00:04Kota yang tak pernah benar-benar tidur, di antara gedung-gedung yang tumbuh lebih cepat dari pepohonan.
00:10Ada bunyi baru yang belakangan ini akrab di telinga Jakarta.
00:14Pantulan bola pada dinding kaca,
00:17riak langkah sepatu yang beradu dengan lantai sintetis,
00:20dan tawa yang menggema hingga larut malam.
00:23Adel!
00:24Sebuah olahraga yang lahir dari persilangan tenis dan sukues
00:28yang kini menjadi demam yang menjalar dari selatan ke pusat kota.
00:33Dari kafe ke komplek elit, dari unggahan Instagram ke obrolan tongkrongan.
00:37Ia datang dengan gaya, dengan lampu sorot yang menyala seperti panggung konser,
00:42dan dinding transparan yang memantulkan suara sekeras ambisi prapemainnya.
00:48Namun di balik riuh itu, ada rumah-rumah yang meredupkan lampu lebih awal.
00:53Ada anak kecil yang terbangun karena dentingan bola,
00:56ada orang tua yang terjaga menatap langit-langit kamar,
01:01menunggu sunyi yang tak kunjung tiba.
01:03Halo, kembali lagi bersama saya,
01:06Miss Buhl Bonil di MTV Airlines di Beranda Nasional.
01:11Coba kalian bayangkan,
01:13lapangan favorit itu berdiri persis di samping tembok rumah kalian.
01:17Setiap malam suara tok-tok-tok-tok-tok
01:20memantul, memecah, menyelinap ke sela-sela jendela.
01:24Teriakan kemenangan terdengar seperti gemah yang tak mengenal jam istirahat.
01:28Di sanalah kegelisahan mulai tumbuh.
01:31Aduan demi aduan mengalir ke meja pemerintah.
01:33Suara warga yang lama terpendam akhirnya menemukan jalannya.
01:37Dan kemudian, keputusan itu datang.
01:39Kamulu Anung, selaku gubernur DKI Jakarta,
01:42mengambil sikap tegas tanpa jeda.
01:44Lapangan padel yang tak lagi boleh tumbuh di zona permukiman.
01:49Sebab rumah adalah tempat pulang,
01:51bukan arena kompetisi.
01:54Permukiman adalah ruang istirahat,
01:56bukan panggung komersial yang menyala sampai tengah malam.
02:01Alasannya sederhana, namun berdampak besar.
02:04Polusi udara, polusi cahaya.
02:07Dinding kaca yang memantulkan gemah
02:09membuat denting bola terdengar lebih nyaring dari tenis biasa.
02:12Lampu sorot yang menembus tirai
02:14menjadikan malam seperti senja yang tak selesai-selesai.
02:19Pemerintah menegaskan,
02:20aturan tata ruang bukan sekadar dokumen.
02:23Rencana detail tata ruang bukan hiasan arsip.
02:26Ia adalah kompas agar kota tumbuh tanpa melukai warganya sendiri.
02:32Jika ingin membangun, bangunlah di zona komersial.
02:35Jika ingin berbisnis, taatilah peruntukannya.
02:39Lalu bagaimana dengan lapangan yang sudah berdiri?
02:41Akan ada evaluasi.
02:43Akan ada penertiban.
02:45Dan jika terbukti melanggar,
02:47segel bisa menjadi akhir dari riuk itu.
02:50Di satu sisi, ada yang kecewa.
02:52Anak-anak padel yang kehilangan lapangan terdekat.
02:54Di sisi lain, ada warga yang akhirnya bisa menemukan kembali sunyi malam.
03:00Kota selalu tentang kompromi.
03:02Tentang bagaimana gairah bertemu batas.
03:04Tentang bagaimana tren belajar menghormati ruang.
03:08Jakarta tak melarang olahraga.
03:09Ia hanya mengingatkan,
03:11tiap denting bola harus tahu kapan waktunya berhenti.
03:14Saya, Miss Bohon Munir.
03:16Sampai jumpa di Beranda Nasional MTV Online.
03:19hanya di metrotvnews.com.
03:22Sampai jumpa di Beranda Nasional MTV.
03:27Sampai jumpa di Beranda Nasional MTV.
Komentar