Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
Miris! KemenPPPA Catat 91 Kasus Jual Beli Anak Sepanjang 2022-2025
Transkrip
00:05Bayi yang baru belajar menangis sudah dipaksa menjadi objek tawar-menawar.
00:10Identitas dipalsukan, dokumentasi dimanipulasi,
00:13rantara bergerak rapi di antara celah hukum dan kebutuhan.
00:17Sebagian pelaku bergalih kemiskinan,
00:19sebagian lainnya bersembunyi di balik alasan adopsi ilegal.
00:23Ada pula jaringan yang bekerja lebih terstruktur.
00:26Membidik bayi dari keluarga rentan,
00:29memanfaatkan keputusasaan sebagai pintu masuk.
00:32Ini bukan sekadar kejahatan individu.
00:35Ini potret rapunya sistem perlindungan.
00:38Negara sebenarnya telah memiliki payun hukum.
00:41Undang-undang perlindungan anak menegaskan
00:43larangan eksploitasi dalam bentuk apapun.
00:47Sanksinya sangat berat,
00:48namun hukum sering datang setelah luka terjadi.
00:51Pertanyaannya mengapa ruang itu tetap ada?
00:55Kemiskinan yang tak tertangani,
00:57minimnya literasi hukum,
00:59pengawasan administrasi kependudukan yang masih bisa ditembus.
01:02Lemahnya deteksi dini di tingkat komunitas.
01:05Anak yang seharusnya tumbuh dalam pelukan,
01:08justru berpindah tangan tanpa jejak jelas.
01:11Lebih jauh lagi,
01:13jual beli anak merampas sesuatu yang tak tergantikan.
01:17Hak asasi atas identitas,
01:19hak atas usul-usul,
01:21hak atas masa depan yang tidak ditentukan oleh transaksi.
01:24Kita sering terkejut setelah setiap kali kasus terungkap.
01:28Tetapi keterkejutan tidak cukup.
01:30Perlu penguatan sistem adopsi yang legal dan transparan.
01:34Perlu pengawasan rumah sakit,
01:36klinik bersalin,
01:37hingga pencatatan sipil yang lebih dekat.
01:39Perlu keberanian aparat membongkar jaringan hingga ke akar.
01:43Dan yang tak kalah penting,
01:44perlu kehadiran negara di keluarga-keluarga paling rentan,
01:48hingga sebelum mereka merasa tak punya pilihan.
01:51Karena tidak ada orang tua yang waras,
01:54yang benar-benar ingin melepaskan darah dagingnya.
01:57Seringkali itu adalah keputusan yang lahir dari putus asa.
02:01Dan keputus asaan adalah ruang kosong
02:03yang seharusnya diisi oleh kebijakan yang berpihak.
02:07Jual beli anak bukan sekadar pelanggaran hukum.
02:10Ia adalah cermin
02:11tentang bagaimana kita memandang nilai seorang anak.
02:14Apakah sebagai beban ekonomi
02:17atau sebagai subjek hak yang harus dilindungi sepenuhnya?
02:21Di negeri yang menjunjung tinggi keluarga,
02:23tidak boleh ada anak yang dihitung dengan rupiah.
02:26Karena ketika seorang anak diperdagangkan
02:29yang hilang bukan hanya masa kecilnya,
02:32tetapi juga nurani kita sebagai bangsa.
02:35Saya Miss Bohol Munir,
02:36sampai jumpa di Beranda Nasional MTVN Line berikutnya
02:39hanya di metrotvnews.com
02:42Terima kasih.
02:45Terima kasih.
02:45Terima kasih.
02:46Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan