00:02Pemerintah mulai mengeksekusi impor mobil dari India untuk koperasi Desa Merah Putih.
00:07Lewat PT Agrinas Bangun Santara, Indonesia mengimpor 105.000 pickup dan truck dari India
00:13terdiri atas 35.000 mobil pickup penggerak 4 roda 4x4 dan 35.000 truck roda 6 dari Tata Motors.
00:21Sisanya adalah 35.000 pickup 4x4 produksi Mahindra untuk mendukung target 70.000 koperasi Desa Merah Putih
00:27menguai polemik di tengah industri otomotif dalam negeri yang lesu.
00:32Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad meminta pemerintah menunda impor kendaraan niaga dari India.
00:38Posisi presiden yang masih berada di luar negeri menjadi pertimbangan.
00:42Jadi rencana untuk impor 105.000 mobil pickup dari India,
00:48saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu.
00:57Mengingat presiden masih di luar negeri.
01:01Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut.
01:13Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri.
01:24Merespon permintaan itu, Direktur Utama PT Agrinas Panganusantara, Joao Angelo de Sousamota,
01:30bilang siap mematuhi apapun keputusan pemerintah dan DPR, meski ada usul penundaan.
01:36Tapi Joao mengatakan ada 1.200 pickup yang telah tiba di Indonesia.
01:41Apapun keputusan negara, keputusan DPR, itu adalah suara rakyat dan mengwakili rakyat.
01:52Saya sebagai Direktur Badan Usami negara,
01:58saya akan taat, saya akan loyal, dan saya akan manut.
02:03Tindak-tindak unit yang sudah sampai,
02:06tetap kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR,
02:13di mana mereka membuat pilih rakyat.
02:15Jadi kalau memang disuruh bahwa tidak boleh dipakai, kami tidak akan pakai.
02:20Dalam Inpres No. 17 Tahun 2025,
02:23PT Agrinas menjadi salah satu yang ditugaskan Presiden
02:26untuk mempercepat pembangunan fisik gerai, pergudangan,
02:29dan kelengkapan kooperasi desa atau kelurahan merah putih.
02:32Tugas PT Agrinas Panganusantara diantaranya,
02:35melaksanakan pembangunan fisik gerai, pergudangan,
02:37dan kelengkapan kooperasi desa kelurahan merah putih.
02:39Pembangunan ini dapat dilakukan melalui suak lola dan
02:42atau penyedia dengan skema padat karya,
02:45serta pemilihan penyedia dilakukan melalui metode penunjukan langsung.
02:50Sementara itu, impor 105.000 unit mobil dari India juga diprotes
02:54pelaku industri otomatif tanah air.
02:56Menurut Kamar Dagang dan Industri, KADIN Indonesia,
03:00produsen otomatif dalam negeri mampu menyediakan kebutuhan pick-up
03:02untuk kooperasi desa merah putih.
03:05Mobil pick-up untuk kebutuhan kooperasi desa itu,
03:09kan dengan jumlah yang begitu besar,
03:11kami menghimbau agar Bapak Presiden kalau bisa,
03:13membatalkan rencana tersebut,
03:15karena produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi
03:19dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan.
03:24Yang perlu dipikirkan adalah nanti after sales-nya.
03:28Kan itu kan begitu masuk tahun kedua kan
03:30pasti sudah membutuhkan suku cadang.
03:33Nah, tentu diperlukan suku cadang.
03:36Kalau misalnya mobilnya itu impor, bisa bayangkan.
03:38Berarti nanti mobilnya antar tinggal bangkai.
03:42Meski menulai pro-kontra,
03:44di RUT Agrinas menilai kebutuhan kendaraan mendesak
03:46sering percepatan pembangunan kooperasi desa Marah Putih.
03:49Hingga saat ini,
03:5030.712 kooperasi telah dibangun dengan 1.357 bangunan
03:55sudah berdiri dan siap dioperasikan.
03:57Tim Liputan, Kompas TV.
03:59Tim Liputan, Kompas TV.
Komentar