Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/02/10/184804/pakai-apbn-danantara-masih-negosiasi-utang-kereta-cepat-whoosh

Pemerintah Republik Indonesia memastikan akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung “Whoosh” yang masih menjadi sorotan publik dan ekonomi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan hal ini usai memberikan keterangan di Stasiun Gambir, sementara proses negosiasi teknis pembayaran utang dipimpin oleh CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, yang tengah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan untuk merampungkan mekanismenya.


Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Zahwa/Adit
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00APBN dipakai bayar utang WUS dan antara masih runding.
00:04Pemerintah Republik Indonesia memastikan akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara atau dana APBN
00:10untuk melunasi utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung WUS yang masih menjadi sorotan publik dan ekonomi.
00:17Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan hal ini usai memberikan keterangan di Stasiun Gambir
00:23sementara proses negoisasi teknis pembayaran utang dipimpin oleh CEO BPI dan antara, Rosan Roslani
00:29yang tengah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan untuk merampungkan mekanismenya.
00:34Pernyataan disampaikan pada selasa 10 Februari 2026 di Jakarta Pusat ketika pembahasan untuk finalisasi skema pembayaran tengah berlangsung.
00:43Utang WUS yang masih terbuka membuat pemerintah dan dan antara perlu mencapai kesepakatan
00:48agar beban pembayaran dapat dipastikan, termasuk opsi penggunaan dana negara demi keberlanjutan proyek infrastruktur strategis ini.
00:57Keputusan tersebut menunjukkan pemerintah siap menggunakan dana negara untuk menjamin penyelesaian kewajiban utang proyek kereta cepat
01:04meski skema rinci serta besaran anggaran belum rilis secara penuh.
Komentar

Dianjurkan