Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SUKABUMI, KOMPAS.TV Ayah kandung korban, Anwar Satibi, mengungkapkan alasan dirinya untuk otopsi anaknya yang diduga meninggal akibat dianiaya ibu tiri.

Hal ini disampaikan Anwar saat ditemui di Sukabumi pada Sabtu (21/2/2026).

Anwar menegaskan tidak menuduh siapa pun atas meninggalnya anaknya. Namun, untuk menemukan kebenaran, ia menginginkan agar dilakukan autopsi serta penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Video Editor: Frashiva Rizaldi

#Sukabumi #Anak #Penganiayaan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652341/ayah-kandung-ungkap-alasan-otopsi-anaknya-meninggal-diduga-dianiaya-ibu-tiri
Transkrip
00:00Pulang ya, wui, si Raja, terdamang.
00:04Ditelepon siapa?
00:05Hah?
00:06Ditelepon siapa?
00:06Istri saya.
00:07Ya pulang si Raja, terus ngelantur, panas.
00:12Saya pulang.
00:13Teman saya turun di Mahesa, saya pulang ke rumah.
00:17Pas sampai di rumah, saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh.
00:24Saya tanya, ma kenapa ini kulitnya si Raja seperti ini?
00:28Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh.
00:33Nah saya pikirnya, ya nanti yaudahlah beli salep gitu.
00:37Dibawa lah ke rumah sakit, gitu.
00:40Saya istirahat di kamar, si An-nya, dia ngomong ya orang ke rumah sakit, bawa saya Raja, teh.
00:45Kata dia juga, dibawa ke rumah sakit, tidak lama kemudian ini datang.
00:50Si An-nya datang, Haji Isep, ditanya lah ini anak.
00:54Gitu, ditanya, ya ngaku, dikasih minum air panas.
01:00Makanya itu ada di dalam video saya sempat brutal gitu.
01:05Punya anak angkat dua, yang satu istri, yang satu laki-laki.
01:12Tapi anak angkat ya, bukan anak dia.
01:15Nah, memang kalau berantem anak saya dengan anak itu,
01:20anak dia itu kelas 2 SMA ya, waktu itu.
01:24Sekarang berarti kelas 3, anak saya kelas 6 SMA.
01:26Kalau berantem sama anak itu, itu yang dihantem anak saya.
01:29Pas terjadi penginiayaan yang saya laporkan satu tahun yang lalu di Pores,
01:33itu gara-gara berantem sama anak itu.
01:35Jadi ini sudah pernah terjadi, cuman di meliasi sama Pak Haji Isep.
01:41Dia sujud ke saya, jangan lapor, mamah mau tobat, kan gitu, mau tobat.
01:46Arek bager walah.
01:49Akhirnya terjadi perdamaian.
01:52Sebetulnya laporan yang di Pores pun belum saya cabut yang tahun lalu.
01:57Itu benar-benar, itu saksinya akan tricky lah.
02:02Mendorong ingin sekali saya melakukan otopsi,
02:04karena saya ingin tahu, ingin seperti itu.
02:06Ingin memastikan.
02:08Saya nggak bisa nuduh-nuduh sembarang, nggak bisa.
02:10Nanti kenanya pitnah.
02:11Nanti saya juga dituntut lagi sama orang.
02:13Saya nggak mau, makanya saya mendorong,
02:15minta tolong, tolonglah ke Ustadz Aldur Rahman,
02:19ke saya Isep, ya tolong, saya mau otopsi.
02:23Kemarin sebetulnya sempat mau gagal otopsi.
02:25Karena saya banyak pertimbangan,
02:27anak saya kan di black-black.
02:29Saya kasihan, tapi daripada saya penasarannya,
02:33panjang nggak apa-apa lah.
03:00Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
03:05Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
03:09Saksikan Kompas Petang di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
03:14Terima kasih.
03:16Terima kasih.
03:16Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan