Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
GAZA, KOMPAS.TV - Ramadan di Jalur Gaza masih memprihatinkan. Meski dalam keadaan gencatan senjata, warga Gaza di Palestina tetap kesulitan menjalankan ibadah puasa di bulan suci.

Mereka bertahan hidup dan menjalani bulan Ramadan di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat konflik.

Pelaksanaan salat Jumat pertama di bulan Ramadan di Gaza pun tak kalah memprihatinkan. Masjid-masjid yang telah hancur memaksa para jemaah mencari tempat salat alternatif, seperti di halaman sekolah yang kini difungsikan sebagai lokasi pengungsian warga.

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana warga Gaza menjalani ibadah dengan segala keterbatasan yang ada, simak dialog KompasTV bersama relawan MER-C yang berada di Gaza, Nadia Rosi.

Baca Juga Potret Ramadan di Gaza: Warga Jalani Bulan Suci di Tengah Reruntuhan, Krisis, dan Kekhawatiran di https://www.kompas.tv/internasional/652215/potret-ramadan-di-gaza-warga-jalani-bulan-suci-di-tengah-reruntuhan-krisis-dan-kekhawatiran

#gaza #ramadangaza #palestina #merc #breakingnews

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/652216/pilu-relawan-mer-c-cerita-kondisi-ramadan-di-gaza-ungkap-drone-masih-24-jam-mengintai
Transkrip
00:00Bagaimana warga Gaza menjalani ibadahnya dengan segala keterbatasan yang ada?
00:04Kita akan bergabung bersama dengan Relawan Mercy yang berada di Gaza, Nadia Rosi.
00:10Assalamualaikum, selamat malam waktu Jakarta, Mbak Nadia.
00:15Waalaikumsalam, waktu Gaza masih sore hari, Mas.
00:18Baik, Mbak Nadia bagaimana warga Gaza bisa bertahan saat Ramadan di tengah gencatan senjata?
00:26Jadi, ini gencatan senjata yang tidak seperti gencatan senjata, bahkan di bulan Ramadan ini masih banyak serangan-serangan, bahkan untuk
00:34hari ini saja ada dua serangan, yang pertama ada di Jabalia yang menewaskan satu orang, dan ada tembakan di Yunis
00:42juga yang menewaskan satu orang.
00:44Bahkan drone itu masih ada di atas langit Gaza selama 24 jam, masih mengintai Gaza.
00:51Termasuk di lokasi-lokasi pengusian juga mereka masih merasakan khawatir, Mbak Nadia?
00:58Iya, mungkin kalau misalkan, ini agak jauh, Mas, jadi mungkin tidak terlalu terdengar ke studio, tapi jika misalkan mereka akan,
01:07ada sasaran, mereka akan menyerang, drone itu terasa seperti tepat berada di atas atap rumah kita.
01:17Seperti itu.
01:19Mereka dihantui kekhawatiran serangan karena masih terus terjadi, tapi mereka juga harus bertahan hidup di tengah bulan Ramadan ini, seperti
01:28apa? Bagaimana sumber makanan di sana, Mbak Nadia?
01:33Untuk bulan Ramadan ini, mereka hanya mengandalkan makanan bantuan dari organisasi-organisasi yang ada di Gaza.
01:41Mungkin kalau misalkan ada, mereka bisa mendapatkannya di pasar-pasar, tetapi harganya sangat mahal.
01:47Tetapi, warga Gaza ini antusias dengan menjemput bulan Ramadan kali ini, mereka melakukan perayaan seperti menabuh, seperti dari alat-alat
02:01dapur, anak-anak kecil keluar dari tenda-tenda mereka, mereka bermain di jalanan untuk menjemput bulan Ramadan.
02:09Seperti itu, Mas.
02:11Walaupun menderita, terbatas, tapi antusias menyambut datangnya bulan Ramadan, Mbak Nadia di sana ya.
02:18Ini kalau soal bantuan, sudah sejauh mana bisa menjangkau hingga ke pelosok-pelosok, ke lokasi pengusian di sana, Mbak Nadia?
02:30Soal bantuan makanan, apa sudah bisa menjangkau ke pelosok-pelosok, ke tempat kem-kem pengusian?
02:38Bantuan di kem-kem pengusian?
02:40Iya.
02:41Bantuan itu, bantuannya memang ada, tetapi tidak merata, Mas. Jadi masih ada titik-titik yang memang tidak bisa kita jangkau,
02:48seperti Gaza Utara.
02:50Karena memang untuk jangkauan ke Gaza Utara itu sangat sulit, karena masih berbahaya, di sana masih banyak serangan.
02:57Jadi tidak banyak organisasi yang berani datang ke Gaza Utara.
03:03Seperti di Hanyunis, tepatnya di dekat Yellow Line, juga tidak banyak supply makanan yang ada di sana.
03:13Seperti itu, Mas.
03:14Jadi bagaimana warga Gaza Utara untuk bisa mendapatkan makanan di sana, Mbak Nadia?
03:22Mereka tetap, jadi kadang kalau misalkan yang dari utara, mereka bergeser ke daerah selatan hanya untuk mendapatkan makanan, itu pun
03:31taruhannya nyawa ya, Mas.
03:33Karena mereka masih sering, jika dalam gerombolan itu, mereka masih melakukan serangan-serangan dalam kerangkaian.
03:44Seperti itu, Mas.
03:45Tentu doa kami semua, semoga Gaza bisa segera pulih.
03:48Dan terima kasih juga, Mbak Nadia telah meluangkan waktu di tengah tugasnya di Gaza, Palestina.
03:55Terima kasih, saya selalu, Mbak Nadia.
Komentar

Dianjurkan