Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Pemerintah mulai mengeksekusi rencana impor mobil dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih. Melalui PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas), Indonesia mengimpor 105 ribu pikap dan truk dari India.

Jumlah tersebut terdiri atas 35 ribu mobil pikap penggerak empat roda (4x4) dan 35 ribu truk roda enam dari Tata Motors. Sisanya sebanyak 35 ribu pikap 4x4 produksi Mahindra. Impor ini dilakukan untuk mendukung target 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih, namun menuai polemik di tengah industri otomotif dalam negeri yang sedang lesu.

Merespons polemik tersebut, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan siap mematuhi apa pun keputusan pemerintah dan DPR, meski terdapat usulan penundaan. Namun, Joao mengungkapkan sebanyak 1.200 unit pikap telah tiba di Indonesia.

Sementara itu, impor 105 ribu unit mobil dari India juga diprotes pelaku industri otomotif nasional. Menurut Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, produsen otomotif dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/653193/tuai-polemik-kadin-minta-impor-mobil-india-untuk-kopdes-dibatalkan
Transkrip
00:02Pemerintah mulai mengeksekusi impor mobil dari India untuk koperasi Desa Merah Putih.
00:07Lewat PT Agrinas Bangun Santara, Indonesia mengimpor 105.000 pickup dan truck dari India
00:13terdiri atas 35.000 mobil pickup penggerak 4 roda 4x4 dan 35.000 truck roda 6 dari Tata Motors.
00:21Sisanya adalah 35.000 pickup 4x4 produksi Mahindra untuk mendukung target 70.000 koperasi Desa Merah Putih
00:27menguai polemik di tengah industri otomotif dalam negeri yang lesu.
00:32Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad meminta pemerintah menunda impor kendaraan niaga dari India.
00:38Posisi presiden yang masih berada di luar negeri menjadi pertimbangan.
00:42Jadi rencana untuk impor 105.000 mobil pickup dari India,
00:48saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu.
00:57Mengingat presiden masih di luar negeri.
01:01Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut.
01:13Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri.
01:24Merespon permintaan itu, Direktur Utama PT Agrinas Panganusantara, Joao Angelo de Sousamota,
01:30bilang siap mematuhi apapun keputusan pemerintah dan DPR, meski ada usul penundaan.
01:36Tapi Joao mengatakan ada 1.200 pickup yang telah tiba di Indonesia.
01:41Apapun keputusan negara, keputusan DPR, itu adalah suara rakyat dan mengwakili rakyat.
01:52Saya sebagai Direktur Badan Usami negara,
01:58saya akan taat, saya akan loyal, dan saya akan manut.
02:03Tindak-tindak unit yang sudah sampai,
02:06tetap kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR,
02:13di mana mereka membuat pilih rakyat.
02:15Jadi kalau memang disuruh bahwa tidak boleh dipakai, kami tidak akan pakai.
02:20Dalam Inpres No. 17 Tahun 2025,
02:23PT Agrinas menjadi salah satu yang ditugaskan Presiden
02:26untuk mempercepat pembangunan fisik gerai, pergudangan,
02:29dan kelengkapan kooperasi desa atau kelurahan merah putih.
02:32Tugas PT Agrinas Panganusantara diantaranya,
02:35melaksanakan pembangunan fisik gerai, pergudangan,
02:37dan kelengkapan kooperasi desa kelurahan merah putih.
02:39Pembangunan ini dapat dilakukan melalui suak lola dan
02:42atau penyedia dengan skema padat karya,
02:45serta pemilihan penyedia dilakukan melalui metode penunjukan langsung.
02:50Sementara itu, impor 105.000 unit mobil dari India juga diprotes
02:54pelaku industri otomatif tanah air.
02:56Menurut Kamar Dagang dan Industri, KADIN Indonesia,
03:00produsen otomatif dalam negeri mampu menyediakan kebutuhan pick-up
03:02untuk kooperasi desa merah putih.
03:05Mobil pick-up untuk kebutuhan kooperasi desa itu,
03:09kan dengan jumlah yang begitu besar,
03:11kami menghimbau agar Bapak Presiden kalau bisa,
03:13membatalkan rencana tersebut,
03:15karena produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi
03:19dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan.
03:24Yang perlu dipikirkan adalah nanti after sales-nya.
03:28Kan itu kan begitu masuk tahun kedua kan
03:30pasti sudah membutuhkan suku cadang.
03:33Nah, tentu diperlukan suku cadang.
03:36Kalau misalnya mobilnya itu impor, bisa bayangkan.
03:38Berarti nanti mobilnya antar tinggal bangkai.
03:42Meski menulai pro-kontra,
03:44di RUT Agrinas menilai kebutuhan kendaraan mendesak
03:46sering percepatan pembangunan kooperasi desa Marah Putih.
03:49Hingga saat ini,
03:5030.712 kooperasi telah dibangun dengan 1.357 bangunan
03:55sudah berdiri dan siap dioperasikan.
03:57Tim Liputan, Kompas TV.
03:59Tim Liputan, Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan