00:00Kita beralih ke sorotan lain saudara, seorang ibu di Subang, Jawa Barat membekap anaknya yang berkebutuhan khusus dengan bantal hingga
00:07meninggal.
00:08Pelaku akui tak sengaja membekap anak untuk menenangkan anak yang menangis.
00:17Di sebuah rumah kontrakan kelurahan Sukamelang, Subang, Jawa Barat, seorang ibu membekap anaknya yang berusia 6 tahun hingga meninggal.
00:26Pelaku mengaku tak sengaja membekap hanya untuk membuat anaknya yang berkebutuhan khusus untuk tenang agar tidak terus-terusan menangis sehingga
00:35tidak mengganggu tetangga.
00:37Namun naas upaya sang ibu menutup dengan bantal menjadi petaka. Sang anak tewas.
00:44Usai kejadian pelaku langsung ke kantor polisi sembari menangis. Polisi pun langsung ke TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.
00:52Penisah korban dibawa ke rumah sakit untuk otopsi sementara rumah kontrakan orang tua korban dipasang karis polisi.
00:59Dan ada dia eskut kecepas dan menangis.
01:04Dan kita tanyakan piket dan ikutan saya juga ada di situ.
01:09Kita tanyakan bu, kenapa?
01:10Masjid menyampaikan saya nangis, pak saya sudah membunuh anak saya.
01:16Kita sampai di rumah di kontrakan.
01:18Kemudian kita langsung cek lokasi dan dikutur awasi ibu.
01:23Ternyata pada saat depasi kita menemukan seorang anak kecil yang sedang tidur yaitu di bajuk tempat tidur dengan membunuh guling.
01:34Ayah korban tak menyangka kejadian ini menimpak keluarganya.
01:38Ia menyebut istrinya menyayangi sang anak dan yakin tidak sengaja membunuh anaknya.
01:43Istri saya itu sabar, didik anak saya ada tiga anak.
01:52Tiga posisinya istri itu dengan anak selalu ngajarin kemana-mana dia sama anaknya ngantar sekolah bertiga.
02:03Terus dia dengan anak yang nomor dua itu sayang, sayang sekali.
02:09Polisinya dia ngajarin anak sholat, dengan ini posisinya saya hanya bercerita saja nih bahwa istri saya itu bukan orang seperti
02:20itu.
02:22Yang jelas mas, saya positif saja ke istri.
02:26Hingga kini polisi masih terus memeriksa sang ibu untuk mengetahui motif dibalik tewasnya sang anak.
02:34Hendrik Irawan, Kompas TV, Subang, Jawa Barat.
02:39Terima kasih telah menonton!
Komentar