Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran ke wilayah Iran, Sabtu (28/2/2026).

Serangan ini menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Akibat serangan itu, publik mendesak Indonesia untuk mundur dari Board of Peace.

Akankah Presiden Prabowo Subianto mengambil sikap mundur atau malah bertahan dari Board of Peace?

Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:



Nurul Arifin - Anggota Komisi I DPR RI fraksi Partai Golkar

Dina Sulaeman - Pakar Geopolitik Timur Tengah UNPAD

Ulta Levenia Nababan - Tenaga Ahli Utama KSP

Marsudi Syuhud - Wakil Ketua Umum MUI




Selengkapnya saksikan dalam program Satu Meja the Forum episode AS-Israel serang Iran, Indonesia harus keluar BOP? Tayang Rabu, 4 Maret 2026 pukul 20.30 WIB hanya di KompasTV!



#US #israel #indonesia



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/654692/full-as-israel-serang-iran-indonesia-akan-mundur-dari-board-of-peace-demi-palestina-satu-meja
Transkrip
00:12selamat menikmati
00:30Situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya
00:35Situasi damai di Palestina pada umumnya
00:37Saya kira kolidor-kolidurnya ada di situ
00:43Sekarang kita harus review kebijakan kita
00:46Dalam BOP misalnya
00:47Sudah pasti ini tidak akan jalan
00:50Apa yang dilakukan sekarang melalui BOP-nya
00:53Negara-negara teman-temannya Amerika sendiri
00:55Menjauh dari Amerika
00:56Kok kita mau mendekati
00:58Akibatnya sekarang kita lihat
00:59Kita pun dipipu
01:13Selamat malam
01:14Pasca serangan Amerika-Israel ke Iran
01:17Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian
01:19Board of Peace bentukan Donald Trump
01:21Kembali disoal
01:23Keanggotaan Indonesia di BOP
01:25Dianggap bertentangan dengan konstitusi negara
01:27Amerika-Israel serang Iran
01:29Haruskah Indonesia keluar dari BOP?
01:32Inilah satu meja The Forum malam ini bersama saya Yogi Nugraha
01:36Dan untuk membahas tema malam ini
01:39Sudah hadir di studio Kompas TV
01:41Mbak Nurul Arifin
01:43Anggota Komisi 1 dari Praksi Partai Guakar
01:45Apa kabar Mbak?
01:46Baik, selamat malam
01:48Hadir juga Ulta Levin Yana Baban
01:51Tenaga Ahli dari KSP
02:05Malam
02:06Kiai Suud, apa kabar?
02:07Alhamdulillah baik
02:08Wakil Ketua MUI
02:09Alhamdulillah
02:11Sekaligus saya yang pertama ke Kiai
02:13MUI terakhir gimana posisinya?
02:16Pertama sempat bertemu dengan Presiden
02:19Kemudian memberikan dukungan
02:20Tapi terakhir katanya meminta
02:22Supaya Indonesia segera keluar dari BOP
02:26Atau ada formasi lain malam ini?
02:27Bahwa di MUI ya dinamis
02:32Yang di inti daripada seluruh mesej yang disampaikan kepada Presiden
02:41Atau bahkan untuk publik adalah intinya untuk Abdoror Yuzal
02:48Bahwa resiko-resiko harus bisa diminimalisasi
02:53Bahwa Madorot itu bisa dihilangkan
02:59Bahwa Asul Hukwairun itu dasar-dasarnya
03:05Perdamaian adalah lebih baik
03:07Maka ketika demikian
03:10MUI menyampaikan pesannya
03:14Kalau kira-kira di situ masalahatnya kurang
03:17Ya keluar saja
03:19Kan kayak gitu
03:20Nah ini artinya apa?
03:22High call, high support
03:23High call, high support
03:26Bagi seorang pemimpin
03:29Ini bisa menjadi alat
03:32Tool
03:33Untuk diplomasi
03:36Alat untuk diplomasi
03:40Ya publik saya minta gini
03:44Publik saya minta gini
03:46Permintaannya
03:47Jelas
03:49Ini kita harus berbuat untuk damai
03:53Tapi BOP
03:57Jobnya adalah perbuatan damai di Gaza dan di
04:00Palestine kan
04:02Ini
04:03BOP kan dari kemarin tidak ada jobnya
04:06Untuk
04:07Iran
04:09Dan ini
04:10Jobnya kan itu masih
04:12Dalam rapat pertama
04:13Dewan perdamaian di Gaza
04:15Dewan perdamaian
04:17Masih ada
04:19Ya masih ada di Gaza dan di
04:22Palestine
04:23Lah
04:24Call tingginya
04:26Ya pokoknya harus perdamaian
04:28Yang dicita-citakan
04:31Yang diinginkan
04:34Apalagi kalau keinginan publik yang lebih luas lagi
04:37Palestine harus merdeka
04:39Intinya kan disitu ini
04:40Kalau
04:41Kalau ngomong BOP
04:43Bukan
04:44Walaupun ada benang merahnya
04:47Ketarik antara perang Iran dan
04:49Israel dan perang Iran dan
04:51Amerika
04:52Tapi BOP disitu
04:55Positioningnya
04:57Nah ketika demikian
04:59Kita
05:01Orang MUI
05:03Mengharapkan sekali
05:05Ya
05:06Presiden
05:07Mestinya bisa memainkan ini
05:10Untuk bagaimana
05:12Bisa damai
05:14Karena
05:16Agama
05:17Mengajarkan
05:19Wa injanahu li salmi
05:21Fajnah laha
05:22Wata wakalallahu
05:23Jika ada ruang
05:26Sekecil apapun
05:28Kecondongan untuk
05:31Damai
05:33Masuklah
05:36Artinya
05:37MUI mendorong bahwa
05:39Presiden dan Indonesia
05:40Tetap ada di
05:41Nah karena
05:41High call nya begitu kan
05:43Oke
05:43Kalau kira-kira
05:44Kira-kira memang sudah
05:45Gak mampu
05:46Stop
05:47Tidak ada celah untuk
05:48Damai ya
05:48Ngapain lah
05:49Disitu ya
05:51Keluar aja
05:51Setelah ada agresi
05:53Amerika Israel ke Iran
05:54Tetap juga
05:54Posisi
05:55Sarannya tetap ada di
05:56Ya kan
05:57Nanti MUI akan
05:59Dinamis
06:00Jika kedepannya
06:01Nanti bisa berubah lagi
06:02Ong perang
06:03Tram aja bisa berubah
06:04Statemennya
06:05Ngomong 15 hari
06:0710 hari selesai
06:0815 hari selesai
06:10Bisa lebih panjang
06:11Jadi
06:12Dalam konteks
06:13Kemaslah
06:15Mencapai atau
06:16Menarget sebuah
06:18Kemaslahatan
06:18Ya dinamis
06:19MUI juga nanti
06:21Akan dinamis
06:22Gitu kira-kira
06:23Saya ke Ulta
06:25Ulta
06:26Kan sebenarnya gini
06:27Kenapa kemudian kembali
06:28Disoal
06:29Dari awal juga
06:30Sudah ada pro kontra
06:31Disoal ya
06:32Setelah ada serangan Iran
06:33Tadi sudah dijelaskan
06:34Bahwa itu
06:34Dia urusnya dengan
06:35BOP sebetulnya
06:36Tapi
06:37Ya
06:37Reaksi muncul
06:39Ada 60 tokoh
06:40Minta untuk mundur
06:41Terus kemudian
06:41Di tengah itu
06:42Justru Presiden Prabowo
06:44Menyampaikan kepada publik
06:45Bahwa ingin
06:46Menjadi
06:47Penengah
06:48Antakonflik ini
06:49Satu hal itu bagus
06:50Karena orientasinya adalah
06:51Perdamaian
06:52Tapi satu sisi juga
06:53Menimbulkan pro kontra
06:54Sebetulnya
06:55Apa sih sebenarnya
06:56Yang akan dijaga oleh
06:58Presiden
06:59Dalam hal ini
07:00Tentunya
07:01Yang sangat ingin dijaga
07:03Oleh Pak Presiden ini
07:05Adalah
07:06Perdamaian
07:07Dan komitmen
07:08Kita
07:09Kepada
07:10Palestina
07:10Untuk mendukung
07:11Kemerdekaan
07:12Itu sudah pasti
07:12Tapi saya setuju
07:13Dengan Pak Kiai tadi
07:14Itu sudah sangat
07:15Komprehensif
07:16Menjelaskan bahwa
07:16Ini adalah dua hal
07:18Yang berbeda
07:19Walaupun
07:19Memang ada
07:20Benang merahnya
07:21Tapi BOP ini
07:23Adalah struktur
07:24Atau
07:25Semacam forum
07:26Yang dibuat
07:27Untuk rekonstruksi Gaza
07:28Tahap bertahap
07:30Itu sudah dijelaskan
07:31Tapi
07:32Menlu Sugiono
07:33Semalam sudah menyatakan juga
07:34Bahwa
07:35Semua
07:38Perbincangan
07:39Atau
07:39Hal yang didiskusikan
07:40Di BOP
07:41Sekarang bahkan juga
07:42Sedang di
07:43Halt
07:43Karena
07:45Negara-negara
07:47GCC
07:47Yang disana juga
07:49Terdampak
07:50Juga diserang
07:51Oleh Iran
07:51Artinya ini masih
07:53Sangat dinamis
07:54Pak Kiai
07:55Benar sekali
07:55Dan kita juga
07:56Jangan merespon ini
07:58Dengan hanya
07:59Karena tekanan
08:00Tapi kita harus
08:02Melihat aspek strategisnya
08:03Itu kenapa
08:04Pak Prabowo
08:05Presiden kita itu
08:07Mengajukan diri
08:08Untuk menjadi mediator
08:09Agar
08:10Mau ini
08:12Akan disambut
08:12Atau tidak
08:13Tapi ini adalah
08:13Bagian dari simbolis
08:15Beliau
08:16Untuk mengajak
08:17Negara-negara muslim
08:19Dan juga negara-negara
08:20Yang terdampak
08:21Di GCC itu
08:22Mari kita
08:23Deeskalasi
08:24Tujuannya
08:24Deeskalasi
08:25Bagaimana agar
08:26Ini tidak
08:27Spill over
08:28Kemana-mana
08:29Dan
08:30Bagaimana
08:31BOP ini bisa
08:32Kita manfaatkan juga
08:33Sebagai forum
08:35Tadi
08:35Ruang kecil
08:36Yang bisa kita maksimalkan
08:37Meskipun kalau dari
08:38Pernyataan
08:38Menteri Luar Negeri Iran
08:39Kan mengatakan
08:40Bahwa tidak ada
08:41Perundingan
08:41Setelah ada serangan
08:43Kira-kira
08:43Gimana
08:44Ya itu
08:45Menteri Luar Negeri Iran
08:47Menyatakan seperti itu
08:48Tidak akan ada
08:49Tapi kan ini dinamis
08:50Trump juga mengatakan
08:52Bahwa
08:53Mereka akan melakukan penyerangan
08:54Ini mungkin bisa
08:55Empat minggu
08:56Dua minggu
08:56Lima minggu
08:57Mereka mengatakan itu
08:58Tapi kan ini semua
08:59Masih bergejolak
09:01Ya kan
09:02Masih
09:02Pasti ada back channel juga
09:03Yang masih berusaha
09:04Untuk mendamaikan
09:06Kedua pihak ini
09:07Gitu
09:07Ada yang mengatakan
09:08Bahwa yang disampaikan Pak Prabowo
09:10Sebenarnya lebih memberikan pesan
09:12Bahwa perdamaian adalah yang utama
09:13Sehingga dia menawarkan diri
09:15Sebagai mediator
09:15Bukan ke aspek yang bakal
09:17Teknisnya seperti apa
09:19Tapi lebih kepada seruan damai
09:20Kita harus seruan damai
09:22Kita harus menyuruhkan damai
09:23Mengutuk saja tidak cukup
09:25Beliau bersedia
09:27Untuk menjadi mediator
09:28Ini bukan hal domestik
09:29Yang dijual
09:30Untuk masyarakat Indonesia
09:31Bahkan di luar negeri
09:33Sudah diperbincangkan tentang ini
09:34Oke Mbak Dina
09:35Mbak Dina melihat
09:37Seperti apa
09:38Kalau satu
09:38Soal pro kontra
09:40Termasuk juga MUI
09:41Meskipun tadi Pak Kiai
09:42Mengatakan ya dilihatlah
09:44Eskalasinya
09:44Meskipun kemarin kan saya dengar
09:46Statement juga
09:46Dipertimbangkan untuk mundur
09:48Gitu kan keluar dari
09:49BOP
09:50Tetapi dari istana juga
09:52Ada kalimat ya
09:53Gampang tinggal dievaluasi
09:55Kalau Mbak Dina
09:57Gimana melihatnya
09:58Ya kalau saya pikir
10:00Kita tuh dalam melakukan sesuatu tuh
10:02Perlu punya paradigma yang firm ya
10:05Ketika kita bicara soal perdamaian
10:08Perlu juga dipahami bahwa
10:12Perdamaian yang berkelanjutan
10:15Itu perlu ada keadilan
10:16Kalau tidak
10:18Kalau selama keadilan belum ditegakkan
10:20Perdamaiannya akan hanya sementara
10:22Kita bicara soal deeskalasi
10:24Ya akan sementara saja
10:25Ketika akar persoalannya belum selesai
10:28Nah BOP dan perang antara
10:30Iran Amerika Israel
10:32Itu sebenarnya
10:33Kaitannya sangat besar
10:35Karena
10:36Alasan utama Iran diserang
10:39Itu gak lain karena Palestina
10:40Karena Iran selama ini
10:42Sejak 1979
10:43Itu memberikan bantuan persenjataan
10:46Untuk para pejuang Palestina
10:48Dan Iran itu kemudian
10:50Diembargo
10:51Dikucilkan
10:53Disangsi segala macam
10:54Dengan tuduhan membantu terorisme
10:56Dan yang dimaksud terorisme adalah
10:58Para pejuang Palestina
10:59Padahal para pejuang Palestina ini
11:01Menurut resolusi PBB sendiri
11:03Nomor 3743 tahun 1982
11:05Setiap bangsa yang diduduki
11:08Atau dijajah oleh kekuatan lain
11:10Itu berhak untuk melawan
11:11Dengan cara apapun
11:12Bahkan disitu eksplisit
11:14Termasuk dengan penggunaan senjata
11:16Artinya itu haknya orang Palestina
11:18Untuk melawan
11:19Dan pihak luar
11:20Itu kalau memang mau membantu
11:23Yaitu haknya juga
11:24Artinya sah berarti ketika ada bantuan
11:26Karena haknya Palestina sah
11:28Berarti membantu pun sebenarnya sah
11:29Tapi situasinya adalah
11:31Ketika Iran membantu Palestina
11:33Itu dianggap ancaman oleh Israel
11:35Ancaman terhadap Israel
11:37Dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat
11:39Dianggap sama dengan ancaman terhadap Amerika Serikat
11:42Sehingga dalam perang ini
11:43Kelihatan bahwa Trump itu justru sedang
11:47Membantu Israel
11:49Nah di BOP katanya
11:51Trump ingin mengupayakan perdamaian di Gaza
11:54Kan jadi kontradiktif antara moral dan politik
11:57Dan perang gitu ya
11:59Secara moral katanya ingin membantu Palestina
12:02Tapi faktanya justru menyerang Iran
12:05Meskipun yang disebut-sebut itu soal nuklir
12:09Padahal kan nuklir perjanjian sedang berjalan
12:12Dan JCPOA pun sudah ada
12:14Tapi alasan sebenarnya
12:16Dan kalau kita lihat
12:16Pidatnya Trump ketika deklarasi di hari Sabtu itu
12:20Itu dia menyebut dosanya Iran itu ini ini ini
12:23Tapi sebenarnya yang paling
12:25Paling penting sebenarnya
12:27Meskipun itu dia selipkan adalah
12:29Bantuan Iran kepada Hamas
12:30Nah itu akarnya
12:32Sehingga disini kalau balik lagi
12:34Saya pikir kalau posisi Indonesia memang
12:36Betul-betul ingin perdamaian yang berkelanjutan
12:39Bukan hanya perdamaian
12:41Istilahnya negative peace ya
12:43Kalau menurut Galtung
12:44Bukan hanya perdamaian yang sementara saja
12:46Tentu kita perlu melakukan hal-hal yang
12:48Lebih fundamental lagi gitu ya
12:52Keanggotaan di BOP
12:53Saya pikir justru bertentangan secara kontradiktif
12:56Dengan prinsip negara kita
12:59Yang katanya ingin memperjuangkan perdamaian
13:01Dan menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa
13:05Oke saya ke Mbak Nurul
13:06Mbak Nurul Komisi 1
13:08Tentu mewakili DPR
13:10Pasti sudah ada diskusi dan akan merumuskan apa ini sikapnya ya
13:14Sebagai partnernya pemerintah
13:16Anda melihat posisi Indonesia di BOP dalam konteks pro kontra ini seperti apa
13:23Atau jangan-jangan sudah lebih maju
13:25Komisi 1 sudah merumuskan rekomendasi atau akan memanggil
13:28Ya pertama kami juga dalam komisi itu
13:34Ingin menggali lebih dalam sebetulnya waktu itu tentang BOP
13:37Yang sudah ditandatangani oleh Bapak Presiden di bulan Januari
13:41Jadi kami memanggil mitra kami Kemenlu begitu ya
13:46Pak Sugiono juga menjelaskan secara tertutup memang
13:49Karena memang tidak semuanya bisa terbuka
13:51Dan kebetulan kami juga mewakili Komisi 1 bersama-sama dengan para mantan Menlu
13:59Dijelaskan oleh Bapak Presiden di Bistana ya
14:01Sama ya Pak ya kita juga
14:02Jadi kita tahulah backgroundnya sampai Indonesia ini masuk dan bergabung di dalam BOP itu
14:07Kenapa begitu?
14:08Karena tertutup saya tahulah gak mungkin dibuka semua
14:10Tapi mungkin bisa diberikan nuansanya
14:14Pasti ada pertimbangan dari Presiden
14:15Dan ini dalam konteks komunikasi publik kan publik berhak tahu
14:20Paling tidak memudahkan juga langkah pemerintah
14:22Ini kan kalau dari ceritanya
14:24Dua hari menjelang World Economic Forum itu ditutup ya
14:27Bapak Presiden dipanggil
14:30Kemudian juga bersama dengan negara-negara lain itu
14:32Yang ada Egypt, ada Pakistan, Uni Emirat Arab, kemudian Turki
14:39Dan satu lagi Arab Saudi Indonesia
14:44Satu negara lagi saya lupa
14:46Nah ini bersama-sama dengan 8 negara itu dipanggil
14:50Kemudian untuk dijelaskan oleh Pak Presiden Trump begitu ya
14:55Tentang BOP itu
14:56Dan memang kalau yang Indonesia pegang itu
15:00Satu yang kita mau ambil dari situ intinya adalah
15:03Bahwa Indonesia ikut serta membangun
15:07Karena kan ini intinya untuk membangun merekonstruksi Gaza begitu ya
15:11Membangun dan menjaga kesehatan
15:13Juga keselamatan rakyat di jalur Gaza tersebut
15:18Memang kalau dalam kaitannya
15:21Kenapa tidak disebutkan Palestine
15:22Kalau Palestine itu sebetulnya kita juga sudah mempunyai sikap dengan
15:27Apa namanya solusi dua negara
15:29Oh two state solution
15:30Apa namanya two state solution itu
15:33Jadi itu sudah satu prinsip yang sebetulnya tidak bisa diganggu-gugat
15:37Nah bahwa ada BOP kemudian disini dengan
15:40Dengan satu misinya untuk membangun Gaza itu
15:44Ya Indonesia sebetulnya tidak melihat sebagai
15:48Hal ini sebagai satu defisit begitu
15:51Tapi juga kita menempatkan diri
15:53Melihat benefitnya berada di jajaran negara-negara Islam
15:57Negara-negara Arab besar lainnya
15:59Jadi ini adalah satu profit dari Indonesia bergabung disitu
16:03Tapi prinsip yang ingin dibawa oleh Bapak Presiden
16:07Bahwa beliau mengatakan Indonesia hanya akan ini loh
16:10Kita akan membangun
16:11Ikut serta membangun bukan pelucutan senjata hamas loh
16:14Kita tidak mau yang seperti itunya begitu
16:16Jadi untuk membangun wilayah Gaza
16:20Kemudian membangun kesehatan masyarakat Gaza
16:22Dan juga apa namanya
16:24Menyalurkan distribusi logistik dan sebagainya
16:27Nah ini kami dijelaskan seperti itu
16:29Kami juga mencoba mengerti begitu
16:31Karena dengan kegilaannya Trump
16:33Kita tahu bahwa dia bisa menganexasi
16:35Bukan menganexasi sih
16:37Mengintervensi dan menangkap
16:38Langsung?
16:39Ya
16:39Maduro diambil
16:40Di Venezuela
16:41Itu mungkin jadi pertimbangan
16:43Nah betul Pak
16:44Jadi kita juga
16:45Prinsipnya Bapak Presiden itu
16:46Kita tidak ingin perang
16:48Kita ingin damai
16:49Karena prinsip negara ini adalah
16:50Kita menjaga perdamaian dan kemanusiaan
16:52Dan tadi ada satu yang menarik dari Ibu Dina ya
16:55Saya mendengar tadi
16:56Bahwa kita harus melihat akar masalah ya Bu ya
16:59Kemudian
17:01Apa
17:02Iran ini kan sebetulnya dianggap membantu terorisme ya
17:05Dalam hal ini hamas dengan persenjataan dan sebagainya
17:07Mungkin kalau saya melihat
17:09Saya mencoba
17:11Beralur pikirnya begitu
17:13Ini dijadikan alasan juga untuk Amerika
17:15Bahwa dia bisa masuk ke Iran
17:18Dengan alasan yang publik tahu begitu
17:21Bahwa dia mendukung terorisme
17:23Tapi sesungguhnya yang diincar oleh Amerika adalah
17:25Kekayaan energinya begitu
17:27Karena yang sudah-sudah juga
17:30Amerika menyerang dan
17:31Venezuela misalnya
17:32Membunuh apa misalnya Libya
17:34Seram Hussein gitu ya
17:36Venezuela
17:36Dan kita gak tahu lagi mana
17:38Semuanya untuk
17:40Mengambil kekayaan alamnya
17:42Begitu
17:42Itu yang saya lihat
17:43Jadi ada
17:43Kepentingan-kepentingan yang tidak cuma politis saja
17:46Tapi kepentingan ekonomi
17:47Di situ berjalan paralel gitu ya
17:50Tidak hanya posisi Indonesia di board office
17:53Tapi juga bagaimana Indonesia menghitung
17:55Jika
17:56Krisis di timur tengah ini terus berlangsung
17:58Terkait dengan dampak terhadap dalam negeri
18:00Penjelasannya setelah yang setelah ini
18:02Tetaplah di satu meja deforum
18:03Sudah terbukti kok
18:04Kita gak bisa mendamaikan Iran dan
18:06Serap Saudi
18:07Kita tidak punya leverage
18:08Islam moderat
18:10Non-block segala macam
18:11Bukan lagi leverage
18:12Dalam paradigma geopolitik sekarang
18:15Sekarang kita harus review
18:17Kebijakan kita
18:18Dalam BOP misalnya
18:19Buat saya kita terlalu narsis ya
18:21Padahal tidak ada yang
18:22Memuji-muji kita
18:24Yang ada
18:24Yang ada adalah
18:26Negara-negara teman-temannya Amerika sendiri
18:28Menjauh dari Amerika
18:29Kok kita mau mendekati
18:31Akibatnya sekarang kita lihat
18:32Kita pun ditipu
18:38Masih di satu meja deforum
18:41Ditipu Amerika
18:43Mbak Dina
18:45Sependapat dengan Pak Dubes
18:47Iya mungkin
18:48Saya pikir Pak Dubes
18:49Ini ya
18:50Merifer ke ART ya
18:52Saya pikir ya
18:53Jadi gini
18:55Agreement of Restriprocal Tarif
18:58Itu kan ditanda tangani
18:59Pada hari yang sama
19:00Dengan sidang perdananya BOP ya
19:02Oh jadi perspektifnya melihat
19:03Ini menjadi satu kesatuan gitu
19:04Iya saya pikir
19:05Jadi gini
19:06Ketika ada dua kebijakan strategis besar
19:09Dilakukan di saat yang hampir bersamaan
19:11Bahkan itu dalam hari yang sama
19:13Itu dalam praktik diplomasi
19:16Kelihatan sekali ada policy linkage ya
19:18Dan ada ketergantungan satu sama lain
19:21Seolah-olah ini syarat untuk ini
19:23Dan saya pikir Pak Presiden berharap
19:26Dengan perjanjian tarif ini
19:27Kita punya dapat
19:29Apa ya
19:30Dapat keuntungan ekonomi
19:31Tapi ternyata kan setelah dipelajari oleh
19:34Banyak sekali lembaga pemikir ekonomi
19:37Yang saya baca
19:38Itu kan banyak sekali
19:39Pasal-pasal yang dianggap merugikan Indonesia
19:42Gitu kan
19:43Tapi juga ada memang tarif yang menguntungkan juga
19:45Tuh ya
19:46Tapi ada yang merugikan
19:47Artinya seharusnya
19:48Ada upaya untuk revisi kan gitu ya
19:51Iya
19:51Dan saya pikir
19:53Ditambah lagi dengan situasi sekarang
19:55Semakin terbukti bahwa BOP ini
19:58Tidak bisa menciptakan perdamaian
20:00Justru kan gini ya
20:01Sebenarnya kan BOP itu alasan didirikannya kan
20:04Karena ada resolusi 2803 PBB
20:07Betul disitu memang ada di resolusi itu
20:09Ada mandat untuk mendirikan Dewan Perdamaian
20:13Yang melaksanakan 20 poinnya Trump ini
20:15Tapi kemudian kan Trump membuat sendiri
20:18Versi dia sendiri yang berbeda dengan yang dimaksud dengan resolusi 2803
20:22Apa maksud di BOP ini dia jadi ketuanya
20:25Dia kemudian menetapkan aturannya
20:28Piagam BOP ini kita lihat
20:30Tapi dari sisi motivasi
20:32Tujuan itu kan mungkin bisa juga ketika ada inisiatif beberapa negara
20:37Kebetulan yang mimpin adalah Presiden Amerika
20:38Untuk menyelesaikan persoalan yang berat-at-berat di
20:45Jadi ketika kita baca detailnya
20:48Ketika kita baca piagam atau charternya BOP
20:52Kan itu sama sekali tidak ada bicara soal Palestina
20:54Soal kemerdekaan Palestina itu enggak
20:56Bahkan Gaza pun enggak
20:57Tapi kemudian dibentuklah divisi
21:00Istilah divisi lah gitu ya
21:01Divisi yang disebut Dewan
21:04Dewan Gaza gitu ya
21:06Dewan Perdamaian Gaza
21:08Jadi beda dengan BOP yang tubuh besarnya
21:10Tapi ada Dewan Perdamaian Gaza
21:12Dewan Eksekutif Gaza
21:14Ya
21:14Gaza Eksekutif Board
21:16Jadi bagian dari BOP
21:17Betul
21:18Nah ini yang kemudian sedang fokusnya disini
21:20Tapi BOPnya sendiri yang bicara soal perdamaian
21:23Kan terbukti sekarang kalau memang ingin berdamai
21:26Kenapa harus menyerang negara lain yang berdaulat gitu loh maksudnya
21:29Sehingga saya pikir suara-suara publik
21:32Yang menginginkan Indonesia keluar dari perdamaian
21:34Karena melihat Trump ini bukanlah pejuang perdamaian
21:38Kenapa kita harus bergabung dengan sebuah lembaga yang memang dibentuk oleh Trump
21:42Dan kekuasaannya juga didominasi oleh Trump
21:45Karena ada hak veto-nya Trump misalnya
21:47Keanggotanya kan juga harus atas resu Trump juga
21:51Nah saya pikir Indonesia
21:54Bangsa Indonesia ini punya sangat keterikatan emosionalnya sangat besar ya
21:58Dengan Palestina
21:59Simpatinya orang Indonesia dengan Palestina itu sangat besar
22:02Sehingga publik itu melihat ini satu paket semuanya
22:06Ini satu paket bahwa Trump ini sama sekali tidak memperjuangkan Palestina
22:10Dan bahkan justru membantu Israel untuk menyerang Iran
22:13Oke saya ke Ulta
22:14Ulta
22:14Kalau dari penjelasan Mbak Dina kan
22:17Memposisikan bahwa ada satu ikatan emosional bangsa Indonesia
22:21Mencederai perjuangan Palestina dan sebagainya
22:24Tapi satu sisi lain kan juga
22:26Ini ada upaya baru
22:28Untuk menyelesaikan persoalan di sana
22:30Dan Pak Prabowo secara aktif mengatakan
22:33Kalau untuk perdamaian kenapa tidak
22:35Iya
22:36Pertama tadi yang menanggapi yang di awal
22:39Bahwa terkesan
22:40KTT perdana nya BOP
22:43Kemudian ada hal yang transaksional
22:46Berasa dengan
22:46Dengan
22:47Dengan
22:47Dengan
Komentar

Dianjurkan