00:09Intro
00:11Setelah saya berada di wilayah perbatasan Jakarta Utara, saya akan tunjukkan satu tugu yang begitu menggambarkan betapa ekstrimnya, betapa masifnya
00:21penurunan tanah di buku kota DKI Jakarta.
00:24Saya akan tunjukkan, ada tulisan di bagian paling atas permukaan tanah di Jakarta Utara tahun 1974, apa maknanya? Saya akan
00:32tanyakan kepada Pak Yayat Supriyatna, pengamat Tata Kota Universitas Trisati.
00:37Terima kasih Pak Yayat untuk waktunya. Saya ingin langsung bahas Pak, di bagian paling atas tulisannya permukaan tanah Jakarta Utara
00:44tahun 1974, maknanya apa?
00:46Nah ini adalah saksi, saksi tentang penurunan permukaan tanah di Jakarta. Jadi kalau ditanyakan, wah ini Pak tingginya hampir 4
00:58,5 meter.
00:594,5 meter?
01:014,5 meter. Artinya aja, di tahun 1974, muka tanah Jakarta posisinya masih tidak terlalu jauh dengan laut itu ya.
01:10Saya ingin ngasihkan, artinya itu adalah ketinggian tanah di tahun 1974?
01:15Ya, jauh di atas kepala kita.
01:17Di atas kepala kita. Betapa kondisi tanah kita sudah turun hampir lebih 4,5 meter dibandingkan tahun 1974.
01:25Ini di Jakarta Utara, ini di Jakarta Barat, dan ini di Jakarta Timur. Dan ini hari ini, kita di sini.
01:32Penurunan tanah itu apakah kemudian hanya dipengaruhi oleh satu faktor, eksploitasi air tanah, atau mungkin pembangunan yang masif juga turut
01:38mempengaruhi itu Pak?
01:39Ya, pengambilan secara berlebihan itu akan mempengaruhi struktur kondisi tanah itu sendiri.
01:45Ditambah dengan tekanan intensitas pembangunan secara masif, yang kadang-kadang terus terang saja tidak memperhatikan kondisi kelaikan bangunan tersebut.
01:55Apakah artinya kecepatan dari penurunan permukaan tanah ini semakin meningkat?
01:59Ya, jelas. Wilayah mana yang paling rentan? Wilayah yang paling rentan ini utara. Jelas.
02:05Kemudian Jakarta Barat sebagian. Demikian juga di Jakarta Timur.
02:09Artinya, ancaman yang pernah dikatakan pada tahun 2055, Jakarta akan tenggelam, itu bisa saja terjadi kalau kita tidak mengantisipasinya dan
02:19tidak melakukan upaya pengurangan pengumpulan air tanah secara berlebihan.
02:22Artinya, analisa terkait dengan prediksi Jakarta, mungkin saya tenggelam itu bukan isapan jempol belakang.
02:28Ini fakta yang menunjukkan bahwa laut itu sudah segitu loh. Laut itu sudah.
02:34Bahwa ada sejumlah program yang kemudian dilakukan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mulai dari tanggul mitigasi, kemudian juga ada tanggul
02:42pengaman laut, dan yang lebih luas lagi ada Giant Sea Wall.
02:46Sudah tepatkah kebijakan itu?
02:48Nah, tanggul itu NCICD-nya dibangun. Tapi pertanyaannya, berapa kuat, berapa lama dia bertahan? Karena ada yang namanya degradasi struktur.
02:59Degradasi struktur itu adalah kondisi tanah menurun, strukturnya juga bisa menurun.
03:04Bisa juga korosi atau dipengaruhi oleh kondisi bangunan yang mengalami pelapukan atau perubahan karena tekanan air laut.
03:13Artinya memungkinkan jika suatu saat tanggul tersebut mengalami kebocoran.
03:17Bisa. Pembangunan teknis tanggul itu harus memperhatikan aspek tekanan gelombang, tekanan kondisi tanah, yang bisa mempengaruhi ketahanan temboknya, bukan sekedar
03:29membuat tanggul.
03:30Penurunan permukaan tanah dan potensi Jakarta tenggelam itu bukan hanya sekedar fenomena alam, tetapi juga mungkin, mohon maaf, kegagalan tata
03:36kota di ibu kota.
03:37Jakarta bukan kota yang didesain sejak awal.
03:41Jadi bisa dikatakan, kota yang tidak didesain, tidak direncanakan sejak awal, dia akan tumbuh kembang seiring dengan dinamika masyarakatnya.
03:51Sehingga infrastrukturnya tidak memperhatikan mitigasi kebencanaannya.
03:56Mungkin saran dari Pak Yayat, dalam waktu dekat, menengah, hingga panjang, apa yang kemudian harus dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi
04:06potensi Jakarta tenggelam?
04:07Nah, pertama begini. DKI Jakarta sudah punya mencandangkan program 100% air minum perpipaan.
04:16Nah, artinya apa? Dia punya target supaya pengambilan air tanah itu tidak terus-menerus terjadi secara eksploitatif.
04:25Tapi pertanyaannya, 100% ini konsumennya siapa?
04:28Pembangunan mal, apartemen, hotel, pusat perbelanjaan, dan sebuahnya, industri.
04:34Nah, apa mampu tidak kita mensuplai air untuk kebutuhan industri?
04:39Artinya, yang kedua, pengendalian tata ruang.
04:42DKI harus berani mengeluarkan namanya ruang mitigasi bencana rentan bencana.
04:49Nah, dikeluarkan saja.
04:50Satu, rentan penurunan permukaan tanah, rentan rob, rentan gerakan tanah, dan rentan lainnya.
04:58Cuman, kalau kita keluarkan orang takut, takutnya apa? Nilai propertinya turun.
05:03Itu yang dikhawatirkan kadang-kadang membuat orang galau.
05:06Tapi menurut saya, tegas saja, mitigasi seperti ini, penanganan infrastrukturnya dilakukan untuk pencegahannya.
05:13Bahwa ancaman itu tetap akan datang, tapi yang penting adalah bagaimana kita mengamankan dan melakukan penataan ulang terkait kondisi Jakarta.
Komentar