Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 16 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Seperti hari biasa, Nenek Atnah berjualan nasi uduk di Jalan Bulak Tinggi Raya, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi. Pagi itu, lapak sederhana Nenek Atnah mulai didatangi pembeli.

Tiba-tiba, seorang pria datang dengan sepeda motor dan memesan beberapa bungkus nasi uduk.

Tanpa menaruh curiga, Nenek Atnah pun mulai membungkuskan pesanan sesuai dengan yang diminta pelaku. Namun tak disangka, pesanan nasi uduk ini hanyalah akal-akalan dari pelaku.

Tanpa rasa iba, pelaku memanfaatkan kesibukan Nenek Atnah untuk mencuri uang yang diletakkan di kaleng.

Belum sempat dicegah, pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi. Nenek Atnah hanya bisa terdiam, melihat seluruh modal untuk jualan esok hari raib begitu saja.

Jika melihat rekaman CCTV, pelaku diduga sudah merencanakan aksi ini dan menargetkan Nenek Atnah sebagai korbannya.

Diperkirakan pelaku sudah memantau lokasi, bahkan sudah paham letak di mana Nenek Atnah menyimpan uangnya.

Untuk mengalihkan perhatian Nenek Atnah, pelaku sengaja membuatnya sibuk sebelum akhirnya menggondol uang hasil dagangan.

#penjualnasiuduk #bekasi #pencurian

Baca Juga Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Karawang, 2 Desa Terendam | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/652190/curah-hujan-tinggi-picu-banjir-di-karawang-2-desa-terendam-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652191/penjual-nasi-uduk-jadi-korban-pencurian-pelaku-diduga-incar-nenek-atnah-berita-utama
Transkrip
00:00Anda kembali di berita utama bersama saya, Jihan Novita.
00:05Saudara harapan Nenek Adnah untuk menyambung hidup dari berjualan nasi uduk setiap pagi seketika sirna.
00:13Ia harus menelan kenyataan pahit hanya dalam hitungan detik.
00:18Semangat yang dibangun sejak pukul 1 dini hari hancur karena ulah orang yang tak bertanggung jawab.
00:26Uang 700 ribu rupiah yang hilang dicuri mungkin terdengar sederhana bagi sebagian orang.
00:33Tapi bagi Nenek Adnah adalah hasil peluh keringat agar dapur di rumahnya tetap bisa mengepul.
00:47Seperti hari biasa, Nenek Adnah berjualan nasi uduk di Jalan Bulak, Tinggi Raya, Kecamatan Pondok, Melati Bekasi, Jawa Barat.
00:56Pagi itu, lapak sederhana Nenek Adnah mulai didatangi pembeli.
01:02Tiba-tiba, seorang pria datang dengan sepeda motor dan memesan beberapa bungkus nasi uduk.
01:10Tanpa menaruh curiga, Nenek Adnah pun mulai membungkuskan pesanan sesuai dengan yang diminta pelaku.
01:30Namun tak disangka, pesanan nasi uduk ini hanyalah akal-akalan dari pelaku.
01:37Tanpa rasa iba, pelaku memanfaatkan kesibukan Nenek Adnah untuk mencuri uang Nenek Adnah yang diletakkan di kaleng.
01:48Belum sempat dicegah, pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi.
01:53Nenek Adnah hanya bisa terdiam.
01:57Melihat seluruh modal untuk jualan esok hari, raib begitu saja.
02:06Minta nasi empat, terus aku bungkusin, baru dapet dua, dia udah kabur gitu citanya.
02:14Udah terus pas aku nengok ke belakang, udah dibawa uangnya, suara motor aku langsung bisa nengok.
02:20Tadinya aku nggak bisa nengok.
02:22Aku bungkusin, dapet dua, terus berlah kabur, nengoklah, udah dibawa uangnya.
02:30Saudara jika melihat rekaman CCTV, pelaku diduga sudah merencanakan aksi ini.
02:37Dan menargetkan Nenek Adnah sebagai korbannya.
02:42Diperkirakan, pelaku sudah memantau lokasi, bahkan sudah paham letak di mana Nenek Adnah menyimpan uangnya.
02:51Untuk mengalihkan perhatian Nenek Adnah, pelaku sengaja membuat sibuk Nenek Adnah.
02:58Sebelum akhirnya menggasak uang hasil dagangan.
03:05Lagi nyapin yang empat pesanan ini, dia udah memperhatikan sekililingnya.
03:10Nenek Adnah udah dipelajarin, langsung matanya tertuju kepada Kalengpongkong.
03:15Oh Kalengpongkong, sekitaran satu jutaan, Pak.
03:18Oh, satu jutaan ya. Lumayan juga ya, Pak?
03:20Lumayan juga.
03:21Kita sih tahunya karena dia histeris teriak, karena mungkin dia merasa sedih.
03:29Saudara uang yang dicuri pelaku sebesar 700 ribu rupiah.
03:34700 ribu rupiah mungkin bagi sebagian orang bukan angka yang besar.
03:39Tapi bagi Nenek Adnah, uang itu adalah nafas usahanya.
03:45Uang itu tak hanya hasil penjualannya pada hari itu,
03:49melainkan juga uang modal untuk membeli beras, santan, dan bumbu-bumbu agar besok ia bisa kembali berjualan.
03:59Akibatnya, Nenek Adnah tak bisa berjualan lagi.
04:07Sudah tiga tahun, Nenek Adnah berjualan nasi uduk setiap pagi di Kota Bekasi.
04:13Di saat orang-orang masih terlep, Nenek Adnah yang sudah berusia 60-an tahun ini,
04:21sudah harus bergelut dengan asap dapur sejak pukul 1 dini hari untuk menyambung hidup.
04:28Ketika nasi uduk dan lontong sudah siap dijual,
04:33Nenek Adnah berjalan kaki kurang lebih 350 meter menuju lokasi berjualan sambil menenteng dagangannya.
04:43Namun, karena ulah tangan tak bertanggung jawab,
04:47hasil peluh dan keringat Nenek Adnah sejak pagi itu hilang dalam sekejap.
04:58Cuma ada 700, itu hasil jualan berarti?
05:03Ya, hasil jualan sama uang itu modalnya sama dagang itu.
05:10Modalnya dapet gope, dapet gope, modalnya misalnya kalau misi lemes aku,
05:16kena aku bangun malam, terus bawanya malam, bawanya habis yang hal lima aku bawa,
05:22jam 6 aku buka, kena lemes itu.
05:34Sudara meski, peristiwa pencurian ini sempat membuat Nenek Adnah trauma.
05:40Tapi ternyata, Nenek Adnah masih menunjukkan ketabahan.
05:46Nenek Adnah telah mengikhlaskan uang yang dicuri sebagai sebuah musibah.
05:52Ia bahkan berencana untuk kembali berjualan di bulan Ramadhan ini.
06:02Keikhlasan Nenek Adnah ini mengundang simpati luas dari masyarakat.
06:07Cerita pilu Nenek Adnah bahkan sampai ke telinga pemerintah kota setempat.
06:13Wali kota Bekasi Tri Ardianto langsung turun tangan,
06:17mengunjungi kediaman Nenek Adnah untuk memberikan bantuan modal.
06:22Kini, Nenek Adnah sudah bisa tersenyum kembali dan mulai berjualan lagi.
06:30Anak berapa lagi?
06:32Kira-kira, nanti kalau misalnya puasa dapat dua hari, tiga hari.
06:38Menangin dulu ya?
06:40Menangin dulu.
06:40Waktu itu aku baru hilang itu, gak bisa makan, gak bisa tidur.
06:46Tapi aku pikir, ya udahlah, emang bukan rezeki aku.
06:49Tapi tetap aku gak bisa tidur.
06:51Kota tadi bilang itu doang, ya kesini.
06:53Nanti katanya aku bikinin tempat dagangan.
06:58Tempat dagangan, aku bilang itu.
06:59Tadi dagangan pakai apa? Pakai gerobak?
07:01Enggak.
07:02Aku bawain, pakai rinji, terus berapa kali?
07:06Enam kali balik, hebat.
07:09Wali Kota Bekasi Tri Adianto meminta polisi segera menindak lanjuti kasus pencurian yang menimpa Nenek Adnah.
07:19Menurutnya, modus berpura-pura menjadi pembeli jadi pola kejahatan
07:24yang kerap menyasar pelaku usaha mikro, terutama pedagang lansia.
07:29Peristiwa ini momentum evaluasi keamanan lingkungan agar peristiwa serupa tak terjadi lagi.
07:40Bukan persoalan uang yang hilang, tetapi karena ini kemudian pada akhirnya Bu Adnah tidak bisa berjualan.
07:48Dan tentu saya nanti akan meminta Pak Kapolres agar mendorong.
07:53Ada upaya yang lebih keras lagi untuk menangkap pelaku.
07:59Karena tentu kita tidak ingin terjadi sesuatu yang berulang.
08:08Saudara meskipun Nenek Adnah sudah bisa berjualan lagi, namun proses hukum tetap berjalan.
08:15Polisi masih memburu pelaku agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
08:22Langkah hukum diambil bukan hanya untuk memberikan keadilan bagi Nenek Adnah,
08:27tapi juga sebagai upaya agar keamanan para pedagang kecil lebih terjaga.
08:34Saudara berita utama masih akan kembali seusai jenda.
08:38Dengan informasi mengenai seorang oknum anggota BRIMOB diduga menganiaya pelajar hingga tewas di kota Tual, Maluku.
08:46Polri berjanji...
Komentar

Dianjurkan