Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggagas pembangunan berskala nasional yang dikenal dengan istilah gentengisasi. Program ini diarahkan pada upaya mengganti atap rumah berbahan seng dengan genteng tanah liat sebagai bagian dari peningkatan kualitas hunian masyarakat. Wacana tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah pada awal Februari 2026. Dalam forum itu, Prabowo menekankan bahwa penataan hunian tidak hanya berkaitan dengan fungsi, tetapi juga menyangkut kenyamanan serta tampilan visual lingkungan permukiman.

Selama ini, penggunaan atap seng masih banyak dijumpai di berbagai kawasan permukiman. Namun, material tersebut dinilai kurang ideal untuk iklim tropis. Seng cenderung menyerap dan menahan panas matahari, Kondisi ini membuat suhu ruangan meningkat dan berpotensi membahayakan kelompok rentan seperti balita dan lanjut usia.

Di sisi lain, wacana gentengisasi turut memunculkan diskusi publik yang menarik dengan sejarah industri bahan bangunan di Indonesia. Perhatian masyarakat kembali tertuju pada temuan genteng produksi sekitar tahun 1962 yang berlogo palu-arit di Lumajang, Jawa Timur. Meski bangunan tempat genteng tersebut berada telah lama rusak, material atapnya justru masih dalam kondisi kokoh setelah puluhan tahun.

Temuan itu sempat menjadi perhatian terutama karena simbol yang tertera pada genteng memiliki sensitivitas politik tersendiri di Indonesia.
Oleh sebab itu, proses penelusuran dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan apakah keberadaan logo tersebut berkaitan dengan penyebaran paham tertentu atau sekadar merupakan bagian dari sejarah produksi material bangunan.

Setelah ditelusuri genteng tersebut memang produk lama dari masa tersebut. Perbandingan antara genteng masa lalu dan rencana gentengisasi masa kini tidak semata berkutat pada aspek simbolik.

Temuan tersebut menyoroti kualitas produksi material bangunan di era sebelumnya, yang dikenal melalui proses pembuatan yang matang dan tingkat ketelitian tinggi. Standar ketahanan genteng palu-arit pun dijadikan tolak-ukur bagi masyarakat terhadap kualitas genteng yang akan dihasilkan dalam program gentengisasi yang diusung Presiden Prabowo.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/02/09/133326/gentengisasi-prabowo-bisakah-sekuat-genteng-palu-arit?page=2

Creative/Video Editor: Awa/Leo

#Gentengisasi #Prabowo #PaluArit

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Gentengisasi gagasan Prabowo tuai perbandingan dengan genteng paluwarit.
00:04Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggagas pembangunan berskala nasional
00:10yang dikenal dengan istilah gentengisasi.
00:13Program ini diarahkan pada upaya mengganti atap rumah berbahan seng dengan genteng tanah liat
00:18sebagai bagian dari peningkatan kualitas hunian masyarakat.
00:23Wacana tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah
00:28pada awal Februari 2026.
00:31Dalam forum itu, Prabowo menekankan bahwa penataan hunian tidak hanya berkaitan dengan fungsi,
00:36tetapi juga menyangkut kenyamanan serta tampilan visual lingkungan pemukiman.
00:41Selama ini, penggunaan atap seng masih banyak dicumpai di berbagai kawasan pemukiman,
00:46namun material tersebut dinilai kurang ideal untuk iklim tropis.
00:51Seng cenderung menyerat dan menahan panas matahari.
00:54Kondisi ini membuat suhu ruangan meningkat dan berpotensi membahayakan kelompok lentan
00:59seperti balita dan lanjut pusia.
01:02Di sisi lain, wacana gentengisasi turut memunculkan diskusi publik yang menarik
01:07dengan sejarah industri bahan bangunan di Indonesia.
01:10Perhatian masyarakat kembali tertuju pada temuan genteng produksi sekitar tahun 1962
01:16yang berlogo Palu Arit di Lumajang, Jawa Timur.
01:20Meski bangunan tempat genteng tersebut berada telah lama rusak,
01:25material atapnya justru masih dalam kondisi kokoh setelah puluhan tahun.
01:30Temuan itu sempat menjadi perhatian,
01:32terutama karena simbol yang tertara pada genteng memiliki sensitivitas politik tersendiri di Indonesia.
01:37Oleh sebab itu, proses penelusuran dilakukan secara menyeluruh
01:42untuk memastikan apakah keberadaan logo tersebut berkaitan dengan penyebaran paham tertentu
01:47atau sekedar merupakan bagian dari sejarah produksi material bangunan.
01:52Setelah ditelusuri, genteng tersebut memang produksi lama dari masa tersebut.
01:56Perbandingan antara genteng masa lalu dan rencana gentengisasi masa kini
02:00tidak semata berkutar pada aspek simbolik.
02:03Temuan tersebut menyeroti kualitas produksi material bangunan di era sebelumnya
02:08yang dikenal melalui proses pembuatan yang matang dan tingkat ketelitian tinggi.
02:13Standar ketahanan genteng paluwarit pun dijadikan tolak ukur
02:16bagi masyarakat terhadap kualitas genteng yang akan dihasilkan
02:20dalam program gentengisasi yang diusung Presiden Prabu.
02:24Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan