00:02Saudara-saudara, saya juga telah memerintahkan Menteri ESDM, saya dapat laporan, ada ratusan tambang gak jelas atau iup-iup gak
00:18jelas di hutan lindung dan di hutan-hutan.
00:24Saya cek, Menteri Kutanan, saya cek, oh Alhamdulillah Menteri Kutanan ini oke juga dia, dia belum kasih izin potong kayu,
00:40mana Menteri Kutanan? Ada?
00:47Oh, kau ya Menteri Kutanan? Waduh dia berbinar-binar dia tuh. Saya gak tanya partai apa kau.
01:04Jadi, ini ada sekian ratus Menteri ESDM, segera evaluasi.
01:12Kalau gak jelas, cabut semua itu, iup-iup, ya.
01:16Cabut semua itu. Kita sudah gak ada waktu untuk terlalu kasihan, gak ada kasihan sekarang.
01:24Kita hanya membela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat.
01:31Kepentingan kawan, kepentingan konco, kepentingan keluarga, kepentingan kelompok, itu nomor berapa, Pak?
01:41Ya, evaluasi segera. Berapa hari laporan kembali ke saya?
01:46Dua minggu, enak aja dua minggu.
01:52Enggak, satu minggu.
01:58Kita cabut semua, iup, ya.
02:02Prinsip-prinsip itu yang gak beres, kita cabut.
02:05Harus di tangan negara dan kita bisa nanti memperkuat institusi-institusi kita, lembaga-lembaga kita.
02:16Saudara-saudara, saya kira itu sementara, ya, tahap pertama.
02:22Dan dengan demikian, saya ucapkan terima kasih media yang terhormat.
02:31Sekarang saya kira waktu minum teh.
02:37Saudara bisa keluar dengan baik.
02:40Protokol, kasih snack dan teh yang banyak supaya mereka, ya, supaya mereka senang.
02:52Saya juga minta break, lima menit.
02:58Untuk minum kopi.
03:00Terima kasih.
03:00Terima kasih.
03:02Terima kasih.
03:04Terima kasih.
03:04Terima kasih.
03:04Terima kasih.
03:05Terima kasih.
Komentar