Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
Artikel terkait:
https://youtu.be/FOTeSU2nfq0?si=xFFqmd-LRN3yutzX

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyebut Prabowo sangat menyadari risiko besar di dalam BoP, terutama pengaruh kuat Israel terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Namun, Presiden meyakini Indonesia mampu mengimbangi tekanan tersebut dengan menjaga kekompakan bersama negara-negara Islam.

Hal itu disampaikan Dino usai menghadiri pertemuan antara Presiden dengan tokoh politik luar negeri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia menekankan bahwa Indonesia bergabung dengan penuh kehati-hatian. Prabowo berulang kali menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk menarik diri jika di kemudian hari BoP terbukti bertentangan dengan prinsip konstitusi dan kepentingan nasional.

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Zahwa/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Ini ada resikonya, itu resiko terbesar adalah Israel, karena Israel mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap Trump.
00:12Tapi beliau menyatakan, kami yakin kami bisa mengimbangi karena segala sesuatu yang kita lakukan, kita jamin harus ada kekompakan dengan negara-negara Islam.
00:24Dengan kata lain, kalau laborasi Indonesia tidak begitu besar, misalnya ya, akan lebih besar karena kita selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam,
00:37antara Saudi, Turki, Mesir, Yorga, dan lain sebagainya. Jadi beliau cukup realistis ada resiko itu.
00:45Tapi yang saya paling suka, dan ini online juga dengan posisi von Polsi Community of Indonesia, adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati,
00:55dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita.
01:05Ini berkali-kali beliau tekankan, beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk.
01:12Nah, ini yang saya tangkap sebagai suatu penekanan dan penegasan yang akan diapresiasi.
01:24Tapi sekali lagi, beliau pendekatan, pendekatannya terbuka, tidak ada batasan, penuh dengan masukan, resiko, dan kritik.
01:35Beliau gerima semua, dan tadi juga beliau bilang ini akan menjadi suatu forum yang akan bersebut lanjut.
01:42Jadi untuk kami apresiasi, beliau juga sadar bahwa ada masalah atau ada tantangan komunikasi dan persepsi publik.
01:53Nah, beliau sangat terbuka itu.
01:54Dan memang tantangan berat, karena banyak sekali suara-suara, dan banyak sekali hal-hal yang tidak bisa diungkap ke publik.
02:06Tapi tadi beliau ungkap secara terbuka, dan secara pandanya, dan juga secara terbuka.
02:12Itu dibahas, dan saya tidak punya wewenang untuk menyatakan kesimpulannya.
02:21Tapi dibahas, apa pandangan beliau mengenai hal ini.
02:27Juga tadi ada konfirmasi, ini bukan dari porsi apa gitu ya.
02:32Tapi juga ditekankan bahwa this is still in progress, masih dalam pembahasan gitu ya.
02:44Dan itu yang paling jauh saya bisa katakan, karena saya tidak punya otoritas sebenarnya hal ini.
02:53Ini adalah?
02:57Ya, ini eksperimen dalam arti, ini suatu formula, di mana orang tidak tahu ini akan sukses atau tidak.
03:10Resiko gagal tinggi, karena berbagai faktor.
03:14Karena berbagai faktor, bisa faktor Trump-nya, bisa faktor Amerika-nya, bisa faktor Israel-nya, bisa faktor lapangannya, bisa faktor Hamas-nya, dan lain sebagainya.
03:24Resiko tinggi, kan kita tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi.
03:26Jadi, saya katakan ini suatu eksperimen, dan eksperimen yang penting karena apa, ini satu-satunya the game in town pada saat ini.
03:37Tidak ada formula lain, tidak ada solusi lain, tidak ada jalur lain.
03:40Jadi, kan ini, kan ini salah satu resikonya bentuk, ya kan, ini kan resiko yang kita lihat ya, BBB membentuk BOP.
03:54Nah, tapi apakah BOP ini, makanya tadi saya bilang eksperimen ya, arahnya kemana nih?
03:58Ya, tapi kan di sini kan OKI tidak berperan ya.
04:04OKI berperan di belakang sebagai pihak yang mendorong adanya two-state solution dan lain sebagainya.
04:14Nah, tapi untuk di lapangannya, itu nanti ditangani oleh instansi sesuai dengan kesepakatan dari 20 Point Plan, yang dibentuk oleh BBB.
04:25Nah, tadi memang disampaikan bahwa yang membuat BOP itu relevan dan credible, itu adalah karena dibentuk oleh Dewan Kameran BBB.
04:35Nah, tadi disampaikan oleh salah satu beserta, juga dengan langsung kepada Bapak Presiden, Pak Presiden juga memahami hal ini.
04:43Kita harus menjaga agar BOP ini tetap dalam koridor BBB, jadi tidak keluar dari mandatnya gitu.
04:51Karena kita ikut dalam BOP, kenapa? Karena ada mandat BBB, yang akan termasuk juga nanti pengiriman pasukan pendamaian.
05:05Pesisi saya sudah jelas dari awal. Pesisi saya adalah Indonesia masuk dalam BOP, tapi dengan memahami resiko-resiko yang ada.
05:19Dan kedua, kita memegang opsi untuk keluar. Tadi juga disampaikan Presiden, kita selalu pegang opsi keluar.
05:27Dan ketiga, syarat yang paling penting, tujuan dari semua ini, Palestina Merdeka.
05:32Tujuan dari semua ini. Untuk itu apa? Kita harus berpolitik, kita harus berdiplomasi, kita harus melobi, kita harus berdebat, dan kita harus pragmatis dan realistis.
05:45Nah, itu yang saya tekankan. Tadi kita semua mendengar penjelasan Presiden bahwa Indonesia harus pragmatis dan realistis.
05:53Jadi kita lihat, ini baru beberapa hari kan BOP ya, jadi jalan masih panjang.
05:58Jadi kita doakan tujuan paling utamanya, yaitu two-state solution, Palestina Merdeka itu bisa capai.
06:05Oke.
Komentar

Dianjurkan