Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemilik restoran Bibi Kelinci, Nabilah OBrien, buka suara soal penetapan status tersangkanya.

Kasus ini ramai setelah Nabilah mengunggah hal tersebut di akun media sosialnya.

Nabilah mempertanyakan hati nurani pihak yang melaporkannya ke polisi. Padahal, menurutnya, dirinya merupakan korban pencurian.

Tangis Nabilah pun pecah saat menyampaikan isi hatinya dalam jumpa pers pada Jumat (6/3/2026).

Video editor: Galih

#nabilah #bibikelinci #kasuspencurian

Baca Juga Kata Mabes Polri terkait Penetapan Tersangka Nabilah OBrien di https://www.kompas.tv/nasional/655299/kata-mabes-polri-terkait-penetapan-tersangka-nabilah-o-brien



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655370/tangis-nabilah-o-brien-usai-viralkan-konsumen-tak-bayar-di-mana-hati-nurani-kalian
Transkrip
00:00Untuk Bapak Z dan Ibu E, saya ingin bertanya langsung,
00:08di mana hati murahnya kalian?
00:12Mungkin saya belum bisa ngomong banyak tanpa memencah,
00:17karena saya takut saya mau bicara,
00:20saya akan menyampaikan beberapa poin.
00:23Untuk Bapak Z dan Ibu E,
00:26saya ingin bertanya langsung,
00:31di mana hati murahnya kalian?
00:34Kalian datang ke tempat saya,
00:37mengambil 14 produk makanan dan minuman kami,
00:40tanpa membayar sepasar pun.
00:43Tidak hanya itu,
00:45kalian menghina karyawan-karyawan saya,
00:48masuk ke area dapur saya,
00:51membentang dan mencaci bagi karyawan saya yang sedang bekerja mencari nafkah.
00:56Saya tidak pernah melakukan itu kepada mereka.
01:00Dan orang lain,
01:02senaknya masuk,
01:04mengambil modal saya,
01:06dan menghina karyawan-karyawan saya.
01:09Poin nomor dua,
01:11tiga sekali,
01:13kalian justru melaporkan saya balik.
01:15Untuk apa?
01:18Kalian sendiri sudah mengakui,
01:21bahwa kalian mengambil makanan itu.
01:23Namun sekarang,
01:24sekarang kalian menuntut saya 1 miliar rupiah,
01:28sampai 5 bulan lamanya.
01:31Saya ini hanya rakyat,
01:36pelaku usaha kecil,
01:38yang sedang berjuang menghidupi banyak orang di belakang saya.
01:42Uang 1 miliar itu,
01:44sangat tidak masuk akal,
01:46dibandingkan dengan makanan yang kalian ambil.
01:54Poin selanjutnya,
01:57saya takut,
02:00bicaranya,
02:02untuk para penyidik perkara saya,
02:06di siber,
02:08baris kri,
02:09baris kri polri,
02:11saya tahu proses ini berjalan dengan sangat cepat,
02:14dan terasa jaga.
02:18Rekaman CCTV itu ada,
02:20dan CCTV itu tidak pernah berborong.
02:29Saya mungkin tidak tahu,
02:31atau tidak paham pasal-pasal hukum,
02:33tapi semenjak ini terjadi,
02:35saya betul-betul membedah.
02:40Dan saya tahu apa itu keadilan dan kebenaran.
02:43Saya terpaksa harus membuka ini ke media,
02:49karena ternyata menjadi kooperatif selama 5 bulan ini,
02:53dan menjadi benar saja tidak cukup,
02:55untuk baris kri payung polri di negeri ini.
03:00Saya tidak bisa ngomong lebih banyak dan lebih dalam lagi,
03:04karena saya takut.
03:13Saya ingin berterima kasih
03:15kepada Pak Presiden Prabowo,
03:20dan saya juga ingin berterima kasih kepada Pak Habibur Rokman,
03:24Ketua Komisi 3.
03:26Ketua Komisi 3,
03:26terima kasih banyak,
03:29dan tolong lihat saya,
03:31saya seteras,
03:34saya sulit fokus bekerja selama 5 bulan ini.
03:41Tiba-tiba saya dijadikan tersangka,
03:46hanya karena menyuarakan fakta
03:48demi diri saya sendiri dan keamanan publik.
03:53Saya percaya masih banyak polisi yang baik,
03:57dan pemerintah yang benar-benar berpihak,
03:59pada pengusaha kecil.
04:01Mohon bantu saya,
04:03agar kriminalisasi ini tidak menjadi akhir
04:06dari hidup saya,
04:08dari usaha saya.
04:15Dan untuk anak-anak saya,
04:22maafin saya,
04:23kalau belum selesai,
04:25bikin kalian capek juga balik-balik.
04:37saya mau bilang makasih,
04:39masih nemenin saya di sini.
04:43Pergi doang sama-sama ya.
04:46Makasih.
04:51Oke,
04:52ini juga mungkin ada yang mau bukber ya.
04:56Jadi,
04:58kurang lebih sih seperti itu,
05:00klarifikasinya,
05:01berangkat dari kronologi,
05:03kurang lebih begitu.
05:05Harapan kami dari adanya media,
05:08konferensi PES hari ini,
05:10kita bisa sama-samalah,
05:12menegakkan keadilan,
05:16bela lah kebenaran,
05:18bela yang perlu dibela.
05:20Gitu.
05:20karena memang,
05:22saya sendiri melihat,
05:24naik turunnya,
05:25klien saya selama,
05:27proses ini terjadi,
05:28kurang lebih seperti itu.
05:35Kecepatan informasi,
05:36dan akurasi data,
05:38adalah komitmen kami.
05:39Satu langkah,
05:40lebih dekat,
05:41satu langkah,
05:42lebih terpercaya.
05:43Saksikan Sapa Indonesia Malam,
05:46di Kompas TV,
05:47Channel 11,
05:48di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan