00:00Saudara Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI rate sebesar 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Februari 2026.
00:09Langkah ini dilakukan sebagai upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
00:22Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang selenggarakan pada 18 hingga 19 Februari 2026
00:28memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 4,75%
00:33Suku Bunga Deposit Facility sebesar 3,75% dan Suku Bunga Landing Facility sebesar 5,50%
00:41Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18 dan 19 Februari 2026
00:48memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 4,75%
00:54Suku Bunga Deposit Facility sebesar 3,75% dan Suku Bunga Landing Facility sebesar 5,50%
01:05Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah
01:13di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global
01:18guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026 dan mendorong pertumbuhan ekonomi
01:25Ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia
01:32Pertumbuhan ekonomi pada triwulan 4-2025 tercatat sebesar 5,39% secara tahunan
01:39Lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% secara tahunan
01:46Peningkatan ini terutama ditopang oleh permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi
01:52sejalan dengan dampak positif berbagai stimulus kebijakan pemerintah dan bauran kebijakan Bank Indonesia
01:58Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 sebesar 5,11% secara tahunan
02:07Lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,03% year on year
02:13dan diikuti dengan perbaikan kualitas ketenaga kerjaan
02:17Bukan hanya itu, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah
02:22dari dampak negatif ketidakpastian pasar keuangan global
02:26Nilai tukar rupiah pada 18 Februari 2026 tercatat sebesar 16.880 rupiah per dolar AS
02:34Melemah 0,56% PTP dibandingkan dengan level akhir Januari 2026
02:40Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian pasar keuangan global
02:45di tengah meningkatnya permintaan falas korporasi domestik sejalan kenaikan kegiatan ekonomi
02:50Bank Indonesia memandang nilai tukar rupiah telah dinilai rendah atau under value
02:55dibandingkan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia
02:58termasuk konsistensi dengan pengendalian inflasi sesuai sasaran 2,5 plus minus 1% pada 2026 dan 2027
03:07Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah
03:11termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal
03:15untuk bersama menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi
03:20Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan KSSK
03:24juga dipererat terutama untuk mendorong pembiayaan bagi program astacita pemerintah
03:29Tim Liputan Kompas TV
Komentar