Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tiga dari empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia dilaporkan masih hilang setelah kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab meledak dan tenggelam di Selat Hormuz, di antara perairan Uni Emirat Arab dan Oman. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 6 Maret, sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Informasi mengenai insiden ini diterima Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi dan KBRI di Muscat.

Berdasarkan laporan awal, kapal Musaffah 2 diawaki oleh tujuh personel yang terdiri dari warga negara Indonesia, India, dan Filipina.

Pihak terkait masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang serta berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk proses penyelamatan.

#selathormuz #kapal #wni #abk

Baca Juga [FULL] Fakta Kasus Richard Lee: Ditahan Polisi, Diperiksa 4 Jam Kasus Perlindungan Konsumen di https://www.kompas.tv/nasional/655504/full-fakta-kasus-richard-lee-ditahan-polisi-diperiksa-4-jam-kasus-perlindungan-konsumen



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655508/full-dubes-ri-untuk-uea-ungkap-kronologi-dan-kondisi-abk-wni-kapal-tenggelam-di-selat-hormuz
Transkrip
00:00Dan untuk informasi terkini, saudara terkait tiga warga negara Indonesia yang hilang di Selat Hormuz
00:06sudah bergabung bersama kami, Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Yuda Nugraha yang berada di Abu Dhabi.
00:14Pak Yuda, selamat siang waktu Indonesia.
00:17Untuk informasi terkini, Pak, apakah sudah ada update terkait penyebab meledaknya kapal yang berbendera Uni Emirat Arab ini, Pak,
00:25yang memiliki empat anak buah kapal WNI?
00:29Selamat siang, Mbak Tata.
00:31Dapat kami sampaikan update terkait dengan kasus tenggelamnya kapal Musafa II, TAPUT,
00:39yang berawakan empat warga negara Indonesia.
00:43Secara kronologis dapat kami jelaskan bahwa informasi pertama kejadian ini diterima oleh KBRI pada tanggal 6 Maret pukul 9 pagi
00:52berdasarkan informasi saksi mata yang juga seorang WNI,
00:56bahwa kapal Musafa II, TAPUT, berangkat dari Khas Al-Qaimah di wilayah Uni Emirat Arab untuk melakukan towing
01:08terhadap sebuah kapal kontainer yang mengalami kerusakan.
01:12Lalu kapal Musafa II ini tiba di lokasi di dekat kapal kontainer tersebut pada tanggal 6 Maret pukul 2 dini
01:23hari.
01:23Ketika melakukan persiapan, towing, kemudian terjadi ledakan di kapal takut Musafa II tersebut.
01:34Dapat kami sampaikan bahwa kapal Musafa II berawakan 7 ABK berasal dari Indonesia, India, dan Filipina.
01:44Yang Indonesia ada 4 ABK dalam informasi yang kami terima, 3 masih hilang, dan 1 dalam keadaan selamat.
01:56Oke, baik Pak. Kemudian apakah ada informasi terbaru terkait keberadaan 3 anggota WNI ini yang masih tentu dalam proses pencarian?
02:06Ya, sejak awal kejadian, KBR Abu Dhabi berkoordinasi dengan otoritas yang ada di UAE dan juga pihak perusahaan.
02:15Kami juga berkoordinasi dengan KBR Masked, di mana lokasi kejadian memang ada di wilayah perharian Oman.
02:23Dapat kami sampaikan bahwa pada hari ini tim KBR Masked sudah berada di lokasi di kota Kasab,
02:32di mana salah satu ABK kita yang selamat ada di sana.
02:37Saat ini ABK kita yang selamat dalam perawatan rumah sakit karena mengalami luka bakar sekitar 20%.
02:44Kemudian kita juga terus berkoordinasi dengan otoritas tempat untuk proses pencarian bagi 3 ABK Indonesia lainnya.
02:55Oke, baik Pak. Sejauh apa komunikasi yang sudah dilakukan dari pihak KBR dengan otoritas di Uni Emirat Arab?
03:02Ya, pertama tentunya mereka memberikan pelindungan dan juga langkah-langkah untuk satu ABK kita yang selamat dan juga upaya pencarian
03:13bagi 3 ABK yang lain.
03:15Dapat kami sampaikan satu saksi mata, sebetulnya juga adalah waga negara Indonesia yang pada saat kejadian dia berada di kapal
03:25kontainer.
03:25Kapal kontainer sedang melakukan persiapan untuk towing.
03:31Nah, satu Indonesia ini yang menjadi saksi mata saat ini sudah berada di Abu Dhabi dan dalam keadaan baik dan
03:39selamat.
03:39Ya, kami juga sudah bertemu dengan ABK tersebut dan saat ini tinggal di Abu Dhabi.
03:47Oke, baik Pak. Bisa dijelaskan kepada kami mungkin lebih rinci lagi kondisi warga negara Indonesia yang satu orang selamat tadi,
03:54Pak.
03:54Apakah ada luka atau bagaimana lalu penanganannya sudah sejauh apa?
04:01Satu ABK yang selamat mengalami luka bakar sekitar 20% dan saat ini dirapati rumah sakit di Kota Kasar.
04:08Jadi, kalau kita melihat di peta, ini adalah enklav dari wilayah Oman yang ada di Selat Hormus.
04:15Kota Kasar itu adalah kota terdekat dari wilayah kejadian.
04:18Dan sejak awal memang sudah ditangani langsung oleh otoritas Oman.
04:23Dan saat ini tim KBRi sudah berada di lokasi dan kami terus melakukan koordinasi dengan tim KBRi Mustad.
04:31Oke, baik Pak. Yang kita tahu juga kalau kapal ini kan meledak dan juga hilang gitu, Pak.
04:35Apakah sudah ada komunikasi dengan pemilik kapal, Pak?
04:39Sudah. Kami sudah melakukan komunikasi dengan pemilik kapal.
04:43Namun, terkait dengan penyebab ledakan tersebut, kita menunggu.
04:49Hasil penyelidikan dari otoritas setempat.
04:52Kita tidak ingin berspekulasi apa penyebab ledakan tersebut.
04:56Yang kita pahami memang kapal tersebut meledak dan terbakar.
05:00Namun, apa penyebabnya? Kita menunggu hasil penyelidikan dari otoritas setempat.
05:06Kira-kira kalau berdasarkan komunikasi dengan otoritas setempat,
05:10seberapa lama, Pak, hasil penyelidikan ini kira-kira akan keluar?
05:14Mereka belum bisa memastikan.
05:16Karena memang kita pahami situasi di Selat Hormus saat ini cukup berbahaya.
05:23Seperti itu.
05:24Dan kita terus pantau dan monitor proses penyelidikan.
05:28Oke. Ada kendala, Pak, mungkin selama proses penyelidikan ini?
05:34Se far sih, kami belum dapat informasi secara detail ya,
05:39mengenai proses, bagaimana proses penyelidikan itu dilakukan.
05:42Kita tunggu.
05:46Baik.
05:47Pak Yuda, selain berkomunikasi dengan otoritas setempat,
05:52apakah dari Kemlu atau perwakilan KBRI sudah berkomunikasi mungkin dengan pihak keluarga yang hilang?
05:58Ya, betul, Mbak Atata.
06:01Jadi, sejak awal kami menerima informasi kejadian ini,
06:05selain berkomunikasi dengan pihak perusahaan,
06:07kami juga melakukan komunikasi dengan pihak keluarga
06:11untuk menyampaikan kejadian yang menerhatikan ini,
06:16yang menjadikan ini,
06:17dan kami terus menyampaikan update terkait dengan proses penanganan insiden ini.
06:24Oke, baik.
06:26Pak Yuda, kan kejadian ini terjadi setelah selat hormus ditutup,
06:30koreksi kalau saya salah.
06:31Kemudian apakah meledaknya dari kapal ini ada kaitannya dengan situasi saat ini
06:36perang antara Israel dan juga Amerika terhadap Iran, Pak?
06:42Kita tunggu hasil penyelidikan, Mbak Atata.
06:45Terlalu prematur,
06:46kita menunggu hasil proses penyelidikan yang dilakukan oleh autoritas tempat.
06:52Kejadian itu terjadi pada malam hari.
06:55Pada pukul 2 dini hari,
06:57jadi saksi mata pun tidak bisa memastikan apa penyebab rendahkan tersebut yang terjadi.
07:03Kita tunggu hasil penyelidikan.
07:04Tapi ada kecurigaan mengarah ke sana, Pak?
07:08Sebagai macam kemungkinan pastinya akan kita dalam besarnya otoritas tempat.
07:13Oke, baik.
07:14Pak Yuda, selat hormus kan saat ini sangat rawan
07:17karena ada eskalasi perang di kawasan teluk.
07:19Apakah sebelum insiden ini,
07:22KBR itu sudah memberikan peringatan begitu
07:24atau mungkin imbauan khusus kepada ABK yang khususnya WNI
07:28yang bekerja di kapal-kapal di wilayah rawan ini, Pak?
07:31Sejak kejadian 28 Februari yang lalu ketika Iran melakukan serangan kepada UAE,
07:39KBR telah menyampaikan imbauan
07:42dan kemudian kita juga sudah menetapkan status siaga tiket.
07:46Artinya kepada seluruh WNI yang ada di UAE,
07:49termasuk yang bekerja sebagai hawak kapal,
07:52itu kita harapkan mereka bisa meningkatkan kuasa padaan
07:55dan kemudian melakukan langkah-langkah pelindungan lebih awal seperti itu
08:01dan kemudian selalu menghubungi KBRI ataupun KJRI yang ada di Dubai
08:07jika terjadi situasi kedauratan.
08:09Satu hal yang sejak awal kami tekankan kepada masyarakat
08:15adalah untuk segera melakukan lapor diri.
08:19Dalam informasi statistik yang disampaikan oleh otoritas UAE,
08:24ada 81 ribu.
08:26Mereka negara kita yang tinggal menetap di UAE,
08:30namun data lapor diri yang diterima oleh KBRI dan KJRI
08:33baru sekitar 11 ribu.
08:35Ini tentu kita ingin dorong terus,
08:39terutama dalam situasi kedauratan yang kita hadapi saat ini,
08:42data yang akurat itu akan sangat membantu perwakilan RI
08:47untuk memberikan respon yang cepat dan tepat.
08:50Oke, baik Pak Yuda juga tentu kita tidak tahu
08:53berapa lama situasi rawan ini masih akan terus bergejolak.
08:58Berapa banyak Pak WNI yang bekerja sebagai ABK
09:01di kapal takbot atau offshore di perairan Uni Emirat Arab
09:04dan di sekitar Teluk Persia ini?
09:07Apakah ada rencana mungkin evakuasi atau relokasi
09:10bagi mereka yang ada di zona beresiko tinggi, Pak?
09:15Ya, status keamanan yang ditetapkan oleh KBRI Abu Dhabi
09:19dan KJRI Dubai saat ini adalah siaga tiga.
09:22Artinya situasinya cukup berbahaya,
09:28namun relatif terkendali.
09:31Dan kemudian kita terus melakukan antisipasi.
09:35Jika terjadi eskalasi lebih lanjut,
09:38itu yang selalu kami tekankan kepada masyarakat Indonesia yang ada di sini
09:42melalui kegiatan town hall.
09:44Kami sudah melakukan dua kali kegiatan town hall secara virtual
09:47dengan masyarakat untuk menyampaikan update situasi terkini
09:51dan juga langkah-langkah kontijensi jika terjadi eskalasi.
09:55Jadi kita antisipasi bahwa situasi di lapangan itu sangat fluid,
10:00sangat dinamis.
10:01serangan rudal dan run masih terus terjadi.
10:05Bahkan beberapa saat sebelum kita lakukan wawancara ini
10:09masih terdengar ledakan juga di Abu Dhabi.
10:13Jadi kewaspadaan itu menjadi sangat utama
10:17dan ikuti arahan yang disampaikan oleh otoritas setempat.
10:23Oke, baik.
10:25Pak Yuda, kalau misalnya Anda sendiri yang berada di sana,
10:27sebenarnya apa yang disasar di wilayah Abu Dhabi ini?
10:31Dan bentuk imbauan yang sudah dilakukan itu seperti apa, Pak Rincinya?
10:38Beberapa sasaran yang dilakukan.
10:40Tentunya pertama adalah instasi militer,
10:42seperti itu, dan kemudian beberapa infrastruktur publik.
10:46Seperti air port yang ada di Abu Dhabi,
10:48dan air port yang ada di Dubai juga mengalami serangan.
10:53Kantor konsulat Amerika di Dubai juga mengalami serangan.
10:58Kebetulan dalam konteks serangan rudal dan drone ini,
11:04sebetulnya tingkat keberhasilan intersepsi
11:07yang dilakukan oleh sistem perantahanan udara UAE itu sangat baik,
11:11sekitar 92 persen.
11:13Incoming missile itu dapat dijegat.
11:16Total hingga hari ini ada 1.534 rudal dan drone
11:23yang masuk ke wilayah UAE dan 92 persen diantaranya
11:28mampu untuk dijegat.
11:30Namun ancaman yang terbesar itu datang dari debris
11:34atau serpihan rudal yang dapat dijegat tersebut,
11:37yang itu kemudian membahayakan warga sekitar.
11:40Hingga saat ini ada 4 korban meninggal dunia
11:44dan sekitar 94 luka-luka.
11:47Nah ini yang terus kami sampaikan kepada masyarakat.
11:51Imbauan praktis keamanan yang sudah kami sampaikan kepada masyarakat
11:55adalah pertama, tetap tenang,
11:59menampung tingkatkan kewaspadaan,
12:01ikuti arahan otoritas tempat.
12:03Otoritas tempat sudah memberikan layanan emergency alert.
12:07Jadi ketika ada incoming missile datang,
12:09kita di HP masing-masing itu akan berbunyi,
12:13emergency alert,
12:14yang menyampaikan informasi bahwa ada rudal atau drone
12:19yang masuk ke wilayah UAE.
12:21Nah ketika mendapatkan emergency alert tersebut,
12:25pastikan segera mencari perlindungan,
12:29jauhi jendela,
12:31cari lokasi atau struktur bangunan yang kuat.
12:35Seperti itu.
12:36Dan kemudian jika terjadi situasi gedaul rata,
12:40segera hubungi KBRI maupun KJRI.
12:44Oke, baik.
12:46Pak Yuda, mungkin bisa digambarkan juga kepada kami,
12:49berarti kalau misalnya sasaran di Abu Dhabi itu
12:52seperti public space, seperti airport, dan lain-lain,
12:54apakah itu cukup dekat Pak dengan permukiman warga?
12:58Ya, kalau airport kan memang relatif jauh dari permukiman warga.
13:03Seperti itu, dapat kami sampaikan.
13:04Tapi sekali lagi, tadi bentuk ancaman yang terbesar itu ada justru dari debris,
13:10dari pecahan, dari pecahan rudal yang dapat diintersepsi,
13:14yang bisa terjadi dimanapun.
13:15Itu yang perlu kita waspadai.
13:17Sebagai contoh, misalkan,
13:19dua hari yang lalu, debris dari rudal itu
13:24mengenai MBZ University for Humanities,
13:27di mana ada beberapa mahasiswa kita yang sudah bertugas di sana
13:31atau bersekolah di sana,
13:33namun kondisinya dalam keadaan aman dan selamat,
13:37karena mereka sudah masuk ke dalam rumah,
13:39apa, dormitori mereka masing-masing.
13:42Baik, terima kasih Pak Yuda atas penjelasan Anda,
13:46Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab.
13:49Tentunya kita berharap semoga segala situasi ini semakin baik adanya.
13:53Terima kasih Pak.
13:54Terima kasih Mbak Duda.
13:56Terima kasih.
13:57Baik Saudara, kami akan kembali di Breaking News Kompas TV
14:01Sesaat Lagi Seusai Jeddah.
Komentar

Dianjurkan