisa dirasakan
09:57adalah
09:57tingkat inflasi
09:58kita akan bisa
09:59langsung
09:59melonjak
10:00pengalaman
10:01tahun 2022
10:01misalnya
10:02inflasi kita
10:03waktu itu
10:04sampai akhir tahun
10:05itu
10:06di atas
10:065%
10:07kemudian
10:08di tahun-tahun
10:10sebelumnya
10:11tahun 2014
10:12inflasi
10:12sampai
10:138,3%
10:14yang paling
10:14besar memang
10:15inflasi
10:16di era PSBI
10:17tahun 2005
10:17itu inflasi
10:18sampai 17%
10:19double digit
10:20memang itu
10:21yang pengalaman
10:22pahit
10:22yang paling
10:24kita ingat
10:25inflasi
10:26yang sangat tinggi
10:26dan pada akhirnya
10:27meningkatkan
10:28tingkat kemiskinan
10:29Indonesia
10:30dari 15,7%
10:31menjadi
10:3217,7%
10:34pukulan
10:34telak
10:35untuk ekonomi
10:36kita
10:36kemudian
10:36ketika inflasi
10:37ini melonjak
10:38tinggi
10:38tentunya
10:39ini juga
10:39berdampak
10:39langsung
10:40terhadap
10:40konsumsi
10:41rumah tangga
10:42dimana
10:43konsumsi
10:43rumah tangga
10:44ini
10:44menjadi
10:45andalan
10:45pertumbuhan
10:46ekonomi kita
10:46artinya
10:47ekses berikutnya
10:48adalah
10:48target
10:49pertumbuhan
10:49ekonomi kita
10:50di tahun ini
10:505,4%
10:52kemungkinan besar
10:53juga akan
10:53meleset
10:54karena tadi
10:55konsumsi
10:55masyarakat
10:56akan
10:56melandai
10:57dan
10:58efek berikutnya
10:59yang memang
10:59dikhawatirkan
11:00ketika
11:00pertumbuhan
11:01ekonomi kita
11:02tidak bisa
11:04tumbuh
11:04sesuai dengan
11:05target
11:05ada resiko
11:06terjadinya
11:08shortfall
11:09penerimaan
11:10perpajakan
11:11artinya kan tadi
11:12di sisi lain
11:13kita
11:13ingin
11:14mengurangi
11:15belanja
11:15agar
11:16defisitnya
11:17tidak jebol
11:17tetapi
11:18nanti
11:18punya
11:18implikasi
11:19dari sisi
11:20penerimaan
11:20ada
11:21kemungkinan
11:21penerimaan
11:22pajak kita
11:22tidak mencapai
11:23target
11:23sehingga
11:24pada
11:24akhir
11:25secara net
11:26nanti
11:26defisit fiskal
11:26kita juga
11:27bisa
11:27mengalami
11:28tekanan
11:28memang
11:29ini
11:29harus
11:30cermat
11:31betul
11:31mempertimbangkan
11:33antara sisi
11:33belanja
11:34dan juga
11:34implikasi
11:35terhadap
11:35sisi penerimaan
11:36negara
11:37oleh karena itu
11:38memang
11:38ada dua
11:40ada opsi lain
11:41yang perlu
11:42dipertimbangan
11:42pemerintah
11:43yaitu
11:43melakukan
11:44efisiensi
11:44belanja
11:45non-esensial
11:47termasuk
11:48juga
11:48menyisir
11:49kembali
11:49belanja
11:50di masing-masing
11:51kementerian
11:52lembaga
11:52mana yang
11:53masih dimungkinkan
11:54untuk dilakukan
11:54pemangkasan
11:56di tahun ini
11:57kemudian
11:57yang kedua
11:58juga selain
11:59efisiensi
11:59realokasi
12:00anggaran
12:01apa purbaikan
12:02sudah menyampaikan
12:03wacana juga
12:03jika memang
12:05APBN kita
12:06betul-betul
12:06tidak mampu
12:07lagi menahan
12:08adanya
12:09shock
12:10terhadap
12:11gejolak
12:12harga minyak
12:12mentah dunia
12:13kemungkinan
12:14belanja
12:15MBG
12:15dan juga
12:16program-program
12:17strategis lain
12:18di era
12:19Pak Prabowo ini
12:20bisa saja
12:21dilakukan
12:22realokasi
12:23pemangkasan
12:24sekaligus
12:24realokasi
12:25untuk tambahan
12:26belanja
12:26subsidi
12:26dan kompensasi
12:27jadi
12:27meskipun
12:28sudah ada
12:28sinyalemen
12:29bahwa
12:30sepertinya
12:31masyarakat
12:31akan turut
12:32menanggung
12:32bahasanya Pak Purubaya
12:34akan sharing
12:34terhadap masyarakat
12:35sharingnya juga
12:36jangan sampai
12:37terlalu berat
12:38jadi juga
12:39ada limitasi
12:40sharing yang harus
12:41dibebankan
12:41ke masyarakat
12:43sisanya memang
12:44sebisa mungkin
12:45negara
12:46bisa mengabsorb
12:47ataupun menanggung
12:48dari lonjakan
12:49harga minyak tadi
12:50oke ada beberapa
12:51langkah yang bisa
12:51dilakukan oleh
12:52pemerintah
12:52terkait hal ini
12:54terutama terkait
12:55efisiensi
12:55juga ada
12:56pemangkasan
12:57dan juga
12:57realokasi
12:58dan pertanyaannya
12:59kemudian
13:00mana yang
13:00lebih realistis
13:01mengusulkan
13:02kenaikan BBM
13:03subsidi
13:04atau
13:04memangkas
13:05anggaran MBG
13:06namun
13:07jangan dijawab dulu
13:08Mas Abra
13:08tetaplah bersama kami
13:09di Kompas Bisnis
13:32Anda masih bersama kami di Kompas Bisnis
13:34Saudara dan kita lanjutkan perbincangan
13:36bersama ekonom indef
13:37Abra Talatov
13:38Mas Abra
13:38menurut Anda
13:39mana yang lebih realistis
13:41mengusulkan
13:41kenaikan BBM
13:42bersubsidi
13:43atau memangkas
13:44anggaran MBG
13:45di tengah
13:45kenaikan harga
13:46minyak mentah dunia
13:48ya mas
13:49saya melihat bahwa
13:50ini sepertinya
13:50akan ada
13:51tahapan-tahapan
13:53penyesuaian
13:54kebijakan ya mas
13:55yang pertama
13:56memang
13:56pemerintah tentu
13:58perlu melihat
13:59dari sisi
14:00pos belanja yang lain
14:01ya termasuk
14:02dalam hal ini
14:02adalah MBG
14:03untuk dilakukan
14:05realokasi
14:06tambahan
14:07subsidi
14:07dan kompensasi
14:08energi
14:09karena memang
14:09dari pos belanja-belanja yang lain
14:11yang paling memungkinkan
14:13dipangkas
14:14ataupun direalokasi
14:14adalah dari
14:15belanja MBG
14:16dan juga termasuk
14:17belanja barang
14:18dari kementerian
14:20lembaga yang lain
14:20yang kedua
14:21ketika nanti
14:22dimungkinkan
14:23dari anggaran
14:24sekitar
14:27335 triliun
14:28tahun ini
14:29untuk MBG
14:30misalnya
14:30dilakukan
14:32realokasi
14:3310%
14:3420%
14:34secara bertahap
14:35ya untuk
14:36menambah
14:36alokasi
14:37subsidi energi
14:38kemudian
14:39nanti pada akhirnya
14:41harga minyak mentah
14:42masih akan
14:42terus meningkat
14:44ya di atas
14:44120 dolar
14:45misalnya
14:46itu nanti baru
14:47opsi yang kedua
14:48yaitu dengan
14:48melakukan penyesuaian harga
14:50jadi saya melihat
14:50penyesuaian harga
14:51MBG itu menjadi
14:52langkah terakhir
14:53langkah yang paling
14:54awal itu dilakukan
14:55tadi
14:56efisiensi dan
14:57realokasi
14:57yang kedua
14:58juga tidak kalah penting
14:59adalah melakukan
15:00pengendalian
15:01distribusi
15:02BBM subsidi
15:02karena
15:04tahun ini kan
15:05untuk kuota
15:07BBM subsidi
15:08jenis Pertalite
15:09itu sekitar
15:0929 juta
15:10kiloliter
15:11kemudian untuk
15:12solar
15:1318,6 juta
15:14kiloliter
15:14itu kalau misalnya
15:16nanti
15:16distribusinya
15:17tidak mampu
15:18dikendalikan
15:18dan terjadi
15:20pertama shifting
15:21dari konsumen
15:21BBM non-subsidi
15:22ke subsidi
15:23kemudian terjadi
15:24kebocoran
15:25ataupun penimbunan
15:26nah itu juga bisa
15:27memucukkan resiko lain
15:28jadi artinya juga
15:29yang hal kedua yang penting
15:30adalah pengendalian
15:31dan mempercepat
15:33yang mekanisme
15:34distribusi BBM itu
15:36menjadi tertutup
15:36ataupun target
15:37tidak terbuka lagi
15:38seperti sekarang
15:39agar
15:40betul-betul
15:40masyarakat bawah
15:41dan kelas menengah bawah
15:43itu yang berhak
15:44mengakses
15:45BBM subsidi
15:45nah
15:46selanjutnya
15:48ketika itu sudah dilakukan
15:49baru
15:49pemerintah
15:50punya opsi
15:51untuk melakukan
15:51penyesuaian harga
15:53BBM subsidi
15:54jadi betul-betul
15:55jangan sampai
15:56masyarakat bawah ini
15:57terkena pukulan
15:58yang berat
15:59mas
15:59dari adanya
16:00lagi jengelak
16:00kenaikan harga
16:02BBM global
16:03oke
16:04tadi soal
16:04realokasi
16:05anggaran MBG kan
16:06mas Abra bilang
16:07pelan-pelan
16:0810% terlebih dahulu
16:09kemudian
16:10dinaikkan ke 20%
16:11kalau kita
16:12lihat hitung-hitungannya
16:13bagaimana sih
16:14jika anggaran MBG ini
16:15direalokasi
16:16lebih detailnya
16:17mas
16:17ya sebetulnya kan
16:20alokasi
16:21belanja subsidi
16:21energi tahun ini
16:22210 triliun
16:23artinya
16:24misalkan
16:25dengan
16:25alokasi
16:26MBG
16:27330 triliun
16:28kita bisa
16:30hemat
16:3010%
16:31misalnya
16:32itu ada
16:33tambahan
16:33sekitar
16:3433 triliun
16:35yang masih belum cukup
16:36adanya potensi
16:37tambahan subsidi
16:38tapi
16:38itu paling tidak
16:39bisa menjadi
16:40langkah
16:41antisipasi
16:42pemerintah
16:43ketika nanti
16:43memang ada
16:44urgensi
16:46untuk menambah
16:46subsidi energi
16:47itu dari pos
16:48mana saja
16:48nah
16:49MBG ini menjadi
16:50salah satu
16:51saya katakan
16:51salah satu
16:52bukan satu-satunya
16:53salah satu
16:54pos yang
16:56dimungkinkan
16:57untuk dilakukannya
16:58realokasi
16:59yang kedua juga
17:00ada sebetulnya
17:02peluang
17:02menggunakan
17:03dana sal
17:03sisa anggaran lebih
17:04pemerintah
17:05yang terpakai
17:06yang tahun lalu kan
17:07sudah di
17:08injeksi 200 triliun
17:10ke sistem perbankan kita
17:11oleh Pak Purwaya
17:12dan tahun ini
17:13rencananya ada tambah
17:14100 triliun
17:15itu juga dana sal
17:16dimungkinkan juga
17:17untuk dimanfaatkan
17:18untuk menambah
17:19subsidi kompensasi
17:20energi
17:21jadi memang
17:23pemerintah masih ada
17:25ruang juga
17:25untuk melakukan
17:27otak-atik
17:28APBN kita
17:28agar tidak langsung
17:30tiba-tiba
17:31harga BBM
17:31dilakukan penyesuaian
17:33oke
17:33kalau saya garis bawahi
17:35artinya menurut Anda
17:36ini pemerintah harus mulai
17:37mengotak-atik
17:38skala prioritas belanja
17:39begitu ya
17:39agar tidak tekor
17:40selain MBG juga
17:41Menteri Keuangan
17:42kemarin menyinggung
17:43soal belanja
17:44infrastruktur tuh mas
17:45iya betul
17:47jadi
17:47pertama yang harus dilakukan
17:48pemerintah memang
17:49melakukan
17:50adjustment ulang
17:52ya
17:52bahkan kalau dalam
17:54kondisi ini
17:54dianggap sudah darurat
17:56sebetulnya
17:57ya pemerintah
17:58bisa mempertimbangkan
17:59untuk melakukan
17:59APBN perubahan
18:01atau revisi APBN
18:02seperti yang dilakukan
18:03di tahun-tahun sebelumnya
18:04gitu
18:04bahkan kan di
18:05era pandemi
18:06COVID-19
18:07di tahun 2020
18:08pemerintah
18:09mengeluarkan
18:10perpres
18:10nomor
18:1172 tahun 2020
18:12yang kemudian menjadi
18:13undang-undang nomor 2
18:14tahun 2020
18:15yang memperbolehkan
18:16defisit fiskal kita
18:18lebih dari 3%
18:19terhadap GDP
18:19pada 3 tahun
18:21ya dari 2021
18:22sampai 2023
18:23waktu itu memang
18:24kondisinya ada
18:25kedaruratan
18:26karena adanya
18:26pandemi COVID
18:27adanya kebutuhan
18:28belanja yang besar
18:29adanya resiko
18:30penerimaan pajak
18:31yang rendah
18:32sehingga dikeluarkanlah
18:33perpres
18:34ataupun undang-undang
18:35keuangan negara tadi
18:35jadi itu
18:36barangkali juga
18:37bisa menjadi opsi
18:38terakhir
18:39yang akan
18:40pakati oleh
18:42pemerintah
18:42dengan DPR
18:43tetapi lagi-lagi
18:44itu pun
18:45memiliki resiko
18:46tersendiri
18:47ketika pemerintah
18:48nanti
18:48mengambil opsi
18:50melakukan
18:51pelebaran
18:52defisit
18:52dengan meluarkan
18:53perpes tadi
18:54itu nanti juga
18:55investor
18:56dan juga
18:56lembaga pemeringkat
18:57akan melihat
18:58resikonya
18:58buat kita
18:59karena
19:00kondisi sekarang saja
19:01dengan defisit kita
19:02dijaga maksimal
19:033%
19:04terhadap PDB
19:05beberapa lembaga
19:06sudah menyeroti
19:07mengenai
19:08ketahanan fiskal kita
19:10dilihat dari
19:11indikator
19:12penerimaan
19:13perbajakan kita
19:14yang rendah
19:15dan juga
19:15resiko utang
19:16pemerintah yang
19:17dikhawatirkan
19:19tidak stabil
19:20oleh karena itu
19:22memang
19:22kita harus sangat
19:23hati sekali
19:24untuk melakukan
19:25manuver fiskal
19:26di tahun
19:272026 ini
19:28oke
19:28mas Abra
19:29jika memang
19:30langkah efisiensi
19:31dan juga
19:32realokasi ini
19:33diambil begitu
19:34langkah awalnya
19:35itu harus dimulai
19:35dari mana dulu
19:36apakah dari
19:37evaluasi program
19:37dan juga
19:38spending review
19:39agar anggaran ini
19:40fokus pada program
19:41dengan dampak ekonomi besar
19:42dan juga mendorong
19:43produktivitas
19:43begitu
19:44ya betul
19:45jadi saya melihat
19:46bahwa
19:47pemerintah
19:48perlu kembali
19:49melakukan
19:49presiden
19:50yang memanggil
19:51seluruh menteri-menteri
19:52untuk bisa
19:53mengidentifikasi
19:55lagi
19:55belanja
19:56belanja mana
19:57di masing-masing
19:57kementerian
19:58lembaga
19:59yang dimungkinkan
20:00untuk ditunda
20:01ya
20:02ataupun
20:04dibatalkan
20:04di anggaran
20:06tahun ini
20:07nah jadi
20:08masing-masing
20:08kementerian
20:09lembaga dulu tuh
20:09melakukan
20:10usulan
20:11adanya
20:12efisiensi
20:12nah kemudian
20:13di sisi lain
20:14yang menjadi
20:15kewenangan
20:16presiden
20:17misalnya
20:18dalam program
20:19MBG
20:20itu ditetapkan
20:21kira-kira
20:21ada skenario
20:23penghematan
20:24ataupun
20:24realokasi
20:24berapa persen
20:2510 persen
20:26bahkan
20:27sampai 50 persen
20:28dan ketika
20:29terjadi
20:29realokasi
20:30belanja MBG
20:31tadi kan
20:31artinya ada
20:32konsekuensi
20:32target tidak akan tercapai
20:34sesuai dengan yang
20:35di sasar pemerintah
20:36di tahun ini
20:37jadi
20:37baik itu jumlah
20:38penerimanya
20:39maupun target
20:39jumlah SPPG-nya
20:41itu
20:41yang kemudian
20:42yang kedua juga
20:44barangkali juga
20:45pemerintah bisa
20:46mulai
20:47melakukan
20:48review bahwa
20:50untuk MBG ini
20:50memang
20:52diprioritaskan
20:53untuk
20:53siswa yang
20:54tidak mampu
20:55paling tidak
20:56di
20:56desil 1
20:57sampai desil 6
20:58dari keluarga yang
20:59tidak mampu
20:59ataupun kelas
21:00menengah bawah
21:01jadi tidak
21:02dipukul rata
21:02untuk seluruh
21:03siswa
21:03nah kemudian
21:05berikutnya
21:06ketika sudah
21:07dilakukan
21:07penyisiran
21:09efisiensi belanja
21:10kementerian lembaga
21:11ya pemerintah
21:12baru
21:13melakukan
21:14apa
21:16prediksi atau
21:17proyeksi ulang
21:18mengenai target
21:19penerimaan negara
21:20karena kan tadi
21:21adanya resiko
21:22penerimaan pajak
21:23yang juga akan
21:23terpukul
21:24jadi dua
21:24dari sisi belanja
21:25dan dari sisi
21:26proyeksi ulang
21:27terhadap penerimaan negara
21:28nah baru dari situ
21:29kita kelihatan
21:30defisitnya kira-kira
21:31apakah
21:31masih akan berpotensi
21:33tembus 3%
21:34terhadap PDB
21:35atau masih di bawah
21:363%
21:36nah baru
21:37opsi terakhir
21:37raw skenario
21:38ketika harga minyak mentah
21:40betul-betul
21:41tidak bisa dikendalikan
21:42bahkan
21:43tembus
21:43lebih dari
21:44150 dolar
21:45per barrel
21:46nah kira-kira
21:47apa langkah yang lain
21:48yang akan dilakukan pemerintah
21:49tadi ketika sudah dilakukan
21:50hal-hal penghematan
21:51dan relokasi
21:52ternyata masih tidak cukup
21:53maka
21:54barangkali
21:55ya tadi
21:56mengeluarkan
21:57perpres
21:58ataupun undang-undang
21:59keuangan negara
22:00yang memperbolehkan
22:01defisit lebih dari
22:023%
22:03sampai level tertentu
22:04misalnya
22:054 atau 5%
22:06dengan adanya
22:07apa
22:09apa
22:10kesepakatan politik
22:11antara
22:12eksekutif dengan
22:13parlement
22:14itu bisa dilakukan
22:15sebagai jalan terakhir
22:16jadi melebarkan
22:17defisit ini menjadi
22:18worst scenario
22:18tapi ada bisa
22:19digaris bawahi
22:20terkait skala prioritas
22:21begitu ya
22:22melihat dulu
22:23KL begitu
22:24kementerian dan juga
22:25lembaga
22:25melihat belanja
22:26yang bisa ditunda
22:27atau juga dibatalkan
22:29dan juga review MBG
22:30yang memungkinkan
22:31bagi prioritas
22:33siswa yang miskin
22:34begitu
22:35terima kasih
22:35ekonomi indef
22:36Abra Talatov
22:38atas waktunya bersama kami
22:39di Kompas Bisnis
22:39sehat selalu
22:40terima kasih Mas Ian
22:42Terima kasih
Komentar

Dianjurkan