Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bandara di wilayah Dubai mulai beroperasi secara terbatas pada Senin (2/3/2026) malam waktu setempat setelah sempat ditutup tiga hari pascaserangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.

Para penumpang dilarang pergi ke bandara kecuali telah menerima konfirmasi waktu keberangkatan langsung dari maskapai penerbangan mereka.

Bagaimana situasi terkini di Uni Emirat Arab pascaserangan Iran? Kita telah terhubung dengan Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha.

Baca Juga Perang Iran vs AS-Israel Bakal Panjang, Siapa Bertahan? Begini Analisis Praktisi Militer |SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/654720/perang-iran-vs-as-israel-bakal-panjang-siapa-bertahan-begini-analisis-praktisi-militer-sapa-malam

#uea #perang #negarateluk #iran #amerikaserikat

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654722/iran-serang-pangkalan-udara-amerika-serikat-di-uea-dubes-ungkap-situasi-terkini-sapa-malam
Transkrip
00:00Bagaimana situasi terkini di Uni Emirat Arab pasca serangan Iran?
00:04Kita telah terhubung dengan Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Yudha Nugraha.
00:08Selamat malam waktu Jakarta, Pak Yudha.
00:12Selamat malam, Pak Rizka.
00:14Saya mau tahu bagaimana saat ini situasi di Persatuan Emirat Arab.
00:20Sudahkah pemulihan bisa terlihat salah satunya kan di bandara tadi?
00:25Lalu bagaimana pasca serangan yang berada di Persatuan Emirat Arab, Pak Yudha?
00:31Ya, Pak Rizka. Dapat kami update bahwa serangan rudal dari Iran masih terus menyasar ke IWI.
00:39Hingga hari tadi masih terdengar beberapa lidakan di Abu Dhabi.
00:45Namun secara umum, masyarakat tetap tenang.
00:49Tadi, sebagaimana disampaikan, memang benar beberapa penerbangan sudah mulai berjalanan.
00:55Dan ini memberikan sedikit rilis kepada para visitor yang stranded yang ada di bandara-bandara yang ada di IWI.
01:05Sejauh ini, wilayah-wilayah yang diwaspadai, apakah memang situs-situs yang milik Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Pak Yudha,
01:15khususnya?
01:17Total ada sekitar 872 serangan rudal atau kundron yang diarahkan ke IWI.
01:26Dan mayoritas memang sudah dapat di-interset oleh sistem pertahanan udara IWI.
01:32Ancaman terbesar adalah debris atau pecahan dari rudal tersebut yang kemudian mengenai penduduk sibil.
01:40Hingga saat ini ada tiga warga yang meninggal dunia, ini berasal dari Pakistan, Nepal, dan Bangladesh.
01:47Dan kemudian ada 68 yang dikalkan.
01:49Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dari sekandang rudal tersebut.
01:57Kalau yang jadi imbauan untuk warga negara Indonesia di sana, seperti apa Pak Yudha?
02:02Baik dari situasi kemarin, awal serangan Iran di Uni Emirat Arab hingga saat ini?
02:09Ya, sejak kejadian pertama tanggal 28 Februari yang lalu, kita segera melakukan on-off meeting
02:18dengan warga negara Indonesia untuk menyampaikan update situasi terakhir mengenai keamanan yang ada di IWI
02:27dan juga langkah-langkah kontingensi yang sudah kita siapkan bagian dari kita untuk menenakan warga negara kita.
02:35Imbauan sudah kita sampaikan, yang pertama tetap tenang, namun tingkatan puas padaan.
02:41Yang kedua, hanya mengikuti sumber-sumber informasi resmi dari otoritas.
02:48Yang ketiga, segera lakukan lapor diri bagi yang belum lapor diri.
02:52Dan jika dalam keadaan daurat atau mengetahui ada saudara-saudara WNB yang mengalami kesulitan,
03:00segera hubungi hotline KBR Abu Dhabi maupun juga KJRI BUBAD.
03:06Sejauh ini, Pak Dubes, ada berapa warga negara Indonesia yang masih bertahan di Uni Emirat Arab?
03:12Total ada 81 ribu warga negara Indonesia yang tercatat di imigrasi Uni Emirat Arab.
03:19Namun, ini klasik memang, banyak warga negara kita yang belum melakukan lapor diri.
03:25Dari data kementerian luar negeri melalui portal dulu yang tercatat,
03:31hanya 11 ribu yang melakukan lapor diri.
03:33Nah, untuk itulah kemudian dalam kesempatan portal meeting yang kami lakukan,
03:38karena kan Indonesia kami sangat mengagangkan pentingnya masyarakat segera melakukan lapor diri.
03:44Karena data yang akurat itu akan sangat membantu kita semua untuk melakukan respon yang cepat dan juga penanganannya yang cepat.
03:54Dan Alhamdulillah, sejak tahun 28 kami mendapatkan tambahan yang cukup banyak.
03:59Buat ini kita yang melakukan lapor diri sekitar 2.000.
04:03Kita bersyukur bahwa warga negara Indonesia dalam kondisi selamat, tidak ada yang jadi korban.
04:08Tapi apakah ada laporan warga negara Indonesia yang misalnya berada di daerah situs-situs yang berbahaya?
04:15Misalnya, dekat situs-situs yang jadi sasaran serangan balasan Iran ke situs milik Amerika Serikat misalnya yang ada di Uni
04:20Emirat Arab?
04:21Pak Nugus.
04:23Betul memang ada pangkal Amerika yang ada di sini yang ada sekitar 30 km dari Abu Dhabi.
04:32Namun relatif pangkal militer tidak ada makhluk kita yang relatif dekat di sini.
04:38Tapi tentu saja situasinya harus tetap puas pada begitu ya, untuk melihat bagaimana eskalasi serangan balasan dari Iran yang menyasar
04:49sejumlah situs milik Amerika Serikat termasuk pakalan Amerika Serikat di sana.
04:52Dan yang juga jadi perhatian, Uni Emirat Arab ini kan Pak Dubes, khususnya Dubai, biasanya di tempat transit penerbangan.
05:00Nah, apakah juga ada banyak laporan warga negara Indonesia yang transit di situasi perang atau situasi konflik saat ini Pak
05:09Yudha?
05:11Betul Pak Fisga.
05:12Ya, jadi sejak kejadian tanggal 28 Februari yang lalu, total ada 20 ribu warga negara asing yang transit di dua
05:22bandara, baik itu di Dubai, maupun di Bali.
05:25Dan hotline yang kita terima dan pada saat kejadian memang kita menugaskan tim menuju ke airport untuk mengisir adanya warga
05:34negara kita, ada 41 warga negara kita yang terdampak transit.
05:41Karena perkembangannya belum ada, nah untuk itu kami sudah memberikan bantuan, layanan dari pemerintah UI juga sangat baik.
05:49Mereka menyediakan akomodasi makanan dan juga engergensi bisa untuk tetap stay di Uni Emirat Arab sambil buku pelabaran.
05:59Tadi malam kami juga melakukan forum meeting sejak virtual dengan para WND yang standing, kita diberikan situasi keamanan dan juga
06:08langkah-langkah yang sudah kita lakukan.
06:10Jadi salam mereka cukup benasat.
06:13Arya, jika kita tidak berharap hal ini terjadi kembali, tapi kan tentu harus dipantau dinamikanya.
06:19Jika ada warga negara Indonesia dalam kondisi stranded atau terdampar di tengah konflik ini, apa saja yang harus dilakukan pertama
06:27kali Pak Yuda?
06:28Ya, tentunya ketika study, segera hubungi hotline KBR Abu Dhabi maupun KBR.
06:37Kemudian kita akan membantu untuk menjadikan akomodasi, agar kita tetap aman, stay, Uni sampai terlalu.
06:45Nanti ada penerbangan yang terbuka.
06:49Nah, jika terjadi eskalasi dan ikutnya lama-lama, ya situasinya, kita sudah memiliki rekanan potensi untuk mengeluarkan mereka dari UAE
07:00melalui beberapa titik yang di negara-negara sekitar yang masih memiliki penerbangan.
07:08Penerbangan sudah mulai terbuka. Mudah-mudahan, ini sedikit demi sedikit, 20 ribu orang yang strike ini bisa terlalu baik.
07:19Nanti sebagian orang negara kita sudah bisa kembali ke tanah air, ya, ataupun melanjutkan perjalanan.
07:25Oh, jadi penerbangan memang sudah dibuka, tapi masih sangat terbatas ya Pak Yuda, ya belum sepenuhnya beroperasi?
07:32Betul. Belum sepenuhnya beroperasi.
07:35Masih terbatas. Nah, kita terus pantau-monitor situasinya di kondisi yang membaik, insya Allah, penerbangan akan semakin banyak.
07:43Lalu, bagaimana koordinasi atau imbauan dari pemerintah setempat, dari pemerintah Uni Emirat Arab kepada warga negaranya,
07:51lalu juga kepada perwakilan negara-negara, termasuk Pak Yuda, selaku duta besar, untuk memantau bagaimana dinamiknya yang terjadi dan apa
07:58yang harus diwaspadai dalam kondisi seperti ini?
08:02Pemerintah Ruang Negeri UI sudah melakukan briefing kepada para duta besar dan menjelaskan langkah-langkah yang sudah mereka persiapkan.
08:10Sama tentunya menjamin, selama ada di UI, termasuk tadi beberapa macam langkah bagi warga negara yang mengalami kesulitan perabangan,
08:22mereka menyiapkan layanan komodasi, makanan, dan sebagainya, dan kemudian memastikan bahwa UI akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat
08:34atau warga negara penduduk yang ada di sini, melindungannya.
08:39Nah, kami terus mengasih, bukan hanya kalau ada otoritas tempat, tapi juga ada komunitas,
08:47kesehatan Indonesia yang ada di sini.
08:50Tentu sangat dipahami, sangat dipahami dalam situasi keadaan orang ini, ada warga negara kita yang takut atau khawatir,
08:59itu sangat wajar ketika dalam keadaan orang ini, namun yang ingin kita kelola adalah jangan sampai ketakutan atau kekhawatiran tersebut
09:09berubah menjadi kepanikan.
09:13Kita kekhawatiran itu baik, karena akan membuat kita menjadi waspada.
09:18Namun kepanikan itu akan membahayakan kita, karena akhirnya kita tidak dapat mengambil keputusan secara rasional.
09:25Nah, itu yang ingin kami jaga terus dengan memberikan bagaimana suplai informasi mengenai situasi keamanan yang terakhir,
09:35dan kemudian juga langkah kontingensi jika terjadi di skala sering.
09:40Itu yang paling penting bahwa ini memang kondisi kedaruratan yang kita harapkan segera berlalu,
09:47tapi dalam kondisi ini kita harus tetap waspada, meskipun jangan sampai panik,
09:50tapi disiapkan langkah kontingensinya, bagaimana cara bertindak yang tepat.
09:55Tentu saja ini jadi hal yang baik dan harus diinformasikan kepada warga negara Indonesia,
09:59khususnya ada di Uni Emirat Arab.
10:01Pak Duta Besar, terima kasih banyak waktunya untuk Kompas TV,
10:04Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Yudha Nugraha.
10:07Terima kasih Pak Yudha.
10:09Terima kasih Pak Yudha.
10:10Terima kasih Pak Yudha.
Komentar

Dianjurkan