Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Amerika Serikat terus melayangkan ancaman serangan terhadap Iran di tengah proses perundingan pengendalian senjata nuklir.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkap sinyal tersebut saat konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Washington, D.C., Kamis (19/02/2026) lalu.

Trump memberikan waktu 10 hari kepada Iran untuk menyatakan kesediaan tidak lagi mengembangkan senjata nuklir. Jika tidak sepakat, Trump memberi ultimatum bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi buruk yang akan terjadi.

Menurut Trump, stabilitas keamanan di Timur Tengah akan terancam apabila Iran memiliki senjata nuklir.

Merespons pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan tidak ada solusi militer untuk program nuklir Iran. Araghchi memastikan Iran siap berperang, tetapi tetap terbuka terhadap jalur diplomasi.

Baca Juga Pendapat Stafsus KSP hingga Eks Dubes RI untuk Iran soal Indonesia Masuk Board of Peace | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/652057/pendapat-stafsus-ksp-hingga-eks-dubes-ri-untuk-iran-soal-indonesia-masuk-board-of-peace-bola-liar

#trump #iran #nukliriran #asvsiran

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/652207/trump-ultimatum-iran-beri-waktu-10-hari-setujui-negosiasi-nuklir-iran-siap-perang-sapa-malam
Transkrip
00:03Amerika Serikat terus memberikan ancaman serangan ke Iran di tengah proses perundingan pengendalian senjata nuklir.
00:10Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkap sinyal ini saat konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Washington
00:17DC kamis lalu.
00:19Trump memberi waktu 10 hari kepada Iran untuk setuju tak lagi mengembangkan senjata nuklir.
00:24Jika tak sepakat, Trump memberi ultimatum Iran akan menghadapi konsekuensi buruk yang akan terjadi.
00:31Menurut Trump, stabilitas keamanan di Timur Tengah akan terancam jika Iran memiliki senjata nuklir.
01:02Merespon Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan tak ada solusi militer untuk program nuklir Iran.
01:10Araqchi memastikan, Iran siap perang tapi juga tetap terbuka terhadap diplomasi.
01:15Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat dan Iran sempat bernegosiasi secara terpisah di Genewa Swiss 17 Februari lalu.
01:24Namun negosiasi tersebut buntu tanpa kesepakatan.
01:28Satu perkara yang saya perlu menemukan, adalah bahwa ada solusi militer untuk program nuklir Iran yang telah mencari.
01:37Yang telah mencari tahun lalu, hanya solusi adalah diplomat.
02:05Pasca ultimatum Trump kepada Iran, sejumlah kapal perang Amerika Serikat terlihat memasuki Laut Mediterania sejak Jumat lalu.
02:13Termasuk kapal induk USS Gerald R. Ford, yang merupakan kapal induk terbesar Amerika Serikat.
02:20Sementara itu, belakangan ini kapal perang Rusia berlabuh di Iran jelang latihan bersama antara kedua negara.
02:26Iran mengumumkan telah menutup sebagian selat hormus, yang merupakan rute bagi 1.5 pasokan minyak dunia untuk latihan militer dan
02:34uji coba rudal.
02:36Penutupan sebagian selat hormus jadi sinyal Iran soal potensi dampak buruk pada ekonomi dunia.
02:41Jika Amerika Serikat menyerang Iran seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Komentar

Dianjurkan