Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SUKABUMI, KOMPAS.TV Ayah kandung korban, Anwar Satibi, mengungkap kronologi saat dirinya dikabari anaknya sakit dan mengalami luka bakar.

Hal ini disampaikan Anwar saat ditemui di Sukabumi pada Sabtu (21/2/2026).

Pada hari Kamis, Anwar Satibi mengaku sedang berada di Kota Sukabumi. Ia ditelepon oleh istrinya dan diberi tahu bahwa anaknya sedang sakit. Setelah sampai di rumah, ia melihat anaknya sudah mengalami luka bakar dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Korban akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah beberapa jam menjalani perawatan.

Anwar menjelaskan bahwa anaknya sempat mengalami dugaan penganiayaan satu tahun lalu. Saat itu, kejadian tersebut sempat dilaporkan kepada pihak kepolisian, namun akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam kejadian kali ini, Anwar menegaskan tidak menuduh siapa pun atas meninggalnya anaknya. Namun, untuk menemukan kebenaran, ia menginginkan agar dilakukan autopsi serta penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Video Editor: Novaltri Sarelpa

#Sukabumi #Anak #Penganiayaan

Sahabat KompasTV, mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terbarui KompasTV di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV digital atau set top box. Satu langkah lebih dekat, satu langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652187/ayah-kandung-ungkap-kronologi-bocah-sukabumi-meninggal-diduga-dianiaya-ibu-tiri-ungkap-fakta-ini
Transkrip
00:00Pulang ya, wui, si Raja, cedamang.
00:04Ditelepon siapa?
00:05Hah?
00:06Ditelepon siapa?
00:06Istri saya.
00:08Ya pulang si Raja, terus ngelantur, panas.
00:12Saya pulang.
00:13Teman saya turun di Mahesa, saya pulang ke rumah.
00:17Pas sampai di rumah, saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh.
00:24Saya tanya, ma kenapa ini kulitnya si Raja seperti ini?
00:28Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh.
00:32Nah saya pikirnya, ya nanti yaudahlah beli salep gitu.
00:37Dibawa lah ke rumah sakit, gitu.
00:40Saya istirahat di kamar, si An-nya, dia ngomong ya orang ke rumah sakit,
00:44kata dia juga, dibawa ke rumah sakit, tidak lama kemudian ini data.
00:50Saya datang, Haji Isep, ditanya lah ini anak, gitu, ditanya.
00:57Nah, ya ngaku, dikasih minum air panas.
01:00Makanya itu ada di dalam video saya sempat brutal, gitu.
01:05Punya anak angkat dua, ya.
01:07Yang satu istri, yang satu laki-laki.
01:12Tapi anak angkat ya, bukan anak dia.
01:15Nah, memang kalau berantem anak saya dengan anak itu,
01:20anak dia itu kelas 2 SMA ya, waktu itu.
01:24Sekarang berarti kelas 3.
01:25Anak saya kelas 6 SMA.
01:26Kalau berantem sama anak itu, itu yang dihantem anak saya.
01:29Pas terjadi penglihayaan yang saya laporkan satu tahun yang lalu di Pores,
01:33itu gara-gara berantem sama anak itu.
01:35Jadi ini sudah pernah terjadi.
01:38Cuman di meliasi sama Pak Haji Isep.
01:41Dia sujud ke saya, jangan lapor.
01:43Mamah mau tobat, kan gitu, mau tobat.
01:47Arek bager, walah.
01:49Akhirnya terjadi perdamaian.
01:52Sebetulnya laporan yang di Pores pun belum saya cabut yang tahun lalu.
01:57Itu benar-benar, itu saksinya akan tricky lah.
02:02Mendorong ingin sekali saya melakukan otopsi,
02:04karena saya ingin tahu, ingin seperti itu.
02:06Ingin memastikan.
02:08Saya nggak bisa nuduh-nuduh sembarang, nggak bisa.
02:10Nanti dikenanya pitnah.
02:11Nanti saya juga dituntut lagi sama orang.
02:13Saya nggak mau.
02:14Makanya saya mendorong, minta tolong,
02:16tolonglah ke Ustadz Aldorohman, ke saya Isep.
02:20Ya tolong, saya mau otopsi.
02:23Kemarin sebetulnya sempat mau gagal otopsi.
02:25Karena saya banyak pertimbangan,
02:27anak saya kan di blek-blek.
02:29Saya kasihan, tapi daripada saya penasarannya panjang,
02:33nggak apa-apa lah.
02:35Sesuai dengan video ada.
02:36Seperti apa itu, Pak?
02:38Ya itu ya menjelaskan bahwa itu sama mamah.
02:42Ya, sama mamahnya.
02:43Makanya langsung bapaknya juga marah.
02:45Di situ kan.
02:46Saya kan dia langsung diralai sama ya.
02:48Jangan ribut, jangan ribut sini.
02:50Coba diamankan.
02:51Kalau kondisi anaknya itu sakit bagian apa aja, Pak?
02:53Itu banyak.
02:54Banyak dari atas sampai ini kan.
02:56Bicaranya juga udah nggak bisa normal.
02:59Gitu.
03:00Berarti itu ibu kandung aslinya, Pak?
03:01Oh, ibu tirinya itu.
03:03Tapi saya tidak menuduh ya.
03:04Tidak menuduh sama ibu tirinya atau siapa-siapa.
03:06Dugaannya, Pak?
03:07Ya, dugaannya.
03:08Saya yang penting nanya anak itu sama siapa.
03:11Dia bilang, itu ada bukti videonya ada sama mamah.
03:14Nah, dasarnya kemarin waktu itu mama sama bapaknya itu lagi berantem.
03:20Ya, itu ada videonya.
03:21Saya tidak mengadang-adang bukan ucapan saya, itu ucapan almarhum ya.
03:26Gitu.
03:26Pak, korban ini di rumah tinggal sama siapa aja, Pak?
03:29Nah, di rumah sama ibu tirinya.
03:31Berdua.
03:33Tidak tahu berapa orang ya.
03:34Di situ ada mungkin ada tiga orang.
03:35Tiga orang kalau nggak salah.
03:37Bapaknya lagi di sekabumi.
03:38Lagi nggak ada.
03:39Sekabumi kota.
03:40Ya, lagi.
03:41Biasa usaha lah ya.
03:42Gitu kan.
03:44Nah, saya pagi-pagi ditelepon.
03:46Selamat datang.
04:07Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:11Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:15Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan