00:00Apa saja yang kira-kira seharusnya diantisipasi oleh warga negara Indonesia di sejujurnya lokasi zona merah di timur konflik Timur
00:07Tengah?
00:07Kita sudah bergabung dengan Amelia Anggaraini, anggota Komisi 1 DPR RI dari fraksi Nasdem melalui sambungan virtual.
00:15Selamat malam, Bu Amel.
00:17Selamat malam, Mbak. Selamat malam, pemirsa semua.
00:20Bu Amel, jadi apakah Bu Amel sudah mendapatkan informasi terkait dengan bagaimana kabar saudara-saudara kita yang berada di timur
00:28tengah khususnya berada di wilayah yang rawan konflik, ada di Iran, Dubai, Bahrain?
00:34Ya, baik Mbak. Ya, kami di Komisi 1 saat ini terus memantau perkembangan situasi melalui jalur resmi pemerintah yaitu melalui
00:42Kementerian Lawan Negeri dan juga laporan dari Perwajilan Rupiah Indonesia di lapangan.
00:48Dan untuk Iran di KBRI, tak heran menyampaikan bahwa, Dubesnya sudah menyampaikan bahwa telah berkoordinasi dengan simpul-simpul WNI di
00:59berbagai kota dan menjalankan komunikasi dua arah begitu.
01:03Yang kami ketahui per update hari ini ada sekitar 329 WNI, Mbak, yang sudah lapor diri dan WNI yang berhasil
01:14dihubungi dan dilaporkan dalam kondisi yang aman.
01:18Serta belum merasakan ancaman langsung namun tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
01:25Kemudian di Qatar, KBRI Doha juga menghimbau agar WNI membatasi aktivitas di luar rumah dan tetap berada di tempat yang
01:35aman.
01:35Serta juga mengikuti emergency alert dari otoritas tempat.
01:39Yang kami pantau dari Uni Emirat Arab, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai juga sudah meningkatkan kesiapsiagaan.
01:49Sebagai mana tadi disampaikan oleh Dubes Yuda, bahkan sudah siaga tiga ya.
01:54Dengan penetapan status siaga ini dan imbauan agar WNI disiplin untuk memantau setiap informasi resmi serta juga memperbaharui data lapor
02:06diri.
02:06Ini menjadi krusial, Mbak.
02:07Kemudian sebagai tambahan juga Mbak terkait dengan soal jemaah umroh kita yang ada sekitar 58.867 orang saat ini masih
02:21berada di Makkah dan Madinah.
02:23Menurut komunikasi terakhir kami dengan Wamin Haji, Bapak Daniel, Kemenlu dan Kementerian Haji juga sudah menghimbau keberangkatan jemaah umroh yang
02:36belum berangkat ya.
02:37Untuk mengantisipasi situasi di tempat tengah yang eskalasinya kian meningkat.
02:42Bu Amel, jadi sebenarnya kalau sekarang kan dinyatakan masih aman ya.
02:47Baik di Iran, kemudian di Bahrain, di Dubai juga gitu ya.
02:51Di Arab Saudi termasuk.
02:52Nah jadi apakah warga negara Indonesia ini juga untuk sementara juga dilarang untuk berpergian lebih jauh begitu Bu Amel?
02:59Iya kan disitu sudah ada himbawan dari KBNI dan otoritas tempat untuk mobilitas di luar rumah itu untuk dikurangi dulu
03:06gitu Mbak.
03:07Untuk keamanannya gitu karena eskalasinya kan semakin memanas dan masih belum kondusif.
03:14Nah oke untuk jemaah yang umroh Bu Amel ini kan masih belum tahu nih gimana bisa balik atau enggak.
03:20Ini apa himbawannya?
03:22Pemerintah sudah menyiapkan kontijensi plan dan upaya mitigasi terkait dengan jemaah haji sekarang ini Mbak ya.
03:30Nah jadi berdasarkan tadi sore saya sudah berkomunikasi dengan Wamen Haji Bapak Daniel selain penundaan tadi juga pemerintah terus mendampingi
03:42kepulangan yang direct flight diupayakan bisa pulang segera.
03:47Dan yang transit itu mendapatkan fasilitas akomodasi begitu ya dan juga penundaan pesawat dari airline yang bersangkutan.
03:57Garuda juga sudah menyiagakan dua pesawat dan semuanya sudah terus menerus dikoordinasikan seperti itu.
04:03Oke Bu Amel ini kan masih dinyatakan aman begitu ya tapi kira-kira apa sih tolak ukurnya Bu Amel ketika
04:09warga negara kita nih tahu kira-kira oh ini nampaknya sudah tidak baik-baik saja.
04:14Kemudian ada siapa tahu untuk imbauan untuk segera pulang ke Indonesia.
04:18Ini apa tolak ukurnya Bu Amel?
04:20Jadi begini Mbak jadi sebetulnya kalau pertanyaan ini mungkin lebih pas langkah yang harus dilakukan pemerintah ya kalau misalkan eskalasi
04:30perang kita tidak bisa ini menyatakan ini dalam keadaan aman ya.
04:33Karena kondisinya sangat dinamis begitu dan kita ketahui sendiri per hari ini rudal-rudal dari Iran terus menyerang Tahiran Tel
04:48Aviv begitu dan juga beberapa negara yang mempunyai pangkalan militer Amerika.
04:58Jadi memang langkah pertama yang harus dilakukan adalah keselamatan WNI ini adalah prioritas absolut Mbak.
05:05Pemerintah juga harus memastikan bahwa semua perwakilan RI mengaktifkan mode krisis hotline responsif dan pemetaan WNI yang akurat serta komunikasi
05:16dua arah yang intensif yang rutin.
05:19Dan yang kedua adalah juga harus disiapkan skenario berjenjang Mbak.
05:24Jadi jangan kita aman-aman tapi skenario-nya tidak disiapkan gitu ya.
05:28Jadi pada fase resiko tertentu pendekatannya adalah perlindukan di tempat atau shelter in place ya dan pembatasan mobilitas.
05:38Namun bila eskalasi meningkat kita we never know besok atau lusa gitu.
05:43Opsi relokasi ke titik angman dan evakuasi melalui negara ketiga itu harus sudah disiapkan.
05:50Jangan tunggu situasi terlambat baru kita berpikir tentang negara ketiga sebagai tempat evakuasi.
05:57Begitu Mbak.
05:58Jadi sudah harus disiapkan dari sekarang-sekarang.
06:00Kemudian sebagaimana yang saya dengar juga dari Bapak Rahmadini dari Kemendu begitu.
06:06Dita heran sendiri untuk KBRI dan diplomatnya sudah disiapkan.
06:12Negara ketiga adalah Azerbaijan.
06:13Dan ketiga pemerintah perlu mengantisipasi dampaknya ke Indonesia utamanya dari sisi ekonomi dan energi.
06:21Kita juga harus menyiapkan mitigasi agar gangguan kawasan ini tidak langsung menekan stabilitas harga energi dan inflasi serta daya beli
06:30masyarakat.
06:31Begitu Mbak.
06:32Oke nah tapi kalau misalnya untuk yang tadi kan kalau untuk orang yang atau jemaah yang baru mau melakukan umroh
06:39kan artinya ada penerbangan yang memang dibatalkan atau ditunda ya Bu Amel ya.
06:43Tapi bagaimana juga yang dengan jemaah-jemaah yang masih menunggu di bandara adakah imbauan begitu supaya tetap mereka tenang dan
06:50kalau memang ada kabar untuk bisa diberangkatkan ya mereka bisa kembali lagi ke bandara.
06:53Karena masih banyak kan yang masih bingung nih di bandara harus berbuat apa meskipun sudah ada imbauan.
06:59Sebagaimana yang saya sampaikan tadi Mbak jadi pemerintah dalam hal ini Kementerian Haji dan Kemenlu sudah berkoordinasi jadi direct flight
07:07itu sudah untuk Garuda, Lion kemudian juga Saudi Airlinesnya itu sudah disiapkan Mbak.
07:13Dari masuk kalau yang pesawat yang menggunakan Airlines lain, Airlinesnya sudah memfasilitasi akomodasi dan juga airline pengganti.
07:22Jadi sudah ada dua pesawat siaga sebagaimana saya sampaikan tadi begitu Mbak.
07:28Nah jadi upaya-upaya mitigasi ini sudah sedemikian rupa disiapkan oleh pemerintah karena pemerintah tahu sekali bahwa ada 58 ribu
07:37jemaah haji umroh kita yang sedang berada di Makah dan Madinah gitu Mbak.
07:42Oke nah kemudian tadi kan sudah disiapkan ya langkah-langkah yang misalnya bisa dilakukan begitu kalau eskalasinya semakin meningkat ya
07:50Bu Amel.
07:50Tapi kemudian adakah juga misalnya rencana untuk penarikan lubas-lubas misalnya dan dalam waktu kapan nih untuk bisa tahu bahwa
07:58oh ini sangat gentik sekali sehingga harus dilakukan skenario yang secepat mungkin.
08:03Oke begini Mbak dalam prinsip hubungan diplomatik negara tuan rumah itu wajib melindungi perwakilan diplomatik dari negara-negara lain gitu
08:12ya.
08:13Tetapi pemerintah dalam hal ini juga punya kewajiban terhadap keselamatan personelnya.
08:18Jadi perlu diketahui Mbak penarikan perwakilan ini adalah langkah yang sangat-sangat serius.
08:25Keputusan itu biasanya berbasis asesmen resiko harian ya seperti indikatornya adalah intensitas ancaman di sekitar fasilitas diplomatik yang meningkat.
08:36Kemudian juga kemampuan negara tuan rumah dalam menjamin keamanan serta juga keberlangsungan komunikasi dan urgensi perlindungan WNI.
08:44Jadi pada prinsipnya selama perwakilan kita masih bisa bekerja dengan aman ya keberadaan mereka justru sangat diperlukan untuk melindungi WNI
08:54kita yang ada di negara konflik gitu.
08:56Jika resikonya meningkat maka langkah yang lazim adalah pengetatan SOP serta pembatasan mobilitas dan pengurangan personel yang non-esensial.
09:07Itu dulu terlebih dahulu dipulangkan dan kalau penutupan itu adalah opsi terakhir Mbak.
09:13Nah pertanyaannya sekarang apakah saat ini sudah aman?
09:16Sekali lagi saya jawab Mbak situasinya saat ini sangat dinamis.
09:19Kita belum bisa mengatakan bahwa oh sekarang situasinya aman.
09:23Di wilayah yang aktivitas militernya tinggi Mbak resikonya meningkat oleh karena itu yang paling penting adalah
09:31kedisiplinan mengikuti himbawan dari perwakilan RI dan otoritas tempat
09:37sambil pemerintah juga terus menerus memperbaharui asesmen secara berkalah.
09:41Berarti hatinya setiap saat 24 jam penuh ini saling berkomunikasi ya antara dubes yang satu dengan yang lain
09:47termasuk juga dari kemengkelian luar negeri kita begitu untuk saling berkoordinasi.
09:50Ini dalam fase mana nih?
09:53Begitu ya Bu Amel ya?
09:54Betul, betul, betul Mbak.
09:56Oke baik terima kasih.
09:58Kalau gitu terima kasih Bu Amelia Anggaraini anggota Komisi 1 DPR RI dari fraksi Partai Nasdem
10:04bahwa meskipun belum dinyatakan aman tetapi segala skenario memang harus disiapkan
10:09untuk mencegah hal-hal yang tentunya tidak kita inginkan terutama eskalasinya meningkat begitu ya
10:15untuk ketegangan yang terjadi antara Iran, Amerika Serikat dan juga Israel.
10:19Terima kasih anggota Komisi 1 DPR RI dari fraksi Partai Nasdem Ibu Amelia.
Komentar