Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Gerakan warga bermunculan akibat banyaknya jalan rusak. Salah satunya oleh Rafli Zulkarnain atau Ijoeel, inisiator gerakan #SadarDiriAje.

Ijoel pernah mengalami kecelakaan akibat menghindari jalan rusak pada tahun 2016. Dari gerakan #SadarDiriAje, ia mengajak warga untuk ikut menjaga dan mengawasi fasilitas publik.

Secara sukarela, ia menandai lubang dan jalan rusak dengan cat semprot agar pengendara lebih waspada. Aksi ini lahir dari pengalaman pribadi sekaligus menjadi kritik sosial.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/saEklJ_8Oqg?si=_23NdIcLwdGZ7iWw



#jalanrusak #tangerang #korban

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/654254/sadardiriaje-dari-korban-jadi-penggerak-relawa-cat-lubang-demi-selamatkan-nyawa-dipo-investigas
Transkrip
00:29Jalan di Ibu Kota
00:31Mas Ijul, saya memantau ide sosial Anda, begitu banyak aktivitas Mas Ijul menandai jalan-jalan yang rusak dengan menggunakan cat
00:42semprot, ada lagi tagar sadar diri aja. Apa yang kemudian mendasari Mas membuat gerakan ini?
00:49Dulu saya, 2016 itu pernah jatuh. Terus saya nazar deh kalau misalkan bisa jalan lagi nih, gimana caranya biar orang
00:54nggak kayak saya begitu.
00:56Mas Ijul sendiri melakukan gerakan ini sendiri atau seperti apa?
00:59Sendiri gitu. Itulah kenapa yang sebenarnya namanya sadar diri aja, hashtagnya begitu. Karena kesadaran saya sendiri, terus juga pengen ngajak
01:06kesadaran orang juga sih begitu.
01:08Dari pengalaman Mas Ijul, jalan mana yang seperti neraka bagi para pengendara, khususnya sepeda motor?
01:13Khususnya sepeda motor. Sebenarnya dekat sini juga ada sih Mas, ini penjaringan.
01:16Dekat sini ada penjaringan ini?
01:18Boleh kita coba cari Mas?
01:19Boleh.
01:26Ini ada satu lubang ya?
01:29Ini bisa ditandai Mas?
01:30Bisa.
01:32Nih, tuh.
01:33Berapa dalamnya nih?
01:34Iya, iya, iya.
01:34Ini kayaknya lebih dari 10 cm ya?
01:37Iya.
01:39Ini kalau ini sih hitungannya, ini kan bekas galian biasanya proyek.
01:42Ini bekas galian?
01:43Iya.
01:44Nah, banyak kejakatan yang kayak gini sekarang nih, karena bekas proyek habis itu di bendera ini kurang rapi ya.
01:48Di sini ya, ditandain dulu pinggirannya.
01:50Oke.
01:52Jadi dikotakin.
01:54Nah, sini lagi.
02:01Tanda silang?
02:02Iya.
02:03Oke.
02:04Tanda silang artinya tidak boleh ataupun diimbau untuk tidak melintasi ya?
02:08Iya, benar.
02:09Oke.
02:09Karena kalau hanya kotak aja kurang.
02:10Kita akan coba ke lubangnya lain ya?
02:12Lanjut.
02:13Oke.
02:13Di depan saya ada dua lubang lagi ya?
02:16Boleh saya coba ya Mas ya?
02:17Boleh, boleh.
02:17Ini tuh dalam banget nih.
02:18Oke, ini untuk konnya memang ditaruh agak jauh ya.
02:20Dan ini sekali lagi.
02:23Bisa ditunjukkan ya, dalamnya semata kaki ya.
02:27Tentu untuk pengendara roda dua ini sangat berbahaya ya.
02:30Ini malah.
02:31Dimulai dari ujung dulu ya?
02:31Iya, bentuk dulu sini.
02:33Oke.
02:36Kemudian tengahnya mungkin ya?
02:37Tengahnya garis lagi.
02:41Nah.
02:43Oke.
02:43Dan tanda silangnya di sini ya?
02:46Tanda silang itu untuk menghimbau warga agar tidak melintasi jauh ini atau untuk beratang.
02:52Hati-hati ya.
03:01Ini baru berapa meter saja.
03:03Kita sudah menemukan tiga lubang ya?
03:05Iya, tiga lubang.
03:06Tiga lubang dengan ukuran yang dalam.
03:08Dalam yang dalam.
03:09Biar aku cuma segini ya.
03:10Tapi buat motor ini berasa.
03:12Sangat berasa ya?
03:12Iya.
03:13Oke.
03:13Ini sudah ditandai dan momentumnya sedang tidak ada kendaraan melintas.
03:16Saya bantu ya Mas ya?
03:17Iya, siap.
03:20Dan selanjutnya beri tanda, nampaknya pengendaraan juga tidak melintasi jauh ini berlubang ya?
03:26Oke.
03:30Saya tunjukkan ya saudaranya, ini ada satu jalan yang sebenarnya baru diaspal ya?
03:34Ini baru diaspal.
03:35Tapi sudah bergelombang.
03:36Nah, ini kalau lihat mungkin visualnya kayak benar gitu ya?
03:40Iya.
03:40Tapi ini cekung nih Mas.
03:42Bergelombang ya?
03:43Cekung, cekung kakak.
03:44Kalau ini?
03:44Nyembung, cekung.
03:45Tandainya sama?
03:45Sama, sama.
03:47Karena kalau buat motor, apanya kalau kenceng dari sana tuh ya?
03:49Ini bisa, uung, naik.
03:50Bisa mental ya?
03:51Apanya kalau kecepatannya tinggi.
03:53Iya.
03:53Oke, kita coba tandai ya.
04:03Dua jalur ya berarti ya?
04:05Dan ini pas sekali di tempat banyak kendaraan roda dua atau motor yang memutar balik ya.
04:12Dan tentu cukup berbahaya.
04:15Selain di jalan besar, mungkin ada lagi jalan kecil yang mungkin rusak, Mas?
04:19Ada lagi, Mas.
04:20Ada ya?
04:20Banyak-banyak.
04:21Oke, kita coba cari, Saudara.
04:22Sudah ada ini.
04:32Ini kita berada di jalan tanah pasir.
04:35Masih penjaringan ya, Mas?
04:36Penjaringan.
04:37Tapi kalau bisa dilihat, ini sudah diaspal sebagian.
04:40Kemarin belum, benar parah banget sini.
04:41Kemarin belum?
04:42Belum.
04:42Oh, kayak gini contohnya mungkin?
04:44Kemarin begini.
04:45Cuma sampai sana terus, sampai sana terus ya.
04:47Begini terus.
04:48Sepanjang jalan ini?
04:48Ini lebih dari tiga tahun.
04:50Lebih dari tiga tahun?
04:51Ini informasi fakta dari warga sekitar juga.
04:53Tapi informasi dari warga, ini kerusakannya kenapa?
04:56Bekas ini proyek Galian.
04:58Air Limba.
04:58Bekas proyek Galian, Air Limba?
04:59Benar.
05:03Ini sampai ditutup.
05:05Kelat besi ya.
05:06Pertanyaan saya, Mas Gijul.
05:07Kalau tadi kita di jalan-jalan besar bisa menandai,
05:10karena lubangnya bisa dikatakan tidak terlalu besar.
05:13Tapi kalau sepanjang jalan ini seperti apa?
05:15Teknis menandainya?
05:16Saya tidak nandain.
05:17Tapi saya biasanya kan bom motor.
05:19Kadang saya bom mobil, kadang bom motor.
05:20Kalau gini saya bom motor, saya nyusulin sampai lurus sampai ujung.
05:23Tapi itu saya sambil kontenin.
05:25Karena kalau untuk dicat semprot?
05:26Tidak bisa.
05:28Mau berapa cat semprot?
05:29Mau berapa kardus?
05:37Mas Gijul, bahwa tadi di satu titik saja,
05:40kita sudah menandai mungkin lebih dari sepuluh.
05:44Iya.
05:45Selama sepuluh tahun, kalau diperkirakan,
05:47berapa titik yang sudah Mas Tandai?
05:48Jangan rusak.
05:49Banyak banget, banyak banget.
05:50Banyak banget bang, udah ribuan mungkin.
05:52Ribuan titik jalan rusak?
05:54Iya.
05:56Ketika ribuan jalan sudah ditandai oleh Mas Ijul,
06:00apa respon dari pemerintah?
06:02Apakah ada respon cepat untuk segera memperbaiki jalan?
06:04Atau seperti apa?
06:05Semakin ke sini, alhamdulillah mereka semakin responsif.
06:08Karena kan ya perkembangan sosial media juga kan.
06:10Tapi apakah pembendahan atau memperbaikan jalan itu
06:13dilakukan secara merata atau hanya di titik-titik yang viral?
06:17Kalau kepernyataan faktanya,
06:19di titik yang lagi rame, lagi viral, gitu.
06:21Misalkan saya nandain di dekat mana,
06:23berapa meter yang sebelahnya,
06:25nggak dibenerin, gitu.
06:27Artinya belum rata mungkin?
06:28Bener.
06:29Kondisi jalan, termasuk keselamatan pengendara,
06:32akibat jalan tersebut ini dalam undang-undang,
06:34tercantum adalah tanggung jawab dari penyelenggara jalan itu sendiri.
06:37Dalam hal ini adalah pemerintah.
06:39Apakah kemudian, ketika dalam beberapa waktu ke depan,
06:42tentu kita tidak harapan,
06:43tetapi kembali timbul korban jiwa,
06:45apakah Mas Ijung dan mungkin warga lain akan mengugat pemerintah?
06:49Menurut saya iya.
06:51Karena melihat bahan ini,
06:52sudah mulai banyak orang pada muak kali ya.
06:54Saya pun juga berniat untuk,
06:56sebenarnya mau mengugat juga, gitu.
06:58Cuma kan saya lebih cepat,
07:00lebih ambil ini aja lah,
07:01solusi yang instan aja,
07:02yang lebih berdapat cepat, gitu.
07:04Karena kalau saya ngurusin itu,
07:05makan waktu juga,
07:06mohon maaf ya, kadang kan orang mikir,
07:07saya kan bukan siapa-siapa juga, gitu.
07:13Apakah kemudian,
07:15pemerintah dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta,
07:17baru secara masif,
07:19membenahi jalan-jalan yang rusak,
07:21ketika sudah timbul korban jiwa?
Komentar

Dianjurkan