Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Gerakan Santri Menulis (GSM) ke-32 tahun 2026 yang diinisiasi Suara Merdeka Network dibuka Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof Abu Rokhmad, di Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Ketileng, Semarang, Sabtu (21/2/2026).

Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Darodji, Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng M Fatkhuronji, Kepala Diskominfo Kota Semarang Didik Dwi Hartono, dan Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam Prof Abu Rokhmad menekankan pentingnya tiga keterampilan dasar yang harus dimiliki para santri, yakni membaca, berbicara, dan menulis. Menurutnya, tanpa penguasaan tiga keterampilan tersebut, santri akan kehilangan banyak kesempatan untuk melakukan aktualisasi diri.

(Selengkapnya klik link di bio)

———

Baca berita terpercaya lainnya di www.suaramerdeka.com dan unduh aplikasi Suaramerdeka.com di App Store & Play Store.

#suaramerdeka #suaramerdekacom #suaramerdekanetwork #gerakansantrimenulis #pondokpesantren #semarang #ponpesazzuhri
Transkrip
00:05Gerakan Santri Menulis atau GSM ke-32 Tahun 2026 resmi dibuka di Pondok Pesantren Salafiah Az-Zuhri Ketileng, Semarang, pada
00:13Sabtu, 21 Februari 2026.
00:16Acara ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Abu Rohmat,
00:23dan dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Darodji, Pejabat Kemenak Jateng, Kepala Disko Minfo Kota Semarang,
00:30Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko, serta Perwakilan Perguruan Tinggi dan Nitra Sponsor.
00:36Dalam sambutan inspiratifnya, Prof. Abu Rohmat menekankan tiga keterampilan dasar wajib dimiliki Santri di era modern, membaca, berbicara, dan menulis.
00:46Di era digital, ketiga skill ini harus adaptif dengan teknologi.
00:50Santri didorong memproduksi konten positif di media sosial, berbasis ajaran agama yang memberi dampak baik.
00:57Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Agus Toto Widyatmoko, menyampaikan GSM telah berjalan 32 tahun, melatih ribuan Santri di Jawa Tengah.
01:06Program ini bentuk ikhtiar dekat dengan pesantren, melahirkan alumni yang kuat dalam tradisi keilmuan sekaligus mampu berkontribusi lewat tulisan dan
01:14konten digital.
01:15Rangkaian GSM ke-32 berlanjut di berbagai daerah Jateng, dengan dukungan kemenag, basnas, dan mitra lainnya.
01:23Harapannya, lahir generasi Santri Gen Zet yang melek media, kreatif, dan beradab, siap menghadapi masa depan sambil teguh pada nilai
01:31-nilai Islam.
01:31Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan