00:00Jadi menurut saya fokus dalam negeri untuk mempersiapkan diri, yes, meningkatkan deterans kita, yes.
00:39Pertama, bagaimana caranya Indonesia tidak overconfident, tidak terseret, tidak wiskat kulit juga barangkali.
00:53Berani harus prudent dalam menetapkan sikap policy and actions, tapi jangan juga terlambat, terlambat menyadari bahkan barangkali ikut membiarkan sesuatu
01:10yang besar terjadi, ya mestinya kita bisa ikut mencegarnya.
01:14Jadi sebetulnya, kalau kita tidak apatis, kita mengikuti terus, kita juga bersama-sama kekuatan yang lain bersinergi untuk mencegah sesuatu
01:33yang belum datang ke negeri kita.
01:35Internasional itu, dalam negeri kita juga setiap bayu sebelum hujan, kita kembali ke survival interest.
01:48Teori kepentingan nasional itu ada tingkatannya.
01:51Kalau menyangkut ke langsungan NKRI, namanya survival interest.
01:57Di bawahnya vital interest, di bawahnya major interest.
02:02Kalau terjadi sesuatu yang sangat buruk, for us, itu termasuk survival interest.
02:09Ini sebetulnya satu kata, bisa saya sampaikan, we have to navigate bangsa ini, pemerintah kita, semua, termasuk kekuatan pertahunan negara,
02:25harus bisa mengantisipasi, kemudian menafigasi semuanya itu.
02:33Kembali kepada interest kita apa, kemudian tujuan kita ke depan ini apa, menuju C-2045, memahami perubahan dunia yang seperti
02:46ini.
02:47Maka berangkat dari itu, kita tetapkan posisi kita, strategi kita, kebijakan kita, aksi kita.
02:56Jadi kalau pikiran kita ke situ, semua leadership, mulai dari Pak Prabowo sampai semua, civil society, akademisi, termasuk oleh manas
03:07ini, baru-baru memikirkan tidak akan ada istilah terlambat, tidak ada istilah kita kok, gak pas seperti yang kita lakukan
03:16ini.
03:18In times of crisis, in crucial times, unity, termasuk menyatukan pikiran kita, langkah kita secara besar.
03:30Garis besarnya begitu, tetapi implementasinya, ya apa yang ada di pemerintahan, semua bekerja.
03:39Mesin-mesin harus bekerja penuh, harus berfungsi penuh, kalau itu dilakukan tidak akan kata terlambat, tidak akan ada kata-kata,
03:48apa namanya, salah menantisipasi, tidak ada kata-kata wrong policy yang kita jalankan, dan tidak ada kata-kata over strength,
03:58karena kita tahu kemampuan dan batas kemampuan kita.
04:01Kita tahu apapun resources, political resources, financial resources, economic resources, semuanya. Itu yang pertama.
04:09Kemudian yang berikutnya lagi, ini urusan kerjasama ekonomi, urusan perdagangan internasional,
04:17iya memang sudah terjadi pergeseran, sebetulnya perang dingin dulu bipolar, blok barat, blok timur.
04:29Setelah perang dingin berakhir, ada lone ranger, namanya Amerika Serikat.
04:34Bahkan diramalkan, itu the triumph of liberalism, the death of, waktu itu, communism and authoritarianism, yang menulis Francis Fukuyama.
04:49Saya bertemu dengan Francis Fukuyama, tahun lalu, saya berdiskusi sama beliau, 2,5 jam di Kalifornia.
04:57Nampaknya dia juga memperbaiki, karena ternyata ramalannya tidak selalu tepat, dan ada buku baru yang ditulis oleh dia.
05:05Artinya apa? Sudah terjadi.
05:08Dan sekarang ini mestinya kembali ke multipolar.
05:14Paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, dan beberapa negara BRICS.
05:23Sadarilah kita hidup dalam tatanan multipolar.
05:27Amerika ingin kembali, unipolar.
05:29Amerika lalu, sebagai global leader, sebagai global cop, sebagai global ranger.
05:35Tapi, cara berpikir kita adalah, kita harus kembali bisa monafikasi, bisa memposisikan kita, langkah kita, dalam tatanan atau polarisasi, atau
05:47polaritas global seperti sekarang ini.
05:49Yang berikutnya lagi, kembali, ketahulah kekuatan kita, resources kita, dan patas-patasnya.
05:57Dengan demikian, akan sangat bisa kita memainkan dengan baik.
06:02Apakah kita tidak fokus ke dalam negeri saja, Pak?
06:06Eh, dunia yang sedang mengelombang begini, yang interconnected, interrelated.
06:12Tidak mungkin.
06:14Saya berikan contoh perang dunia yang berubah.
06:16Kita tidak ikut-ikutan, jadi korban juga.
06:19Ini kalau yang menentukan negara-negara tertentu, negara besar, dulu, baik ke C20, ya kita bisa berbuat apa?
06:26Jadi, terlengkap pemerintah, jadi korban juga.
06:28Jadi, menurut saya, fokus ke dalam negeri untuk mempersiapkan diri, yes.
06:34Meningkatkan deterrence kita, yes.
06:37Meningkatkan kekuatan pertahanan kita, yes.
06:40Yes, meningkatkan ketahanan energi, pangan, dan lain-lain, bisa susah kalau terjadi.
06:47Disruption perhatikan dunia, yes.
06:49Tetapi kita tidak boleh naif, dan tidak boleh seolah-olah tidak akan tersentuh gitu.
06:55Kita tidak punya masalah.
06:56Don't say that, karena sudah memang kacau seperti ini.
07:00Jadi, menurut saya, effort dalam kelihatan, diplomasi, kerjasama internasional,
07:08ya, memahami safety of power relations, ya, dengan demikian yang kita lakukan, insya Allah akan benar.
07:19Kemudian, mengapa dulu saya punya dream 6%?
07:243 just untuk mengurangi pengeskiraan, misalkan diturunkan dari 11 ke 3,11.
07:31Mengurangi penampuran, mengurangi debt to GDP ratio, meningkatkan GDP, GDP per kapital, APBD, ekonomi harus terburu.
07:436% enough, waktu ini, dari 4,3% ketika saya memimpin Indonesia.
07:50Jadi, naiknya bukan hanya 1%, sebetulnya.
07:53Nah, kemudian Pak Prabowo punya dream, 7-8% tidak salah.
07:59Karena dengan 8%, harapannya lebih tajam lagi penurunan kemiskinan, per kapital income,
08:08kemudian, kemudian, padahal juga, unemployment disakitari.
08:12Just me could create more jobs because our economy is growing.
08:15Tuh hukum ekonomi seperti itu.
08:17Estikas saya ekonomi, jadi saya menghentik masalah ekonomi.
08:21Tentu Pak Prabowo akan menyelesaikan lagi, day by day, month by month, year by year, dunia seperti ini.
08:30Indonesia seperti ini.
08:31Jadi, belum boleh punya aim, punya dream, set the goals, tapi nanti pun tak ada adjustment along the way.
08:40Jadi, saya juga berlalu lori, yang jelas, harus tunggu.
08:46Pertanyaan yang bagus, bisa nggak Indonesia keluar dari middle income track record?
08:51Gini, kalau para peserta tahu, Pak Gubernur, kalau misalkan ada waktu diizinkan,
09:02entah apalah bisa terkunjung ke, ini bukan jualan, saya punya museum di Pacitan,
09:09Presidensial Museum pertama kali di Asia.
09:12Silahkan ingin.
09:17Ini data dari data resumi Indonesia, dari IMF, dari World Bank, semua data ada di situ,
09:25tentang progres kita di dunia di bidang ekonomi.
09:29Silahkan, dilihatkan.
09:31Saya setuju dibanding ke negara lain, kita bangun di Indonesia.
09:36Itu, bicara tentang prioritas, tentang fakta, tentang data, tentang truth, atau kebenaran.
09:46Ya, bahwa, kalau misalnya, inilah karan saya, income per kapita tahun 2004,
09:561.100 dolar yang beri kasihkan.
09:59Penghasilan per koran per tahun, 2014, naik menjadi 3.790 dolar, naik 350 persen.
10:13Kalau ini dijaga oleh Presiden Jokowi kemarin, saya tahu benar-benar Covid pada itu,
10:19tidak terjaga, selain itu menurutnya, murah-murah.
10:22Jadi, kalau Pak Proko, kembalikan lagi grafiknya, kurvanya seperti itu,
10:26kita akan keluar dari kategori pendapatan negara menengah yang belum keluar dari middle income check.
10:38Bukan hanya retorik, bukan hanya slogan,
10:43tunjukkan dalam ekonomi kita,
10:46utamanya GDP dan GDP per kapita.
10:49Tunjukkan bahwa our policy, our strategy is right.
10:53Tunjukkan dalam hasil.
10:56Strategi macam-macam.
10:58Kalau saya macam-macam, berbat,
10:59yang dilihat hasilnya adalah data.
11:03Jadi, saya masih punya harapan,
11:05kalau dikembalikan lagi trajektori ini,
11:08kita akan keluar dari middle income check.
11:11Apalagi kalau,
11:12kembali ke 6 persen,
11:14lebih lagi,
11:15seperti keinginan Pak Proho,
11:17kembali ke 7-8 persen,
11:18akan dihitung.
11:192 berkaji berbat pada kerja keras dan pikiran cerdas untuk menuju ke situ.
11:27Yang nomor 3,
11:32siru ini,
11:34apakah politik bebas aktif masih berfagiak?
11:38Masih.
11:39Tapi jangan salah menerjemahkan.
11:41Bebas aktif itu tidak berarti,
11:44kita masih ikut-ikutan.
11:45Bukan itu.
11:46Kita jangan berpihak.
11:47Jangan itu.
11:48Bukan itu.
11:49Bebas menentukan posisi kita.
11:52Aktif berdiplomasia.
11:54That's it.
11:55Maka sekarang kami tadi dengan
11:56all direction foreign policy,
11:58zero and million thousand French,
12:01tujuannya itu.
12:03Jadi,
12:04relevan,
12:04tapi lengkapi,
12:05dengan apa terjadi di dunia kita sekarang ini.
12:08Hybrid warfare,
12:10ya,
12:11kalau membaca,
12:13saya pernah belajar,
12:16evolution of modern warfare,
12:18dari abad 18,
12:20dari Clausewitz,
12:22dari Jowinie,
12:22dari Linderhout,
12:24sampai dengan era modern.
12:27Itu ada semua.
12:28Evolution of modern warfare.
12:30Memang tergantung organisasinya,
12:32ideasnya,
12:33dan kemudian sesmennya seperti apa.
12:36Kalau saya,
12:37TNI kita,
12:38kekuatan pertahanan kita,
12:40polisian kita semua,
12:41itu harus bisa menghadapi
12:44ragam ancaman.
12:47Tradition non-security threat,
12:50atau yang non-traditional,
12:51atau yang hybrid,
12:52apa yang AI-based warfare,
12:57atau masih yang lebih konvensional,
13:00nuklir, non-nuklir,
13:02harus siap semua.
13:03Karena anything can happen.
13:04Jadi, menurut saya,
13:05tidak boleh ada single approach,
13:07lainnya cara war,
13:08semuanya harus siap.
13:10Dengan ragam tantangan,
13:12seperti itu.
13:14Kemudian,
13:15satu lagi mana tadi ya?
13:17Kira-kira apa yang bisa jawabnya?
13:22Ya, saya berbicara.
13:24Sama sebetulnya.
13:25Ibu tadi juga menanyakan,
13:28kita harus berada di dunia AI,
13:32dunia advanced technology,
13:33dunia robotik,
13:35dunia,
13:35apa namanya,
13:37biaya,
13:38conversional thinking,
13:39conversional berharusia.
13:40Jadi,
13:41jangan mati.
13:43Masih tidak berubah,
13:44masih tetap perlu.
13:45Besosias kita,
13:46kita bangun.
13:47Skill kita,
13:47kita bangun.
13:49Polisian kita,
13:50kita bikin.
13:50Jadi, menurut saya,
13:52apapun harus siap.
13:53Karena,
13:53gak bisa pilih-pilih kita ini.
13:55Ini Pak,
13:56Coba ada di sini.
13:57Dulu itu kan,
13:58seolah-olah,
14:00untuk Indonesia itu,
14:01kita makan angkatan darat parmi.
14:05Sekarang,
14:06to be frank,
14:07air power ini sangat penting.
14:10Ya.
14:11Jadi,
14:12kalau dulu,
14:13hankam rata kita,
14:16kalau akan diserang,
14:17kita serang di negaranya.
14:18Bagi mau tidak mudah,
14:19kita hadangin sepanjang perjalanan.
14:22Pertahanan pantai,
14:24pertahanan pulau-pulau besar,
14:26perang gelirian,
14:28serangan balas.
14:28Itu kan penting.
14:29Dulu.
14:31Sekarang,
14:32begitu ada air strike,
14:34menghancurkan Jakarta,
14:36pindah di Bandung,
14:37Paldi,
14:38Surabaya,
14:39kota-kota yang lain.
14:40Apa yang kita rakam?
14:42Ayo.
14:43Jadi,
14:44ini modern world,
14:47modern technology,
14:48modern doctrine,
14:49semuanya harus siap.
14:50Dan,
14:51kalau hybrid itu ya,
14:52intinya,
14:54tidak memilih.
14:55Semuanya harus siap kita lakukan.
14:58Intinya begitu.
14:59Kalau pengalaman,
15:00satu-dua hari lagi.
15:05Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
15:10Satu langkah lebih dekat,
15:12satu langkah lebih terpercaya.
15:14Saksikan Sapa Indonesia Malam
15:17di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
15:20Selamat menikmati.
15:20Selamat menikmati.
15:20Terima kasih.
Komentar