Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, sempat berkelakar saat menyampaikan pidatonya dalam wisuda Universitas Indonesia pada Sabtu (14/2/2026).

"Pak Rektor, saya ke sini agak takut. Karena waktu saya jadi menteri, hari pertama apa itu? BEM UI demo di depan DPR, suruh saya turun katanya. Di sini mana yang demo? Ada enggak? Enggak ada ya? Yang mereka enggak tahu, saya juga pernah jadi dosen di UI," ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

"Jadi kalau Anda ajak debat saya, Anda pasti kalah. Saya dosen S3 Ekonomi Bisnis. Anda kan masih mahasiswa waktu kemarin," lanjut Purbaya, disambut riuh tawa wisudawan UI.

Baca Juga Menkeu Purbaya Yakin Indonesia Emas Bakal Terwujud: Nggak Usah Takut Masa Depan di https://www.kompas.tv/nasional/650803/menkeu-purbaya-yakin-indonesia-emas-bakal-terwujud-nggak-usah-takut-masa-depan

#purbaya #ui #wisuda #mahasiswa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650841/riuh-menkeu-purbaya-ngaku-pernah-jadi-dosen-ui-kalau-anda-ajak-debat-saya-anda-pasti-kalah
Transkrip
00:01Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.
00:06Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu.
00:13Yang saya hormati Rektor Universitas Indonesia,
00:18Ketua dan Anggota Majelis Wali Amanat,
00:22Ketua dan Anggota Dewan Negeri Besar,
00:26Ketua dan Anggota Senat Akademik,
00:28Para Wakil Rektor dan Kepala Badan,
00:36Para Dekan dan Segenap Sivitas Akademika Indonesia,
00:41Pimpinan Lembaga Kementerian,
00:44Antara lain ada Wamen Dagri, Bapak Bima Arya,
00:50Wamen Desa, Bapak Ahmad Reza Patria,
00:53Para Orang Tua dan Keluarga Wisadawan,
00:56Dan Para Wisadawan yang hari ini resmi menjadi alumni UI.
01:05Pertama-tama, saya ingin menyapa para wisadawan dan wisadawati.
01:12Bagaimana rasanya wisada hari ini?
01:20Saya yakin Anda semua bisa lulus hari ini dengan kerja keras.
01:31Kepada wisadawan dan wisadawati yang mungkin kalian rasakan hari ini adalah hasil kerja keras teman-teman semua selama bertahun-tahun.
01:42Namun, yang mungkin kalian tidak tahu adalah di balik semua itu ada perjuangan orang tua atau lupa mungkin ya.
01:51Mereka mencari nafkah tanpa lelah.
01:56Beberapa ada yang harus banting tulang mati-matian dari kepala jadi kaki, kaki jadi kepala untuk membiayai sekolah Anda.
02:06Yang jelas, karena usaha dan doa, merekalah teman-teman semua ada di posisi sekarang lulus dari Universitas Indonesia.
02:16Oleh karena itu, saya minta para wisadawan dan wisadawati berdiri dan memberi hormat kepada orang tua, teman-teman semua.
02:33Alhamdulillah.
02:41Oke, cukup.
02:45Bapak, Ibu, serta para wisadawan dan wisadawati yang saya banggakan,
02:51saya selain perjuangan wisadawan dan wisadawati,
02:56ada orang tua yang konsisten mendidik tanpa pamrih,
03:00tentu ada juga dosen yang membentuk disiplin, berpikir, dan karakter.
03:05Jadi, hari ini, saya juga berdiri di sini dalam dua posisi.
03:16Saya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dan sebagai seorang ayah yang anaknya ikut di wisadawati di ruangan hari ini.
03:30Sebenarnya, Pak Rektor, saya ke sini agak takut.
03:36Karena pada waktu saya jadi Menteri, hari pertama, BEM UI demo depan DPR suruh saya turun.
03:45Di sini mana yang demo?
03:47Ada enggak? Enggak ada ya?
03:50Yang mereka enggak tahu, saya juga pernah dosen di UI.
03:56Jadi, kalau Anda ngajak debat saya, Anda pasti kalah.
04:01Saya dosen S3 Economic Business.
04:04Anda kan masih-masih sewa pada waktu kemarin.
04:08Yang kedua, hubungan saya dengan UI cukup dalam.
04:14Waktu saya jadi Ketua Lembaga Penjamin Simpanan,
04:18saya mengalukan sendara cukup untuk membantu program di Fakultas Teknik UI
04:24yang bekerjasama dengan Fakultas Teknik di Berkeley.
04:29Jadi, kita kirim setiap tahun tiga orang UI ke Berkeley
04:33dan mereka mendapat apresi yang tinggi di Berkeley.
04:38Ini sebenarnya sudah gelombang kedua atau ketiga mungkin kita kirim ke Berkeley.
04:44Tapi kan sekarang saya bukan di LPS lagi, bukan Lembaga Penjamin Simpanan.
04:49Saya pindah jadi Menteri Keuangan.
04:52Saya pikir uang saya sedikit, tapi ternyata uang saya lebih banyak lagi.
04:57Saya boleh dibilang menguasai LPDP
05:03yang sekarang punya 150 triliun rupiah dana abadi
05:08untuk dipakai untuk program pendidikan.
05:14UI kan sekarang satu-satunya peniparat yang rankingnya di bawah 200 kan.
05:21Presiden minta UI meningkatkan ke bawah 100 kalau enggak salah.
05:28Dalam waktu berapa tahun?
05:30Secepat-cepatnya ya?
05:36Jadi, sebagai Menteri Keuangan,
05:40saya pakai alasan itu untuk kembali membantu Universitas Indonesia.
05:50Kalau tadi Anda lihat dana abadi,
05:53ternyata baru 260 miliar ya Pak ya.
05:56Masih kecil.
05:58Kecil-kecil ya.
06:01Untuk tahun ini lewat LPDP,
06:04kita berencana, boleh enggak ngomongin?
06:05Boleh kan ya.
06:06Biasanya Menteri Keuangan ini.
06:08Anak buah saya enggak bisa marah sama saya.
06:10LPDP di bawah saya,
06:12kalau dia ribut, saya ganti dia kepalanya.
06:16Tahun ini kita rencanakan memberikan bantuanlah kepada Fakultas Teknik ya itu.
06:22Apa UI semua?
06:23Fakultas Teknik itu sekitar 100 miliar rupiah.
06:31Jadi nanti, Bem, jangan pertes lagi.
06:35Dan sekarang di titik ini,
06:38ada satu pertanyaan yang mesti kita hadapi bersama.
06:41Anda mau jadi apa?
06:45bagi sistem yang lebih besar,
06:47yaitu NKRI.
06:50Kalau jadi mahasiswa gampang.
06:52Kalau ada protes,
06:53ada ketimpangan,
06:55turun ke jalan, ribut,
06:56protes, selesai.
06:57Sekarang Anda tidak bisa melakukan itu lagi.
07:00Anda sebentar lagi adalah pelaku yang menentukan arah ekonomi ke depan,
07:05arah bangsa ke depan,
07:06dan nanti Anda yang akan diprotes oleh Bem-Bem di bawah Anda.
07:13Jadi kalau Anda cerdas,
07:14ajarin mereka, ke depan jangan banyak protes.
07:16Belajar aja gitu.
07:18Supaya Anda nanti tidak diprotes.
07:21Bapak, Ibu yang berbahagia,
07:24saya dididik sebagai insinyur lulusan teknik elektro dari Institut Teknologi Bandung.
07:30Di sini elektro mana?
07:33Oh, tidak ada elektro ya?
07:35Ada.
07:36Oh, cuma sedikit.
07:38Rupanya fakultas minoritas.
07:42Waktu itu saya belajar tentang arus,
07:46tegangan, sistem kontrol, dan stabilitas.
07:49Setelah lulus,
07:50saya bekerja sebagai field engineer offshore,
07:53di onshore juga,
07:54di selam bersih.
07:55lingkungannya keras,
07:57keputusan harus cepat,
07:58dan konsekuensinya nyata.
08:02Jadi di lapangan itu,
08:04keputusan cepat.
08:05Kalau kita salah ambil keputusan,
08:07kita bisa mati.
08:09Jadi ancamannya betul-betul nyata.
08:12Saya kerja di sana 5 tahun dengan ancaman yang seperti itu.
08:15Maka ketika ancaman dari BMI suruh mundur,
08:17ya gampang, paling mundur.
08:19Kecil itu.
08:20Tapi kita pastikan,
08:22kita menjalankan
08:23apa yang diminta oleh
08:25masyarakat kita.
08:26selamat menikmati.
08:26Terima kasih.
08:26selamat menikmati.
08:28Terima kasih.
08:28Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan