Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kisah guru honorer dengan penghasilan yang jauh dari kata layak kembali menggema di ruang rapat DPR RI. Kali ini datang dari Indah Permata Sari, seorang guru honorer di SDN Wanasari 01 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Selama bertahun-tahun, Indah mengabdikan dirinya untuk mendidik anak-anak sekolah dasar. Namun dibalik perannya mencerdaskan generasi penerus bangsa, realitas hidup yang ia jalani justru penuh keterbatasan. Gaji sebagai guru honorer belum mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari begitu pula untuk bertahan hidup. Sehingga Indah terpaksa mengambil pekerjaan sampingan sebagai tukang antar-jemput laundry.

Cerita ini disampaikan langsung oleh Indah saat menghadiri rapat bersama Badan Legislasi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin, 3 Februari 2026. Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, Indah menceritakan kondisi yang selama ini ia pendam.
Menurutnya, kendala terbesar yang ia hadapi ialah namanya belum tercatat dalam Data Pokok Pendidikan atau Dapodik. Dimana Dapodik menjadi sistem utama dalam pendataan tenaga pendidik di Indonesia. Data ini digunakan sebagai dasar perencanaan kebijakan pendidikan, evaluasi, hingga penyaluran dana bantuan operasional sekolah dan tunjangan guru secara daring. Tidak terdaftar dalam sistem ini membuat Indah seolah tak terlihat dalam peta kebijakan pendidikan nasional.
Kondisi yang dialami Indah mencerminkan realitas yang masih dihadapi banyak guru honorer di berbagai daerah. Mereka tetap mengajar dengan penuh tanggung jawab, meski kesejahteraan belum sebanding dengan pengabdian yang diberikan.

#Dapodik #Guru #BalegRI

Creative/Video Editor: Nazwa/Leo

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Belum tercatat dapodik, guru honorer menangis saat rapat balek RI.
00:05Kisah guru honorer dengan penghasilan yang jauh dari kata layak kembali menggema di ruang rapat DPR RI.
00:11Kali ini datang dari Indah Permatasari, seorang guru honorer di SD Negeri Wonosari 1 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
00:19Selama bertahun-tahun, Indah mengabdikan dirinya untuk mendidik anak-anak sekolah dasar.
00:23Namun dibalik perannya mencerdaskan generasi bangsa, realitas hidup yang ia jalani justru penuh keterbatasan.
00:29Gaji sebagai guru honorer belum mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari begitu pula untuk bertahan hidup.
00:35Sehingga Indah terpaksa mengambil pekerjaan sampingan sebagai tukang antarjemput laundry.
00:40Cerita ini disampaikan langsung oleh Indah saat menghadiri rapat bersama Badan Legislasi DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta pada Senin 3 Februari 2026 lalu.
00:51Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, Indah menceritakan kondisi yang selama ini ia pendam.
00:57Saya yang namanya terdata di 265 itu yang belum masuk data pendidikan Pak.
01:07Padahal saya sudah memenuhi masa kerja, tapi sulitnya untuk masuk ke data pendidikan atau DAPODIC itu sulitnya luar biasa Pak.
01:18Padahal informasi yang turun dari dinas ke sekolah tidak menyuluruh Pak.
01:26Bahkan jadinya kita ketinggalan info.
01:29Tadi Bapak bilang pulang mengajar, jadi antarjemput laundry Pak.
01:37Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan.
01:42Menurutnya kendala terbesar yang ia hadapi ialah namanya belum tercatat dalam data pokok pendidikan atau DAPODIC.
01:49Dimana DAPODIC menjadi sistem utama dalam pendataan tenaga pendidik di Indonesia.
01:54Data ini digunakan sebagai dasar perencanaan kebijakan pendidikan, evaluasi hingga penyaluran dana bantuan operasional sekolah dan tunjangan guru secara daring.
02:03Tidak terdaftar dalam sistem ini membuat Indah seolah tak terlihat dalam peta kebijakan pendidikan nasional.
02:09Kondisi yang dialami Indah mencerminkan realitas yang masih dihadapi banyak guru honorer di berbagai daerah.
02:16Mereka tetap mengajar dengan penuh tanggung jawab, meski kesejahteraan belum sebanding dengan pengabdian yang diberikan.
Komentar

Dianjurkan