Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Jubir TV - Sukabumi - Puluhan mahasiswa dari dua organisasi besar di Sukabumi menggelar Aksi Demonstrasi di Pendopo Palabuhanratu, Rabu, 4 Maret 2026.

Mereka menilai satu tahun kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Sukabumi belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Aksi ini merupakan gabungan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Sukabumi Raya dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau IMM Sukabumi Raya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan evaluasi terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi.

Mahasiswa menilai masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang belum tertangani secara serius, mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga pembangunan daerah yang dinilai belum merata.

Dalam data yang mereka sampaikan, angka kemiskinan di Kabupaten Sukabumi masih berada di kisaran enam hingga tujuh persen, sementara tingkat pengangguran bahkan melebihi tujuh persen. Kondisi ini dinilai menunjukkan kesejahteraan masyarakat belum mengalami perbaikan yang signifikan.

Mahasiswa juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi. Dari total sekitar 1.424 kilometer jalan kabupaten, hanya sekitar 40 persen yang berada dalam kondisi baik, sementara sisanya masih rusak ringan hingga berat.

Selain infrastruktur, sektor pendidikan dinilai masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari rendahnya rata-rata lama sekolah hingga kesejahteraan guru honorer yang belum memadai.

Di sektor kesehatan, mahasiswa menilai masih terdapat kesenjangan akses layanan kesehatan serta keterbatasan fasilitas yang berdampak pada kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Sementara itu, isu lingkungan juga menjadi sorotan, menyusul tingginya potensi bencana seperti longsor, banjir, dan pergerakan tanah yang dinilai berkaitan dengan persoalan tata ruang dan aktivitas pertambangan.

Bukan hanya kepada Bupati dan Wakil Bupati, Mahasiswa menyoroti pengawasan dan evaluasi DPRD yang dinilai tidak berjalan baik.

Atas dasar persoalan itu, mahasiswa menyampaikan sepuluh tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Pada aksi tersebut, mahasiswa kecewa karena Bupati Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi, serta Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi tidak hadir secara langsung untuk menemui mereka

Mereka menilai kehadiran pimpinan daerah penting sebagai bentuk tanggung jawab dalam mendengar aspirasi masyarakat.

Namun meskipun begitu, aspirasi mahasiswa tetap tersampaikan dan diterima oleh perwakilan pejabat pemerintah daerah yang datang menemui massa aksi.

Diketahui, pada saat yang bersamaan Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi tengah menjalankan agenda kegiatan yang sebelumnya telah dijadwalkan.

Mahasiswa berharap evaluasi satu tahun kepemimpinan ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kebijakan pembangunan agar lebih berpihak kepada masyarakat.

Dari Kabupaten Sukabumi, Muri, Melaporkan untuk Jubir TV

Editor : Asrul
------------------------------------------------------------------------
Transkrip
00:00Puluhan mahasiswa dari dua organisasi besar di Sukabumi
00:04mengelar aksi demonstrasi di Pendopo Palabuhan Ratu, Rabu 4 Maret 2026.
00:14Mereka menilai satu tahun kepemimpinan pemerintah Kabupaten Sukabumi
00:18belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
00:22Aksi ini merupakan gabungan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
00:26atau GMNI Sukabumi Raya
00:29dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau IMM Sukabumi Raya.
00:35Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan evaluasi terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi.
00:44Mahasiswa menilai masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang belum tertangani secara serius
00:50mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga pembangunan daerah yang dinilai belum merata.
00:56Dalam data yang mereka sampaikan,
00:59angka kemiskinan di Kabupaten Sukabumi masih berada di kisaran 6 hingga 7 persen,
01:04sementara tingkat pengangguran bahkan melebihi 7 persen.
01:09Kondisi ini dinilai menunjukkan kesejahteraan masyarakat belum mengalami perbaikan yang signifikan.
01:16Mahasiswa juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi.
01:22Dari total sekitar 1.424 km jalan Kabupaten,
01:27hanya sekitar 40 persen yang berada dalam kondisi baik,
01:30sementara sisanya masih rusak ringan hingga berat.
01:34Selain infrastruktur,
01:35sektor pendidikan dinilai masih menghadapi berbagai persoalan,
01:39mulai dari rendahnya rata-rata lama sekolah,
01:41hingga kesejahteraan guru honorer yang belum memadai.
01:46Di sektor kesehatan,
01:48mahasiswa menilai masih terdapat kesenjangan akses layanan kesehatan,
01:51serta keterbatasan fasilitas yang berdampak pada kualitas pelayanan bagi masyarakat.
01:58Sementara itu, isu lingkungan juga menjadi sorotan,
02:01menyosul tingginya potensi bencana seperti longsor,
02:04banjir, dan pergerakan tanah yang dinilai berkaitan dengan persoalan,
02:08tata ruang, dan aktivitas pertambangan.
02:12Bukan hanya kepada Bupati dan Wakil Bupati,
02:15mahasiswa menyoroti pengawasan dan evaluasi DPRD yang dinilai tidak berjalan baik.
02:21Kami pada prinsipnya sudah berkonsolidasi melakukan kajian,
02:25bagaimana hari ini kami menemukan beberapa temuan dari beberapa sektor
02:29selama kepimpinan Bupati, Asik Jafar, dan juga Andreas ini
02:33yang dimana masih banyak sekali persoalan-persoalan dasar yang memang tidak dapat diselesaikan.
02:38Dan saya kira hal-hal yang memang hari ini dilakukan oleh pemerintah daerah
02:43terlalu seremonial dan pada akhirnya tidak menyelesaikan persoalan-persoalan
02:48yang memang hari ini sangat kompleks sekali.
02:50Atas dasar persoalan itu,
02:52mahasiswa menyampaikan 10 tuntutan kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi.
02:56Berikut isi tuntutannya.
03:18Pada aksi tersebut, mahasiswa kecewa karena Bupati Sukabumi,
03:22Wakil Bupati Sukabumi, serta Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi
03:27tidak hadir secara langsung untuk menemui mereka.
03:31Mereka menilai kehadiran pimpinan daerah penting
03:33sebagai bentuk tanggung jawab dalam mendengar aspirasi masyarakat.
03:38Menyampaikan aksi hari ini juga mosi ketidakpercayaan
03:41atas tidak adanya Bupati, Wakil Bupati, dan peserta pimpinan lainnya
03:45karena harusnya kami juga ke DPRD,
03:48namun juga kami meminta agar DPRD juga diundang,
03:50namun juga nampaknya DPRD juga tidak ada.
03:52Artinya rasa kekecawaan yang hari ini nampak hadir dari kami,
03:56para mahasiswa, khususnya IMM dan juga GMND.
04:00Karena muatan aksi kami jelas,
04:02beberapa tumpukan yang sudah tadi disuarakan oleh para orator-orator kami
04:06untuk supaya didengar pada pemerintah daerah, khususnya Bupati.
04:12Namun meskipun begitu, aspirasi mahasiswa tetap tersampaikan
04:16dan diterima oleh perwakilan penjabat pemerintah daerah
04:19yang datang menemui masa aksi.
04:24Diketahui pada saat yang bersamaan,
04:26Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi
04:29tengah menjalankan agenda kegiatan yang sebelumnya telah dijadwalkan.
04:33Bupati hari ini kan sudah terjadwal ya.
04:36Hari ini ada menghibah remadon di Cipadak.
04:39Tentu juga itu bagian dari masyarakat yang sudah dijanjikan untuk hadir.
04:44Kemudian juga Pak Sekda juga hari ini berada di lokasi bencana.
04:50Tentu ini juga harus ditangani segera.
04:53Karena bagaimanapun hasil dari aslinya di lapangan,
04:56itu tindak lanjut, sebagaimana tentukan mereka.
04:59Ketua DPRD menurut saya sampaikan memang hari ini sama.
05:03Tapi ada beberapa kegiatan,
05:05termasuk juga beberapa anggota dewan,
05:08ada yang tergabung dalam Pak Pemberda,
05:10kemudian juga ada beberapa kerja komisi.
05:13Dan memang waktu yang disampaikan oleh teman-teman mausir,
05:16kita juga kan waktunya tidak tepat,
05:18tadinya bergeser.
05:19Tadi kita sudah siap di pukul 1.
05:22Dari mulai pagi kita sudah ada persiapan.
05:25Sebetulnya kita juga sudah sepikir tidak jadi.
05:27Mahasiswa berharap evaluasi satu tahun kepemimpinan ini
05:31dapat menjadi mementum bagi pemerintah daerah
05:33untuk memperbaiki kebijakan pembangunan
05:35agar lebih berpihak kepada masyarakat.
05:38Dari Kabupaten Sukabumi,
05:41Muri melaporkan.
05:42Untuk Jubir TV
Komentar

Dianjurkan