- 1 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla menerima kunjungan sejumlah ekonom membahas situasi perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran terhadap dampak ekonomi dalam negeri, Jakarta, pada Minggu (8/3/2026).
Jusuf Kalla menilai bahwa perlunya ada perbaikan dan evaluasi ekonomi Indonesia mengingat situasi yang terjadi belakangan ini.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia perlu memprioritaskan untuk pertumbuhan ekonomi.
"Jadi kita kembali lagi memilih prioritas yang dapat memberikan suatu pertumbuhan yang baik untuk negeri ini. Contohnya, MBG itu penting, beli alutsista penting, koperasi penting, cuma ada yang lebih penting lagi. Memilih prioritas yang produktif, yang dapat memperbaiki ekonomi masyarakat," ujar Jusuf Kalla.
Baca Juga Temui Jusuf Kalla, Sejumlah Ekonom Bahas Dampak Ekonomi Imbas Perang AS-Israel VS Iran di https://www.kompas.tv/nasional/655569/temui-jusuf-kalla-sejumlah-ekonom-bahas-dampak-ekonomi-imbas-perang-as-israel-vs-iran
#jusufkalla #ekonomi #iran
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655570/full-jusuf-kalla-dan-ekonom-bicara-dampak-ekonomi-perang-as-israel-vs-iran-perlu-banyak-perbaikan
Jusuf Kalla menilai bahwa perlunya ada perbaikan dan evaluasi ekonomi Indonesia mengingat situasi yang terjadi belakangan ini.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia perlu memprioritaskan untuk pertumbuhan ekonomi.
"Jadi kita kembali lagi memilih prioritas yang dapat memberikan suatu pertumbuhan yang baik untuk negeri ini. Contohnya, MBG itu penting, beli alutsista penting, koperasi penting, cuma ada yang lebih penting lagi. Memilih prioritas yang produktif, yang dapat memperbaiki ekonomi masyarakat," ujar Jusuf Kalla.
Baca Juga Temui Jusuf Kalla, Sejumlah Ekonom Bahas Dampak Ekonomi Imbas Perang AS-Israel VS Iran di https://www.kompas.tv/nasional/655569/temui-jusuf-kalla-sejumlah-ekonom-bahas-dampak-ekonomi-imbas-perang-as-israel-vs-iran
#jusufkalla #ekonomi #iran
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655570/full-jusuf-kalla-dan-ekonom-bicara-dampak-ekonomi-perang-as-israel-vs-iran-perlu-banyak-perbaikan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Terima kasih teman-teman media, ini alhamdulillah para ekonom berkesempatan untuk diterima oleh Pak CK
00:13karena kami melihat situasi ekonomi yang dinamis, sehingga kami perlu belajar dari sosok yang punya pengalaman
00:21untuk mendapatkan pandangan yang holistik tentang situasi Indonesia.
00:25Sehingga ketika ekonom memberi masukan, memberikan kritikan, itu adalah kritikan-kritikan yang teruji.
00:33Dan alhamdulillah hari ini kita dapat banyak masukan dari beliau.
00:39Intensinya adalah kita ingin memperkayawasan, sehingga kita memberikan masukan, memberikan komentar.
00:45Itu adalah komentar yang sesuai dengan proporsi, sesuai dengan kebutuhan negeri ini.
00:52Saya rasa itu sebagai pembukaan. Pak CK mungkin mau menyampaikan sesuatu?
00:58Ya, terima kasih ini saya masih terhormat untuk mendengar pandangan-pandangan dari belakang teman-teman,
01:08para ekonom, dengan niat. Jadi niat bagaimana negeri ini lebih baik.
01:15Tidak ada di antara satu pun kita berniat bagaimana negeri ini, pemerintah ini, atau bergantung.
01:23Tidak ada satu pun. Yang ada ialah memberikan pikiran-pikiran yang objektif tentang keadaan.
01:32Bahwa ekonomi kita perlu banyak perbaikan, perlu banyak evaluasi, perlu banyak tindakan-tindakan
01:40yang sesuai dengan kondisi hari ini. Karena ekonomi kita dipengaruhi oleh tiga hal.
01:47Belah di luar, dunia, masa lalu, dan juga kebijakan sekarang ini.
01:53Kita tidak bisa merobat luar, kita tidak bisa merobat masa lalu.
01:59Kita hanya bisa memberikan perhatian kepada kebijakan sekarang.
02:04Karena itulah, maka kita menerima berkumpul banyak usulan-usulan, saran-saran,
02:13dua pandangan yang sangat baik, tuinnya satu, bagaimana kita negeri ini lebih baik.
02:19Itu saja.
02:21Dan kita juga menitipkan ide usulan lewat Pak JK.
02:26Siapa tahu nanti Pak JK berkesempatan untuk bertemu dengan Pak Prabowo.
02:32Silahkan, rekan-rekan kalau ada yang ingin menambahkan.
02:38Ada?
02:40Atau ada pertanyaan, silahkan.
02:43Disin Pak, Pak Rp. Kondom, sebetulnya rekomendasi kebijakan atas Pak
02:48yang diperlukan untuk memutigasi nampak paktik di tempat kemudian.
02:53Silahkan.
03:12Sebetulnya, rekomendasi kebijakan seperti apa sih Pak yang perlu disiapkan
03:16untuk memitigasi dampak dari konflik di Timur Tengah ini Pak?
03:22Ya, maksud saya di konflik Amerika dan Iran itu Pak.
03:26Terima kasih.
03:28Oke, Pak.
03:29Oke.
03:31Kita melihat dari kondisi fiskal.
03:34Kondisi fiskal kita itu cukup sempit.
03:39Satu,
03:41apa yang terjadi di Timur Tengah
03:45itu bisa punya dampak melalui dua channel.
03:50Channel yang pertama itu adalah kenaikan harga energi
03:53yang itu akan punya dampak terhadap inflasi.
03:59Artinya pemerintah jika ingin mengendalikan,
04:04terpaksa harus meningkatkan subsidi.
04:07Tapi ruang fiskal kita terbatas.
04:10Itu dari channel yang pertama.
04:11Channel yang kedua adalah pelambatan perekonomi dunia
04:17itu bisa mengakibatkan ekspor kita itu turun.
04:22Sehingga aktivitas ekonomi itu melambat.
04:26Nah, dua ini harus direspon.
04:30Apa yang harus bisa dilakukan oleh pemerintah?
04:32Karena kalau kami berpandangan,
04:36sebaiknya harus ada realokasi anggaran
04:39ke arah yang lebih produktif.
04:42Salah satu yang mungkin bisa dilakukan adalah
04:45untuk mempertimbangkan kembali terkait dengan MBG.
04:49Kenapa?
04:50MBG itu membutuhkan duit yang luar biasa besar,
04:56sekitar 8% dari APBN,
04:57tapi data dari SUSENAS itu menunjukkan bahwa hanya 15%
05:03dari masyarakat yang menyatakan
05:07mereka itu khawatir tidak memiliki makanan yang cukup.
05:12Artinya, kalau kita fokus ke yang 15% ini,
05:17itu artinya di satu sisi,
05:18anggaran itu bisa dihemat jauh lebih besar,
05:21tapi di sisi yang lain,
05:25pemerintah itu masih bisa menjalankan
05:28janji kampanye yang disampaikan pada saat Pilpres sebelumnya.
05:34Mungkin itu dari saya.
05:35Mungkin ada teman-teman yang lain yang bisa menyampaikan?
05:39Sedikit saja,
05:40terutama juga selain tadi mengenai fiskal
05:43serta harga minyak,
05:45ketersediaan dan suplai dari BBM
05:49serta minyak yang harus dijaga oleh pemerintah.
05:57Itu juga merupakan hal yang penting.
05:59Dan untuk itu,
06:00tentunya yang perlu dilakukan adalah
06:03diversifikasi secepat-cepatnya,
06:05jadi jangan lagi menunggu sampai turun
06:08benar-benar stoknya nggak ada.
06:10Kemudian satu lagi juga
06:13memberikan informasi secara akurat
06:16kepada masyarakat secara berkalah
06:19untuk menenangkan
06:21permasalahan yang ada di masyarakat
06:23yang sekarang ini mulai timbul.
06:25Jadi dua hal tersebut
06:27perlu dilakukan secepat-cepatnya.
06:32Silahkan saya menambahkan soal
06:37ALT ya.
06:39Jadi dengan segala review
06:43yang sudah disampaikan banyak pihak,
06:46ini mungkin perlu dilakukan
06:50satu evaluasi yang holistik
06:53termasuk dampak dari Perang Timur Tengah ini.
06:56Dan pada gilirannya,
07:01ART itu adalah
07:03harusnya resipu lokal
07:05yang sekarang ini
07:06masih sepihak sangat menguntungkan Amerika
07:09dan sangat menurutkan Indonesia.
07:11Oleh karena itu,
07:13sebaiknya DPR juga
07:15melakukan evaluasi menyeluruh
07:17dan mempertimbangkan
07:19kepentingan perekonomian nasional,
07:21apalagi menghadapi
07:22krisis
07:23akibat Perang
07:25dari Timur Tengah ini.
07:27Terima kasih.
07:29Silahkan pertanyaan yang lain dari media.
07:33Sudah tadi, Mbak.
07:43Pak Jekah sempat menyampaikan bahwa
07:48nanti
07:48rekomendasi ataupun keputusan ini
07:50akan disampaikan kepada pemerintah.
07:51Mungkin bisa ditegaskan, jabarkan
07:53apa hasil
07:54dari pertemuan ini
07:55yang akan nanti disampaikan
07:57khususnya kepada Presiden Prabowo
07:58untuk mengambil keputusan
07:59di tengah
08:00konflik Timur Tengah ini.
08:01Terima kasih.
08:05Ini,
08:07pertemuan ini
08:08tidak mengambil keputusan.
08:11Ini tiga tukar fikiran.
08:14Tapi,
08:15intinya sederhana.
08:17Dalam kondisi
08:19di mana
08:19negeri mengalami
08:21ketidakseimbangan fiskal
08:24artinya divisi besar,
08:26maka solusinya
08:27antara lain,
08:28ya terungkan
08:29pilih
08:30pembiayaan
08:32yang dapat
08:33memajukan negara
08:34yang
08:35pembangunan
08:37dan masyarakat
08:37dan
08:38bagaimana
08:40menaikkan
08:40penerimaan
08:41itu aja.
08:43Jadi,
08:44kita kembali lagi
08:45memilih
08:46prioritas.
08:47Harus memilih
08:48prioritas
08:49yang dapat
08:50memberikan
08:51suatu
08:52pertumbuhan
08:53yang baik
08:54untuk negeri ini.
08:56Kalau
08:56prioritasnya
08:57memang
08:58seperti
08:59contohnya
08:59bicara,
09:00embak itu
09:00penting.
09:03Beli
09:04alutsista
09:04penting.
09:05Koperasi
09:06penting.
09:07Cuma
09:07ada yang
09:08lebih
09:08penting
09:08lagi.
09:11Cari
09:12yang lebih
09:12penting
09:13yang dapat,
09:14yang bukan
09:15cari,
09:15memilih
09:16prioritas
09:17yang produktif
09:18yang dapat
09:20meningkatkan
09:21pertumbuhan
09:22memperbaiki
09:23dan kehidupan
09:24ekonomi
09:24masyarakat.
09:25jadi
09:26bukan
09:27hanya
09:27kita
09:28bicara
09:29tentang
09:29hal tersebut.
09:31Jadi,
09:31kita
09:32lagi
09:32berbicara
09:33apa yang
09:33prioritas itu.
09:34Kita sudah
09:35mengatakan
09:36apa yang
09:36tidak
09:37prioritas.
09:38Bahwa
09:39itu
09:40bukan penting,
09:42itu perlu,
09:43tapi ada
09:44waktunya.
09:46tapi
09:47apa yang
09:48dewasa ini
09:49sangat
09:50penting,
09:50itu yang
09:50harus kita
09:51pemerintah
09:55memilih
09:56yang terbaik
09:56kualitasnya
09:57tidak
09:57kepada yang
09:58lain.
10:02Mungkin
10:02satu lagi,
10:03yang lain.
10:07Boleh.
10:08Ini kan
10:09dampak
10:11konflik ini
10:18mengerek
10:19harga minyak
10:20melebihi
10:20asumsi dari
10:21APBN
10:2170
10:22dolar
10:23per barel,
10:24Pak.
10:24Nah,
10:25ini
10:25sekarang
10:26sudah
10:2692
10:26kalau saya
10:27tidak salah.
10:28Ini nanti
10:28dampaknya
10:29ke rupiah
10:30seperti apa
10:31dan apakah
10:31perlu untuk
10:32merevisi
10:33Undang-Undang
10:34Keuangan
10:34Negara
10:34batas
10:35defisi
10:353 persen,
10:36Pak.
10:38Pak Anthony,
10:39silahkan.
10:42Ya,
10:46jadi pasti bahwa
10:48dengan
10:49adanya konflik ini
10:51harga
10:52naik.
10:53Harga ini
10:54sudah naik.
10:55Yang naik itu
10:57adalah
10:57yang
10:59tidak bersubsidi.
11:01Yang bersubsidi
11:02masih tetap.
11:03Tapi sampai kapan
11:04bisa ditaham.
11:06Dan kalau itu
11:07tetap,
11:08maka
11:09tadi sudah dikatakan
11:10oleh teman-teman,
11:11fiskal
11:12atau defisit
11:12fiskal
11:13akan
11:14membengkak.
11:18Terkait
11:18dengan
11:19ya
11:21apa yang
11:24diprioritaskan,
11:26tadi Pak Jika
11:27sudah mengatakan
11:28bahwa
11:28ini lah
11:29yang benar-benar
11:30yang bisa
11:30diprioritaskan
11:33sehingga
11:33ini
11:34bermanfaat
11:35untuk masyarakat.
11:38Tadi
11:38pertanyaan
11:38yang selanjutnya
11:39apa tadi?
11:42Undang-Undang
11:42APBN ya?
11:44Ya.
11:46Otomatis
11:46kalau
11:50pengalihan
11:51dari
11:52satu belanja
11:53ke belanja
11:54lain otomatis
11:55diperlukan
11:55Undang-Undang
11:56APBN yang
11:57baru gitu.
11:58Jadi kalau
11:58tidak ya
11:59melanggar ya.
12:00Karena Undang-Undang
12:01APBN itu kan
12:01diatur sampai
12:03ke
12:03organisasi
12:05fungsi
12:05dan program
12:06gitu.
12:06Jadi itu
12:07harus dilakukan.
12:08apakah
12:09akan ada
12:11pelebaran
12:12defisit
12:13dari 3%
12:13atau naik
12:14gitu ya.
12:15Kemarin dulu
12:16saya bicara
12:17di forum
12:18buru
12:19dan
12:20kita
12:21antisipasi
12:21bahwa
12:22akan terjadi
12:24legakan
12:25PHK
12:25kalau
12:28perang ini
12:29konflik di
12:29timur tengah ini
12:30berkelanjutan gitu
12:31dalam waktu yang cukup
12:32panjang gitu.
12:34Dengan
12:34tadi
12:35permasalahan-permasalahan
12:36yang sudah kita
12:36bahas.
12:37Nah
12:38dalam hal itu
12:39nah ini
12:40buru harus
12:40dilindungi.
12:41Nah bagaimana
12:42cara perlindungannya
12:43itu waktu
12:44sama ketua
12:45umum
12:45buru
12:46kita memberikan
12:48satu usulan
12:50yaitu
12:51menaikkan
12:52dari 3%
12:52ke 4%
12:53dengan catatan
12:551% itu
12:56adalah jaring
12:57pengaman sosial
12:58dan harus
12:59dilakukan
12:59secara
13:01transparan.
13:02Jadi tidak boleh
13:03dialokasikan
13:03ke yang lainnya gitu.
13:05Nah itu pun
13:06sebetulnya
13:07pilihan terakhir
13:08dan kalau bisa
13:09adalah
13:09belanja-belanja
13:11yang tidak produktif
13:12itu yang harus
13:12dialihkan terlebih dahulu
13:14gitu.
13:15Nah kita gak tahu
13:16bahwa
13:16apa dampaknya
13:17kenaikan menjadi
13:194% ini
13:19nah kita
13:20lihat bahwa
13:23ini akan
13:24menambah
13:25tekanan
13:25dari
13:26lembaga
13:27pemeringkat
13:28internasional
13:29melihat bahwa
13:30ketahanan fiskal
13:31kita ini
13:31semakin
13:32terancam.
13:34S&P
13:36kalau gak salah
13:36terakhir
13:37mengatakan
13:38bahwa
13:39interest payment
13:40to
13:41government revenue
13:42itu
13:43maksimal
13:4415%
13:45kalau di atas
13:4615%
13:47terus
13:48meningkat
13:49maka
13:50akan ada
13:51kemungkinan
13:52revisi lagi
13:54itu menjadi
13:55ya bukan outlook
13:56lagi
13:56tetapi
13:57downgrading
13:58nah ini
13:59akan memicu
14:00chaos
14:01tentu saja
14:03di
14:03rupiah
14:05dan juga
14:06ke dollar
14:06capital outflow
14:07dan sebagainya
14:08gitu
14:08nah ini
14:09yang kita
14:10yang harus
14:11dipikirkan
14:12tidak semudah
14:13itu
14:133%
14:14menjadi 4%
14:15tetapi
14:16dampaknya
14:16terhadap
14:17external
14:18imbalances
14:18ini
14:19saya rasa
14:20itu
14:20mas Awalil
14:22mungkin mau
14:22menambahkan
14:23sedikit
14:23aspek
14:24fiskal
14:27saya
14:28menambahi
14:30soal
14:30sebetulnya
14:31sebelum
14:32terjadinya
14:32perang teluk
14:33itu terindikasi
14:34pengelolaan
14:36kas negara
14:37itu
14:37lebih sulit
14:38dibandingkan
14:39waktu-waktu
14:39sebelumnya
14:40antara lain
14:41ketika
14:42free funding
14:43untuk
14:44dapat duit
14:45utangan
14:46itu dilakukan
14:46lebih cepat
14:47dan lebih banyak
14:48kemudian
14:49Menteri Purbaya
14:50minta
14:51ijon
14:51surplus BI
14:52yang sebetulnya
14:53belum tentu
14:54bisa diperoleh
14:54nanti
14:55kemudian
14:56dalam beberapa
14:57waktu ini
14:57lelang-lelang
14:58itu
14:58menunjukkan
15:00bid cover
15:00rasinya
15:01turun
15:02padahal
15:03jidnya
15:03naik
15:04intinya
15:05tadi-tadi
15:06sudah juga
15:07didiskusikan
15:08deposit
15:09sudah mencapai
15:12135
15:13ya
15:13bahkan
15:14175
15:15sepertinya
15:16untuk
15:16Februari ini
15:17dengan demikian
15:18kebutuhan
15:19berutang
15:20itu makin
15:20nyata
15:21cash flow
15:22sulit
15:22nah
15:23umpama
15:23tadi
15:24dilebarkan
15:25deposit pun
15:26tetap ada
15:26tantangan
15:27lebar
15:28deposit itu
15:28kan acuan
15:29tapi
15:30pentingnya
15:31kan cari
15:32utangnya
15:32nah
15:33ada gak
15:33yang bisa
15:34ngutangi
15:34dilihat
15:35dari komposisi
15:36sudah berat
15:36semua
15:37hanya akan
15:37naik
15:38alamnya
15:38yang punya
15:39potensi
15:40cuma
15:40BI
15:41melanggar
15:42aturannya
15:42bukan
15:43melanggar
15:43aturan
15:43melanggar
15:44best practice
15:44ini kan
15:4525
15:45itu sama
15:46dengan
15:47nyetak duit
15:47jadi nyetak duit
15:48itu bisa nyetak
15:49duit
15:49betulan
15:49bisa
15:50dengan cara
15:51BI
15:51menambah
15:52porsinya
15:53dan itu
15:53komplikasinya
15:54seperti kata
15:55Pak Antoni
15:55tadi akan
15:56banyak
15:56jadi intinya
15:57kalau tidak
15:58segera
15:59dibenahi
15:59arus
16:00kas
16:00bahkan
16:01mungkin
16:01sebelum ada
16:02ABBN
16:02perubahan
16:03sudah harus
16:03dibintangi
16:04belanja-belanja
16:05yang tidak
16:05perlu
16:06itu
16:06kira-kira
16:07bukan tidak
16:08perlu
16:08semua belanja
16:09perlu
16:09kata Pak JK
16:10tapi yang
16:10mendesak
16:11yang didahulukan
16:13yang
16:13tadi ada
16:14suasana
16:15di mana
16:15MBG itu
16:16sebetulnya
16:17tidak
16:17mendesak
16:18untuk
16:18deeskalasi
16:19mungkin
16:20di
16:20di
16:21focusing aja
16:22kurang lebih
16:23begitu
16:24ya
16:25makasih
16:26ada yang mau
16:27menambahkan
16:28dekan-dekan
16:29mungkin juga
16:30tambahan sedikit
16:31tadi dari
16:32percakapan kita
16:33diskusi adalah
16:33salah satu yang penting
16:34trust dan
16:35kepada pemerintah
16:36dan juga pada
16:37berbagai penyelenggara
16:38negara
16:39kalau kita pikir
16:40tekanan depresiasi
16:41rupiah kan
16:41bukan hanya
16:42mungkin tekanan
16:43dari fiskal
16:44tapi juga
16:44apakah kita bisa
16:45retain
16:47revenue masuk
16:48misalnya lewat
16:48FDI dan sebagainya
16:49kalau dari tahun lalu
16:51kita sudah
16:51lihat
16:52performa
16:53FDI kita
16:54turun 20%
16:55sedangkan
16:55di negara lain
16:57tidak sebesar itu
16:58jadi kita juga
16:59perlu pahami
17:00bahwa bukan
17:00hanya
17:01fiskal
17:02satu hal yang penting
17:03untuk menunjukkan
17:04kredibilitas pemerintah
17:05tapi juga
17:05bagaimana hal lainnya
17:07ditunjukkan dari
17:08misalnya
17:08bagaimana
17:09meyakinkan
17:10ada
17:11reformasi
17:12yang baik
17:13di sektor keuangan
17:14bukan malah
17:15kelemahan
17:15di sektor keuangan
17:17dan juga
17:17bagaimana
17:19peran pemerintah
17:19dalam
17:21pembangunan
17:22bagaimana
17:23apakah
17:25alat-alat
17:26yang digunakan
17:27masih
17:28mendukung
17:29bergeraknya
17:30sektor swasta
17:32atau malah justru
17:32kerautan sektor swasta
17:33mungkin dari sini
17:37baik
17:38ada lagi yang mau ditambahkan
17:39saya rasa
17:41cukup ya
17:42rekan-rekan
17:42jadi diskusi
17:43hari ini
17:44sangat
17:45fruitful
17:45kami
17:46para ekonom
17:47merasa
17:48tercerahkan
17:49jadi nanti
17:49ketika memberikan
17:50komentar
17:51masukkan
17:51usulan kepada
17:52pemerintah
17:53lebih
17:54inovatif
17:55lebih
17:55down to earth
17:57lebih applicable
17:58terima kasih
17:59Pak Jika
17:59atas
18:00masukannya
18:01juga atas
18:01dorongannya
18:02untuk selalu optimis
18:03terima kasih
18:04Assalamualaikum
18:04Warahmatullahi Wabarakatuh
18:18selamat menikmati
18:41Terima kasih
Komentar