00:00BPJS Kesehatan berstatus non-aktif memicu kekhawatiran serius terutama bagi pasien penyakit kronis.
00:06Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia menilai kebijakan ini berisiko mengancam nyawa pasien.
00:13Lebih lengkap soal ini kita akan bahas bersama Ketua KPCDI Tony Samsir di studio
00:18dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti melalui sambungan daring.
00:23Selamat siang Pak Gufron dan Bang Tony.
00:26Selamat siang, Selamat siang Nintang.
00:28Selamat siang Mbak Lintang, Selamat siang Mas Tony.
00:32Prof, Selamat siang.
00:33Baik Pak Gufron, ini menjadi perbincangan publik yang tentunya harus menjadi perhatian kita
00:40karena ini menyangkut dengan kesehatan masyarakat
00:42apalagi yang berkaitan dengan penyakit kronis.
00:47Yang ingin saya tanyakan Pak Gufron, ada berapa sebetulnya peserta BPJS BPI
00:53yang dinonaktifkan pada periode ini di Februari ya Pak, dimulainya kemarin?
00:58Pertama, saya koreksi dulu kesalahan persepsi bahwa yang berhak apakah seseorang masih PBI atau non-PBI
01:10sudah enggak memenuhi syarat, itu bukan BPJS ya.
01:13bukan BPJS, jadi ada kementerian yang bertanggung jawab dan melakukan apakah seseorang itu masih menjadi peserta PBI
01:26atau bukan itu yang jelas bukan BPJS, itu pertama dulu.
01:31Nah, berapa jumlahnya itu bisa lebih dari 10 juta ya, gitu Pak Lili.
01:38Baik, berarti siapa yang bertanggung jawab Pak Gufron ini atas data-data ini?
01:41Ya, kalau yang mengenai PBI itu kan ada keputusan Kementerian Sosial ya, nomor 3 yang garis miring HUK garis miring 2026.
01:57Itu berlaku 1 Februari 2026.
01:59Nah, tapi tadi kan sudah disampaikan, baik di Kementerian Kesehatan ya, ataupun juga Pak Mensos,
02:08bahwa untuk akses pelayanan terutama bagi mereka yang memerlukan pelayanan gawat darurat tadi, itu tetap akan diberikan.
02:21Oke, baik. Berarti kalau saya ingin ke Bang Tony, bagaimana menanggap ini?
02:30Laporan yang masuk ke KPCD sudah berapa?
02:33Yang dinonaktifkan begitu dan akhirnya mengalami kesulitan untuk berobat?
02:38Iya, sebenarnya yang masuk ke kami itu sampai saat ini itu sudah lebih daripada 200 orang ya.
02:43Ini untuk pasien?
02:44Untuk pasien-pasien cuci darah, 80-90% itu mayoritas mereka yang mengalami kesulitan.
02:51Tapi sebagian besar sudah memang pindah ke mandiri, terpaksa begitu ya, karena bagaimanapun cuci darah memang tidak bisa ditunda.
02:59Begitu, mereka harus melakukan itu.
03:01Kalau tidak, mereka sesak nafas, edema paru, begitu ya, bisa sampai kegagalan organ, jantung, dan lainnya.
03:06Itu sangat berbahaya.
03:08Justru recovery-nya akan semakin besar, pembiayaannya akan semakin mahal.
03:11Itu yang kita sesalkan.
03:13Sementara yang kita sesalkan di sini adalah koordinasi antar lembaga, baik itu Kementerian Sosial yang melakukan pemutusan PBI bersama BPJS Kesehatan.
03:21Seharusnya memang Kementerian Sosial itu melakukan verifikasi data dulu dengan benar, begitu ya.
03:26Oke.
03:26Nah, verifikasi data dulu.
03:28Setiap nomor BPJS Kesehatan itu sudah ada riwayat penyakit, begitu ya.
03:33Sebenarnya harus dimintakan.
03:34Kita harus menerapkan prinsip atau asas kehatian-hatian dalam menerapkan suatu kebijakan, begitu ya.
03:39Nah, adil, kehati-hatian, dan non-diskriminasi.
03:43Kalau ada pasien, ini kan pasien ini pagi hari ya, dia pagi hari, subuh, sudah ke rumah sakit, rindu untuk cuci darah, begitu ya.
03:50Sampai cuci darah, depan ruang administrasi, mohon maaf, Bapak Ibu BPJS-nya non-aktif.
03:56Oke, tapi apa yang dilakukan pasien ini melaporkan ke KPJDI, tadi Bang Tony menyebutkan ada sekitar 200 yang 80% adalah pasien cuci darah.
04:05Tapi, apa yang harus dilakukan ketika mereka terpaksa harus geser ke mandiri, padahal kebanyakan dari mereka itu, kita tahu juga mungkin adalah masyarakat yang kurang mampu, begitu.
04:16Apa yang mereka lakukan dengan status mandiri ini, mereka harus membayar dengan uang pribadi kah? Dari mana uangnya?
04:20Iya, dipastikan itu, dipastikan mereka harus membayar itu dengan menggunakan uang pribadi.
04:25Kami melakukan penyisiran terhadap mereka yang tidak mampu, KPJDI menjamin itu.
04:29Jadi kami yang meng-cover dulu untuk sebulan ini, sebelum nanti dilakukan verifikasi yang mantap oleh dina sosial terkait.
04:37Ini kan butuh waktu, tadi disampaikan oleh Pak Mensos kan tinggal reaktifasi, tinggal klik, jadi itu nggak semudah di lapangan.
04:45Kita butuhkan berhari-hari, anggota kita sampai hari ini aja belum terdaftar sebagai PBI sehingga kita harus memberikan sejumlah uang, membayarkan kepesertaan mereka menjadi mandiri.
04:58Yang penting bagi kami, penyelamatan nyawa dulu, kalau administrasi kan bisa menunggu, gagal ginjal kan nggak bisa menunggu.
05:04Mereka harus tetap melakukan cuci darah, itu yang kami lakukan.
05:07Baik, Pak Gufron, ini yang menanggapi dari Bang Tony dari KPJDI, tadi apalagi ada tanggapan dari Mensos menyebut bahwa dilayani saja terlebih dahulu, nanti administrasinya menyusul.
05:17Bagaimana jaminan BPJS ini akan menindak dengan tepat atau sesuai dengan arahan Mensos dan kegelisahan dari pasien Pak Gufron?
05:27Ya, setuju sekali dengan Pak Tony ya, jadi BPJS ini didirikan ya, kebetulan saya sebagai ketua tim persiapan BPJS ya,
05:39untuk meningkatkan akses pelayanan bagi mereka yang membutuhkan tanpa kesulitan keuangan.
05:45Jadi ini sangat sepakat, jadi harus dalam waktu katakanlah sebulan ini gitu, untuk tidak, kalaupun dia diputus ya, tidak masuk lagi,
05:59karena Kementerian Sosial kan melakukan validasi ya, apakah mereka masih berhak menerima BBI atau tidak.
06:08Nah, itu sekali lagi bukan BPJS, tadi Pak Tony sudah menjelaskan juga ya, kalau BPJS itu sekali lagi meningkatkan akses.
06:18Jadi BPJS itu dulu kan belum ada, 2014 baru dibentuk ya, kalau di Jogja itu orang meriskin, dilarang sakit dulu.
06:28Sekarang ya, paling tidak menurut BPJS menjadi peserta aktif.
06:32Oleh karena itu, kami sarankan para peserta BPJS, terutama BBI, itu ngecek ya, di mobil JKN sudah kita sediakan.
06:43Kita bisa juga WA di 08-118-105-165, bisa juga di WA, begitu.
06:51Baik, Pak ini yang saya tadi baca adalah reaktifasi yang mungkin bisa juga dilakukan oleh para pasien,
06:59dengan ada kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan begitu, ada terbukti miskin atau rentan miskin,
07:06ada verifikasi lapangan serta mengidap penyakit kronis.
07:09Ada verifikasi lapangan di sini, Pak, ini membutuhkan waktu, sedangkan pasien-pasien cuci darah ini harus segera dan sudah terjadwal.
07:14Bagaimana ini, Pak?
07:15Ya, itu kan istilahnya ke depan saya kira sudah ditanganin lah.
07:22Itu yang lalu ya, artinya yang lapor-lapor tadi sampai 200 orang itu.
07:28Itu belum keseluruhan, keseluruhan itu tadi sekitar 10 juta lebih ya.
07:33Jadi sekarang ini koordinasinya lebih bagus lah, gitu.
07:39Jadi saya kira nanti tidak menjadi masalah karena akan ditanganin, gitu.
07:44Kalau memang dia, ya tadi, ya sementara harus bayar sendiri karena dia dianggap mampu,
07:51karena desilnya itu 6 ke atas, ya terselesaikan juga kan tadi, akhirnya gitu.
07:57Oke, berarti verifikasi data ini menjadi sangat penting begitu, Pak Gufron, seharusnya ya.
08:02Betul, tapi sekali lagi bukan BPJS ya.
08:05Seseorang itu berhak menerima bantuan iuran, TBI atau bukan, bukan BPJS.
08:10Itu orang salah kira, gitu.
08:11Ya, berarti poinnya adalah verifikasi data ini ada di Kemensos, begitu ya, Pak.
08:16Saya akan ke Bang Tony, bagaimana menanggapi ini, Pak?
08:19Apa yang ingin disampaikan?
08:20Di sini ada BPJS, mungkin juga pemegang data adalah Kemensos, begitu.
08:25Apa yang ingin disampaikan?
08:27Pertitipan dari teman-teman pasien juga yang mungkin mereka juga tidak punya banyak waktu ya,
08:32untuk bertahan, begitu.
08:33Ya, sebenarnya kejadian ini bukan hal baru ya, itu harus dicatat.
08:37Sejak 2019, KPCDI punya histori juga pemerintah melakukan pemutusan PBI bagi pasien-pasien gagal ginjal,
08:47begitu ya, mengalami cuci darah.
08:48Itu juga sudah kejadian 2019.
08:51Nah, dari sini sebenarnya kita belajar, koordinasi antar lembaga itu penting.
08:55BPJS itu pemegang data yang cukup besar, bahkan rewired penyakit.
08:59Ya, rewired penyakit saya, kapan saya terakhir untuk berobat, itu sudah ada.
09:03Sebenarnya Kemensos itu tinggal minta ke BPJS, ini data yang mau saya putus ini,
09:08ini rewired penyakitnya gimana?
09:09Begitu.
09:10Kan harusnya ada tenggan waktu, begitu ya.
09:13Kalau pasien gagal ginjal itu, yang cuci darah ya,
09:16itu sudah pasti per dua hari mereka akan rutin ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan.
09:21Otomatis di sana akan dilakukan verifikasi oleh rumah sakit.
09:25Pernyataan Pak Mensos bahwa, apa namanya, layanin saja dulu.
09:30Begitu ya, layanin saja dulu.
09:32Nanti, apa namanya, kita akan melakukan pembayaran.
09:35Ingat ya, bahwa rumah sakit itu membutuhkan kepastian hukum, ya, terkait dengan pembiayaan.
09:43Betul.
09:43Ya, saya mau tanya, tutup aja kalau rumah sakitnya kalau nggak mau pelayanan.
09:48Ya, itu RSCM kemarin banyak kok yang pulang kok pasiennya.
09:51Siapa yang mau nanggung pembayarannya setelah itu ya, kalau kepastian hukumnya tidak ada.
09:54Itu rumah sakit pemerintah pusat loh.
09:56Ya, rumah sakit nasional loh.
09:58Juga terdampak juga.
10:00Ya, karena itu tadi, rumah sakit butuh cash flow dan butuh kepastian hukum terkait dengan pembiayaan.
10:06Begitu.
10:06Jadi harapan kami begini, Kemensos hati-hati dalam menerapkan kebijakan ini.
10:11Jelas BPJS jadi tampeng di sini kan, yang dipukul di masyarakat ini BPJS sekarang.
10:16Karena tadi namanya gini Prof, BPJS, PBI, ada BPJS ya, berarti semua salahnya BPJS.
10:22Sebenarnya kita mau meluruskan juga bahwa BPJS ini penyelenggara kebijakan.
10:26Mereka penyelenggara kebijakan yang ngikutin semua peraturan yang ada, baik itu antar lembaga, begitu ya.
10:32Nah, di sini Kemensosnya tenang-tenang saja, begitu ya.
10:36Kemensos yang harus kita kritik habis-habisan, karena saya marah, saya sedih, dan ini perilaku yang tidak manusiawi.
10:45Orang yang mau berobat, menyelamatkan nyawa, menyambungnya justru diputus.
10:49Untuk itu Kemensos harus hati-hati, ya.
10:52Minta ke BPJS, riwayat penyakitnya ini apa.
10:55Setelah itu, kasih notifikasi.
10:57Tidak ada orang cuci darah itu mau jadi kaya, tidak ada, sudah cuci darah masalahnya.
11:02Oke, yang jadi pertanyaan besar juga sebenarnya, seperti apa filterisasinya kemarin sehingga yang aktif ini menjadi non-aktif, begitu kan.
11:09Verifikasinya seperti apa di Kemensos ini, dan mungkin apa yang, kapan sebenarnya yang harus segera dilakukan ini, mungkin pertemuan, begitu ya.
11:18Pak Gufron, mungkin bisa dijelaskan apakah sudah ada upaya pertemuan untuk berdiskusi terkait dengan ini, Pak,
11:25dari Kemensos, Kemensos, dan BPJS, Pak Gufron?
11:30Iya, tentu ada, ya.
11:33Tetapi tadi Pak Tony kan banyak di istilahnya tanyakan kepada Kemensos, ya.
11:38Tentu tidak elok kalau ditanyakan kepada BPJS.
11:42Yang jelas BPJS itu selalu mencoba untuk mempermudah akses, gitu.
11:50Itu untuk diketahui saja.
11:51Ya, jadi kita tidak ingin juga untuk mereka yang katakanlah harus mendapatkan layanan emergensi, tidak mendapatkan.
12:01Dan BPJS itu bukan atasannya rumah sakit, ya, bukan ya.
12:05Jadi ini harus diketahui, ya.
12:07Jadi sekali lagi, kalau ditanyakan, Pak, sudah ada pertemuan?
12:11Iya, pertemuan sudah.
12:13Tetapi saya kira benar sekali Pak Tony tadi, harusnya ini tidak terjadilah kayak gitu.
12:20Tapi saya kira ke depan, artinya itu beberapa hari ke depan akan menjadi lebih baik lagi.
12:25Hasil dari pertemuan terakhir kemarin seperti apa, Pak?
12:27Mungkin boleh sedikit?
12:29Belum, belum.
12:30Ya, kan nanti secara...
12:31Kapan kira-kira Pak?
12:32Ini kan baru kebijakannya.
12:33Dan ini besok Senin, ini kan baru Jumat.
12:36Oh, berarti hari Senin?
12:37Sampai Minggu, Senin, ya.
12:39Hari Senin akan ada duduk bersama, begitu ya, Pak?
12:42Kita akan kawal, ya.
12:44Ya, ya, siap, silahkan.
12:45Pak Gufron seperti apa?
12:46Baik.
12:48Setelah tenis kan ada pertemuan untuk kebijakannya, gitu.
12:52Baik, ya, karena ini kepentingan untuk nyawa masyarakat kita, Pak.
12:56Apalagi dengan penyakit kronis yang berkejaran dengan waktu, mereka harus mendapatkan fasilitas kesehatan yang harus segera dibutuhkan, begitu.
13:04Terima kasih, Pak Gufron Mukti, Direktur BPCS.
13:07Ada juga Bang Tony Samusir di Studio Kompasivi, Ketua KPCDI, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia.
13:12Terima kasih, Bapak-Bapak.
13:13Terima kasih, Prof.
13:15Terima kasih, Mas Tony.
Komentar