Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto bicara soal putusan Mahkamah Agung AS batalkan kebijakan tarif global Presiden Donald Trump.

Hal ini disampaikan Airlangga dalam keterangannya di Washington pada Selasa (24/2/2026).

"Bagi Indonesia yang sudah menandatangani perjanjian, ini namanya perjanjian antar dua negara. Masih tetap berproses, karena dalam perjanjian tersebut, ketentuan tarif berlaku dalam periode 60 hari sesudah ditandatangani dan masing-masing pihak berkonsultasi dengan institusi yang diperlukan," ujar Airlangga.

Video Editor: Novaltri Sarelpa

#trump #tarif #indonesia

Sahabat KompasTV, mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terbarui KompasTV di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV digital atau set top box. Satu langkah lebih dekat, satu langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/652211/full-menko-airlangga-seskab-teddy-jelaskan-langkah-indonesia-soal-tarif-trump-dibatalkan-ma-as
Transkrip
00:00Terima kasih, saya dilampingi Pak Seskap dan Pak Dubes Indonesia di Amerika, Pak Indroyono Susilo.
00:06Pertama, kemarin sudah ada keputusan dari Supreme Court terkait dengan pembatalan tarif secara global
00:14dan meminta pemerintah Amerika mengembalikan, reimburse tarif yang sudah dikenakan ke masing-masing korporasi.
00:21Nah, bagi Indonesia yang sudah menandatangani perjanjian, ini namanya perjanjian antar dua negara,
00:27ini masih tetap berproses karena ini diminta dalam perjanjian adalah untuk berlakunya dalam periode 60 hari
00:38sesudah ditandatangani dan masing-masing pihak berkonsultasi dengan institusi yang diperlukan.
00:45Artinya, dalam tanda petik mungkin Amerika juga perlu berbicara dengan Kongres atau Senat,
00:52sedangkan Indonesia kan dengan DPR.
00:54Namun, keputusan kemarin yang 10% itu hanya berlaku untuk 150 hari, yang 10%.
01:02Sesudah itu, mereka bisa perpanjang atau mereka bisa merubah dengan regulasi yang ada.
01:08Nah, bagi Indonesia, karena perjanjian ini masih berlaku, akan efektif 60 hari, kita punya waktu.
01:15Kami sudah berkoordinasi dengan USTR, dan mereka mengatakan akan ada keputusan kabinet mereka
01:22terhadap mereka yang sudah menandatangani perjanjian.
01:25Dan Alhamdulillah, kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian.
01:29Dan yang diminta oleh Indonesia adalah,
01:32kalau yang lain semua berlaku 10%,
01:35tetapi yang sudah diberikan 0%,
01:38itu kita minta tetap.
01:41Karena itu, sebagian sudah ada yang untuk agriculture,
01:45dalam bentuk executive order yang berbeda.
01:47Jadi, itu tidak dibatalkan.
01:49Nah, itu termasuk kopi, kakao, produk-produk yang terkait dengan agriculture.
01:54Namun kan kita juga yang 0% itu,
01:57ada supply chain untuk elektronik,
01:59dan juga CPO,
02:02dan juga tekstil dan foodware, dan yang lain.
02:05Nah, jadi ini yang kita tunggu
02:06sampai dengan 60 hari ke depan.
02:10Pak, itu menguntungan Indonesia, Pak?
02:12Ya, dua-dua untung, lah.
02:14Kalau yang EPR yang berdasarkan kota itu, jadinya gimana, Pak?
02:18Ini juga 60 hari kita bahas,
02:20tetapi mereka masih konsentrasi
02:23untuk menangani tarif global ke seluruh dunia.
02:26Pak, Bapak kan sudah negosiasi begitu lama.
02:29Apakah ada pembedaan
02:30antara negara-negara yang sudah tanda tangan ART ini?
02:33Akan ada pembedaan.
02:34Karena beberapa negara yang sudah,
02:36itu akan diberikan kebijakan yang tidak sama secara global.
02:41Kalau barang AS yang masuk ke Indonesia, Pak,
02:43itu tarifnya jadi gimana?
02:44Kemarin kan kita kasih 0%.
02:45Kemarin ada yang sudah 0.
02:46Kayak WIT itu sudah 0.
02:47Kemudian ada Soyabin dan yang lain.
02:50Ada yang 5%.
02:50Kalau itu masih tetap seperti itu,
02:52sampai dengan implementasi
02:55daripada agreement on reciprocal tarif.
02:58Bagaimana Pak Presiden masih mendengar perubahan ini?
03:02Kemarin kami sudah lapor ke Pak Presiden,
03:04dan beliau minta kita mempelajari
03:07seluruh resiko-resiko yang mungkin timbul,
03:12dan Indonesia siap dengan berbagai senario.
03:15Karena senario keputusan Mahkamah Agungnya Amerika ini
03:20sudah dibahas dengan USTR sebelum kita tanda tangannya.
03:24Kemarin kan Pak Erlangen Famos tadi sempat bilang
03:27bahwa ini tuh ada kejutan baru
03:29atau ada keuntungan baru yang akan diterima Indonesia.
03:31Lebih terkejut lagi.
03:33Jadi ini lebih terkejut daripada kejutan.
03:37Akhirnya memang tidak tahu akan jadi seperti ini?
03:40Yang keputusan 10%-nya kita tidak tahu.
03:43Tetapi kemungkinan terkait pembatalan
03:48agak kelihatan sedikit.
03:49Pak, ini kan kita sama aja sama negara lain,
03:51supaya 10% meskipun Pak Erlangen sudah mendekosiasi
03:54beberapa kali ini.
03:56Ya, pertama kita ada yang 10%,
03:58tetapi ada yang kita senang bicarakan
04:01yang sudah diputus nol supaya tetap nol.
04:05Bukan dari Pak Presiden, nanti dari Pak Presiden
04:12tanya Pak Presiden.
04:13Tapi intinya begini,
04:14jadi Bapak Presiden melakukan diplomasi langsung
04:17terhadap Amerika Serikat gitu ya.
04:19Intinya, kita Indonesia siap
04:21dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.
04:25Oke, sebelum ada Keputusan Supreme Court,
04:27Mahkamah Agung, kita sudah negosiasi
04:30bahwa Presiden dan tim dari 32% menjadi 19%.
04:33Kemudian mungkin juga akan bisa lebih turun lagi.
04:37Oke, nah setelah ada Supreme Court kemarin,
04:40ya tentunya dari 19% menjadi 10%,
04:43itu secara hitung-hitungan lebih baik gitu ya.
04:45Tapi intinya pada prinsipnya Indonesia siap
04:48dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
04:52Oke, jadi kita sudah sedia payung sebelum hujan.
04:54Begitulah kira-kira.
04:55Mas, legenda Presiden selanjutnya.
04:56Iya, Mas, sampai angin dan selanjutnya.
04:59Nanti saya ceritakan, oke?
05:01Nanti aja.
05:03Sekarang ini fokus ya.
05:05Iya, terima kasih.
05:06Oke, terima kasih.
05:07Terima kasih, Mas.
05:13Sudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
05:18Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
05:22Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
05:27Sampai jumpa di video selanjutnya kita kita'
05:27Mas sin eh, seperti itu saja kita.i
05:27hullah. Se
05:28jumpa. Sampai
Komentar

Dianjurkan