00:00Ini ada resikonya, itu resiko terbesar adalah Israel, karena Israel mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap Trump.
00:12Tapi beliau menyatakan, kami yakin kami bisa mengimbangi karena segala sesuatu yang kita lakukan, kita jamin harus ada kekompakan dengan negara-negara Islam.
00:24Dengan kata lain, kalau laborasi Indonesia tidak begitu besar, misalnya ya, akan lebih besar karena kita selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam,
00:37antara Saudi, Turki, Mesir, Yorga, dan lain sebagainya. Jadi beliau cukup realistis ada resiko itu.
00:45Tapi yang saya paling suka, dan ini online juga dengan posisi von Polsi Community of Indonesia, adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati,
00:55dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita.
01:05Ini berkali-kali beliau tekankan, beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk.
01:12Nah, ini yang saya tangkap sebagai suatu penekanan dan penegasan yang akan diapresiasi.
01:24Tapi sekali lagi, beliau pendekatan, pendekatannya terbuka, tidak ada batasan, penuh dengan masukan, resiko, dan kritik.
01:35Beliau gerima semua, dan tadi juga beliau bilang ini akan menjadi suatu forum yang akan bersebut lanjut.
01:42Jadi untuk kami apresiasi, beliau juga sadar bahwa ada masalah atau ada tantangan komunikasi dan persepsi publik.
01:53Nah, beliau sangat terbuka itu.
01:54Dan memang tantangan berat, karena banyak sekali suara-suara, dan banyak sekali hal-hal yang tidak bisa diungkap ke publik.
02:06Tapi tadi beliau ungkap secara terbuka, dan secara pandanya, dan juga secara terbuka.
02:12Itu dibahas, dan saya tidak punya wewenang untuk menyatakan kesimpulannya.
02:21Tapi dibahas, apa pandangan beliau mengenai hal ini.
02:27Juga tadi ada konfirmasi, ini bukan dari porsi apa gitu ya.
02:32Tapi juga ditekankan bahwa this is still in progress, masih dalam pembahasan gitu ya.
02:44Dan itu yang paling jauh saya bisa katakan, karena saya tidak punya otoritas sebenarnya hal ini.
02:53Ini adalah?
02:57Ya, ini eksperimen dalam arti, ini suatu formula, di mana orang tidak tahu ini akan sukses atau tidak.
03:10Resiko gagal tinggi, karena berbagai faktor.
03:14Karena berbagai faktor, bisa faktor Trump-nya, bisa faktor Amerika-nya, bisa faktor Israel-nya, bisa faktor lapangannya, bisa faktor Hamas-nya, dan lain sebagainya.
03:24Resiko tinggi, kan kita tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi.
03:26Jadi, saya katakan ini suatu eksperimen, dan eksperimen yang penting karena apa, ini satu-satunya the game in town pada saat ini.
03:37Tidak ada formula lain, tidak ada solusi lain, tidak ada jalur lain.
03:40Jadi, kan ini, kan ini salah satu resikonya bentuk, ya kan, ini kan resiko yang kita lihat ya, BBB membentuk BOP.
03:54Nah, tapi apakah BOP ini, makanya tadi saya bilang eksperimen ya, arahnya kemana nih?
03:58Ya, tapi kan di sini kan OKI tidak berperan ya.
04:04OKI berperan di belakang sebagai pihak yang mendorong adanya two-state solution dan lain sebagainya.
04:14Nah, tapi untuk di lapangannya, itu nanti ditangani oleh instansi sesuai dengan kesepakatan dari 20 Point Plan, yang dibentuk oleh BBB.
04:25Nah, tadi memang disampaikan bahwa yang membuat BOP itu relevan dan credible, itu adalah karena dibentuk oleh Dewan Kameran BBB.
04:35Nah, tadi disampaikan oleh salah satu beserta, juga dengan langsung kepada Bapak Presiden, Pak Presiden juga memahami hal ini.
04:43Kita harus menjaga agar BOP ini tetap dalam koridor BBB, jadi tidak keluar dari mandatnya gitu.
04:51Karena kita ikut dalam BOP, kenapa? Karena ada mandat BBB, yang akan termasuk juga nanti pengiriman pasukan pendamaian.
05:05Pesisi saya sudah jelas dari awal. Pesisi saya adalah Indonesia masuk dalam BOP, tapi dengan memahami resiko-resiko yang ada.
05:19Dan kedua, kita memegang opsi untuk keluar. Tadi juga disampaikan Presiden, kita selalu pegang opsi keluar.
05:27Dan ketiga, syarat yang paling penting, tujuan dari semua ini, Palestina Merdeka.
05:32Tujuan dari semua ini. Untuk itu apa? Kita harus berpolitik, kita harus berdiplomasi, kita harus melobi, kita harus berdebat, dan kita harus pragmatis dan realistis.
05:45Nah, itu yang saya tekankan. Tadi kita semua mendengar penjelasan Presiden bahwa Indonesia harus pragmatis dan realistis.
05:53Jadi kita lihat, ini baru beberapa hari kan BOP ya, jadi jalan masih panjang.
05:58Jadi kita doakan tujuan paling utamanya, yaitu two-state solution, Palestina Merdeka itu bisa capai.
06:05Oke.
Komentar