Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - PT Pertamina menyebut terdapat empat kapal minyak milik perusahaan yang berada di kawasan Timur Tengah. Dua di antaranya masih terjebak di Selat Hormuz yang ditutup oleh Iran.

Pihak Pertamina memastikan kondisi anak buah kapal (ABK) dan aset kapal dalam keadaan aman.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kesiapan anggaran di tengah naiknya harga minyak dunia akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat harga minyak dunia melonjak. Purbaya memastikan anggaran untuk impor minyak maupun subsidi masih dapat dikendalikan. Pemerintah juga disebut siap mengantisipasi dampak konflik Iran terhadap pasokan dan harga bahan bakar minyak.

Baca Juga Kepulangan 58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan Imbas Perang di Timur Tengah, Begini Kata Wamenhaj di https://www.kompas.tv/nasional/654738/kepulangan-58-ribu-jemaah-umrah-tertahan-imbas-perang-di-timur-tengah-begini-kata-wamenhaj

#selathormuz #pertamina #iran #minyak

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654739/pertamina-dua-kapal-terjebak-di-selat-hormuz-abk-dan-aset-kapal-dipastikan-aman
Transkrip
00:00Sementara itu, Saudara PT Pertamina menyebut ada empat kapal minyak milik perusahaan yang berada di Timur Tengah.
00:06Dua diantaranya masih terjebak di Selat Hormuz yang telah ditutup oleh Iran.
00:10Pihak, Pertamina memastikan kondisi ABK dan juga aset kapal dalam kondisi yang aman.
00:16Di Selat Hormuz memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana.
00:23Sebenarnya ada empat, tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz.
00:26Jadi saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal,
00:36kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana.
00:40Sampai dengan saat ini kondisi masih aman.
00:47Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memastikan kesiapan anggaran di tengah naiknya harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat dan Israel
00:55melawan Iran.
00:55Iran yang menutup Selat Hormuz membuat harga minyak dunia meroket, sodara.
01:01Purbaya memastikan anggaran untuk impor minyak maupun subsidi masih bisa dikendalikan
01:06dan memastikan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik Iran terhadap pasokan dan harga bahan bakar minyak.
01:27Kan channelnya pasti melalui eksplor ataupun melalui harga minyak.
01:31Harga minyak sudah naik mereka di 80 ya.
01:34Kita sudah hitung sampai 92 pun kita masih bisa kendali dengan anggaranya, jadi tidak ada masalah.
01:39Berarti tidak ada kekhawatiran dari Anda, Pak?
01:40Tidak. Kita bisa adjust, kita bisa atur.
01:4320 hari itu kalau tidak ada supply yang sama sekali baru berantakan,
01:46tapi biasanya tidak seperti itu.
01:48Kita pasti bisa dapat supply tapi harganya lebih tinggi.
01:51Tapi pasti terkendali gitu ya, Pak?
01:53Kita bisa lihat, saya bisa hitung dengan asum juga tadi,
01:57kita masih bisa mengendalikan depisi kita, ekonomi kita masih bisa maju, tidak ada masalah.
Komentar

Dianjurkan