00:00Pulang ya, wui, si Raja, cedamang.
00:04Ditelepon siapa?
00:05Hah?
00:06Ditelepon siapa?
00:06Istri saya.
00:08Ya pulang si Raja, terus ngelantur, panas.
00:12Saya pulang.
00:13Teman saya turun di Mahesa, saya pulang ke rumah.
00:17Pas sampai di rumah, saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh.
00:24Saya tanya, ma kenapa ini kulitnya si Raja seperti ini?
00:28Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh.
00:32Nah saya pikirnya, ya nanti yaudahlah beli salep gitu.
00:37Dibawa lah ke rumah sakit, gitu.
00:40Saya istirahat di kamar, si An-nya, dia ngomong ya orang ke rumah sakit,
00:44kata dia juga, dibawa ke rumah sakit, tidak lama kemudian ini data.
00:50Saya datang, Haji Isep, ditanya lah ini anak, gitu, ditanya.
00:57Nah, ya ngaku, dikasih minum air panas.
01:00Makanya itu ada di dalam video saya sempat brutal, gitu.
01:05Punya anak angkat dua, ya.
01:07Yang satu istri, yang satu laki-laki.
01:12Tapi anak angkat ya, bukan anak dia.
01:15Nah, memang kalau berantem anak saya dengan anak itu,
01:20anak dia itu kelas 2 SMA ya, waktu itu.
01:24Sekarang berarti kelas 3.
01:25Anak saya kelas 6 SMA.
01:26Kalau berantem sama anak itu, itu yang dihantem anak saya.
01:29Pas terjadi penglihayaan yang saya laporkan satu tahun yang lalu di Pores,
01:33itu gara-gara berantem sama anak itu.
01:35Jadi ini sudah pernah terjadi.
01:38Cuman di meliasi sama Pak Haji Isep.
01:41Dia sujud ke saya, jangan lapor.
01:43Mamah mau tobat, kan gitu, mau tobat.
01:47Arek bager, walah.
01:49Akhirnya terjadi perdamaian.
01:52Sebetulnya laporan yang di Pores pun belum saya cabut yang tahun lalu.
01:57Itu benar-benar, itu saksinya akan tricky lah.
02:02Mendorong ingin sekali saya melakukan otopsi,
02:04karena saya ingin tahu, ingin seperti itu.
02:06Ingin memastikan.
02:08Saya nggak bisa nuduh-nuduh sembarang, nggak bisa.
02:10Nanti dikenanya pitnah.
02:11Nanti saya juga dituntut lagi sama orang.
02:13Saya nggak mau.
02:14Makanya saya mendorong, minta tolong,
02:16tolonglah ke Ustadz Aldorohman, ke saya Isep.
02:20Ya tolong, saya mau otopsi.
02:23Kemarin sebetulnya sempat mau gagal otopsi.
02:25Karena saya banyak pertimbangan,
02:27anak saya kan di blek-blek.
02:29Saya kasihan, tapi daripada saya penasarannya panjang,
02:33nggak apa-apa lah.
02:35Sesuai dengan video ada.
02:36Seperti apa itu, Pak?
02:38Ya itu ya menjelaskan bahwa itu sama mamah.
02:42Ya, sama mamahnya.
02:43Makanya langsung bapaknya juga marah.
02:45Di situ kan.
02:46Saya kan dia langsung diralai sama ya.
02:48Jangan ribut, jangan ribut sini.
02:50Coba diamankan.
02:51Kalau kondisi anaknya itu sakit bagian apa aja, Pak?
02:53Itu banyak.
02:54Banyak dari atas sampai ini kan.
02:56Bicaranya juga udah nggak bisa normal.
02:59Gitu.
03:00Berarti itu ibu kandung aslinya, Pak?
03:01Oh, ibu tirinya itu.
03:03Tapi saya tidak menuduh ya.
03:04Tidak menuduh sama ibu tirinya atau siapa-siapa.
03:06Dugaannya, Pak?
03:07Ya, dugaannya.
03:08Saya yang penting nanya anak itu sama siapa.
03:11Dia bilang, itu ada bukti videonya ada sama mamah.
03:14Nah, dasarnya kemarin waktu itu mama sama bapaknya itu lagi berantem.
03:20Ya, itu ada videonya.
03:21Saya tidak mengadang-adang bukan ucapan saya, itu ucapan almarhum ya.
03:26Gitu.
03:26Pak, korban ini di rumah tinggal sama siapa aja, Pak?
03:29Nah, di rumah sama ibu tirinya.
03:31Berdua.
03:33Tidak tahu berapa orang ya.
03:34Di situ ada mungkin ada tiga orang.
03:35Tiga orang kalau nggak salah.
03:37Bapaknya lagi di sekabumi.
03:38Lagi nggak ada.
03:39Sekabumi kota.
03:40Ya, lagi.
03:41Biasa usaha lah ya.
03:42Gitu kan.
03:44Nah, saya pagi-pagi ditelepon.
03:46Selamat datang.
04:07Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:11Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:15Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar