JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidatonya dalam wisuda Universitas Indonesia pada Sabtu (14/2/2026).
Dalam pidatonya, Purbaya berbicara soal perkembangan ekonomi di Indonesia hingga global. Purbaya juga mengatakan akan memberikan bantuan Rp100 M untuk Fakultas Teknik UI.
Dalam kesempatan itu, Purbaya berkelakar singgung demo oleh BEM UI di hari pertama menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Video Editor: Lintang Amiluhur.
#purbaya #ui #wisuda
___________________________________________
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650699/full-pidato-menkeu-purbaya-di-wisuda-ui-bicara-ekonomi-hingga-singgung-didemo-bem
Dalam pidatonya, Purbaya berbicara soal perkembangan ekonomi di Indonesia hingga global. Purbaya juga mengatakan akan memberikan bantuan Rp100 M untuk Fakultas Teknik UI.
Dalam kesempatan itu, Purbaya berkelakar singgung demo oleh BEM UI di hari pertama menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Video Editor: Lintang Amiluhur.
#purbaya #ui #wisuda
___________________________________________
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650699/full-pidato-menkeu-purbaya-di-wisuda-ui-bicara-ekonomi-hingga-singgung-didemo-bem
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:15Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:19Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.
00:25Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:53Kepala Badang, para dekan dan segenap siwitas akademika Indonesia, pimpinan lembaga kementerian,
01:02antara lain ada Wamen Dagri, Bapak Bima Arya, Wamen Desa, Bapak Ahmad Reza Patria,
01:12para orang tua dan keluarga wisodawan, dan para wisodawan yang hari ini resmi menjadi alumni UI.
01:24Pertama-tama saya ingin menyapa para wisodawan dan wisodawati, bagaimana rasanya wisodari ini?
01:39Saya yakin Anda semua bisa lulus hari ini dengan kerja keras.
01:50Kepada wisodawan dan wisodawati yang mungkin kalian rasakan hari ini adalah hasil kerja keras teman-teman semua selama bertahun-tahun.
02:01Namun yang mungkin kalian tidak tahu adalah di balik semua itu ada perjuangan orang tua atau lupa mungkin ya.
02:09Mereka mencari nafkah tanpa lelah.
02:15Beberapa ada yang harus banting tulang mati-matian dari kepala jadi kaki, kaki jadi kepala untuk membiayai sekolah Anda.
02:25Yang jelas, karena usaha dan doa, merekalah teman-teman semua ada di posisi sekarang lulus dari Universitas Indonesia.
02:34Oleh karena itu, saya minta para wisodawan dan wisodawati berdiri dan memberi hormat kepada orang tua, teman-teman semua.
03:03Bapak, Ibu, serta para wisodawan dan wisodawati yang saya banggakan,
03:10saya selain perjuangan wisodawan dan wisodawati,
03:14ada orang tua yang konsisten mendidik tanpa pamrih,
03:18tentu ada juga dosen yang membentuk disiplin, berpikir, dan karakter.
03:24Jadi, hari ini saya juga berdiri di sini dalam dua posisi.
03:35Saya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia
03:37dan sebagai seorang ayah yang anaknya ikut di wisodawati di ruangan hari ini.
03:49Sebenarnya, Pak Rektor, saya ke sini agak takut.
03:54Karena pada waktu saya jadi Menteri, hari pertama,
03:59BMUI demo depan DPR suruh saya turun.
04:03Di sini mana yang demo?
04:06Ada nggak? Nggak ada ya?
04:09Yang mereka nggak tahu, saya juga pernah dosen di UI.
04:15Jadi kalau Anda ngajak debat saya, Anda pasti kalah.
04:19Saya dosen S3 Economic Business.
04:22Anda kan masih-masih sewa pada waktu kemarin.
04:26Yang kedua, hubungan saya dengan UI cukup dalam.
04:32Waktu saya jadi Ketua Lembaga Penjamin Simpanan,
04:36saya mengalokasikan darah cukup
04:39untuk membantu program di Fakultas Teknik UI
04:42yang berkerjasama dengan Fakultas Teknik di Berkeley.
04:47Jadi kita kirim setiap tahun tiga orang UI ke Berkeley
04:51dan mereka mendapat apresi yang tinggi di Berkeley.
04:57Ini sebenarnya sudah gelombang kedua atau ketiga
05:00mungkin kita kirim ke Berkeley.
05:02Tapi kan sekarang saya bukan di LPS lagi,
05:06bukan Lembaga Penjamin Simpanan.
05:08Saya pindah jadi Menteri Keuangan.
05:11Saya pikir uang saya sedikit,
05:14tapi ternyata uang saya lebih banyak lagi.
05:16Saya boleh dibilang menguasai LPDP
05:21yang sekarang punya Rp150 triliun rupiah dana abadi
05:27untuk dipakai untuk program pendidikan.
05:33UI kan sekarang satu-satunya penerbitas
05:37yang rangkingnya di bawah 200 kan.
05:40Presiden minta UI meningkatkan
05:44ke bawah 100 kalau nggak salah.
05:47Dalam waktu berapa tahun?
05:49Secepat-cepatnya ya?
05:55Jadi, sebagai Menteri Keuangan,
05:59saya pakai alasan itu
06:00untuk kembali membantu Universitas Indonesia.
06:09kalau tadi Anda lihat
06:11dana abadi
06:12ternyata baru Rp260 miliar ya Pak ya.
06:14Masih kecil.
06:17Kecil-kecil ya.
06:20Untuk tahun ini lewat LPDP
06:22kita berencana, boleh nggak ngomongin?
06:24Boleh kan ya.
06:25Biasa ya Menteri Keuangan ini.
06:26Anak buah saya nggak bisa marah sama saya.
06:29LPDP di bawah saya,
06:30kalau dia ribut saya ganti dia kepalanya.
06:34tahun ini kita rencanakan
06:37memberikan bantuan
06:38kepada Fakultas Teknik ya itu.
06:40Apa UI semua?
06:41Fakultas Teknik
06:43itu sekitar
06:44Rp100 miliar.
06:50Jadi, nanti BEM
06:52jangan protes lagi.
06:54Dan sekarang di titik ini
06:56ada satu pertanyaan
06:57yang mesti kita hadapi bersama.
07:00Anda mau jadi apa?
07:03bagi sistem yang lebih besar
07:05yaitu NKRI.
07:09Kalau jadi mahasiswa gampang.
07:11Ada protes,
07:12ada ketimpangan,
07:13turun ke jalan, ribut,
07:14protes, selesai.
07:16sekarang Anda nggak bisa melakukan itu lagi.
07:19Anda sebentar lagi adalah pelaku
07:21yang menentukan arah ekonomi ke depan,
07:23arah bangsa ke depan,
07:25dan nanti Anda yang akan diprotes
07:28oleh BEM-BEM di bawah Anda.
07:31jadi kalau Anda cerdas,
07:33ajarin mereka.
07:33Ke depan jangan banyak protes.
07:35Belajar aja gitu.
07:37Supaya Anda nanti nggak diprotes.
07:40Bapak, Ibu yang berbahagia,
07:43saya dididik sebagai insinyur
07:45lulusan teknik elektro
07:46dari Institut Teknologi Bandung.
07:49Di sini elektro mana?
07:52Oh nggak ada elektro ya?
07:53Ada.
07:54Oh cuma sedikit.
07:56Rupanya fakultas minoritas.
08:01Waktu itu saya belajar
08:03tentang arus, tegangan,
08:06sistem kontrol, dan stabilitas.
08:08Setelah lulus,
08:09saya bekerja sebagai field engineer offshore,
08:12di onshore juga,
08:13di selam bersih.
08:14Lingkungannya keras,
08:16keputusan harus cepat,
08:17dan konsekuensinya nyata.
08:20Jadi di lapangan itu,
08:23keputusan cepat.
08:24Kalau kita salah ambil keputusan,
08:26kita bisa mati.
08:27Jadi ancamannya betul-betul nyata.
08:30Saya kerja di sana 5 tahun
08:32dengan ancaman yang seperti itu.
08:34Maka ketika ancaman dari BEM-BEM
08:36sudah mundur, ya gampang.
08:37Paling mundur.
08:38Kecil itu.
08:39Tapi kita pastikan,
08:41kita menjalankan
08:42apa yang diminta oleh masyarakat kita.
08:48Di lapangan tersebut,
08:50saya belajar satu prinsip
08:51yang sangat sederhana,
08:52tapi fundamental,
08:54yaitu sistem secara keseluruhan.
08:57Seorang hinur
08:58tidak boleh melihat satu kabel saja,
09:01dia harus melihat seluruh rangkaian.
09:05Kalau satu komponen gagal,
09:06efeknya menjalar,
09:08dan tidak berhenti di satu titik saja.
09:10Jadi ketika saya memutuskan
09:12pindah bidang dan mengambil MSI
09:14setelah PhD di bidang ekonomi,
09:16banyak yang bertanya,
09:18kenapa?
09:19Jawaban saya sederhana,
09:21saya ingin memahami
09:22sistem yang lebih besar.
09:27Itu jawaban kalau akademis.
09:29Seperti itu.
09:30Jawaban yang sebenarnya sih,
09:32saya disuruh pacar saya dulu.
09:33Kalau saya tidak ambil PhD,
09:35dia tidak mau kawin sama saya.
09:38Jadi kepaksalah.
09:40Tapi tidak apa-apa.
09:41kita nikmati ketepaksaan yang ada.
09:45Ekonomi negara juga suatu sistem.
09:48Fiskal adalah arusnya,
09:51moneter adalah pengatur tekanannya,
09:54sektorial adalah bebannya.
09:56Kalau salah satu tidak seimbang,
09:59sistem akan bergetar.
10:00Dan getaran itu dirasakan masyarakat.
10:04Cara berpikir teknik itu
10:06yang saya bawa ke kebijakan fiskal.
10:09Sebetulnya,
10:10ini yang nulis staff saya apa.
10:12Mungkin dia eselon empat.
10:13Jadi dia bilang,
10:14dia tidak mengerti ekonomi.
10:15Jadi saya berpikir yang
10:18holistik,
10:19itu katanya dari teknik.
10:21Padahal tidak betul.
10:24Yang fakultasi ekonomi mana di sini?
10:27Sedikit semua ya.
10:28Di ekonomi,
10:30kalau ada
10:32cara berpikir yang menyelur,
10:34disebutnya apa?
10:36Pendekatan apa?
10:39Tidak ada yang bisa.
10:42Anda mungkin baru belajar
10:44ilmu ekonomi
10:45sepotong-sepotong.
10:47Itu kita bilang
10:48partial equilibrium approach.
10:50Tapi kalau Anda
10:52sudah jadi pengambil
10:53keputusan nanti,
10:55Anda harus
10:56mengambil
10:57approach secara
10:59general equilibrium.
11:01Di mana
11:02semuanya dihitung.
11:05Kejutan satu titik
11:07akan mempengarik
11:07tempat lain.
11:08Itu harus Anda
11:10hitung
11:10terus-menerus.
11:12Jadi
11:12mungkin sekarang
11:14Anda belum cukup
11:15karena baru S1.
11:16Jadi yang mau belajar,
11:17belajar terus,
11:18dalamnya terus
11:19untuk memahami hal itu.
11:20Indonesia
11:21masih membutuhkan
11:22orang-orang pintar
11:24lebih banyak lagi.
11:27Kalau kita lihat,
11:29ini tidak ada slide ya?
11:33Kalau di sistem
11:35ke negara,
11:36kalau belanja
11:36fiskal lambat,
11:37dampaknya bukan cuma
11:38di angka laporan.
11:40Dampaknya
11:41ke likitiditas
11:42perbankan,
11:44kekedit,
11:44MKM,
11:45kedaya beli
11:46masyarakat.
11:47ini tidak bisa
11:49dilihat slide
11:49saya tidak ada ya?
11:52Anda mungkin tahu
11:54tahun lalu
11:56dari bulan Januari
11:57sampai bulan
11:58Agustus,
11:59ekonomi
12:00melambat
12:01terus-terusan.
12:04Fiskalnya
12:05bagus,
12:06defisitnya cukup,
12:08monetarnya
12:08juga stabil katanya.
12:12Tapi untuk ekonomi
12:14yang di lapangan
12:15kayak kita,
12:16kayak saya,
12:17kayak Pak Ari,
12:19Pak Rektor,
12:21kita melihat selalu
12:23faktor-faktor
12:24yang mempengaruhi
12:26ekonomi
12:27secara keseluruhan.
12:30Ada banyak teori ekonomi
12:32untuk melihat
12:33krisis apa enggak krisis,
12:34melambat apa enggak melambat,
12:36bagaimana kebijakan
12:37humanitar
12:37terjemahkan.
12:39Saya pakai
12:40teori yang menarik
12:41dari Milton Friedman,
12:42itu teori sebetulnya
12:44teori sederhana,
12:46bahwa
12:46kalau Anda
12:47ingin melihat
12:48kebijakan
12:49moneter
12:50longgar
12:51atau ketat,
12:52Anda lihat
12:53laju pertumbuhan
12:54uang
12:54beredar
12:56atau
12:56base money
12:57atau
12:58primary money
12:59katanya.
13:00Kalau
13:00terumusnya
13:01M0.
13:08kenapa
13:09ekonomi
13:09kita melambat?
13:11Padahal
13:11kalau Anda
13:12tanya pejabat,
13:14waktu itu ya,
13:17mereka selalu bilang
13:18kondisi
13:19finansial
13:20sektor kita
13:21ample liquidity,
13:22artinya
13:23uang
13:23cukup
13:24banyak.
13:25Tapi yang
13:26mereka lihat
13:27adalah
13:27bukan
13:28uang
13:29di sistem,
13:30tapi uang
13:31diperbankan
13:32yang
13:32tidak semuanya
13:33di sistem
13:33perekonomian.
13:35Yang di sistem
13:35perekonomian
13:36kita biasanya
13:37lihatnya
13:37base money
13:38atau primary money.
13:39Apa yang terjadi?
13:41Kalau Anda lihat di sini,
13:49ini sempat
13:57turun ke bawah,
14:00base money
14:00turun ke bawah,
14:010.
14:03Ini membuat
14:04ekonomi
14:04kita melambat
14:05dengan signifikan.
14:07Terus
14:09kita naikkan
14:11di bulan
14:11Agustus,
14:12September
14:12dengan melakukan
14:14injeksi uang
14:15ke sistem
14:15perekonomian.
14:16Ini naik
14:17lagi ke sana.
14:18Jadi
14:19ekonomi diperlonggar
14:20dibuat jalan.
14:22Akibatnya
14:23DPK
14:25naik
14:25dan kredit
14:26juga sekarang
14:27mulai naik
14:28ke sana.
14:29Jadi
14:30kita
14:30melihat
14:32faktor utama
14:33di perekonomian
14:34karena tidak
14:34paham
14:35general equilibrium
14:36teori itu
14:37membuat
14:39kita
14:40melakukan
14:41kebijakan
14:42yang salah
14:42tanpa
14:43disadari.
14:45Untung
14:45ada mantan
14:46dosen
14:46ini
14:46yang bisa
14:48memperbaiki
14:48itu.
14:49kita
14:49perbaiki
14:50bulan
14:50September
14:51Oktober
14:52dan sekarang.
14:53Jadi sekarang
14:54pertumbuhan
14:55base money
14:55atau minyak
14:56di perekonomian
14:56itu
14:57di atas
14:5810%
14:59double digit
15:00yang bisa
15:01membuat
15:02kredit
15:03tumbuh
15:03double digit
15:04juga
15:04yang artinya
15:05ekonomi kita
15:06akan
15:07membaik
15:08ke depan.
15:10Anda
15:11sebelumnya kan
15:12sering dengar
15:12Indonesia
15:13cemas
15:14ketika ekonomi
15:15dalam
15:15fasa yang
15:16dilambat
15:17seperti ini.
15:18sekarang
15:19kita
15:19balik
15:20pertumbuhan
15:21sudah
15:21sekarang
15:21di atas
15:225%
15:25di 5.39%
15:275.4%
15:29kira-kira
15:29mungkin
15:30untuk sebagian
15:31fakultas teknik
15:32gak ngerti
15:32itu apa artinya
15:33itu artinya
15:35ke depan
15:35akan lebih bagus
15:36lagi
15:36dan
15:37yang paling penting
15:38adalah
15:39lapangan
15:40pekerjaan
15:41akan terbuka
15:42ke depan
15:43Anda akan
15:44lebih mudah
15:44cari kerjaan
15:45dibanding
15:46sebelum-sebelumnya.
15:50Inilah
15:52momentum
15:52pertumbuhan
15:53ekonomi
15:53yang kita
15:54ciptakan
15:55dan kita
15:56pastikan
15:56akan berjalan
15:58terus ke depan
15:59ekonomi
15:59kita akan
16:00tumbuh lebih cepat
16:01tahun ini
16:01mungkin mendekati
16:026%
16:03tahun depan
16:03di atas
16:046%
16:04sampai akhirnya
16:05mendekati
16:068%
16:07yang
16:08seperti yang
16:08dijanjikan
16:09artinya apa
16:10kita
16:12sedang
16:12betul-betul
16:13menuju
16:14arah
16:15Indonesia
16:15emas
16:16jadi
16:17Anda
16:18gak usah takut
16:19dengan
16:19masa depan Anda
16:23saya harap
16:24teman-teman
16:24nanti semua
16:25ke depan
16:25memperlajar
16:26hal-hal itu
16:26belajar
16:27kesalahan
16:27dan melihat
16:29menimbul
16:30menumbuhkan
16:31kemampuan
16:32melihat
16:32keterhubungan
16:33atau pendekatan
16:34general equilibrium
16:35menurut ekonomi itu
16:36karena
16:37dunia nyata
16:39tidak bekerja
16:40dalam kotak-kotak
16:41disiplin
16:42dunia nyata
16:43bekerja
16:44dalam
16:44jaringan sistem
16:46kalau untuk
16:47para ekonom
16:47belajari
16:48sampai Anda
16:49mengerti
16:50betul-betul
16:50prinsip
16:51general equilibrium
16:52di pasar
16:53yang sebetulnya
16:54dan sistem
16:56pertama yang
16:56membentuk
16:58kita
16:58itu bukan
16:59negara
16:59tapi keluarga
17:09ini kan Anda
17:11berlulus
17:11pasti sedang
17:13cari kerja kan
17:14kalau saya
17:15dari
17:16keuangan
17:16jadi ada
17:17lawangan kerja
17:18untuk
17:18lulusan
17:19fakultas
17:20ekonomi
17:21dan bisnis
17:23siapa yang
17:24mau kerja sama saya
17:26siapa yang
17:26mau kerja sama saya
17:27oh gak ada
17:28ya udah
17:30tadinya
17:30mau saya rekrut Pak
17:31sebagai asisten pribadi
17:32namanya saya dari hari ke hari
17:33sehingga
17:35pengetahuan kita
17:35ditransfer ke
17:36generasi yang lebih muda
17:38tapi kadang
17:39gak ada yang mau
17:39yaudah gak apa-apa
17:42dipikirnya
17:42gajinya kecil
17:43di keuangan
17:45gajinya bisa besar
17:46saya selalu bilang
17:47sama Bu
17:48Lana
17:50gaji di keuangan
17:51turun
17:51dibanding LPS
17:52iya
17:54gaji pokoknya
17:54lebih rendah
17:55tapi ada juga
17:56jabatan komisaris
17:57rupanya
17:57lumayan tuh
17:58jadi anda
17:59jangan takut
18:00kerja di keuangan
18:00nanti
18:01kalau mau ngelamar
18:02ngelamar aja
18:02masa depan
18:04disana juga
18:04baik
18:04cerah
18:05gajinya juga
18:06lumayan
18:06gede
18:12bapak ibu serta
18:13para wisudawannya
18:15wisudawat yang saya
18:16banggakan
18:17sekarang saya masuk
18:18ke tantangan nasional
18:20udah saya bilang sedikit tadi ya
18:21Indonesia sudah lama
18:23tumbuh di kisaran
18:245%
18:26itu
18:27kayaknya bagus
18:28sebagian orang bilang
18:29itu sudah maksimal
18:30padahal
18:31menurut saya
18:32kita paling gak
18:33harus tumbuh
18:346.7%
18:35menuju 7%
18:36untuk menyerap
18:37tenaga kerja
18:38baru
18:39yang memasuki
18:41usia kerja
18:42kalau kita ingin
18:44menjadi negara
18:45baju
18:45tumbuh
18:475%
18:47itu
18:48tidak cukup
18:50kalau saya lihat
18:52Korea
18:53Taiwan
18:54Jepang
18:55Amerika
18:56Jerman
18:58even China
19:00untuk menjadi
19:01negara maju
19:02anda
19:03harus
19:04tumbuh
19:06double digit
19:07dalam
19:08lebih dari
19:1010 tahun
19:11jadi ketika
19:12Pak Prabowo
19:14bilang
19:148%
19:15kita banyak
19:16ketawain kan
19:17oh
19:18gak mungkin
19:18gak mungkin
19:19tapi itu adalah
19:20prasyarat
19:21untuk menuju
19:22negara maju
19:248 masih kurang
19:26mustinya harus
19:27didorong ke arah
19:2810%
19:29tapi untuk 5 tahun
19:30ke depan
19:30kalau dapat
19:318
19:32udah cukup
19:33sebagai gambaran
19:35apa sih artinya
19:36tumbuh
19:36pertumbuhan cepat
19:37yang ada gambar
19:39disini
19:39di tahun
19:412025
19:41karena dorongan
19:42terakhir
19:43kita tumbuh
19:445-11%
19:46orang bilang
19:48itu majelek
19:49biasa
19:49tapi kalau anda
19:50banding negara
19:51G20
19:52kita tertinggi
19:53kita lebih tinggi
19:55daripada
19:55apa itu
19:58China
19:59Saudi Arabia
20:00Spanyol
20:01dan lain-lain
20:02jadi
20:04anda
20:04gak usah
20:05minder
20:06menjadi
20:06bangsa Indonesia
20:07kita top
20:09di G20
20:235%
20:25bagus
20:26tapi untuk kita
20:28gak cukup
20:29contohnya apa
20:29kalau ada gejolak
20:31sedikit di ekonomi
20:32kita ngalamin
20:33kondisi
20:34akhir Agustus
20:36awal September
20:36tahun lalu
20:37jadi
20:39kita
20:40gak boleh
20:40tumbuh
20:41terlalu lambat
20:43ke depan
20:45kita perlu
20:46mesin-mesin
20:47pertumbuhan ekonomi
20:48yang
20:49di
20:50bahan bakari
20:52oleh tenaga muda
20:54lulusan
20:55pintar-pintar
20:55dari UI
20:56yang handal
20:59anda mungkin
21:02sekarang
21:03lulus
21:04merasa
21:04pintar
21:05kumlot
21:05tadi ada yang
21:06semua
21:06kumlot
21:06ada yang
21:074
21:073
21:079
21:09itu
21:09belum cukup
21:11anda mesti belajar
21:12lebih dalam lagi
21:13lebih dalam lagi
21:14lebih dalam lagi
21:16untuk
21:16memahami
21:18dunia
21:19dan bagaimana
21:20memberikan kontribusi
21:21kepada ekonomi
21:22yang IPK
21:24yang IPK nya rendah
21:24jangan takut
21:25terakhir
21:26pada akhirnya
21:28menentukan keberhasilan anda
21:29adalah ketekunan anda
21:31jadi anda
21:32belajar terus
21:33belajar terus
21:34belajar terus
21:34jangan
21:36pesimis
21:39sebelumnya kan
21:40sering kita bilang
21:41oh
21:4130 detik
21:45global ekonomi
21:47penuh
21:48ketidakpastian
21:49karena itu
21:50masa depan kita
21:52suram
21:52Indonesia
21:54gelap
21:56ekonom
21:57jarang
21:58yang menyebutkan
21:58bahwa
22:01domestic demand
22:03permintaan
22:04dalam negeri
22:04itu berkontribusi
22:06sekitar 90%
22:08terhadap
22:09perekonomian
22:09Indonesia
22:10yang 10%
22:12cuma global
22:13jadi kalau yang
22:1510%
22:16ambur adul
22:16saya hidupkan
22:19yang 90%
22:19kita harusnya
22:21masih
22:22gak apa-apa
22:22intinya adalah
22:24anda
22:26jangan takut
22:27nasib kita
22:28di tangan
22:29kita sendiri
22:35kalau anda
22:36nanti pintar-pintar
22:37mengurus
22:37permintaan
22:38dalam negeri
22:39tadi
22:39walaupun
22:40ekonomi
22:40yang gonjang-ganjing
22:41kita bilang
22:42go to hell
22:43saya gak peduli
22:44kita akan
22:45tumbuh
22:46dengan baik
22:47jadi
22:48ke depan
22:49Indonesia
22:50kita harapkan
22:50bisa tumbuh
22:51baik
22:51saya perlu
22:52saya perlu
22:52dukungan
22:53dari teman-teman
22:54wisudawan
22:55yang baru lulus
22:56hari ini
22:57kalau ada yang
22:58mau
22:58berkontribusi
22:59langsung
22:59bisa langsung
23:00daftar ke saya
23:02nanti
23:03saya proses
23:04dengan cepat
23:05ini yang penting
23:07ekonomi
23:07kita sedang
23:08fasa
23:09percepatan lagi
23:11ekonomi
23:12itu kadang-kadang
23:13naik
23:13turun
23:14naik
23:15turun
23:15itu yang disebut
23:16bisnis cycle
23:17gak tau di ekonomi
23:18belajar bisnis cycle
23:19dulu saya pernah
23:20ngajar disana
23:21bisnis cycle
23:22tapi kayaknya
23:23sudah berhenti
23:247 tahun
23:25sampai 10 tahun
23:26ekspansi
23:27setahun resasi
23:287 tahun
23:28ekspansi
23:29setahun resasi
23:30resasi kita terakhir
23:33tahun 2020
23:342023
23:35kita memasuki
23:36fasa ekspansi lagi
23:38dan kalau kita pintar
23:40kita bisa ekspansi itu
23:41sampai tahun
23:422033
23:43sebelum
23:44ekonominya
23:45melambat lagi
23:45jadi
23:46anda lulus
23:47sekarang
23:47untung
23:48karena kita
23:49dalam
23:50fasa ekspansi
23:51dan saya akan
23:52pastikan
23:53ini akan berlangsung
23:54sampai 2030
23:55nanti
23:56dan tentunya
23:57kontribusi anda
23:58akan
23:59amas
23:59signifikan
23:59untuk
24:00mendukung
24:01ekspansi
24:02ekonomi
24:03Indonesia ini
24:04jadi
24:05ke depan
24:08tolong
24:10kita sama-sama
24:11bekerja
24:12yang lebih keras
24:12untuk
24:13memujudkan
24:14Indonesia
24:15demikian
24:15terima kasih
24:16wassalamualaikum
24:17warahmatullahi wabarakatuh
24:32terima kasih
24:59selamat menikmati
25:36terima kasih
25:49menemani pagi anda
25:50dengan informasi
25:51terbaru
25:52satu langkah
25:53lebih dekat
25:53satu langkah
25:54lebih menjeraikan
25:55taksikat
25:56kompas pagi
25:57di kompas tv
25:58channel 11
25:59di televisi anda
26:00selamat menikmati
26:03selamat menikmati
Komentar