Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang dinilainya semakin mengarah pada potensi konflik terbuka.

Peringatan itu disampaikan saat memberikan kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) kepada peserta P3N Angkatan 27 dan P4N Angkatan 69 Tahun Ajaran 2026.

Menurut SBY, perubahan konstelasi global dari era unipolar menuju multipolar dengan kekuatan seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, hingga negara-negara BRICS menuntut Indonesia cermat menentukan posisi dan strategi.

Menurutnya pemerintah harus memahami kepentingan nasional, mulai dari survival interest, vital interest, hingga major interest.

"Ini sebetulnya satu kata bisa saya sampaikan, we have to navigate bangsa ini, pemerintah kita, semua termasuk kekuatan pertahanan negara harus bisa mengantisipasi, kemudian menavigasi semuanya itu," ujar SBY di Lemhanas, Senin (23/2/2026).

Di bidang ekonomi, SBY menilai target pertumbuhan 78 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo saat ini merupakan cita-cita yang realistis, sepanjang dibarengi kerja keras dan kebijakan yang tepat.

"Yang dilihat pada akhirnya adalah hasilnya GDP, GDP per kapita, dan kesejahteraan rakyat," kata SBY.

Selain itu, ia menegaskan politik luar negeri bebas aktif tetap relevan, namun tidak boleh dimaknai sebagai sikap ikut-ikutan.

Bebas aktif berarti bebas menentukan posisi dan aktif berdiplomasi dengan semua kekuatan global.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Galih

#sby #geopolitik #lemhanas

Baca Juga Diduga Dianiaya Senior, Anggota Polri di Sulsel Meninggal Usai Dirawat | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/652543/diduga-dianiaya-senior-anggota-polri-di-sulsel-meninggal-usai-dirawat-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652555/full-sby-ingatkan-ancaman-geopolitik-global-di-lemhanas-hingga-perkuat-ekonomi-dan-pertahanan
Transkrip
00:00Jadi menurut saya fokus dalam negeri untuk mempersiapkan diri, yes, meningkatkan deterans kita, yes.
00:39Pertama, bagaimana caranya Indonesia tidak overconfident, tidak terseret, tidak wiskat kulit juga barangkali.
00:53Berani harus prudent dalam menetapkan sikap policy and actions, tapi jangan juga terlambat, terlambat menyadari bahkan barangkali ikut membiarkan sesuatu
01:10yang besar terjadi, ya mestinya kita bisa ikut mencegarnya.
01:14Jadi sebetulnya, kalau kita tidak apatis, kita mengikuti terus, kita juga bersama-sama kekuatan yang lain bersinergi untuk mencegah sesuatu
01:33yang belum datang ke negeri kita.
01:35Internasional itu, dalam negeri kita juga setiap bayu sebelum hujan, kita kembali ke survival interest.
01:48Teori kepentingan nasional itu ada tingkatannya.
01:51Kalau menyangkut ke langsungan NKRI, namanya survival interest.
01:57Di bawahnya vital interest, di bawahnya major interest.
02:02Kalau terjadi sesuatu yang sangat buruk, for us, itu termasuk survival interest.
02:09Ini sebetulnya satu kata, bisa saya sampaikan, we have to navigate bangsa ini, pemerintah kita, semua, termasuk kekuatan pertahunan negara,
02:25harus bisa mengantisipasi, kemudian menafigasi semuanya itu.
02:33Kembali kepada interest kita apa, kemudian tujuan kita ke depan ini apa, menuju C-2045, memahami perubahan dunia yang seperti
02:46ini.
02:47Maka berangkat dari itu, kita tetapkan posisi kita, strategi kita, kebijakan kita, aksi kita.
02:56Jadi kalau pikiran kita ke situ, semua leadership, mulai dari Pak Prabowo sampai semua, civil society, akademisi, termasuk oleh manas
03:07ini, baru-baru memikirkan tidak akan ada istilah terlambat, tidak ada istilah kita kok, gak pas seperti yang kita lakukan
03:16ini.
03:18In times of crisis, in crucial times, unity, termasuk menyatukan pikiran kita, langkah kita secara besar.
03:30Garis besarnya begitu, tetapi implementasinya, ya apa yang ada di pemerintahan, semua bekerja.
03:39Mesin-mesin harus bekerja penuh, harus berfungsi penuh, kalau itu dilakukan tidak akan kata terlambat, tidak akan ada kata-kata,
03:48apa namanya, salah menantisipasi, tidak ada kata-kata wrong policy yang kita jalankan, dan tidak ada kata-kata over strength,
03:58karena kita tahu kemampuan dan batas kemampuan kita.
04:01Kita tahu apapun resources, political resources, financial resources, economic resources, semuanya. Itu yang pertama.
04:09Kemudian yang berikutnya lagi, ini urusan kerjasama ekonomi, urusan perdagangan internasional,
04:17iya memang sudah terjadi pergeseran, sebetulnya perang dingin dulu bipolar, blok barat, blok timur.
04:29Setelah perang dingin berakhir, ada lone ranger, namanya Amerika Serikat.
04:34Bahkan diramalkan, itu the triumph of liberalism, the death of, waktu itu, communism and authoritarianism, yang menulis Francis Fukuyama.
04:49Saya bertemu dengan Francis Fukuyama, tahun lalu, saya berdiskusi sama beliau, 2,5 jam di Kalifornia.
04:57Nampaknya dia juga memperbaiki, karena ternyata ramalannya tidak selalu tepat, dan ada buku baru yang ditulis oleh dia.
05:05Artinya apa? Sudah terjadi.
05:08Dan sekarang ini mestinya kembali ke multipolar.
05:14Paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, dan beberapa negara BRICS.
05:23Sadarilah kita hidup dalam tatanan multipolar.
05:27Amerika ingin kembali, unipolar.
05:29Amerika lalu, sebagai global leader, sebagai global cop, sebagai global ranger.
05:35Tapi, cara berpikir kita adalah, kita harus kembali bisa monafikasi, bisa memposisikan kita, langkah kita, dalam tatanan atau polarisasi, atau
05:47polaritas global seperti sekarang ini.
05:49Yang berikutnya lagi, kembali, ketahulah kekuatan kita, resources kita, dan patas-patasnya.
05:57Dengan demikian, akan sangat bisa kita memainkan dengan baik.
06:02Apakah kita tidak fokus ke dalam negeri saja, Pak?
06:06Eh, dunia yang sedang mengelombang begini, yang interconnected, interrelated.
06:12Tidak mungkin.
06:14Saya berikan contoh perang dunia yang berubah.
06:16Kita tidak ikut-ikutan, jadi korban juga.
06:19Ini kalau yang menentukan negara-negara tertentu, negara besar, dulu, baik ke C20, ya kita bisa berbuat apa?
06:26Jadi, terlengkap pemerintah, jadi korban juga.
06:28Jadi, menurut saya, fokus ke dalam negeri untuk mempersiapkan diri, yes.
06:34Meningkatkan deterrence kita, yes.
06:37Meningkatkan kekuatan pertahanan kita, yes.
06:40Yes, meningkatkan ketahanan energi, pangan, dan lain-lain, bisa susah kalau terjadi.
06:47Disruption perhatikan dunia, yes.
06:49Tetapi kita tidak boleh naif, dan tidak boleh seolah-olah tidak akan tersentuh gitu.
06:55Kita tidak punya masalah.
06:56Don't say that, karena sudah memang kacau seperti ini.
07:00Jadi, menurut saya, effort dalam kelihatan, diplomasi, kerjasama internasional,
07:08ya, memahami safety of power relations, ya, dengan demikian yang kita lakukan, insya Allah akan benar.
07:19Kemudian, mengapa dulu saya punya dream 6%?
07:243 just untuk mengurangi pengeskiraan, misalkan diturunkan dari 11 ke 3,11.
07:31Mengurangi penampuran, mengurangi debt to GDP ratio, meningkatkan GDP, GDP per kapital, APBD, ekonomi harus terburu.
07:436% enough, waktu ini, dari 4,3% ketika saya memimpin Indonesia.
07:50Jadi, naiknya bukan hanya 1%, sebetulnya.
07:53Nah, kemudian Pak Prabowo punya dream, 7-8% tidak salah.
07:59Karena dengan 8%, harapannya lebih tajam lagi penurunan kemiskinan, per kapital income,
08:08kemudian, kemudian, padahal juga, unemployment disakitari.
08:12Just me could create more jobs because our economy is growing.
08:15Tuh hukum ekonomi seperti itu.
08:17Estikas saya ekonomi, jadi saya menghentik masalah ekonomi.
08:21Tentu Pak Prabowo akan menyelesaikan lagi, day by day, month by month, year by year, dunia seperti ini.
08:30Indonesia seperti ini.
08:31Jadi, belum boleh punya aim, punya dream, set the goals, tapi nanti pun tak ada adjustment along the way.
08:40Jadi, saya juga berlalu lori, yang jelas, harus tunggu.
08:46Pertanyaan yang bagus, bisa nggak Indonesia keluar dari middle income track record?
08:51Gini, kalau para peserta tahu, Pak Gubernur, kalau misalkan ada waktu diizinkan,
09:02entah apalah bisa terkunjung ke, ini bukan jualan, saya punya museum di Pacitan,
09:09Presidensial Museum pertama kali di Asia.
09:12Silahkan ingin.
09:17Ini data dari data resumi Indonesia, dari IMF, dari World Bank, semua data ada di situ,
09:25tentang progres kita di dunia di bidang ekonomi.
09:29Silahkan, dilihatkan.
09:31Saya setuju dibanding ke negara lain, kita bangun di Indonesia.
09:36Itu, bicara tentang prioritas, tentang fakta, tentang data, tentang truth, atau kebenaran.
09:46Ya, bahwa, kalau misalnya, inilah karan saya, income per kapita tahun 2004,
09:561.100 dolar yang beri kasihkan.
09:59Penghasilan per koran per tahun, 2014, naik menjadi 3.790 dolar, naik 350 persen.
10:13Kalau ini dijaga oleh Presiden Jokowi kemarin, saya tahu benar-benar Covid pada itu,
10:19tidak terjaga, selain itu menurutnya, murah-murah.
10:22Jadi, kalau Pak Proko, kembalikan lagi grafiknya, kurvanya seperti itu,
10:26kita akan keluar dari kategori pendapatan negara menengah yang belum keluar dari middle income check.
10:38Bukan hanya retorik, bukan hanya slogan,
10:43tunjukkan dalam ekonomi kita,
10:46utamanya GDP dan GDP per kapita.
10:49Tunjukkan bahwa our policy, our strategy is right.
10:53Tunjukkan dalam hasil.
10:56Strategi macam-macam.
10:58Kalau saya macam-macam, berbat,
10:59yang dilihat hasilnya adalah data.
11:03Jadi, saya masih punya harapan,
11:05kalau dikembalikan lagi trajektori ini,
11:08kita akan keluar dari middle income check.
11:11Apalagi kalau,
11:12kembali ke 6 persen,
11:14lebih lagi,
11:15seperti keinginan Pak Proho,
11:17kembali ke 7-8 persen,
11:18akan dihitung.
11:192 berkaji berbat pada kerja keras dan pikiran cerdas untuk menuju ke situ.
11:27Yang nomor 3,
11:32siru ini,
11:34apakah politik bebas aktif masih berfagiak?
11:38Masih.
11:39Tapi jangan salah menerjemahkan.
11:41Bebas aktif itu tidak berarti,
11:44kita masih ikut-ikutan.
11:45Bukan itu.
11:46Kita jangan berpihak.
11:47Jangan itu.
11:48Bukan itu.
11:49Bebas menentukan posisi kita.
11:52Aktif berdiplomasia.
11:54That's it.
11:55Maka sekarang kami tadi dengan
11:56all direction foreign policy,
11:58zero and million thousand French,
12:01tujuannya itu.
12:03Jadi,
12:04relevan,
12:04tapi lengkapi,
12:05dengan apa terjadi di dunia kita sekarang ini.
12:08Hybrid warfare,
12:10ya,
12:11kalau membaca,
12:13saya pernah belajar,
12:16evolution of modern warfare,
12:18dari abad 18,
12:20dari Clausewitz,
12:22dari Jowinie,
12:22dari Linderhout,
12:24sampai dengan era modern.
12:27Itu ada semua.
12:28Evolution of modern warfare.
12:30Memang tergantung organisasinya,
12:32ideasnya,
12:33dan kemudian sesmennya seperti apa.
12:36Kalau saya,
12:37TNI kita,
12:38kekuatan pertahanan kita,
12:40polisian kita semua,
12:41itu harus bisa menghadapi
12:44ragam ancaman.
12:47Tradition non-security threat,
12:50atau yang non-traditional,
12:51atau yang hybrid,
12:52apa yang AI-based warfare,
12:57atau masih yang lebih konvensional,
13:00nuklir, non-nuklir,
13:02harus siap semua.
13:03Karena anything can happen.
13:04Jadi, menurut saya,
13:05tidak boleh ada single approach,
13:07lainnya cara war,
13:08semuanya harus siap.
13:10Dengan ragam tantangan,
13:12seperti itu.
13:14Kemudian,
13:15satu lagi mana tadi ya?
13:17Kira-kira apa yang bisa jawabnya?
13:22Ya, saya berbicara.
13:24Sama sebetulnya.
13:25Ibu tadi juga menanyakan,
13:28kita harus berada di dunia AI,
13:32dunia advanced technology,
13:33dunia robotik,
13:35dunia,
13:35apa namanya,
13:37biaya,
13:38conversional thinking,
13:39conversional berharusia.
13:40Jadi,
13:41jangan mati.
13:43Masih tidak berubah,
13:44masih tetap perlu.
13:45Besosias kita,
13:46kita bangun.
13:47Skill kita,
13:47kita bangun.
13:49Polisian kita,
13:50kita bikin.
13:50Jadi, menurut saya,
13:52apapun harus siap.
13:53Karena,
13:53gak bisa pilih-pilih kita ini.
13:55Ini Pak,
13:56Coba ada di sini.
13:57Dulu itu kan,
13:58seolah-olah,
14:00untuk Indonesia itu,
14:01kita makan angkatan darat parmi.
14:05Sekarang,
14:06to be frank,
14:07air power ini sangat penting.
14:10Ya.
14:11Jadi,
14:12kalau dulu,
14:13hankam rata kita,
14:16kalau akan diserang,
14:17kita serang di negaranya.
14:18Bagi mau tidak mudah,
14:19kita hadangin sepanjang perjalanan.
14:22Pertahanan pantai,
14:24pertahanan pulau-pulau besar,
14:26perang gelirian,
14:28serangan balas.
14:28Itu kan penting.
14:29Dulu.
14:31Sekarang,
14:32begitu ada air strike,
14:34menghancurkan Jakarta,
14:36pindah di Bandung,
14:37Paldi,
14:38Surabaya,
14:39kota-kota yang lain.
14:40Apa yang kita rakam?
14:42Ayo.
14:43Jadi,
14:44ini modern world,
14:47modern technology,
14:48modern doctrine,
14:49semuanya harus siap.
14:50Dan,
14:51kalau hybrid itu ya,
14:52intinya,
14:54tidak memilih.
14:55Semuanya harus siap kita lakukan.
14:58Intinya begitu.
14:59Kalau pengalaman,
15:00satu-dua hari lagi.
15:05Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
15:10Satu langkah lebih dekat,
15:12satu langkah lebih terpercaya.
15:14Saksikan Sapa Indonesia Malam
15:17di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
15:20Selamat menikmati.
15:20Selamat menikmati.
15:20Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan