Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK mengungkap praktik lancung pemberian jatah bulanan dalam kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai.

KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, termasuk mantan pejabat eselon dua DJBC, dalam skema suap yang terungkap melalui operasi tangkap tangan ini.

PT Blueray diketahui berperan sebagai perusahaan jasa pengurusan transportasi atau forwarder, yang menjadi penghubung antara importir dengan oknum petugas di lapangan.

Praktik suap ini bermula dari pemberian tujuh miliar rupiah setiap bulan, guna mengondisikan jalur merah agar barang impor milik perusahaan tersebut tidak melalui proses pemeriksaan.

Penyidik KPK menekankan bahwa dari periode Desember dua ribu dua puluh lima hingga Februari tahun ini, penyerahan uang rutin dilakukan di sejumlah lokasi untuk menjamin kelancaran importasi.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/02/06/103931/kpk-ungkap-ada-jatah-bulanan-rp7-miliar-ke-bea-cukai-agar-tak-cek-barang-bawaan-pt-blueray

#KPK #Suap #Beacukai

Creative/Video Editor: Azky/Leo

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00KPK bongkar jatah suap 7 miliar rupiah per bulan dari PT Bluray ke Oknum Beacukai.
00:06Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK mengungkap praktik lancung pemberian jatah bulanan
00:12dalam kasus dugaan suap importasi barang di Direkturat Jenderal Beacukai.
00:18KPK telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka, termasuk mantan pejabat eselon 2 DJBC
00:24dalam skema suap yang terungkap melalui operasi tangkap tangan ini.
00:28PT Bluray diketahui berperan sebagai perusahaan jasab pengurus transportasi atau forwarder
00:35yang menjadi penghubung antara importir dengan Oknum petugas di lapangan.
00:41Praktik suap ini bermula dari pemberian 7 miliar rupiah setiap bulan
00:45guna mengondisikan jalur merah agar barang impor milik perusahaan tersebut tidak melalui proses pemeriksaan.
00:51Penyidik KPK menekankan bahwa dari periode Desember 2025 hingga Februari tahun ini
00:58penyerahan uang rutin dilakukan di sejumlah lokasi untuk menjamin kelancaran importasi.
01:04Terima kasih telah menonton!
01:12Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan