Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TUAL, MALUKU, KOMPAS.TV - Seorang pelajar tewas di Kota Tual, Maluku, setelah diduga dianiaya oknum anggota Brimob Polda Maluku.

Kematian korban, Arianto Tawakal, memicu kemarahan ratusan warga yang mendesak pelaku dihukum setimpal.

Korban diduga dipukul oleh anggota Brimob Polda Maluku saat melintas di ruas jalan RSUD Maren.

Saksi mata menyebut anggota Brimob melayangkan pukulan menggunakan helm baja hingga mengenai wajah korban.

Polisi memastikan akan mengusut kasus ini secara transparan dengan mengumpulkan barang bukti, termasuk memeriksa anggota Brimob yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.

Baca Juga Intens! Kejar-Kejaran Polisi Tangkap DPO Spesialis Bobol Rumah di Lampung, Lompat ke Jurang Tol di https://www.kompas.tv/regional/652159/intens-kejar-kejaran-polisi-tangkap-dpo-spesialis-bobol-rumah-di-lampung-lompat-ke-jurang-tol

#brimob #tual #penganiayaan #maluku

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652161/saksi-mata-cerita-kejadian-brimob-aniaya-pelajar-di-tual-hingga-tewas-dipukul-helm-baja
Transkrip
00:00Kita beralih ke informasi lain, seorang pelajar tewas di kota Tual, Maluku setelah diduga dianiaya oleh oknum anggota Brimopolda, Maluku.
00:18Kematian korban, Arianto Tawakal memicu kemarahan ratusan warga, medesat pelaku dihukum setimpal.
00:25Korban diduga dipukul oleh anggota Brimopolda, Maluku saat melintas di ruas jalan RSUD Maret.
00:32Saksi mata menyebut, anggota Brimop melayangkan pukulan menggunakan helm baja hingga mengenai wajah korban.
00:40Polisi memastikan akan mengusut kasus ini secara transparan dengan mengumpulkan barang bukti termasuk memeriksa anggota Brimop terduga penganiaya.
00:55Juga profesoran kami tetap transparan dan tetap akan kami sampaikan kepada pihak keluarga dan kita akan tutup-tutupi.
01:05Tidak tadi berkait proses anggota tersebut dipecat atau dihukum semua itu.
01:11Ini nanti akan kita koreasikan sama big program, kalau ini mungkin dari Wakolda, untuk tindak hal ini seperti yang.
01:18Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan