Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAWA TIMUR, KOMPAS.TV - Pasca banjir bandang yang menerjang permukiman di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ratusan warga kini mengalami krisis air bersih.

Pipa saluran mata air yang mengalirkan air ke rumah-rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Selain merusak rumah warga, banjir bandang juga menghancurkan pipa saluran mata air yang menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebagai langkah antisipasi krisis air bersih, Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter per hari kepada warga terdampak.

#pmi #banjir #jember

Baca Juga Warga Klaim Pemilik Lahan Geruduk Rumah Pompa Air di Kamal Muara, Tuntut Ganti Rugi Rp125 Miliar di https://www.kompas.tv/nasional/648741/warga-klaim-pemilik-lahan-geruduk-rumah-pompa-air-di-kamal-muara-tuntut-ganti-rugi-rp125-miliar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648745/pasca-banjir-bandang-di-jember-ratusan-warga-desa-pakis-krisis-air-bersih-sapa-siang
Transkrip
00:00Di Jawa Barat, di Jawa Timur, pasca banjir bandang yang menerjang permukiman di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur.
00:07Ratusan warga kini krisis air bersih.
00:10Pipa saluran mata air ke rumah warga untuk pemenuhan air bersih rusak.
00:14Antisipasi krisis, Palang Merah Indonesia mendistribusikan air bersih sebanyak 5.000 liter per hari.
00:22Tak hanya merusak rumah warga, banjir bandang yang terjadi di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur
00:28juga merusak dan menghancurkan pipa saluran mata air, sumber untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
00:36Ratusan warga mengalami krisis air bersih yang selama ini bergantung pada sumber mata air.
00:41Sehingga saat ini harus mengambil air di desa tetangga yang berjarak cukup jauh.
00:46Sementara untuk kebutuhan konsumsi makan dan minum serta memasak, warga membeli air kemasan.
00:52Terus sana air.
00:54Air bersih ya, Pak.
00:55Air bersih.
00:56Kenapa, Pak?
00:56Dibuat masak itu, dibuat mandi, dibuatkan air segalanya.
01:04Kenapa kok sulit, Pak?
01:05Mungkin putus, kena banjir.
01:07Bipanjir.
01:08Iya, dibanjir.
01:10Jadi selama ini mengandalkan sumber, Pak, ya?
01:11Iya.
01:13Terus untuk kebutuhan sementara ini gimana, Pak?
01:16Itu ngembar dari sumber lainnya.
01:19Beli juga, ya?
01:20Iya.
01:21Kalau buat minum, beli diurus sementara.
01:23Ada berapa rumah yang kesulitan air?
01:27Dari sana, semuanya, pokoknya ada.
01:31Akibat rusak kapipas saluran air, warga harus mengambil dari sumber matahir di desa tetangga yang jaraknya cukup jauh untuk kebutuhan air bersih sehari-hari.
01:40Dari mana sebelumnya, Pak?
01:42Ya, sebelumnya, ngambil di sebelah, Pak, di desa sebelah.
01:47Jauh, ya?
01:48Ya, lumayan.
01:49Pake motor harus dilangsir, Pak.
01:51Sempat beli juga dalam, Pak?
01:54Ya, ini.
01:55Dapat mana?
01:58Iya, iya.
01:59Saya kandung, Pak.
02:01Alhamdulillah, sudah ada bantuan ini, Pak.
02:03Palang Merah Indonesia mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke lokasi terdampak.
02:10PMI memasang tiga unit tandon air berkapasitas 1.200 liter di tiga lokasi, sehingga memudahkan warga mendapatkan air bersih.
02:18Giat PMI distribusi air bersih dengan menggunakan truk teki kapasitas 5.000 liter untuk warga yang terdampak banjir pakis.
02:37Distribusi air bersih untuk warga terdampak banjir bandang terus dilakukan hingga perbaikan dan pemasan pipa saluran air kembali normal.
02:44Kerenawan Mustika, Kompas TV, Jember, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan