00:00Dan untuk informasi terkini, saudara terkait tiga warga negara Indonesia yang hilang di Selat Hormuz
00:06sudah bergabung bersama kami, Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Yuda Nugraha yang berada di Abu Dhabi.
00:14Pak Yuda, selamat siang waktu Indonesia.
00:17Untuk informasi terkini, Pak, apakah sudah ada update terkait penyebab meledaknya kapal yang berbendera Uni Emirat Arab ini, Pak,
00:25yang memiliki empat anak buah kapal WNI?
00:29Selamat siang, Mbak Tata.
00:31Dapat kami sampaikan update terkait dengan kasus tenggelamnya kapal Musafa II, TAPUT,
00:39yang berawakan empat warga negara Indonesia.
00:43Secara kronologis dapat kami jelaskan bahwa informasi pertama kejadian ini diterima oleh KBRI pada tanggal 6 Maret pukul 9 pagi
00:52berdasarkan informasi saksi mata yang juga seorang WNI,
00:56bahwa kapal Musafa II, TAPUT, berangkat dari Khas Al-Qaimah di wilayah Uni Emirat Arab untuk melakukan towing
01:08terhadap sebuah kapal kontainer yang mengalami kerusakan.
01:12Lalu kapal Musafa II ini tiba di lokasi di dekat kapal kontainer tersebut pada tanggal 6 Maret pukul 2 dini
01:23hari.
01:23Ketika melakukan persiapan, towing, kemudian terjadi ledakan di kapal takut Musafa II tersebut.
01:34Dapat kami sampaikan bahwa kapal Musafa II berawakan 7 ABK berasal dari Indonesia, India, dan Filipina.
01:44Yang Indonesia ada 4 ABK dalam informasi yang kami terima, 3 masih hilang, dan 1 dalam keadaan selamat.
01:56Oke, baik Pak. Kemudian apakah ada informasi terbaru terkait keberadaan 3 anggota WNI ini yang masih tentu dalam proses pencarian?
02:06Ya, sejak awal kejadian, KBR Abu Dhabi berkoordinasi dengan otoritas yang ada di UAE dan juga pihak perusahaan.
02:15Kami juga berkoordinasi dengan KBR Masked, di mana lokasi kejadian memang ada di wilayah perharian Oman.
02:23Dapat kami sampaikan bahwa pada hari ini tim KBR Masked sudah berada di lokasi di kota Kasab,
02:32di mana salah satu ABK kita yang selamat ada di sana.
02:37Saat ini ABK kita yang selamat dalam perawatan rumah sakit karena mengalami luka bakar sekitar 20%.
02:44Kemudian kita juga terus berkoordinasi dengan otoritas tempat untuk proses pencarian bagi 3 ABK Indonesia lainnya.
02:55Oke, baik Pak. Sejauh apa komunikasi yang sudah dilakukan dari pihak KBR dengan otoritas di Uni Emirat Arab?
03:02Ya, pertama tentunya mereka memberikan pelindungan dan juga langkah-langkah untuk satu ABK kita yang selamat dan juga upaya pencarian
03:13bagi 3 ABK yang lain.
03:15Dapat kami sampaikan satu saksi mata, sebetulnya juga adalah waga negara Indonesia yang pada saat kejadian dia berada di kapal
03:25kontainer.
03:25Kapal kontainer sedang melakukan persiapan untuk towing.
03:31Nah, satu Indonesia ini yang menjadi saksi mata saat ini sudah berada di Abu Dhabi dan dalam keadaan baik dan
03:39selamat.
03:39Ya, kami juga sudah bertemu dengan ABK tersebut dan saat ini tinggal di Abu Dhabi.
03:47Oke, baik Pak. Bisa dijelaskan kepada kami mungkin lebih rinci lagi kondisi warga negara Indonesia yang satu orang selamat tadi,
03:54Pak.
03:54Apakah ada luka atau bagaimana lalu penanganannya sudah sejauh apa?
04:01Satu ABK yang selamat mengalami luka bakar sekitar 20% dan saat ini dirapati rumah sakit di Kota Kasar.
04:08Jadi, kalau kita melihat di peta, ini adalah enklav dari wilayah Oman yang ada di Selat Hormus.
04:15Kota Kasar itu adalah kota terdekat dari wilayah kejadian.
04:18Dan sejak awal memang sudah ditangani langsung oleh otoritas Oman.
04:23Dan saat ini tim KBRi sudah berada di lokasi dan kami terus melakukan koordinasi dengan tim KBRi Mustad.
04:31Oke, baik Pak. Yang kita tahu juga kalau kapal ini kan meledak dan juga hilang gitu, Pak.
04:35Apakah sudah ada komunikasi dengan pemilik kapal, Pak?
04:39Sudah. Kami sudah melakukan komunikasi dengan pemilik kapal.
04:43Namun, terkait dengan penyebab ledakan tersebut, kita menunggu.
04:49Hasil penyelidikan dari otoritas setempat.
04:52Kita tidak ingin berspekulasi apa penyebab ledakan tersebut.
04:56Yang kita pahami memang kapal tersebut meledak dan terbakar.
05:00Namun, apa penyebabnya? Kita menunggu hasil penyelidikan dari otoritas setempat.
05:06Kira-kira kalau berdasarkan komunikasi dengan otoritas setempat,
05:10seberapa lama, Pak, hasil penyelidikan ini kira-kira akan keluar?
05:14Mereka belum bisa memastikan.
05:16Karena memang kita pahami situasi di Selat Hormus saat ini cukup berbahaya.
05:23Seperti itu.
05:24Dan kita terus pantau dan monitor proses penyelidikan.
05:28Oke. Ada kendala, Pak, mungkin selama proses penyelidikan ini?
05:34Se far sih, kami belum dapat informasi secara detail ya,
05:39mengenai proses, bagaimana proses penyelidikan itu dilakukan.
05:42Kita tunggu.
05:46Baik.
05:47Pak Yuda, selain berkomunikasi dengan otoritas setempat,
05:52apakah dari Kemlu atau perwakilan KBRI sudah berkomunikasi mungkin dengan pihak keluarga yang hilang?
05:58Ya, betul, Mbak Atata.
06:01Jadi, sejak awal kami menerima informasi kejadian ini,
06:05selain berkomunikasi dengan pihak perusahaan,
06:07kami juga melakukan komunikasi dengan pihak keluarga
06:11untuk menyampaikan kejadian yang menerhatikan ini,
06:16yang menjadikan ini,
06:17dan kami terus menyampaikan update terkait dengan proses penanganan insiden ini.
06:24Oke, baik.
06:26Pak Yuda, kan kejadian ini terjadi setelah selat hormus ditutup,
06:30koreksi kalau saya salah.
06:31Kemudian apakah meledaknya dari kapal ini ada kaitannya dengan situasi saat ini
06:36perang antara Israel dan juga Amerika terhadap Iran, Pak?
06:42Kita tunggu hasil penyelidikan, Mbak Atata.
06:45Terlalu prematur,
06:46kita menunggu hasil proses penyelidikan yang dilakukan oleh autoritas tempat.
06:52Kejadian itu terjadi pada malam hari.
06:55Pada pukul 2 dini hari,
06:57jadi saksi mata pun tidak bisa memastikan apa penyebab rendahkan tersebut yang terjadi.
07:03Kita tunggu hasil penyelidikan.
07:04Tapi ada kecurigaan mengarah ke sana, Pak?
07:08Sebagai macam kemungkinan pastinya akan kita dalam besarnya otoritas tempat.
07:13Oke, baik.
07:14Pak Yuda, selat hormus kan saat ini sangat rawan
07:17karena ada eskalasi perang di kawasan teluk.
07:19Apakah sebelum insiden ini,
07:22KBR itu sudah memberikan peringatan begitu
07:24atau mungkin imbauan khusus kepada ABK yang khususnya WNI
07:28yang bekerja di kapal-kapal di wilayah rawan ini, Pak?
07:31Sejak kejadian 28 Februari yang lalu ketika Iran melakukan serangan kepada UAE,
07:39KBR telah menyampaikan imbauan
07:42dan kemudian kita juga sudah menetapkan status siaga tiket.
07:46Artinya kepada seluruh WNI yang ada di UAE,
07:49termasuk yang bekerja sebagai hawak kapal,
07:52itu kita harapkan mereka bisa meningkatkan kuasa padaan
07:55dan kemudian melakukan langkah-langkah pelindungan lebih awal seperti itu
08:01dan kemudian selalu menghubungi KBRI ataupun KJRI yang ada di Dubai
08:07jika terjadi situasi kedauratan.
08:09Satu hal yang sejak awal kami tekankan kepada masyarakat
08:15adalah untuk segera melakukan lapor diri.
08:19Dalam informasi statistik yang disampaikan oleh otoritas UAE,
08:24ada 81 ribu.
08:26Mereka negara kita yang tinggal menetap di UAE,
08:30namun data lapor diri yang diterima oleh KBRI dan KJRI
08:33baru sekitar 11 ribu.
08:35Ini tentu kita ingin dorong terus,
08:39terutama dalam situasi kedauratan yang kita hadapi saat ini,
08:42data yang akurat itu akan sangat membantu perwakilan RI
08:47untuk memberikan respon yang cepat dan tepat.
08:50Oke, baik Pak Yuda juga tentu kita tidak tahu
08:53berapa lama situasi rawan ini masih akan terus bergejolak.
08:58Berapa banyak Pak WNI yang bekerja sebagai ABK
09:01di kapal takbot atau offshore di perairan Uni Emirat Arab
09:04dan di sekitar Teluk Persia ini?
09:07Apakah ada rencana mungkin evakuasi atau relokasi
09:10bagi mereka yang ada di zona beresiko tinggi, Pak?
09:15Ya, status keamanan yang ditetapkan oleh KBRI Abu Dhabi
09:19dan KJRI Dubai saat ini adalah siaga tiga.
09:22Artinya situasinya cukup berbahaya,
09:28namun relatif terkendali.
09:31Dan kemudian kita terus melakukan antisipasi.
09:35Jika terjadi eskalasi lebih lanjut,
09:38itu yang selalu kami tekankan kepada masyarakat Indonesia yang ada di sini
09:42melalui kegiatan town hall.
09:44Kami sudah melakukan dua kali kegiatan town hall secara virtual
09:47dengan masyarakat untuk menyampaikan update situasi terkini
09:51dan juga langkah-langkah kontijensi jika terjadi eskalasi.
09:55Jadi kita antisipasi bahwa situasi di lapangan itu sangat fluid,
10:00sangat dinamis.
10:01serangan rudal dan run masih terus terjadi.
10:05Bahkan beberapa saat sebelum kita lakukan wawancara ini
10:09masih terdengar ledakan juga di Abu Dhabi.
10:13Jadi kewaspadaan itu menjadi sangat utama
10:17dan ikuti arahan yang disampaikan oleh otoritas setempat.
10:23Oke, baik.
10:25Pak Yuda, kalau misalnya Anda sendiri yang berada di sana,
10:27sebenarnya apa yang disasar di wilayah Abu Dhabi ini?
10:31Dan bentuk imbauan yang sudah dilakukan itu seperti apa, Pak Rincinya?
10:38Beberapa sasaran yang dilakukan.
10:40Tentunya pertama adalah instasi militer,
10:42seperti itu, dan kemudian beberapa infrastruktur publik.
10:46Seperti air port yang ada di Abu Dhabi,
10:48dan air port yang ada di Dubai juga mengalami serangan.
10:53Kantor konsulat Amerika di Dubai juga mengalami serangan.
10:58Kebetulan dalam konteks serangan rudal dan drone ini,
11:04sebetulnya tingkat keberhasilan intersepsi
11:07yang dilakukan oleh sistem perantahanan udara UAE itu sangat baik,
11:11sekitar 92 persen.
11:13Incoming missile itu dapat dijegat.
11:16Total hingga hari ini ada 1.534 rudal dan drone
11:23yang masuk ke wilayah UAE dan 92 persen diantaranya
11:28mampu untuk dijegat.
11:30Namun ancaman yang terbesar itu datang dari debris
11:34atau serpihan rudal yang dapat dijegat tersebut,
11:37yang itu kemudian membahayakan warga sekitar.
11:40Hingga saat ini ada 4 korban meninggal dunia
11:44dan sekitar 94 luka-luka.
11:47Nah ini yang terus kami sampaikan kepada masyarakat.
11:51Imbauan praktis keamanan yang sudah kami sampaikan kepada masyarakat
11:55adalah pertama, tetap tenang,
11:59menampung tingkatkan kewaspadaan,
12:01ikuti arahan otoritas tempat.
12:03Otoritas tempat sudah memberikan layanan emergency alert.
12:07Jadi ketika ada incoming missile datang,
12:09kita di HP masing-masing itu akan berbunyi,
12:13emergency alert,
12:14yang menyampaikan informasi bahwa ada rudal atau drone
12:19yang masuk ke wilayah UAE.
12:21Nah ketika mendapatkan emergency alert tersebut,
12:25pastikan segera mencari perlindungan,
12:29jauhi jendela,
12:31cari lokasi atau struktur bangunan yang kuat.
12:35Seperti itu.
12:36Dan kemudian jika terjadi situasi gedaul rata,
12:40segera hubungi KBRI maupun KJRI.
12:44Oke, baik.
12:46Pak Yuda, mungkin bisa digambarkan juga kepada kami,
12:49berarti kalau misalnya sasaran di Abu Dhabi itu
12:52seperti public space, seperti airport, dan lain-lain,
12:54apakah itu cukup dekat Pak dengan permukiman warga?
12:58Ya, kalau airport kan memang relatif jauh dari permukiman warga.
13:03Seperti itu, dapat kami sampaikan.
13:04Tapi sekali lagi, tadi bentuk ancaman yang terbesar itu ada justru dari debris,
13:10dari pecahan, dari pecahan rudal yang dapat diintersepsi,
13:14yang bisa terjadi dimanapun.
13:15Itu yang perlu kita waspadai.
13:17Sebagai contoh, misalkan,
13:19dua hari yang lalu, debris dari rudal itu
13:24mengenai MBZ University for Humanities,
13:27di mana ada beberapa mahasiswa kita yang sudah bertugas di sana
13:31atau bersekolah di sana,
13:33namun kondisinya dalam keadaan aman dan selamat,
13:37karena mereka sudah masuk ke dalam rumah,
13:39apa, dormitori mereka masing-masing.
13:42Baik, terima kasih Pak Yuda atas penjelasan Anda,
13:46Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab.
13:49Tentunya kita berharap semoga segala situasi ini semakin baik adanya.
13:53Terima kasih Pak.
13:54Terima kasih Mbak Duda.
13:56Terima kasih.
13:57Baik Saudara, kami akan kembali di Breaking News Kompas TV
14:01Sesaat Lagi Seusai Jeddah.
Komentar