Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seorang ibu di Subang, Jawa Barat, membekap anaknya yang berkebutuhan khusus hingga meninggal dunia. Pelaku mengaku tidak sengaja membekap korban untuk menenangkan anak yang menangis.

Di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Sukamelang, Subang, seorang ibu membekap anaknya yang berusia 6 tahun hingga meninggal dunia.

Pelaku mengaku tidak sengaja membekap, melainkan hanya ingin membuat anaknya yang berkebutuhan khusus tenang agar tidak terus-menerus menangis dan mengganggu tetangga.

Namun nahas, upaya sang ibu menutup wajah anak dengan bantal justru berujung petaka. Sang anak dinyatakan meninggal dunia.

Usai kejadian, pelaku langsung mendatangi kantor polisi sambil menangis. Polisi kemudian menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Sementara itu, rumah kontrakan orang tua korban dipasangi garis polisi.

Kapolsek Subang Kota, AKP Endang Suganda, menyampaikan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.

Ayah korban mengaku tidak menyangka kejadian ini menimpa keluarganya. Ia menyebut istrinya sangat menyayangi sang anak dan meyakini peristiwa tersebut tidak disengaja.

#ibubekapanak #subang #jabar

Baca Juga Hindari Banjir Bandang Susulan, Warga di Gunung Kidul Mengungsi | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/651405/hindari-banjir-bandang-susulan-warga-di-gunung-kidul-mengungsi-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/651406/ibu-bekap-anak-hingga-tewas-pelaku-akui-tak-sengaja-ingin-anak-berhenti-menangis-kompas-siang
Transkrip
00:00Kita beralih ke sorotan lain saudara, seorang ibu di Subang, Jawa Barat membekap anaknya yang berkebutuhan khusus dengan bantal hingga
00:07meninggal.
00:08Pelaku akui tak sengaja membekap anak untuk menenangkan anak yang menangis.
00:17Di sebuah rumah kontrakan kelurahan Sukamelang, Subang, Jawa Barat, seorang ibu membekap anaknya yang berusia 6 tahun hingga meninggal.
00:26Pelaku mengaku tak sengaja membekap hanya untuk membuat anaknya yang berkebutuhan khusus untuk tenang agar tidak terus-terusan menangis sehingga
00:35tidak mengganggu tetangga.
00:37Namun naas upaya sang ibu menutup dengan bantal menjadi petaka. Sang anak tewas.
00:44Usai kejadian pelaku langsung ke kantor polisi sembari menangis. Polisi pun langsung ke TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.
00:52Penisah korban dibawa ke rumah sakit untuk otopsi sementara rumah kontrakan orang tua korban dipasang karis polisi.
00:59Dan ada dia eskut kecepas dan menangis.
01:04Dan kita tanyakan piket dan ikutan saya juga ada di situ.
01:09Kita tanyakan bu, kenapa?
01:10Masjid menyampaikan saya nangis, pak saya sudah membunuh anak saya.
01:16Kita sampai di rumah di kontrakan.
01:18Kemudian kita langsung cek lokasi dan dikutur awasi ibu.
01:23Ternyata pada saat depasi kita menemukan seorang anak kecil yang sedang tidur yaitu di bajuk tempat tidur dengan membunuh guling.
01:34Ayah korban tak menyangka kejadian ini menimpak keluarganya.
01:38Ia menyebut istrinya menyayangi sang anak dan yakin tidak sengaja membunuh anaknya.
01:43Istri saya itu sabar, didik anak saya ada tiga anak.
01:52Tiga posisinya istri itu dengan anak selalu ngajarin kemana-mana dia sama anaknya ngantar sekolah bertiga.
02:03Terus dia dengan anak yang nomor dua itu sayang, sayang sekali.
02:09Polisinya dia ngajarin anak sholat, dengan ini posisinya saya hanya bercerita saja nih bahwa istri saya itu bukan orang seperti
02:20itu.
02:22Yang jelas mas, saya positif saja ke istri.
02:26Hingga kini polisi masih terus memeriksa sang ibu untuk mengetahui motif dibalik tewasnya sang anak.
02:34Hendrik Irawan, Kompas TV, Subang, Jawa Barat.
02:39Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan