Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, menyatakan kepercayaannya terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait pembahasan pemberian akses lintas udara bagi pesawat militer Amerika Serikat.

Menurut Dudung, Presiden memiliki pemahaman yang lebih mendalam dalam mempertimbangkan aspek-aspek prinsipil dalam kerja sama tersebut, termasuk implikasi strategis di tingkat nasional maupun internasional.

Ia mengaku akan menanyakan langsung kepada Presiden terkait detail kerja sama tersebut.

Dudung menyebut, pembahasan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat sebenarnya telah berlangsung lama dan kemungkinan akan terus dilanjutkan.

"Kerja sama dengan Amerika itu sudah lama, dan kelihatannya akan terus dilanjutkan. Namun untuk hal-hal yang prinsipil, Presiden tentu lebih memahami. Saya juga akan menanyakannya langsung kepada beliau," ujar Dudung, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, Presiden selama ini juga kerap meminta masukan dari para penasihat, termasuk dalam isu pertahanan dan geopolitik.

Terkait dinamika global, Dudung menilai berbagai pertimbangan tidak hanya mencakup kepentingan nasional, tetapi juga berkaitan dengan situasi internasional dan perkembangan geopolitik kawasan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Galih

Baca Juga [FULL] Roy Suryo-Refly Temui Jaksa Peneliti Kejati DKI Kasus Ijazah Jokowi, Soroti RJ Rismon-Eggi di https://www.kompas.tv/nasional/664354/full-roy-suryo-refly-temui-jaksa-peneliti-kejati-dki-kasus-ijazah-jokowi-soroti-rj-rismon-eggi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664367/dudung-dipanggil-prabowo-ke-istana-bahas-kerja-sama-pertahanan-ri-as
Transkrip
00:00Itu kan sudah lama juga dan ini kelihatannya akan terus dilanjutkan kerjasama kita dengan Amerika.
00:33Bagaimana, gimana? Oh semalam ditelepon oleh Ajudan bahwa Bapak menghadap Bapak Presiden jam 3 sore ini.
00:48Oh saya belum tahu, saya kan penasihat Presiden tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran masukan.
00:58Biasanya beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat.
01:03Tapi dari Bapak mungkin ada dipersiapkan yang nantinya akan disampaikan kepada Presiden terkait dengan khususnya pertahanan nasional gitu Pak?
01:09Oh jelas sudah pasti. Ya itu nanti saya sampaikan ke beliau. Nanti setelah kembali nanti baru saya sampaikan.
01:15Isinya nasional atau ada yang terasal menurut Pak?
01:18Nasional dan internasional.
01:20Berarti soal jauh politik yang di Tungur?
01:21Ya, ya. Kira-kira itulah.
01:23Pak, dikandangannya juga sempat ramai Pak soal wajah anak-anak yang berlain terkawas gitu Pak, yang disawaknya kita dari ASM.
01:28Ini banyak juga pengamat yang mengatih wajah keterlibatan Indonesia.
01:33Rambutnya terserah juga dalam konteks global gitu Pak?
01:36Ya, beliau saya rasa lebih paham tentang itu. Nanti saya akan berbicara sama beliau tentang itu.
01:43Setelah Bapak siapa aja Pak yang nanti bertemu dengan Presiden?
01:47Setahu saya penasihat cuma saya sendiri.
01:50Oke.
01:50Menterinya mungkin Pak?
01:51Belum, belum ada.
01:53Oke, makasih ya.
01:54Pak, kalau Mayor Defense Partnership antara US sama Indonesia yang jadi perhatian itu, Presiden seperti apa melihat?
02:02Memang akan ada perjanjian, peningkat perjanjian antara Amerika dan Indonesia selama sana atau seperti apa Pak?
02:08Itu kan sudah lama juga dan ini kelihatannya akan terus dilanjutkan kerjasama kita dengan Amerika.
02:19Tetapi hal-hal yang prinsip saya rasa beliau nanti lebih tahu lah.
02:26Saya juga nanti akan bertanya kepada beliau.
02:28Pak, tapi secara prinsipnya pesawat militer dari pihak luar itu sebenarnya boleh melintasi wilayah kita atau tanpa izin?
02:37Oh ya, itu sudah pukum internasional ya, tidak boleh.
02:41Oke mas ya, saya ditunggu.
02:53Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
02:58Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
03:02Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan