- 3 jam yang lalu
Lantas seperti apa situasi di kawasan Timur Tengah pascakematian Khamenei? Apakah perang akan segera berakhir, atau justru Iran akan semakin melawan? Apa dampak
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Militer Israel merilis video serangan ke markas besar Iran di Teheran pada minggu waktu setempat.
00:08Rekaman memperlihatkan asap pekat membumbung usai ledakan di pusat kota Teheran.
00:13Dalam serangan itu, Amerika Serikat dan Israel mengklaim pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei,
00:19tewas akibat serangan yang dilancarkan pada Sabtu pagi 28 Februari.
00:24Pada hari yang sama, Iran menembakkan rudal ke sejumlah wilayah di Israel dan negara-negara Arab Teluk.
00:30Sebagai serangan balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran.
00:34Korps Garda Revolusi Iran mengatakan mereka melakukan serangan rudal dan drone yang meluas terhadap Israel sebagai respons serangan sebelumnya.
00:43Presiden Iran Masod Pezekian mengumumkan,
00:47Dewan Kepemimpinan Sementara resmi mulai bekerja pasca wafatnya pemimpin tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.
00:54Pengumuman disampaikan melalui televisi pemerintah di tengah memanasnya konflik Iran dengan Israel
00:59dan serangan gabungan AS Israel ke Teheran.
01:02Amerika dan Israel harus mempunyumkan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan.
01:27Kita harus mempunyumkan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan.
01:40Terima kasih telah menonton!
02:09Hingga minggu waktu Iran, Israel dan Amerika Serikat masih menggempur Iran.
02:13Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bilang serangan terhadap ibu kota Iran akan semakin meningkat dalam beberapa hari mendatang.
02:21Berbicara dari atap markas militer di Kiria, Tel Aviv, Netanyahu bilang Israel melibatkan bantuan AS
02:27dalam kampanye militer terhadap Iran dan mengaku sudah 40 tahun mengharapkan serangan mematikan terhadap Iran.
02:49Terima kasih telah menonton!
03:03Sementara kata pakar hukum internasional Universitas Pajajaran, Teguh Rezasyah,
03:07serangan balik yang dilakukan Iran terhadap Israel adalah sah di mata hukum internasional dan sesuai piagam PBB.
03:15Teguh Rezasyah bilang Iran mempertahankan kedaulatannya dan mayoritas warga Iran masih mempercayai pemimpinnya.
03:23Dan dalam kondisi saat ini untung Iran adalah negara demokrasi, negara demokrasi yang sudah memiliki tradisi yang kuat
03:30dan sudah terbiasa menghadapi anasir-anasir yang mencoba merusak negara mereka.
03:34Kita berhadapan dengan Iran, negara yang mempertahankan diri karena mereka sudah diserang tanggal 28 lalu oleh Amerika Serikat dan Israel.
03:42Dan yang sedang mereka lakukan sekarang adalah menjawab ancaman tersebut sesuai dengan pasal 51 dari piagam PBB
03:54di mana mereka berhak menggunakan cara-cara untuk mempertahankan kedaulatan.
03:59Pasca tewasnya Hamenei akibat serangan AS Israel, warga Iran berkumpul di lapangan Enghalap, Teheran sebagai bentuk duka cita.
04:08Warga berduka atas kematian pemimpin tertinggi mereka sekaligus mengutuk serangan AS Israel.
04:14Televisi pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan 7 hari sebagai libur nasional.
04:26Serangan Israel, Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu lalu menewaskan pempimpin yang tertinggi Iran Ayatollah Ali Kamenei.
04:33Lantas seperti apa situasi di kawasan timur tengah pasca kematian Kamenei?
04:38Apakah perang akan segera berakhir atau justru Iran akan semakin melawan?
04:43Apa dampaknya untuk situasi wilayah Arab Teluk dan juga Indonesia?
04:46Pagi ini saudara sudah terhubung melalui sambungan daring, kita akan bahas bersama dengan sejumlah narasumber.
04:52Ada pengamat senior timur tengah Mustafa Abdul Rahman dan juga ada guru besar bidang hubungan internasional St. Petersburg State University
05:00Rusia, Koni Rahak-Kundi.
05:02Selamat pagi Pak Mustafa, Bu Koni, apa kabar?
05:06Selamat pagi, kabar baik. Terima kasih.
05:09Selamat pagi, kabar baik.
05:12Alhamdulillah. Saya mau ke Pak Mustafa lebih dulu.
05:15Pak Mustafa, kemarin kan kita dihadapkan dengan pemberitaan bahwa tewasan pimpinan tertinggi Iran ini masih simpang siur.
05:22Tapi sekarang otoritas tempat sudah menegaskan bahwa memang Ali Kamenei sudah tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel ini.
05:29Nah, kalau dari sudut pandang Anda, Pak Mustafa, akan seperti apa eskalasi konflik Iran-Israel terkait dengan kondisi tewasnya Ali
05:37Kamenei?
05:38Ya, hampir dipastikan ya.
05:42Setelah tewasnya pimpinan tertinggi Iran Ali Kamenei, maka akan ada eskalasi.
05:48Seperti banyak atau sering ditegaskan oleh pemimpin Iran sendiri dan juga loyalis-loyalisnya yang ada di luar Iran seperti di
06:02Libanon, di Irak, bahwa Iran harus melakukan aksi pembalasan yang semaksimal mungkin atas tewasnya Ali Kamenei ini.
06:14Kebetulan tadi malam, saya mengikuti wawancara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araki, dengan stasiun TV Al-Jazeera.
06:26Abbas Araki yang selama ini disebut atau dikesankan sebagai sayap mudrat dalam pemerintahan Iran,
06:37Tadi malam dia sangat tegas ya, sangat marah atas di mana Israel dan Amerika mengambil keputusan untuk membunuh Ali Kamenei.
06:52Dia mengatakan bahwa Iran berhak melakukan pembalasan dan pembalasan ini akan dilakukan semaksimal mungkin ya.
07:01Dan itu pun juga disampaikan oleh Presiden Iran, Masud Bazar Kian dalam wawancara dengan CNN tadi malam juga,
07:09Bahwa dia berjanji akan melakukan pembalasan semaksimal mungkin atas kematian Ali Kamenei.
07:18Dan ini tentu terkait tidak hanya harga diri ya, tapi juga konsumsi domestik Iran.
07:28Di mana ketika berita sudah positif atas tewasnya Ali Kamenei, betapa banyaknya rakyat Iran berduyun-duyun ke lapangan terbuka di
07:40Teheran, di Masjid, di Qom ya, dan di Isfahan.
07:44Dan dia tidak peduli lagi kalau negaranya dalam keadaan perang dengan Amerika dan Israel,
07:49Dia sudah tidak mempedulikan bahwa dia mungkin setiap saat kena serangan pesawat tempur dari Amerika dan Amerika,
07:56Tapi mereka berduyun-duyun keluar ke tempat-tempat terbuka, menangisi dan meratapi atas kematian Ali Kamenei,
08:05Dan meneriakan YIL ini harus balas dendam ini, ini mungkin tradisi SIA ya, tradisi SIA memang begitu,
08:16Kalau sudah seorang pemimpinnya sudah tewas, ya mereka itu sudah seperti ada gerakan semacam gerakan bunuh diri atau gimana lah,
08:25ya.
08:25Jadi ini akan terjadi eskalasi, ya bagaimana bentuk eskalasi tersebut, ya kita lihat kan sudah serangan Iran terhadap sasaran Israel
08:37maupun Amerika ini
08:38Dalam sejak hari minggu kemarin, ya hari minggu sekarang Senin, ada eskalasi, ya, di Tiafib, ya, kemudian ada salah satu
08:47rodar sudah mencapai Siprus, ya,
08:50Kemudian milisi-milisi Irak yang pro-Iran sudah melakukan serangan terhadap penggelam-penggelam militer yang ada di Irak,
08:59Seperti yang ada di Erbil, maupun yang ada di Kuat Baghdad, jadi akan terjadi eskalasi atas merupakan yang bisa dianggap
09:09merupakan dampak dari atas kematiannya Halimai ini.
09:13Eskalasi seperti apa Pak Mustafa, mungkin apakah konflik ini akan semakin meluas di kawasan Timur Tengah, atau memang ada dari
09:21balasan yang dilakukan oleh Iran, apakah ada pola khusus yang Bapak lihat?
09:25Ya, tentu ini kan sesuai perencanaan, ya, sesuai perencanaan, tokoh-tokoh politik Iran, seperti Presiden Iran Mas Basarkian,
09:35maupun Menlu Abbas Araki, yang kedua-duanya juga dikesankan sebagai tokoh medirat dalam pemerintah, tentu dia juga tidak dilepas dari
09:43konsumsi domestik, ya,
09:46Dia harus melakukan penyataan keras, dan melakukan, apa namanya, eskalasi juga, tapi sesuai dengan perencanaan yang sudah dipelajari secara seksama,
09:58karena tidak bisa sembarangan, ya.
10:00Saya lihat, walaupun sudah ada, apa namanya, statement-statement keras dari tokoh-tokoh politik Iran,
10:07Tapi tampaknya, eskalasi yang dilakukan Iran, dari dampak kebatian alamin itu, masih tampak tercana, terukur, ya, terukur, ya.
10:19Tapi juga sekaligus, ya, Abbas Araki, Menilu Agri, Menilu Iran tersebut, mengatakan bahwa,
10:26Kalau memang Amerika, apa namanya, punya, punya niat, atau punya keinginan untuk mengakhiri perang, dan dia mengakhiri terlebih dahulu, maka
10:39Iran adalah terbuka.
10:41Jadi, pintu diplomasi ini masih terbuka bagi Iran, ya, asalkan Amerika yang melakukan dulu, karena Amerika kan dan Israel yang
10:50melakukan serangan dulu,
10:50Tentu, mereka lah, yang harus berinisiatif untuk melakukan, atau menghentikan perang ini setiap saat.
10:58Oke, itu dari sudut pandang Pak Mustafa, tapi kalau Bukoni sendiri melihat eskalasi konflik Jumur Tengah ini,
11:05Pasal kematian Alika Menil, seperti apa, Bukoni?
11:09Eskalasinya ini akan ada beberapa aspek yang kita mesti ukur, ya, tapi saya sebelum mau ngomong tentang eskalasi, saya mau
11:14bilang dulu.
11:15Apa resiko yang besar Indonesia? Karena resiko kita itu adalah pada persepsi geopolitik, sehingga kita mesti hati-hati.
11:20Yang kedua adalah, menurut saya, ini langkah tepat atau exit door untuk mereposisi posisi kita di board of peace.
11:29Karena sekarang board of peace telah menjadi board of war, inside of peace, gitu kan.
11:33Nah, tapi kalau saya ditanyakan misalnya skenario-nya satu apa?
11:35Skenario satu itu adalah bagaimana limited war berkepanjangan akan terjadi.
11:39Ini menurut saya sekitar 45-50 persen lah, ya, serang udara bulat balik, perang proksi meningkat, tidak ada invasi besar.
11:46Tetapi ada juga regional escalation yang bisa tidak tertahankan.
11:50Kenapa? Kita mesti ingat.
11:52Tadi bisa disampaikan betul dari posisi Iran apa saja dan kenapa Iran sudah mau total war, kira-kira dibikin ya.
11:57Tapi kita mesti ingat, besok itu hari raya Purim Israel.
12:01Hari raya Purim Israel itu adalah hari raya peringatan pada di era Persia kuno ketika Israel mau dimusnahkan.
12:08Sehingga besok itu, tanggal 3 Maret, itu menurut saya adalah momen tuang kunci bahwa Israel juga akan lebih total daripada
12:14beberapa hari ini.
12:16Nah, jadi dari sisi Iran kita sudah paham, dari sisi Iran dan blok Iran, tetapi dari sisi bloknya Israel,
12:21dan mungkin Amerika sekitar juga Inggris sudah masuk dan lain-lain, adalah besok itu adalah hari raya Purim dan itu
12:27nggak bisa diskesampingkan.
12:30Oke, kembali ke regional escalation. Menurut saya regional escalation itu akan 35% ketika misalnya Hezbollah buka front penuh,
12:37kemudian Amerika akan tahan daratnya besar-besaran gitu kan.
12:41Kemudian bagaimana Indonesia juga terus akan membabibutan menyerang apapun, termasuk tempat-tempat di negara tetangga.
12:48Dan yang paling fatal ketika Hormuz ditutup atau tertutup.
12:52Hormuz itu bisa terjadi dua hal ya, apakah ditutup total oleh Iran, oleh kekuatan Iran,
12:56atau tertutup karena terjadi stagnation di sana.
12:59Semua kapal-kapal tanker tidak bergerak dan lain-lain.
13:02Apapun yang terjadi, apakah sengaja tidak disengaja, dampaknya Hormuz itu akan berakibat kepada seluruh dunia.
13:08Yang ketiga adalah bagaimana, tapi ini kemungkinan sangat rendah ya,
13:11mungkin saja terjadi yang sampaikan tadi dari skalasi ketika elit Iran memilih untuk konsolidasi internal.
13:17Tetapi ini saya ragu karena bendera merah sebagai simbol balas dendam Iran itu sudah dikibarkan gitu.
13:25Jadi ini yang kenapa menurut saya, tadi saya buka dengan Indonesia itu harus hati-hati,
13:29karena early warning-nya, dampak minyak pasti naik.
13:33Kemudian volatilitas rupiah pasti tergoyang, dan biaya logistik global akan berpengaruh pada kita.
13:41Dan yang paling parah, tekanan domestik.
13:43Karena gini ya, soal paling setidak itu sensitif di Indonesia, ya kan?
13:46Ada dilema juga posisi bebas aktif, dan kita ada di Board of Peace atau Board of War, sekarang saya menyebutnya.
13:53Dan bagaimana resiko partisipasi opini publik yang akan sangat masif.
13:57Itu kalau menurut saya.
13:58Oke, ada beberapa pertimbangan berarti tadi ya, selain dengan ekonomi, juga tekanan domestik,
14:02ada juga mengenai persepsi geopolitik.
14:04Nah, kalau tadi Bu Kone menyinggung soal BOP, jadi BOW,
14:08sekarang kalau menurut kata Bu Kone, berarti Indonesia seperti apa seharusnya untuk mempertimbangkan BOP untuk saat ini, Bu Kone?
14:16Bina ya, kita tuh mesti nggak boleh bergeser dari fondasi Indonesia yang dengan politik bebas aktif kita.
14:23Itu udah kayak harga mati kita lah.
14:25Jadi jangan sampai posisi Indonesia itu bergeser.
14:28Ini karena ini menjadi anchor legitimasi kita sebagai bangsa berdaulah.
14:33Kemudian, kita harus paham bahwa konteksnya sekarang tuh Indonesia jadi terbelah,
14:37dan kita masuk ke BOP atau BOW ini.
14:40Pertama, kita antara barat, yaitu Amerika dan mitranya,
14:43kemudian Rusia dan BRICS, yaitu Rusia, Cina, dan lain-lain.
14:46Lalu, kita ini dengan ada di BOP, sebenarnya dengan dunia Islam dan global suit,
14:50itu ada posisi Indonesia yang agak jadi dipertanyakan gitu loh.
14:53Karena sekali lagi, apapun pesannya BOP tentang kita tuh hanya ikut dalam kemanusiaan,
14:57and so on and so forth, Gaza itu adalah medan operasi yang sangat horatil.
15:02Dari operasi keamanan, apa maaf, maaf, operasi kemanusiaan,
15:06bergeser dalam hitungan sepersekian detik ke operasi keamanan itu udah sangat terjadi.
15:11Bayangkan aja Papua ya, seperti apa nih?
15:13Papua berbaurinya sipil militer atau dengan pergerakan.
15:17Nah, mungkin ini tuh seribu kali Papua, sangat horatilnya itu.
15:20Bagaimana kita akan mengorbankan atau membawa tentara kita ke sana?
15:24Jadi, sekali lagi kita mesti punya keyakinan kalau tetap ada di BOP,
15:29kita mesti ada di bawah prinsip multilateral,
15:31tidak terlibat operasi ofensif,
15:34tidak ada basing permanen, ya kan?
15:36Dan rules of engagement kita mesti jelas.
15:38Ketika rules of engagement kita nggak jelas,
15:41tentara kita pasti korban.
15:43Oke, itu dari Bukone.
15:45Saya mau ke Pak Mustafa lagi,
15:47mengenai melihat kondisi terkait dengan pola penyerangan Iran ini
15:51terhadap penyerangan balas dendam begitu ya.
15:53Pak Mustafa, kemarin kan Oman sempat menjadi salah satu negara
15:57yang memang luput dari balasan Iran.
16:00Tapi sekarang Oman juga jadi sasaran juga.
16:04Nah, kalau melihat pola-pola seperti ini,
16:06Pak Mustafa, apakah bisa digambarkan atau diartikan sebenarnya Iran
16:09memang semarah itu dengan tadi Pak Mustafa Singgung
16:13untuk melakukan balas dendam, apalagi setelah tewasnya Ali Khamenei?
16:18Ya, sebetulnya Amerika, maaf ya, Iran melakukan serangan
16:24atas sasaran militer Amerika yang berada di berbagai tempat
16:30di Timur Tengah ini, itu kan sejak hari pertama ya.
16:34Kemudian lanjut ke hari kedua, yaitu hari Minggu,
16:37sekarang ke hari ketiga ya, hari Senin ya.
16:40Qatar, Kuwait, dan terakhir juga Oman.
16:44Dan juga diberitakan bahwa
16:46Iran sudah meluncurkan rosal balistiknya
16:50ke arah kapal Indo-Amerika Abraham Lincoln.
16:54Nah, dalam konteks ini ya, dalam konteks ini,
16:57menu Iran, Abbas Arakti itu sudah melakukan komunikasi
17:02dengan pemimpin Qatar, Kuwait, Arab Saudi,
17:06kemudian Oman juga tentunya ya,
17:07dan Mesir ya, bahwa
17:10apa yang dilakukan Iran
17:12dengan meluncurkan berbagai model rodal balistiknya
17:18ke negara-negara tetangganya,
17:21itu bukan ditujukan kepada negara yang bersangkutan,
17:26tapi adalah ditujukan kepada
17:29pangkalan-pangkalan militer Amerika
17:31yang ada di negara tersebut.
17:33Jadi, menu Iran itu menegaskan
17:36kepada para pemimpin yang menjadi sasaran tembakan
17:39rodal balistik Iran itu
17:41bahwa harus dipisahkan
17:43antara kedaulatan negara tersebut
17:46dengan pangkalan militer Amerika
17:48yang berada di situ.
17:50Abbas Arakti juga menegaskan bahwa
17:52Iran sangat menghormati kedaulatan
17:56semua negara yang menjadi sasaran tembakan
17:59rodal balistik Iran
18:00dan segeris menjaga
18:02kesatuan dan persatuannya.
18:05Jadi, ini pesan politiknya apa?
18:08Jangan khawatir.
18:09Jangan khawatir terhadap misalnya
18:12setiap saat ada serangan
18:14rodal balistik Iran terhadap negara tersebut.
18:17Dengan kata lain,
18:19bahwa menu Iran tersebut mengatakan
18:21bahwa serangan Iran
18:24ke negara-negara tersebut
18:25itu adalah terukur.
18:27Tidak serampakan misalnya.
18:29Ada pun misalnya Oman
18:31yang dikenal selama ini
18:34sebagai mediator ya
18:35dalam pimpinan nuklir
18:37antara Iran sama Amerika.
18:40Oman itu sangat berjasa.
18:42Tapi, umpama seandainya
18:44nanti Oman juga menjadi sasaran
18:46itu dipastikan bahwa
18:47ada pangkalan militer
18:49di negara tersebut.
18:51Dan jarak Oman sama
18:52Iran ini kan sangat dekat gitu kan.
18:55Jadi, tidak perlu
18:56apa namanya Iran
18:57bersusah payah
18:59memakai rodal balistik yang tercanggih
19:01dengan hanya
19:02memakai rodal balistik
19:04yang berjarak 200-300 meter saja
19:06sudah sampai ke Oman itu.
19:08Jadi, akan
19:09paling mudah
19:11menjadi sasaran Iran
19:14atas negara-negara
19:16yang bersangkutan itu
19:17seperti Oman,
19:19Qatar, Uni Emirat,
19:21Kuwait, Arab Saudi,
19:22Irak.
19:23Itu sasaran yang
19:24paling mudah
19:25di mata Iran.
19:27Dan sudah dilakukan
19:28hampir tiap hari mungkin ya
19:29salah satu negara tersebut ya
19:31akan menjadi
19:32sasaran Iran.
19:33Terutama Irak ini.
19:35Irak ini menjadi
19:36apa namanya
19:38wilayah yang paling
19:39mendidih kedua
19:43setelah Iran sendiri ya.
19:45Perkirakan Irak ini
19:46akan ekskulasinya
19:48juga cukup
19:49maksimal nanti ini.
19:51Karena begitu banyaknya
19:52milisi-milisi
19:54si Afro Iran
19:55yang ada di Irak.
19:56Mereka mungkin tidak
19:57akan tinggal diam
19:58khususnya setelah
19:59kematian Ali Hamedi.
20:01Mereka kelihatan marah sekali.
20:02Ada gerakan di Irak itu
20:04setelah ada
20:05berita positif
20:06ada atas kematian
20:07hal yang minta tersebut.
20:08Jadi Iran-Irak itu
20:09menjadi wilayah kedua
20:11yang akan
20:12paling tinggi
20:14eskulasinya
20:15paling kuat
20:15eskulasinya
20:16pasca Iran sendiri.
20:18Oke
20:18kita kerucutkan lagi
20:20Pak Mustafa
20:21berarti dengan
20:21apa eskalasi yang
20:23saat ini
20:23tengah bergulir
20:24begitu ya
20:25antara Amerika Serikat
20:26Israel dan juga Iran
20:27apakah memang
20:28ini masih dilandasi
20:29dengan adanya
20:30alasan senjata nuklir
20:32apakah
20:32sudah bergeser
20:33mengingat sekarang
20:34sudah ada
20:35pemimpin tertinggi
20:36Iran sudah tewas
20:37dari serangan
20:38Amerika Serikat
20:39dan Israel ini?
20:41Perang sekarang ini
20:42perang itu
20:43berbeda dengan
20:44perang tahun lalu
20:45yang 12 hari tersebut
20:46perang yang sekarang ini
20:48itu sudah
20:49lingkupnya
20:50atau konteknya
20:51tidak terbatas
20:53pada nuklir
20:53tapi sudah
20:54rodal balistik
20:55kemudian
20:56akibat dari
20:58Iran terus
21:00bersekuku
21:00mendukung
21:02proksi-proksinya
21:03yang ada
21:03di berbagai negara
21:04di Timur Tengah ini
21:05jadi agenda
21:07perundingan saat ini
21:08itu sudah
21:08sudah lebih meluas
21:10tidak hanya
21:11isu nuklir saja
21:11tapi rodal balistik
21:13dan proksi-proksi
21:13ini yang membuat
21:15perundingan
21:17Amerika
21:17sama
21:18Iran ini
21:19terjadi
21:20ditlock
21:20kebentuan
21:21karena Amerika
21:23meminta
21:24suatu hal yang
21:24mustahil
21:25diterima oleh
21:27Iran
21:27misalnya
21:27Amerika nuntut
21:29pada Iran
21:29dalam perundingan tersebut
21:30Iran hanya
21:32diizinkan
21:32menggunakan
21:33rodal balistik
21:34yang
21:34jangkauan tembaknya
21:35hanya sejauh
21:36300 meter
21:37tidak mungkin
21:38Iran itu sekarang
21:39sudah punya
21:40rodal balistik
21:41sudah jangkauan tembaknya
21:42mencapai 2000
21:43melebihi
21:43wilayah Israel tersebut
21:45nah
21:45ini
21:46yang menjadi
21:48perundingan tersebut
21:49menjadi
21:50buntu
21:51jadi sudah meluas
21:52bahkan
21:52sekarang
21:53Israel sudah terang-terangan
21:54bahwa
21:55perang ini
21:56tujuannya adalah
21:58perubahan
21:59rezim
21:59perubahan
22:00rezim
22:00ini juga
22:01apa namanya
22:04menjadi
22:04suatu yang
22:05menjadi tidak mudah
22:06perang ini
22:07kalau memang
22:08bersikuku
22:09Israel dan Amerika
22:10untuk melakukan
22:11perubahan
22:11rezim
22:12ini
22:12perang ini
22:13adalah
22:13akan lama
22:15cuma sekarang
22:15perubahan
22:16rezim ini
22:17ukurannya
22:18seperti apa
22:18apakah
22:20dengan tewasnya
22:21Ali Hamid
22:21sudah selesai
22:22atau masih belum
22:23atau
22:24yang dimaksud
22:25perubahan
22:26rezim ini
22:26adalah
22:26perubahan
22:27rezim
22:28Iran secara keseluruhan
22:30yang dilahirkan
22:31dari revolusi
22:32tahun
22:321979
22:34kalau yang pertama
22:35yang jadi sasaran
22:36sudah selesai
22:37alami ini sudah
22:37sewas
22:38tinggal sekarang
22:39bagaimana
22:39Donald Trump
22:41mengambil
22:41inisiatif
22:42untuk
22:43melakukan
22:44ginjatan saja
22:45senjata
22:45tapi kalau yang kedua
22:46perubahan secara keseluruhan
22:47ini perang akan
22:48berkepanjangan
22:49yang tidak tahu
22:50sampai kapan
22:51oke
22:51yang saya tangkap
22:52ada unsur
22:53kekuatan disini
22:54nah saya mau
22:54bergeser ke
22:55Bu Kony
22:55Bu Kony
22:56kalau misalkan
22:57terkait dengan
22:58perbandingan kekuatan
22:59katakanlah disini
23:00untuk militer
23:00antara Iran
23:01dan juga Israel
23:04kalau situasi
23:05semakin memanas
23:06apakah ini sepadan
23:07atau ada
23:07sudut pandang lain
23:08dari Bu Kony
23:10kalau melihat perang ini
23:12itu jangan pernah melihatnya
23:13seolah-olah
23:13dua negara yang berperang
23:14tetapi bagaimana
23:15aspek negara-negara
23:16koalisi
23:17atau negara aliansi
23:18atau negara pendukungnya
23:19jangan lupa
23:20Iran itu sangat dekat
23:21dengan Rusia
23:22Iran itu sangat dekat
23:23dengan China juga
23:24dan beberapa negara
23:26global sold
23:26nah ini kemudian
23:27tadi kenapa saya
23:28pembukaannya saya
23:29itu dengan Indonesia
23:30itu posisinya
23:30harus sangat berhati-hati
23:32dan sangat
23:33harus kembali kepada
23:35jiwa kita
23:36yaitu non-alignment
23:37dan kenapa
23:37saya sarankan
23:38untuk kita segera
23:39menjadikan momen
23:40untuk ekstridor kita
23:41dari BOP
23:41karena
23:42posisi kita itu
23:43akan sangat-sangat
23:44terentang
23:44tadi saya bilang
23:46kita terbagi
23:47dalam tiga poros
23:48gimana kita bisa
23:49memainkan poros itu
23:50dengan sempurna
23:51di tengah
23:52di tengah sekali lagi
23:53ketika kita terlibat
23:54dalam BOP
23:55posisi setelah tentara
23:56kita itu
23:57tidak secure
23:57menurut saya
23:58jadi kita
23:58sangat hati-hati
23:59di sana
24:00yang kedua
24:00kita mesti ingat
24:01bahwa kalau
24:02dampaknya ini
24:02ini akan
24:03ke dalam negeri ya
24:04ini yang menurut saya
24:05mungkin lebih kita harus
24:06concern juga
24:07inflasi
24:08ya kan bisa terjadi
24:09kemudian
24:10terutama terjadi
24:11dari inflasi energi
24:12kemudian bagaimana
24:13tekanan rupiah
24:14raca perdagangan
24:15nah bagaimana
24:16kita risk of
24:17kenaikan kebutuhan
24:18antara
24:19apa sih
24:19demand
24:20defisa energi
24:20dan tekanannya
24:21kursanya itu
24:22bisa kita
24:23kita bisa
24:23seimbangkan
24:24karena ini menjadi
24:25PR lebih besar
24:25instead of
24:27misalnya presiden
24:27tiba-tiba ingin
24:28terbang kemanapun itu
24:29untuk menjadi
24:30penengah itu
24:31menurut saya
24:31sebelum terbang kemanapun
24:33posisi kita itu
24:34harus tetap terlibat
24:35secara
24:35garderos yang wajib ya
24:37satu
24:38mendorong payung
24:38PBB
24:39ya kan
24:39jadi mungkin tidak
24:41mendepankan
24:41tentang isu BOP lagi
24:43tapi mendorong payung
24:44PBB
24:44dan bagaimana
24:45force protection kita
24:46harus berlapis
24:47untuk militer kita
24:48kalau tetap kita
24:49akan ikut terlibat
24:50bagaimanapun
24:51kita itu harus punya
24:52komunikasi para lain
24:53yang sangat baik
24:53karena kita gerakan
24:54non-block itu
24:55tidak boleh hilang
24:56dari Indonesia sendiri
24:58kalau tidak
24:59Presiden akan pasti
25:00menemui masalah
25:01karena
25:01kalau dipaksakan
25:03saya yang saya khawatirkan
25:04adalah
25:05mencengkrip
25:05yaitu misalnya
25:06dari tadi yang saya ceritakan
25:07dari humanitarian troops
25:09menjadi security enforcement
25:11karena kan
25:12daerah situ
25:13sangat tidak stabil
25:14kemudian
25:15eksposu pasukan
25:16meningkat
25:16dari resiko politik
25:18kita pasti melonjak
25:18karena apa
25:19saya mesti tegankan
25:20sekali lagi ya
25:21kemanapun pasukan
25:21ke daerah sana
25:23ke daerah sana
25:23itu akan dilihat
25:24dengan sangat
25:26skeptis
25:26oleh masyarakat setempat
25:27jadi ada
25:28PR besar itu
25:29tapi yang paling
25:30menjadi sekarang
25:31legacy kita
25:32yang mesti kita pertahankan
25:33bagaimana
25:33equidistant kita
25:34terhadap Washington
25:35terhadap Teheran
25:36terhadap Ria
25:37terhadap Beijing
25:37terhadap Moskow
25:38coba
25:39dengan sebenarnya
25:40kita terlihat lebih sederhana
25:41PRnya
25:41tapi karena kita ada di BOP
25:42Washington, Teheran, Ria
25:44Beijing, Moskow
25:45itu menjadi suatu
25:45apa hal
25:46yang kita sangat harus pikirkan
25:48ini menjadi PR
25:49Kementerian Luar Negeri
25:50yang diplomat-diplomat
25:51umur-umur kita
25:52juga harus keluar
25:53untuk kemudian mendukung
25:54pandangan presiden
25:55tapi sekali lagi
25:56saya melihat
25:57dari kepentingan Indonesia
25:58sekali lagi
25:59saya mau ini
25:59bisa dari kepentingan Indonesia
26:00ini sebenarnya bisa menjadi
26:01exit door Indonesia
26:02keluar dulu dari BOP
26:03karena ketika Indonesia
26:05keluar dari BOP
26:05posisinya lebih enak
26:06jadi dia posisi
26:07tetap
26:08jatuh dirinya
26:09sebagai non-alignment
26:10oke
26:12tadi kan
26:13Bu Kone menyinggung
26:14soal Indonesia
26:14harus berhati-hati
26:15begitu ya
26:16kerap kali Ibu
26:16mengganggungkan
26:17soal terkait
26:18dengan hal tersebut
26:18jadi
26:19kalau menurut idealnya
26:20untuk saat ini
26:21apakah
26:21apalagi Indonesia
26:22sepertinya sudah siap
26:24jika diperlukan
26:25sebagai mediator
26:26begitu Bu
26:26untuk Iran dan juga
26:27Israel dan juga
26:28Amerika Serikat ini
26:28apakah ini menjadi
26:29langkah yang
26:31ideal untuk dilakukan
26:32atau seperti apa
26:32dari sudut
26:33ke kacamata Anda
26:35kalau dari ke kacamata
26:36saya betul sebagai mediator
26:38itu memang
26:39tapi kembali
26:40menjadi mediator
26:41itu jembatan
26:41kita posisinya
26:42masih jelas
26:43kita itu jembatan
26:44antara Barat dan Global South
26:45makanya kembali
26:46saya pertanyakan
26:47soal tadi di BOP
26:48itu menjadi exit door
26:49momen Iran ini
26:50menjadi exit door dari BOP
26:51supaya kita betul-betul
26:52bisa menjadi
26:54mediator yang tepat
26:54di antara
26:55dua ini
26:56dua kubu ini
26:56kedua
26:57bagaimana kita menjadi
26:58mediator kredibel
26:59itu menjadi sangat penting
27:00ketiga
27:01kita itu menjadi
27:02kalau kita bisa lakukan
27:03ini betul
27:03kita akan menjadi
27:04middle power yang naik kelas
27:06karena kita telah menjadi
27:07pemain global yang beneran
27:08artinya
27:09kembali
27:10apapun
27:11pendidik diskusi kita ini
27:12harus merefer
27:13kepada BOP
27:14yang sebenarnya
27:14membuat posisi Indonesia itu
27:15akhirnya
27:17dilihat itu
27:18seolah-olah ada di blok
27:19aliasi barat
27:20nah
27:20sekali lagi
27:21sebenarnya krisis ini
27:22untuk Indonesia
27:23kalau memang mau digunakan
27:24kawan-kawan Prabowo
27:24bisa betul
27:25melahirkan middle power breakout
27:26tetapi middle power breakout
27:28itu harus berbasiskan
27:30kemandirian kita
27:32keberdaulatan kita
27:32dalam bersikap
27:33yaitu
27:34dalam posisi
27:34non-layment move
27:36oke
27:37kalau Pak Mustafa
27:38melihat itu seperti apa nih
27:39apa yang harus dilakukan
27:40Indonesia di tengah
27:41konflik timur-tengah
27:42apalagi di kondisi
27:43seperti saat ini
27:45ya
27:46tentu ini
27:48situasi sedang rumit ya
27:49sedang rumit
27:50sebetulnya
27:51kalau memang
27:52ingin mengakhiri perang ini
27:54ini kan
27:54tidak
27:55sulit-sulit banget ya
27:57yang penting ada
27:58political will
27:59ini
28:00khususnya dari Trump
28:02jadi Trump bisa melakukan
28:03seperti pada perang
28:04tahun lalu 12 hari
28:05tiba-tiba Trump
28:07berinisiatif
28:08untuk melakukan
28:09supaya perang ini
28:10segera dirahir
28:11diakhiri ini
28:11berakhir ya
28:14perang ini pun
28:15seperti yang saya katakan tadi
28:17meneluhiran Abbas Araki
28:19itu sudah membuka pintu
28:20artinya sudah
28:22memberi pesan politik
28:24kepada Trump khususnya
28:25dan
28:26barat pada umumnya
28:28ya
28:28bahwa
28:29perang ini setiap saat
28:30apa namanya
28:31bisa berakhir
28:32asalkan
28:33mereka yang mengambil
28:35inisiatif
28:35seperti juga
28:37yang terjadi
28:37pada perang
28:38tahun lalu
28:39ini kan sebetulnya
28:40pesan politik
28:42yang sangat positif
28:43tinggal sekarang
28:44keputusannya adalah
28:46di tangan Amerika
28:48dan Israel
28:48ya
28:49kalau mereka masih terus
28:51melakukan
28:52melanjutkan perang ini
28:54dengan tujuan tadi
28:56itu adalah
28:56mengubah
28:58rezim Iran
28:59yang
29:00dilahirkan
29:00dari
29:01dari revolusi
29:02tahun
29:031979
29:05secara keseluruhan
29:07ini
29:08semakin sulit
29:09semakin
29:10tipis kemungkinan
29:12perang ini
29:13adalah berakhir
29:14dalam waktu dekat
29:15tapi
29:15kalau yang dimaksud
29:16perubahan rezim itu
29:17hanya
29:18kematian
29:19Ali Hamidi
29:20sudah
29:21meninggal
29:22sekarang tinggal
29:23ditunggu
29:24waktunya yang tepat
29:25khususnya untuk
29:26Trump
29:27untuk
29:28berinisiatif
29:29mengakhiri
29:31perang ini
29:32dengan dalih
29:33misalnya
29:33Trump bisa
29:34membuat dalih
29:36kematian
29:36Ali Hamidi itu
29:37ke rakyat Iran
29:38ke masyarakat
29:39juga kepada Israel
29:40misalnya
29:41supaya
29:42dia punya
29:43dalih yang kuat
29:43untuk mengakhiri
29:44perang ini
29:46oke
29:47berarti
29:47kalau dari
29:48anda melihat
29:49konflik
29:49atau eskalasi
29:50timur tengah ini
29:51apa yang bisa
29:52menjadi
29:53hal untuk
29:54bisa meredakan
29:55Pak Mustafa
29:55selain memang
29:56dari
29:56Trump itu sendiri
29:58apakah mungkin
29:58ada langkah lain
30:00ya
30:01saya pikir
30:02kartu ini
30:03ada di tangan
30:04Amerika
30:04dengan Trump
30:05seperti juga
30:06perang tahun lalu
30:08hanya
30:09Trump
30:09yang bisa
30:10mengakhiri
30:11perang ini
30:12karena
30:12kalau Trump
30:13yang mengambil
30:14inisiatif
30:14Iran
30:16sudah membuka
30:17pintu
30:17melalui
30:17menlunya
30:19dalam
30:19wawancara
30:20Aziz
30:20cerota
30:20di malam
30:21tapi
30:22juga
30:22bisa
30:24menundukkan
30:25Israel
30:26Israel
30:26menerima
30:27Israel
30:27ini juga
30:27paling susah
30:28dalam perang
30:29ini
30:29faktor
30:30risalah
30:30ini
30:30paling sulit
30:31ini juga
30:32yang menentukan
30:33lama
30:34atau panjangnya
30:36perang ini
30:36kalau Trump
30:38mengambil
30:38keputusan berani
30:39dengan alasan
30:40sudah berhasil
30:41membunuh
30:41Ali Yemeni
30:42diharapan
30:43Trump itu
30:44bisa
30:44menundukkan
30:46dan dengan
30:47menekan
30:48Israel
30:48supaya menerima
30:49inisiatif
30:51mengakhiri
30:52perang ini
30:54oke
30:55ini sebenarnya
30:56yang menjadi
30:56sorotan kita semua
30:58beberapa hari ini
30:59dan juga ke depan
31:00tentunya bagaimana
31:00eskalasi konflik
31:02timur tengah ini
31:03Amerika Serikat
31:04Iran
31:05dan juga Israel
31:05akan berakhir
31:07ataupun berujung
31:07tentu harapan kita semua
31:08bahwa memang
31:09konflik ini
31:10bisa meredah
31:10secepat mungkin
31:11ada solusi
31:12dari kedua
31:13belah pihak
31:14terkait dengan
31:15kondisi ini
31:16apalagi
31:16tadi yang disembung
31:17oleh Bu Koni
31:18bahwa bisa mendapatkan
31:19dampak lebih besar lagi
31:21dampak inflasi
31:22krisis energi
31:22dan juga ekonomi
31:23kita
31:25perhatikan bersama
31:25dan juga berhubungan bersama
31:27saya mau
31:27berakhir sedikit aja
31:28oke
31:29boleh gak saya berakhir sedikit
31:30ini kuncinya
31:31gak cuma di Trump
31:32sama sekali
31:33bukan cuma di Trump
31:33karena tadi saya bilang
31:34besok itu ada Raya Purim
31:36dan Israel itu akan
31:36mati-matian
31:37dia itu
31:37itu penghormatan dia
31:38karena itu adalah
31:39ada di kitab suci mereka
31:41perjanjian lama
31:42yang saya mesti ingatkan
31:43kita itu punya PBB
31:44dan sekarang Rusia dan Cina
31:45sedang mendorong
31:46agar segera
31:47PBB ini
31:48membahas ini
31:48dan bagaimana PBB
31:49dapat menyelesaikan
31:50masalah ini
31:51jadi saya sih
31:52gak terlalu sepakat
31:52kalau seolah-olah
31:53kunci dari dewa semuanya
31:54itu adalah Trump
31:55karena Trump
31:56as not as powerful as is
31:58gitu loh
31:59jadi kita mesti sangat
32:00hati-hati melihatnya
32:00tapi yang paling penting
32:02eskalasi bisa sangat meningkat
32:03ketika eskalasi maritim
32:04terutama di Hormuz
32:06terjadi
32:06kemudian kematian masal
32:08kita gak tahu
32:08di negara teluk
32:09yang salah sasaran
32:10airport-airport ini
32:11sudah diserang
32:12tempat-tempat strategi
32:13sudah diserang
32:14dan bagaimanapun juga
32:15adalah infrastruktur
32:17energi teluk
32:17itu terdampak
32:18jadi sekali lagi
32:19ini tidak masalah
32:20hanya Trump
32:21atau hanya
32:22dan Netanyahu
32:22ini sudah sangat kompleks
32:24sehingga kita harus
32:25menunggu bagaimana
32:26juga reaksi Iran
32:27maaf reaksi Rusia
32:29dan reaksi Cina
32:29di PBB
32:30dan apa yang akan
32:31lakukan Rusia dan Cina
32:32atas kejadian ini
32:33oke bu Kony singkat saja
32:35saya punya satu pertanyaan lagi
32:36terkait dengan kondisi Iran
32:37saat ini dengan kekuatannya
32:39apakah memang
32:40diperlukan untuk
32:40bantuan Cina dan juga
32:41Rusia khususnya
32:44tanpa diminta pun
32:45saya rasa
32:46kita sudah akan tahu betul
32:47bahwa Rusia dan Iran
32:48Cina dan Iran
32:49sangat dekat
32:49mereka itu
32:50rekan perjalanan
32:52contoh
32:52ketika Rusia mengalami
32:54kesulitan panjang
32:55dengan beberapa
32:56tahun terakhir ini
32:57setelah Ukraine
32:58Russia War
32:59siapa yang bantu
33:00banyak hal
33:00kedekatan dengan Iran
33:01maka Rusia itu
33:03negara yang paling tahu
33:03berterima kasih
33:04dan bertanggung jawab
33:05kepada saudaranya
33:05saya rasa
33:06direct or indirectly
33:07terbuka atau tidak terbuka
33:08Rusia akan mendorong
33:09penuh Iran
33:10dan membantu Iran
33:11oke
33:12terima kasih
33:13atas pemamparan yang
33:14luar biasa hari ini
33:16dua narasumber
33:16bersama dengan saya
33:17pengamat senior Timur Tengah
33:19Mustafa Abdul Rahman
33:20dia juga guru besar
33:21bidang hubungan internasional
33:22St. Petersburg State University
33:23Rusia
33:24Connie
Komentar