Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia menelusuri kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Dipo bertemu Ketua RW 22, Bani Sadar. Bani menuturkan dari 12 RT, hanya satu yang tidak terdampak banjir rob.

Dari data yang dirilis Pemprov DKI Jakarta, penurunan permukaan tanah rata-rata yang terjadi di Ibu Kota antara 5-10 cm per tahun.

Ada beberapa penyebab turunnya permukaan tanah di Jakarta, seperti eksploitasi air tanah yang tidak terkontrol, pembangunan gedung bertingkat, hingga masifnya permukiman baru yang makin menambah beban tanah di Ibu Kota.

Wilayah Jakarta Utara menjadi wilayah dengan penurunan permukaan tanah paling signifikan dan menjadi wilayah yang paling berpotensi terdampak fenomena ini.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/aEI7XpsuLAM?si=3MRJvhVTdbZdl4aK



#banjir #jakarta #rob



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!





Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/651197/permukaan-tanah-jakarta-turun-5-10-cm-per-tahun-11-rt-di-muara-angke-dikepung-banjir-rob-dipo
Transkrip
00:02Sampai jumpa di video selanjutnya
00:54Sampai jumpa di video selanjutnya
01:00Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall digadang-gadang menjadi jalan keluar persoalan
01:05Namun pertanyaannya seberapa kuat Tanggul menjadi benteng pertahanan untuk melindungi warga
01:11Inilah episode ke-60 di Puinvestigasi
01:14Saya Dio Penerbahagia, saya akan melusuri dan mencari bukti secara langsung dari wilayah pesisir kota Jakarta
01:33Setelah saya berada di kawasan Mora Baru, Jakarta Utara
01:36Dan di wilayah ini ada satu bukti ataupun saksi sejarah berkait dengan ancaman Jakarta
01:43Yang diprediksi akan tenggelam di masa depan
01:54Banjirob saat ini sebenarnya sudah diwacanakan oleh Pemprov DKI dengan Tanggul Mitigasi
02:00Satunya lagi Tanggul NCICD
02:12Tanggul Mitigasi lumayan membantu bu sejauh ini?
02:15Enggak lah, saya tadinya nggak pernah banjir
02:17Jadi air larinya ke sana sebenarnya
02:19Pas ini ditanggul, udah sayang kelelek bagian sini
02:33Ancaman yang pernah dikatakan pada tahun 2055 atau berapa, Jakarta akan tenggelam
02:39Itu bisa saja terjadi kalau kita tidak mengantisipasinya
02:43Ini fakta yang menunjukkan bahwa laut itu udah segitu lho
02:59Tapi pemerintah juga memproyeksikan akan membangun Giant Sea Wall di tengah laut
03:04Kalau saya lihat dari gambar, itu memang udah nggak ada nelayan kecil
03:09Rauh-perauh pun udah nggak ada
03:12Nanti kemana kita akan bepar awal pemerintah kita ditempatkan di mana untuk mencari ikan
03:23NCICD fase B dan C yang kita sebut dengan Giant Sea Wall di Jakarta
03:28Dan plus sedikit banten dan sedikit Bekasi
03:31Dengan luas nanti karena tanggul itu akan kita desain
03:33Lebar di permukaannya 250 meter, otomatis di bawah bisnya itu kira-kira sampai 750 meter
03:39Itu nanti akan ada kawasan pengembangan terpadu, kawasan bisnis
03:48Tanggul laut ini sebagai proyek yang ambisius dan sangat membutuhkan pendanaan yang cukup besar
03:55Ini akan berdampak pada beban hutang pada kerusakan ekosistem
04:01Baik yang ada di darat maupun yang ada di laut
04:12Sebenarnya berdasarkan data yang dirilis oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta
04:17Penurunan permukaan tanah rata-rata terjadi di bukota 5 hingga 10 cm per tahun
04:22Ada tiga faktor utama yang kemudian menyebabkan fenomena ini
04:26Pertama adalah terkait dengan eksploitasi air tanah yang tidak terkontrol
04:31Kedua terkait dengan pembangunan gedung bertingkat
04:34Dan yang ketiga adalah masifnya permukiman-permukiman baru
04:38Yang semakin menambah beban bagi tanah di ibu kota
04:42Wilayah Jakarta Utara menjadi wilayah dengan penurunan permukaan tanah paling signifikan
04:47Dan menjadi wilayah yang paling berpotensi terdampak fenomena ini
05:03Terus saya berada di kawasan Mora Baru, Jakarta Utara
05:06Dan di wilayah ini ada satu bukti ataupun saksi sejarah berkait dengan ancaman Jakarta
05:13Yang diprediksi akan tenggelam di masa depan
05:15Saya akan tunjukkan saudara
05:16Itu adalah masjid yang dibangun pada tahun 1996
05:21Dan sempat digunakan oleh warga setempat untuk kemudian beribadah
05:26Dan saat ini kondisinya persis berada di luar tanggul
05:32Yang kemudian berada di kawasan Mora Baru ini
05:35Dan bisa dilihat bangunan masjid ini
05:37Yang atapnya ataupun kubanya sudah runtuh
05:40Terselumuti oleh air laut
05:45Saya akan coba turun saudara
05:47Untuk melihat lebih dekat
05:53Tadi ini ada batu-batu ya
05:55Yang digunakan warga untuk turun ke sini
06:01Saya dapatkan informasi bahwa saat ini memang kondisinya
06:04Air sedang tidak pasang
06:07Itulah mengapa sejumlah puing-puing bangunan yang ada di sini
06:11Terlihat
06:12Tetapi dapat dipastikan bahwa
06:14Masjid ini berada dalam tanda kutip di luar daratan
06:18Saya akan coba lebih dekat
06:25Air laut masuk ke masjid ini
06:28Sekitar tahun 2000 hingga
06:302004 ataupun 2006
06:33Dan kondisi ini
06:36Semakin parah
06:38Pada tahun 2001
06:40Dimana nampaknya sejumlah
06:42Masyarakat sudah kesulitan
06:44Untuk kemudian beribadah di masjid ini
06:46Dan bisa dilihat ya
06:48Masjid yang awalnya berwarna
06:51Putih dan hijau
06:52Sekarang karena sering
06:55Tergerus oleh air laut
06:56Ini sudah menghitam
06:58Dan bisa dilihat ini mungkin batasnya ya
07:01Ini batas dari
07:02Air laut dan ini adalah
07:04Aundisi dalamnya
07:05Dan pada tahun 2012
07:08Informasi yang saya peroleh bahwa
07:09Masjid ini saya resmi
07:11Dinyatakan tenggelam
07:14Yang menandakan bahwa
07:15Permukaan tanah
07:17Di wilayah Jakarta Utara menurun
07:19Dan ditambah dengan permukaan air laut
07:22Di wilayah pesisir ini naik
07:24Hingga
07:25Seolah
07:26Membuat masjid ini
07:28Berdiri di luar
07:30Dari daratan
07:32Saya akan tunjukkan
07:33Ini adalah
07:34Batu peresmian ya
07:38Musola
07:40Wal Aduna
07:41Yang kemudian diresmikan
07:43Pada tahun 1996
07:45Artinya sudah
07:47Kurang lebih
07:4930 tahun berjalan
07:50Dan
07:50Masjid ini
07:53Tenggelam
07:53Di pesisir utara Jakarta
08:05Terus saya berada di
08:06Wilayah Mora Angke
08:08Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara
08:10Saya akan lakukan investigasi
08:11Untuk melihat
08:12Seberapa parah
08:13Dampak
08:15Dari banjir
08:16Yang terjadi di kawasan ini
08:18Ketika air laut
08:19Pasang
08:20Saya akan didampingi
08:22Dengan
08:22Ketua RW
08:23022
08:24Bersama juga dengan
08:25Anggota
08:26LMK
08:27Saya bersama dengan
08:27Ketua RW
08:28Pak Bani Sadar
08:29Dan juga ada
08:30Anggota
08:31LMK
08:32Pak Muslimin
08:33Bapak-bapak
08:34Terima kasih
08:34Untuk waktunya
08:35Pak Bani
08:36Saya ingin konfirmasi dulu
08:37Wilayah Bapak ini
08:39Langganan
08:40Banjirop Pak
08:40Iya
08:41Di 2024
08:42Itu sangat luar biasa sekali
08:44Banjirop
08:45Di wilayah
08:46RW 22
08:47Cuma satu RT
08:48Yang tidak terdampak
08:49RT 11
08:49Semuanya
08:50Di wilayah RW 22 ini
08:52Semuanya ada 12 RT
08:54Yang satu RT
08:56Tidak terdampak
08:57Di RT 11
08:58Boleh kita lihat langsung ke dalam Pak
09:00Boleh
09:00Saya akan tunjukkan
09:01Saudara bersama dengan
09:02Ketua RW setempat
09:04Dan anggota LMK
09:05Seperti apa sebenarnya
09:07Perumahan warga
09:08Yang kemudian
09:09Terdampak
09:10Banjirop
09:10Apakah di wilayah ini
09:12Juga terjadi penurunan permukaan tanah
09:14Setiap tahun ya
09:15Secara data
09:16Itu per satu tahun sekali
09:18Itu 10 cm
09:1910 cm
09:2010 cm
09:21Oke
09:22Artinya
09:23Permukaan air laut
09:24Meninggi
09:26Permukaan tanah
09:27Menurun
09:27Dan itu yang kemudian
09:29Semakin membuat parah ya Pak ya
09:30Oke kita akan coba
09:31Masuk lebih ke dalam
09:32Saudara
09:33Solusi banjirop saat ini
09:35Sebenarnya sudah diwacanakan oleh
09:37Pemprov DKI
09:38Dengan tanggul mitigasi
09:39Tanggul mitigasi
09:40Satunya lagi tanggul NCICD
09:43Oke
09:43Nah cuman saat ini
09:45Yang sedang berjalan
09:46Yang akan kita lihat
09:47Di depan ini adalah
09:48Tanggul mitigasi
09:49Tapi tanggul
09:50Mitigasi saat ini yang dibangun
09:53Ini kalau kita hitung dari
09:55Estimasi penurunan tanah
09:58Ini akan hanya mampu mungkin
10:00Kemungkinan bertahan
10:01Di 5 sampai 10 tahun
10:03Hanya mampu bertahan
10:05Ataupun bermanfaat
10:065 sampai 10 tahun
10:07Iya
10:07Artinya hanya sementara ya Pak ya
10:08Ya karena ketinggiannya
10:09Tapi makanya dibutuhkan
10:11Tanggul NCICD sebenarnya
10:13Oke
10:13Boleh kita lebih ke dalam ya Pak ya
10:15Oke
10:16Apakah kemudian bisa dipastikan
10:17Ketika air dari laut masuk
10:20Ke area ini
10:21Tidak akan melebihi tanggul ini
10:23Harusnya ketika selesai
10:26Penanggulangan banjir
10:27Sementara dengan cara
10:29Melakukan tanggul mitigasi tadi
10:32Seharusnya dilakukan cepat
10:35Pembangunan tanggul kali
10:38Atau tanggul NCICD tadi
10:39Karena apa?
10:40Karena tanggul sungai itu
10:42Ketinggiannya sekitar
10:433 meter
10:442 meter 80an
10:45Oke
10:46Ketika itu tidak dibenahi
10:48Artinya
10:49Potensi banjirnya semakin
10:51Potensi banjirnya akan mulai lagi
10:53Pada saat 5 tahun kemudian
10:56Oke baik
10:57Setelah saya berada di salah satu titik
10:59Dan saya melihat ada satu rumah yang
11:01Mohon maaf
11:02Tetapi seperti tenggelam
11:03Ini air laut Pak?
11:04Air laut
11:05Air banjir laut
11:06Saya coba lihat ke dalam ya Pak ya
11:07Saya akan tunjukkan sederhana
11:09Ini adalah salah satu
11:13Mungkin bukti
11:14Terkait dengan prediksi potensi
11:16Ibu kota DKI Jakarta
11:20Yang dikatakan
11:22Dapat tenggelam di masa depan
11:24Bisa dilihat ini
11:25Dulunya ini rumah warga ya Pak ya?
11:28Iya rumah warga
11:28Oke
11:29Kalau yang ini masih ada orang ya Pak?
11:32Atau sudah kosong juga?
11:33Masih
11:40Ini ada salah satu warga yang sedang
11:43Meninggikan bagian depan rumah ya Pak?
11:45Betul
11:45Saya coba ya
11:47Lebih dekat ya Pak ya
11:51Terima kasih Pak
11:52Pak kalau pemilik rumahnya ada Pak?
11:54Saya Pak
11:54Oh Bapak pemilik rumahnya?
11:56Kenapa Pak?
11:57Izin Pak Dipo dari Kompas TV
11:58Dengan Bapak siapa?
11:59Pak Waluyo
12:00Ini sedang ditinggikan Pak?
12:03Berarti sebelumnya di bawah jalan ini
12:05Rumah Bapak?
12:06Oh
12:07Sekitar 1,80 meter tingginya
12:10Dari tinggin itu
12:12Perbedaannya 1,80 meter dari
12:14Tanggol ini
12:15Jalan lama
12:16Oh jalan lama?
12:17Iya kan dikerup
12:19Artinya dulunya
12:20Selalu terendam banjir Pak?
12:22Oh iya
12:23Enggak
12:24Pokoknya setelah ada air pasang ya terendam
12:26Tapi ini ditinggikan pakai
12:27Dana pribadi atau?
12:30Enggak
12:30Kalau ini ya pribadi yang dalam
12:32Ini pribadi?
12:33Iya
12:34Karena kalau tidak ditinggikan
12:36Enggak bisa kerja
12:38Terendam
12:39Boleh tahu Pak?
12:40Berapa biayanya Pak?
12:42Bisa 15-20 juta
12:43Buat turuk aja
12:4415-20 juta?
12:47Iya buat turuk
12:48Sudah berapa kali ditinggikan Pak?
12:50Saya disini
12:525 tahun 2 kali
12:542 kali?
12:56Berarti kalau dikalkulasi
12:56Sudah 3 kali ini berarti
12:58Ini sudah 3 kali?
12:59Lebih dari 50 juta mungkin?
13:01Dulu kan masih jalan lama kan pendek
13:03Terus ditinggikan sendiri
13:05Saya kena jalan ini tinggi lagi
13:06Ini juga
13:09Ini salah satu
13:10Yang rumahnya masih di bawah juga Bu ya
13:13Permisi Bu dengan Ibu Kompas TV
13:14Dengan Ibu siapa?
13:15Ibu Suheni
13:29Ibu Suheni
13:30Sudah ada semingguan ya
13:32Baru seminggu yang lalu
13:34Berarti ini Ibu meninggikan sendiri bagian depannya?
13:36Iya
13:37Habis kalau banjir mu repot
13:39Lagi kan ada mesin cuci apa
13:40Harus pada naik
13:41Naik semua
13:42Tanggul mitigasi lumayan membantu Bu?
13:45Sejauh ini?
13:46Atau seperti apa?
13:48Enggak lah
13:49Malah kita nyatakan
13:50Saya tadinya gak pernah banjir
13:51Gak pernah beneran
13:53Jadi air larinya kesalahan
13:54Sebenernya
13:55Pas ini ditanggul
13:56Udah sayang kelelek bagian sini
13:58Oh justru anak kelelek Bu ya
14:00Saya baru banjir bulan-bulan ini aja
14:02Pas ada tanggul ini
14:03Baru banjir saya
14:05Ibu tinggal di sini dari tahun?
14:07Saya udah hampir 6 tahun
14:096 tahun?
14:10Iya
14:11Akan tetap tinggal di sini?
14:12Dengan kondisi seperti ini?
14:14Insya Allah
14:14Habis mau gimana ya?
14:16Beli rumah di sana juga kan pada mahal
14:18Gak mungkin
14:19Terima kasih banyak Bu ya
14:20Semoga gak banjir lagi ke depannya
14:22Amin
14:23Setelah saya berada di
14:24Area rumah apung dan rumah panggung ya Pak ya?
14:28Iya
14:28Oke
14:28Ini sudah ada dari tahun berapa?
14:31Nah ini
14:34Pembangunannya dimulai dari 2024
14:372024?
14:38Iya
14:38Boleh kita lihat ya Pak ya?
14:39Iya
14:41Ini rumah-rumahnya Pak?
14:43Ini rumah panggung ya?
14:46Iya
14:48Ini salah satu rumah panggung ya
14:50Bapak-bapak
14:51Ibu pemilik rumah ini Bu?
14:53Iya Pak
14:53Sekarang Ibu tinggal di atas?
14:55Di atas tidurnya
14:56Area bawah ini sudah tidak bisa ditempati?
14:59Enggak
14:59Itu kan tempat Pak Awan
15:01Ngerebus kayak gitu
15:01Tapi banjir Pak
15:02Kalau air pasang gitu kayak gini
15:04Jadi capek
15:05Boleh saya lihat Bu?
15:06Iya boleh Pak
15:07Dari sini ya?
15:07Iya ya
15:08Di sini ya Bu ya?
15:09Ini kalau kerang-kerang ini apa Bu?
15:11Buat apa ini?
15:12Diuruk?
15:12Nguruk?
15:13Nantinya kelem
15:14Ini sekarang 5.000 ini Pak
15:16Gak pake tanah muruknya?
15:18Enggak pake ini
15:19Ini kerang ya?
15:20Iya
15:21Kulit
15:21Saya izin lihat ya Bu ya?
15:22Iya Pak
15:23Bu kalau saya ngintip sedikit boleh Bu?
15:25Boleh Pak ke atas Pak
15:26Saya izin Bu ya?
15:27Iya ya coba
15:28Saya coba
15:30Gak apa-apa Bu
15:32Izin ya Bu ya?
15:33Saya coba ke atas ya Sudara untuk melihat seperti apa
15:36Kondisi rumah
15:38Panggung
15:38Ini kondisi rumah panggung ya
15:45Ini adalah kondisi rumah apung ya
15:47Karena sesuai dengan namanya
15:49Rumahnya ini tidak berdiri di atas tanah
15:51Tapi berdiri di atas permukaan air
15:54Ataupun laut
15:56Di daerah pesisir
15:59Ini bisa dilihat ya
16:00Salah satu rumah apung yang ada di sini
16:03Spesifikasi rumahnya juga tertulis
16:05Ada satu ruang tamu
16:06Satu kamar tidur
16:08Satu dapur dan satu kamar mandi
16:10Beserta dengan
16:11Fasilitas penunjang lainnya
16:13Dan ini memang konturnya
16:15Karena di atas laut ya Pak
16:17Di atas perairan
16:19Jadi goyang seperti ini
16:20Saya akan coba
16:21Bincang
16:23Assalamualaikum Bu
16:24Boleh ngobrol sebentar Bu?
16:28Dengan Ibu siapa?
16:29Dengan Ibu Elisa
16:30Ibu Elisa
16:30Izinmu saya dipu dari Kompas TV
16:32Ibu tinggal di rumah apung ini sudah lama?
16:35Udah
16:35Dari kapan?
16:36Dari peresmian
16:37Dari peresmian
16:38Artinya tahun?
16:40Dari jalan kurang lebih 3 tahun
16:42Terjauh ini kondisinya gimana Bu?
16:44Ditinggal di atas permukaan air?
16:47Ya biasa ngapung-ngapung
16:48Suka bergoyang gitu Bu?
16:51Iya namanya kayak kapak
16:52Kayak perahu tuh goyang-goyang
16:55Kalau air lewat ya goyang
16:56Kalau air pasang?
16:57Kita naik
16:58Mumbul ke atas
16:59Tidak masuk ke rumah Ibu
17:01Tapi rumahnya naik ya?
17:03Karena permukaan naik
17:04Karena bawahnya kan itu tuh
17:05Drum
17:07Oh bawahnya ini drum
17:08Nah semua di bawah ini drum
17:09Kalau kemarin kan kita juga mengalami cuaca ekstrim Bu ya?
17:13Hujan begitu deras
17:15Kondisinya disini aman?
17:16Bocor mungkin atau?
17:17Ya ada sedikit bocor
17:19Itu kan sengit tipis tuh Pak
17:21Di atas tuh
17:23Bukan dari genteng ya?
17:25Bukan
17:25Mungkin ke sangkut-sangkut agak kebuka dikit gitu
17:28Itu sampai ke sana tuh
17:30Busap ke sana
17:31Oke
17:31Baik
17:32Terima kasih banyak Bu
17:33Iya lah
17:34Mohon maaf ganggu waktunya
17:35Pak Muslimin Pak Bani tadi kita sudah
17:37Melihat ya Pak ya
17:39Kondisi dari perumahan warga di RW 022
17:43Dan kita tahu juga bahwa
17:44Baik pemerintah provinsi ataupun pusat
17:47Saat ini tengah
17:48Mengjalankan sebuah program
17:50Giant Sea Wall
17:51Tanggapan Bapak?
17:52Pembangunan tanggul Giant Sea Wall ini kan
17:56Akan
17:57Berdampak kepada pemukuman warga
18:00Misalnya akses jalannya nanti akan
18:03Menggunakan asetnya warga
18:06Nah sementara itu belum ada solusi
18:09Pada saat itu
18:10Tadi asetnya akan terkena
18:12Sebagai akses
18:14Untuk melindungi Giant Sea Wall
18:17Karena di dalamnya kan
18:18Terdapat 20 reklamasi
18:23Pemerintah juga memproyeksikan
18:25Akan membangun Giant Sea Wall
18:27Kekuat di sana apa?
18:28Nanti kemana kita akan mencari ikan?
18:32Sampai jumpa di video selanjutnya
18:36Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan