00:02Intro
00:05Satu kalimat, kadang lebih gaduh dari seribu debat panjang
00:10Cukup saya yang WNI, anak saya jangan ya
00:13Pernyataan itu datang dari seorang penerima biasiswa LPDP
00:17Program pendidikan yang dibiayai negara dari uang pajak, dari keringat publik
00:22Hai Sobat MTPNN, kembali lagi bersama saya Amis Bahul Munir di Branda Nasional
00:28Biasiswa lembaga pengelola dana pendidikan lahir dengan satu semangat besar
00:33Membiayai putra-putri terbaik bangsa untuk belajar setinggi mungkin
00:38Lalu kembali dan berkontribusi bagi Indonesia
00:42Bukan sekadar soal gelar, tetapi tentang komitmen
00:46Karena setiap rupiah yang dipakai adalah investasi negara pada masa depan
00:50Maka ketika muncul pernyataan bahwa keluarga negara cukup berhenti pada dirinya
00:55Sementara anaknya kelak tidak lagi menjadi warga negara Indonesia
00:59Publik pun bereaksi
01:00Ada yang marah, ada yang kecewa, ada pula yang mencoba memahami
01:05Disinilah kita perlu berhenti sejenak
01:07Secara hukum, setiap individu memang punya hak menentukan pilihan kewarga negaraan
01:13Itu wilayah free fund
01:14Itu hak konstitusional
01:16Namun secara moral dan etis, apakah pilihan itu sepenuhnya terlepas dari tanggung jawab sosial?
01:22LPDB bukan sekadar tiket studi ke luar negeri
01:25Ia adalah kontrak kepercayaan
01:27Negara membiayai dengan harapan ilmu kembali
01:31Dengan harapan nilai kebangsaan tetap hidup
01:34Dengan harapan kontribusi nyata untuk tanah air
01:37Pernyataan tersebut mungkin lahir dari pertimbangan pribadi
01:40Mungkin dari kalkulasi masa depan global
01:43Atau mungkin sekadar ungkapan spontan yang tak dipikir panjang
01:47Namun di ruang publik, setiap kata punya resonansi
01:50Pertanyaannya bukan hanya soal paspor, melainkan soal rasa memiliki
01:55Apakah pendidikan yang dibiayai negara cukup dimaknai sebagai fasilitas?
01:59Atau juga sebagai ikatan?
02:01Kita hidup di era global, mobilitas tintas negara adalah realitas
02:05Banyak anak bangsa yang berkiprah di luar negeri
02:08Dan tetap memberi kontribusi bagi Indonesia
02:10Tetapi dalam konteks biasiswa negara
02:13Publik wajar berharap lebih dari sekadar prestasi akademik
02:16Publik berharap komitmen kebangsaan
02:19Kontroversi ini seharusnya menjadi refleksi bersama
02:22Bagi penerima biasiswa, bahwa privilege datang bersama tanggung jawab
02:28Bagi pengelola program, bahwa sistem seleksi dan pemindahan nilai kebangsaan
02:33Harus lebih dari sekadar administrasi
02:35Dan bagi kita semua, bahwa cinta tanah air bukan sekadar status keluarga negaraan
02:41Melainkan kesadaran untuk tetap terhubung dan memberi arti
02:45Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi satu orang
02:50Tetapi kepercayaan publik pada sebuah program strategis nasional
02:54Saya Misbahul Munir
02:55Sampai jumpa di Berada Nasional MTVN dan berikutnya
02:59Hanya di metrotvnews.com
03:02Terima kasih telah menonton
Komentar