00:00Sementara itu, Saudara PT Pertamina menyebut ada empat kapal minyak milik perusahaan yang berada di Timur Tengah.
00:06Dua diantaranya masih terjebak di Selat Hormuz yang telah ditutup oleh Iran.
00:10Pihak, Pertamina memastikan kondisi ABK dan juga aset kapal dalam kondisi yang aman.
00:16Di Selat Hormuz memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana.
00:23Sebenarnya ada empat, tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz.
00:26Jadi saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal,
00:36kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana.
00:40Sampai dengan saat ini kondisi masih aman.
00:47Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memastikan kesiapan anggaran di tengah naiknya harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat dan Israel
00:55melawan Iran.
00:55Iran yang menutup Selat Hormuz membuat harga minyak dunia meroket, sodara.
01:01Purbaya memastikan anggaran untuk impor minyak maupun subsidi masih bisa dikendalikan
01:06dan memastikan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik Iran terhadap pasokan dan harga bahan bakar minyak.
01:27Kan channelnya pasti melalui eksplor ataupun melalui harga minyak.
01:31Harga minyak sudah naik mereka di 80 ya.
01:34Kita sudah hitung sampai 92 pun kita masih bisa kendali dengan anggaranya, jadi tidak ada masalah.
01:39Berarti tidak ada kekhawatiran dari Anda, Pak?
01:40Tidak. Kita bisa adjust, kita bisa atur.
01:4320 hari itu kalau tidak ada supply yang sama sekali baru berantakan,
01:46tapi biasanya tidak seperti itu.
01:48Kita pasti bisa dapat supply tapi harganya lebih tinggi.
01:51Tapi pasti terkendali gitu ya, Pak?
01:53Kita bisa lihat, saya bisa hitung dengan asum juga tadi,
01:57kita masih bisa mengendalikan depisi kita, ekonomi kita masih bisa maju, tidak ada masalah.
Komentar