00:00Halo, Sahabat Kawas TV.
00:01Saat ini saya berada di Abu Dhabi,
00:03Uni Merah Tara.
00:04Tepatnya kalangan ini di belakang saya, Saudara.
00:07Saat ini sedang berlangsung
00:09Roundtable Meeting
00:09yang merupakan salah satu rangkaian
00:12dari Zahid Award
00:132026 atau yang disengarkan oleh
00:16Zahid Award for Human Fraternity.
00:18Sebagai informasi, Saudara, Zahid Award
00:20ini merupakan rangkaian
00:21agenda utama
00:23dari Presiden kelima Republik Indonesia
00:25yang akan kunjungkan kerja ke Abu Dhabi selama 7 hari.
00:28Roundtable Meeting ini merupakan
00:30agenda terakhir
00:31yang merupakan rangkaian
00:35acara dari Zahid Award for Human Fraternity.
00:38Kalau kita bisa mengulang sedikit
00:39ke belakang, memang menjawab
00:40kemarin mengikuti berbagai rangkaian acara
00:43seperti yang bahwa Sereb Mondi,
00:45Jala Dinar, sampai
00:47salah satu yang terakhir disini adalah
00:49Roundtable Meeting. Ada beberapa tokoh-tokoh
00:51dunia yang berkumpul di sini
00:52membahas mengenai isu-isu mengenai
00:55persauditaan, kemudian mengenai
00:57isu global di masing-masing negara
00:59dan menjadi seri solusi.
01:02Kentang sekali pembahasannya
01:03mengenai bagaimana
01:04para atau antar di masing-masing negara ini
01:07berpikir bagaimana
01:09masing-masing negara menganggap efeknya
01:11sebagai ancaman manusia
01:12atau justru menjadi
01:14hal yang dapat mempermudah
01:16dari masing-masing hidup di antar negara.
01:18Session yang telah kita lakukan
01:30sebelum ini
01:32Session yang telah kita lakukan
01:34dan kita sangat mengenai
01:35untuk melihat
01:36bahwa
01:37dan mereka yang akan
01:39menanggap
01:40untuk kembali
01:41untuk masa depan.
01:42Dan kita beruntung
01:43bahwa tim ini
01:44dapat membuat video
01:45yang kita lakukan
01:46dan kita akan melihat
01:47dan kita akan beradaptasi
01:48dan menjadi lebih banyak
01:49yang kita lakukan
01:50yang pernah kita lakukan.
01:51Alhamdulillah bahwa akhirnya setelah mengikuti seluruh acara, sekarang ini sudah berakhir dengan jamuan makan siang.
02:05Dan dari sejak awal saya terus mengikuti dari sejak hari pertama di mana kami termasuk saya diminta untuk memberikan pendekatnya mengenai yang namanya Foundation Zayed Award yang dibuat pada waktu.
02:32Saya pertama di Emirat dan dikukuhkan juga melalui Haus Franciscus Marhum dengan Imam Besar Masjid Al-Azhar.
02:50Dan waktu itulah, waktu tahun 2020 saya dijadikan curi yang tadipun saya bertemu dengan mereka yang waktu itu telah kami pilih, kami terdiri dari lima.
03:04Dan yang betul-betul saya harus berterima kasih kepada Haus Franciscus dan juga Imam Besar Masjid Al-Azhar.
03:19Karena saya dipilih sebenarnya oleh Imam Besar Masjid Al-Azhar yang disetujui juga oleh Haus Franciscus.
03:34Nah, yang ingin saya katakan adalah, ini adalah sebuah organisasi yang menurut saya sangat baik, yaitu Foundation Zayed Award.
03:44Yang akan selalu berupaya mengadakan sebuah pencarian dari banyak sekali, apakah itu tokoh, apakah itu pun juga orang biasa.
04:04Yang betul-betul melakukan kerjanya dengan penuh semangat itu mengenai yang disebut human fraternity, yang betul-betul mengarah kepada kemanusiaan.
04:20Sehingga akibat menghafal yang membuat saya menjadi juga terus rupanya dimasukkan di Zayed Award ini.
04:39Karena saya mungkin dengar waktu di majelis, saya mengatakan apa saja yang telah terjadi di Indonesia yang saya lakukan.
04:53Dan mereka rata-rata itu sangat apresiat dan memberikan salut kepada saya, terutama ketika saya bisa bekerja begitu banyak
05:08Dalam pengertian di politik iya, lalu di masalah lingkungan hidup, karena saya kan sudah pernah mengatakan masalah global warming, begitu juga ketika saya berdiskusi dengan Haus Franciscus Almarhum,
05:29betapa beliau pun sama dengan saya, kekhawatiran dari global warming ini.
05:36Haus Franciscus Almarhum, selain tokoh agama Kristen, itu beliau mengatakan bahwa di Vatikan beliau itu membuat juga penelitian untuk kutub.
05:56Dan sebenarnya ini harusnya, makanya di sini saya ingin mengatakan bahwa kita pun harus berhati-hati.
06:03Karena menurut beliau, kutub itu sekarang tidak hanya mencair, kalau seperti biasanya.
06:12Tetapi itu sudah cracking, cracking dan mengapung-ngapung seperti bongkahan es yang luar biasa.
06:22Dan yang saya khawatirkan adalah sebenarnya agak sedikit masuk kejadian yang sekarang tentu juga masih mungkin ada.
06:32Jangan dipikirkan bahwa kemarin itu banyak sekali kejadian, memang karena hujan, tetapi yang juga harus diamati dengan baik adalah cairnya.
06:48Makanya yang namanya air apungan dari kutub itu kan kalau masuk ke tempat kita yang punya arus panas itu pasti akan mencair.
07:01Makanya saya waktu melihat bencana di Aceh, Sumut, lalu Sumbar, saya sangat prihatin dan saya sangat terluka.
07:15Oke kalau para wartawan melihat saya sudah mengumpulkan, masih sampai hari ini itu adalah kami punya namanya badan menanggulangan bencana yang dengan seluruh kekuatannya itu sudah saya pergikan ke tiga tempat itu dan masih terus berjalan.
07:41Nah mengenai kembali kepada Giant Award Human Fraternity ini, dari semua pembicaraan yang saya dengar memang mereka berkeinginan bahwa mereka semua merasakan
07:59bahwa bagaimana dunia ini sepertinya apa mulai merupakan sebetulnya kehidupan kita itu satu bumi dan seharusnya mestinya sudah selesai tidak ada perang.
08:17Yang ada harusnya diteruskan dengan perdamaian dan itu tentunya juga masuk ke dalam peran wanita.
08:29Makanya saya banyak sekali ditanya bagaimana kok bisa menjadi sampai hari ini saya masih menduduki sebagai ketua umum partai juga masih aktif saya mengatakan ya itu tergantung kepada kaum perempuannya sendiri dan
08:49tapi saya merasa bangga bahwa kita sudah punya undang-undang untuk perempuan dan perlindungan perempuan dan anak mereka kaget sekali bahwa kok bisa sampai terjadi adanya perundangan seperti itu.
09:06Begitu juga kalau masalah kemanusiaan seperti yang saya katakan ketika hari pertama dengan Pancasila itu sebenarnya kalau mau saya bilang kepada mereka-mereka bahwa
09:22itu sebetulnya bisa menjadi sesuatu yang universal ketuhanan yang maha esat bisa diadop perikemanusiaan dan yang lainnya terutama tentunya di dalam masalah diskusi yang masalah kemanusiaan
09:39karena human fraternity itu yang saya bilang bisa memakai yang namanya perikemanusiaan sehingga dengan demikian bisa selaras.
09:49dan saya sangat merasa dan saya mengatakan bahwa seharusnya kita lebih baik lebih banyak bergerak untuk masa depan anak-anak kita sudah mulai harus dirancang dari saat sekarang ini.
10:09dan banyak juga tadi yang topik yang paling menonjol itu adalah bagaimana perkembangan mengenai AI, AI, Artificial Intelligence.
10:23karena ternyata sudah banyak juga dari kalangan mereka mengatakan itu bagus tetapi yang sangat dikhawatirkan kalau tidak ada sebuah perlindungan yang nyata
10:41tentunya artinya itu harus melalui masalah hukum maka takutnya itu malah bisa menjadi hal yang merusak.
10:53sebagai contoh kan utamanya siapa yang akan bertanggung jawab kalau ada sebuah sekarang gampang sekali artificial kan
11:05jadi ternyata dipikir ada orang A itu yang berbicara padahal tidak.
11:13saya mengatakan di dalam diskusi kami itu ya seharusnya menurut saya PBB itu sebagai perserikatan bangsa-bangsa juga mesti melihat sikon ini dengan demikian tentunya ada perlindungan melalui hukum internasional.
11:33di mana yang namanya AI itu tidak bisa bekerja seperti sekarang ini dan tanggapan yang diterima itu saya merasa bersyukur bahwa ternyata mereka pun mengatakan seperti demikian
11:53karena tentu saja masalah teknologi ini menurut banyak yang dari mereka mengatakan bagaimana itu akan merupakan bagian dari masa depan kita dan tentunya berarti masa depan dunia.
12:10mungkin itu yang saya ingin katakan sebagai rangkuman.
12:15menemani pagi anda dengan informasi terbaru satu langkah lebih dekat satu langkah lebih mencerahkan.
12:27saksikan Sapa Indonesia pagi di Kompas TV channel 11 di televisi anda.
12:33selamat menikmati.
Komentar