Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, melontarkan pernyataan mengejutkan dalam persidangan kasus korupsi sertifikasi K3.

Di hadapan majelis hakim, Noel secara terbuka mengakui kesalahannya namun bersikeras bahwa praktik pemerasan di kementerian tersebut sudah mengakar kuat sejak tahun dua ribu dua belas.

Dalam surat dakwaan, Jaksa KPK merinci penerimaan gratifikasi senilai tiga koma tiga miliar rupiah serta satu unit motor besar mewah yang diduga mengalir ke kantong pribadi sang eks wamen.

Jaksa KPK membedah skema pemerasan kolektif senilai enam koma lima miliar rupiah yang melibatkan koordinasi antara pejabat kelembagaan hingga subkoordinator di Direktorat Jenderal Bina K3.

Aliran dana haram tersebut diduga terbagi secara spesifik kepada sejumlah rekan terdakwa lainnya, dengan nominal mulai dari tiga ratus juta hingga mendekati satu miliar rupiah per orang.

Meski mengaku terjebak oleh sistem warisan, Noel berjanji akan membongkar sosok dalang yang menurutnya sengaja memesan operasi tangkap tangan untuk menjerat dirinya di awal masa jabatan.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/02/09/135953/eks-wamen-noel-sebut-praktik-pemerasan-sertifikat-k3-sudah-ada-sejak-2012-siapa-dalangnya

Creative/Video Editor: Azky/Leo

#Noel #Pemerasan #K3

==================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Noel akui salah sebut pemerasan K3 di Kemenaker warisan sejak 2012.
00:06Mantan Wakil Menteri Ketenaga Kerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel
00:10melontarkan pernyataan mengejutkan dalam persidangan kasus korupsi sertifikasi K3.
00:16Di hadapan majlis hakim, Noel secara terbuka mengakui kesalahannya
00:20namun bersih keras bahwa praktik pemerasan di kementerian tersebut
00:24sudah mengakar kuat sejak tahun 2012.
00:27Dalam surat dakwaan, Jaksa KPK merinci penerimaan gratifikasi senilai 3,3 miliar rupiah
00:34serta satu unit motor besar mewah yang diduga mengalir ke kantong pribadi sang ekswamen.
00:41Jaksa KPK membedah skema pemerasan kolektif senilai 6,5 miliar rupiah
00:45yang melibatkan koordinasi antara pejabat kelembagaan hingga subkoordinator
00:51di Direkturat Jenderal Bina K3.
00:53Haliran dana haram tersebut diduga terbagi secara spesifik kepada sejumlah rekan perdakwa lainnya
00:58dengan nominal mulai dari 300 juta hingga mendekati 1 miliar rupiah per orang.
01:04Meski mengaku terjebak oleh sistem warisan, Noel berjanji akan membongkar sosok dalang
01:10yang menurutnya sengaja memasang operasi tangkap tangan untuk menjerat dirinya di awal masa jabatan.
01:16Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan