00:00Bagaimana situasi terkini di Uni Emirat Arab pasca serangan Iran?
00:04Kita telah terhubung dengan Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Yudha Nugraha.
00:08Selamat malam waktu Jakarta, Pak Yudha.
00:12Selamat malam, Pak Rizka.
00:14Saya mau tahu bagaimana saat ini situasi di Persatuan Emirat Arab.
00:20Sudahkah pemulihan bisa terlihat salah satunya kan di bandara tadi?
00:25Lalu bagaimana pasca serangan yang berada di Persatuan Emirat Arab, Pak Yudha?
00:31Ya, Pak Rizka. Dapat kami update bahwa serangan rudal dari Iran masih terus menyasar ke IWI.
00:39Hingga hari tadi masih terdengar beberapa lidakan di Abu Dhabi.
00:45Namun secara umum, masyarakat tetap tenang.
00:49Tadi, sebagaimana disampaikan, memang benar beberapa penerbangan sudah mulai berjalanan.
00:55Dan ini memberikan sedikit rilis kepada para visitor yang stranded yang ada di bandara-bandara yang ada di IWI.
01:05Sejauh ini, wilayah-wilayah yang diwaspadai, apakah memang situs-situs yang milik Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Pak Yudha,
01:15khususnya?
01:17Total ada sekitar 872 serangan rudal atau kundron yang diarahkan ke IWI.
01:26Dan mayoritas memang sudah dapat di-interset oleh sistem pertahanan udara IWI.
01:32Ancaman terbesar adalah debris atau pecahan dari rudal tersebut yang kemudian mengenai penduduk sibil.
01:40Hingga saat ini ada tiga warga yang meninggal dunia, ini berasal dari Pakistan, Nepal, dan Bangladesh.
01:47Dan kemudian ada 68 yang dikalkan.
01:49Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dari sekandang rudal tersebut.
01:57Kalau yang jadi imbauan untuk warga negara Indonesia di sana, seperti apa Pak Yudha?
02:02Baik dari situasi kemarin, awal serangan Iran di Uni Emirat Arab hingga saat ini?
02:09Ya, sejak kejadian pertama tanggal 28 Februari yang lalu, kita segera melakukan on-off meeting
02:18dengan warga negara Indonesia untuk menyampaikan update situasi terakhir mengenai keamanan yang ada di IWI
02:27dan juga langkah-langkah kontingensi yang sudah kita siapkan bagian dari kita untuk menenakan warga negara kita.
02:35Imbauan sudah kita sampaikan, yang pertama tetap tenang, namun tingkatan puas padaan.
02:41Yang kedua, hanya mengikuti sumber-sumber informasi resmi dari otoritas.
02:48Yang ketiga, segera lakukan lapor diri bagi yang belum lapor diri.
02:52Dan jika dalam keadaan daurat atau mengetahui ada saudara-saudara WNB yang mengalami kesulitan,
03:00segera hubungi hotline KBR Abu Dhabi maupun juga KJRI BUBAD.
03:06Sejauh ini, Pak Dubes, ada berapa warga negara Indonesia yang masih bertahan di Uni Emirat Arab?
03:12Total ada 81 ribu warga negara Indonesia yang tercatat di imigrasi Uni Emirat Arab.
03:19Namun, ini klasik memang, banyak warga negara kita yang belum melakukan lapor diri.
03:25Dari data kementerian luar negeri melalui portal dulu yang tercatat,
03:31hanya 11 ribu yang melakukan lapor diri.
03:33Nah, untuk itulah kemudian dalam kesempatan portal meeting yang kami lakukan,
03:38karena kan Indonesia kami sangat mengagangkan pentingnya masyarakat segera melakukan lapor diri.
03:44Karena data yang akurat itu akan sangat membantu kita semua untuk melakukan respon yang cepat dan juga penanganannya yang cepat.
03:54Dan Alhamdulillah, sejak tahun 28 kami mendapatkan tambahan yang cukup banyak.
03:59Buat ini kita yang melakukan lapor diri sekitar 2.000.
04:03Kita bersyukur bahwa warga negara Indonesia dalam kondisi selamat, tidak ada yang jadi korban.
04:08Tapi apakah ada laporan warga negara Indonesia yang misalnya berada di daerah situs-situs yang berbahaya?
04:15Misalnya, dekat situs-situs yang jadi sasaran serangan balasan Iran ke situs milik Amerika Serikat misalnya yang ada di Uni
04:20Emirat Arab?
04:21Pak Nugus.
04:23Betul memang ada pangkal Amerika yang ada di sini yang ada sekitar 30 km dari Abu Dhabi.
04:32Namun relatif pangkal militer tidak ada makhluk kita yang relatif dekat di sini.
04:38Tapi tentu saja situasinya harus tetap puas pada begitu ya, untuk melihat bagaimana eskalasi serangan balasan dari Iran yang menyasar
04:49sejumlah situs milik Amerika Serikat termasuk pakalan Amerika Serikat di sana.
04:52Dan yang juga jadi perhatian, Uni Emirat Arab ini kan Pak Dubes, khususnya Dubai, biasanya di tempat transit penerbangan.
05:00Nah, apakah juga ada banyak laporan warga negara Indonesia yang transit di situasi perang atau situasi konflik saat ini Pak
05:09Yudha?
05:11Betul Pak Fisga.
05:12Ya, jadi sejak kejadian tanggal 28 Februari yang lalu, total ada 20 ribu warga negara asing yang transit di dua
05:22bandara, baik itu di Dubai, maupun di Bali.
05:25Dan hotline yang kita terima dan pada saat kejadian memang kita menugaskan tim menuju ke airport untuk mengisir adanya warga
05:34negara kita, ada 41 warga negara kita yang terdampak transit.
05:41Karena perkembangannya belum ada, nah untuk itu kami sudah memberikan bantuan, layanan dari pemerintah UI juga sangat baik.
05:49Mereka menyediakan akomodasi makanan dan juga engergensi bisa untuk tetap stay di Uni Emirat Arab sambil buku pelabaran.
05:59Tadi malam kami juga melakukan forum meeting sejak virtual dengan para WND yang standing, kita diberikan situasi keamanan dan juga
06:08langkah-langkah yang sudah kita lakukan.
06:10Jadi salam mereka cukup benasat.
06:13Arya, jika kita tidak berharap hal ini terjadi kembali, tapi kan tentu harus dipantau dinamikanya.
06:19Jika ada warga negara Indonesia dalam kondisi stranded atau terdampar di tengah konflik ini, apa saja yang harus dilakukan pertama
06:27kali Pak Yuda?
06:28Ya, tentunya ketika study, segera hubungi hotline KBR Abu Dhabi maupun KBR.
06:37Kemudian kita akan membantu untuk menjadikan akomodasi, agar kita tetap aman, stay, Uni sampai terlalu.
06:45Nanti ada penerbangan yang terbuka.
06:49Nah, jika terjadi eskalasi dan ikutnya lama-lama, ya situasinya, kita sudah memiliki rekanan potensi untuk mengeluarkan mereka dari UAE
07:00melalui beberapa titik yang di negara-negara sekitar yang masih memiliki penerbangan.
07:08Penerbangan sudah mulai terbuka. Mudah-mudahan, ini sedikit demi sedikit, 20 ribu orang yang strike ini bisa terlalu baik.
07:19Nanti sebagian orang negara kita sudah bisa kembali ke tanah air, ya, ataupun melanjutkan perjalanan.
07:25Oh, jadi penerbangan memang sudah dibuka, tapi masih sangat terbatas ya Pak Yuda, ya belum sepenuhnya beroperasi?
07:32Betul. Belum sepenuhnya beroperasi.
07:35Masih terbatas. Nah, kita terus pantau-monitor situasinya di kondisi yang membaik, insya Allah, penerbangan akan semakin banyak.
07:43Lalu, bagaimana koordinasi atau imbauan dari pemerintah setempat, dari pemerintah Uni Emirat Arab kepada warga negaranya,
07:51lalu juga kepada perwakilan negara-negara, termasuk Pak Yuda, selaku duta besar, untuk memantau bagaimana dinamiknya yang terjadi dan apa
07:58yang harus diwaspadai dalam kondisi seperti ini?
08:02Pemerintah Ruang Negeri UI sudah melakukan briefing kepada para duta besar dan menjelaskan langkah-langkah yang sudah mereka persiapkan.
08:10Sama tentunya menjamin, selama ada di UI, termasuk tadi beberapa macam langkah bagi warga negara yang mengalami kesulitan perabangan,
08:22mereka menyiapkan layanan komodasi, makanan, dan sebagainya, dan kemudian memastikan bahwa UI akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat
08:34atau warga negara penduduk yang ada di sini, melindungannya.
08:39Nah, kami terus mengasih, bukan hanya kalau ada otoritas tempat, tapi juga ada komunitas,
08:47kesehatan Indonesia yang ada di sini.
08:50Tentu sangat dipahami, sangat dipahami dalam situasi keadaan orang ini, ada warga negara kita yang takut atau khawatir,
08:59itu sangat wajar ketika dalam keadaan orang ini, namun yang ingin kita kelola adalah jangan sampai ketakutan atau kekhawatiran tersebut
09:09berubah menjadi kepanikan.
09:13Kita kekhawatiran itu baik, karena akan membuat kita menjadi waspada.
09:18Namun kepanikan itu akan membahayakan kita, karena akhirnya kita tidak dapat mengambil keputusan secara rasional.
09:25Nah, itu yang ingin kami jaga terus dengan memberikan bagaimana suplai informasi mengenai situasi keamanan yang terakhir,
09:35dan kemudian juga langkah kontingensi jika terjadi di skala sering.
09:40Itu yang paling penting bahwa ini memang kondisi kedaruratan yang kita harapkan segera berlalu,
09:47tapi dalam kondisi ini kita harus tetap waspada, meskipun jangan sampai panik,
09:50tapi disiapkan langkah kontingensinya, bagaimana cara bertindak yang tepat.
09:55Tentu saja ini jadi hal yang baik dan harus diinformasikan kepada warga negara Indonesia,
09:59khususnya ada di Uni Emirat Arab.
10:01Pak Duta Besar, terima kasih banyak waktunya untuk Kompas TV,
10:04Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Yudha Nugraha.
10:07Terima kasih Pak Yudha.
10:09Terima kasih Pak Yudha.
10:10Terima kasih Pak Yudha.
Komentar